
Kota Anyi
"Feng'er kita ingin pergi kemana ini?" Tanya Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya. "Hah bukannya paman bilang tadi ingin makan." Jawab Ling Feng heran.
"Iya tapi, arah itu bukan menuju rumah makan Bulan Matahari, kan. Kenapa kita tidak ke sana saja." Kata Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu terdiam. Pang Lang dan To Mu langsung menggandeng Long Tian di kanan kirinya.
"Ehhhhh kenapa kalian menjadi menggandeng ku seperti ini? Aku bisa jalan sendiri tidak perlu digandeng seperti ini." Kata Long Tian yang memberontak dilepaskan, namun keduanya tidak bergeming. "Kakak pertama…Sebaiknya kau ikut saja tuan muda ingin pergi saat ini. Memangnya kau tidak bosan dengan menu yang sama setiap hari." Kata Pang Lang dengan nada penekanan disetiap katanya. Long Tian yang mendengar itu terheran-heran.
"Benar ikuti saja kemana Feng'er ingin makan dan tidak usah protes." Kata To Mu juga sama. Long Tian yang melihat sikap keduanya aneh hanya menganggukkan kepalanya patuh, karena keduanya benar-benar terlihat menyeramkan saat ini.
"Nah tuan muda mari kita cari lagi dan abaikan saja apa yang dikatakan oleh kakak Tian tadi." Kata Pang Lang. Mendengar hal itu Ling Feng tersentak sadar lalu kembali berjalan menuju salah satu rumah makan yang masuk dalam pandangan matanya dan sedikit ramai juga terlihat dari luar.
Ling Feng lantas memutuskan untuk masuk kedalam rumah makan tersebut diikuti oleh Long Tian yang digandeng oleh Pang Lang dan To Mu dibelakang.
Kring…Kring…Kring
Ketika masuk tempat tersebut terbilang cukup ramai dan Ling Feng langsung memutuskan untuk duduk di lantai dua dekat dengan jendela disana diikuti oleh ketiga orang dibelakangnya. Ling Feng menjadi teringat kembali tentang kejadian pagi hari tadi dengan Qing Xian.
Awalnya ia sudah sedikit melupakan, namun mendengar Long Tian menyebutkan tempat kerja Qing Xian membuat ia teringat kembali akan gadis tsundere tersebut. "Feng'er oiii kau ingin pesan apa." Perkataan Long Tian membuat Ling Feng sadar dari lamunannya.
"Ah apa…" Kata yang keluar dari Ling Feng. Long Tian menghela nafas lalu berkata. "Kau ini…Apa yang ingin kau pesan?" Kata Long Tian. Mendengar hal itu Ling Feng berkata, "samakan saja dengan mu Paman Mu." Kata Ling Feng.
"Itu sendiri salah mu kakak." Batin keduanya. "Tidak ada paman aku aku hanya sedang memikirkan tentang persiapan esok hari." Kata Ling Feng berbohong. Untuk mengalihkan perhatian Long Tian, Ling Feng berkata kembali. "Paman Lang tentang tempat yang ku minta bagaimana?" Tanya Ling Feng kepada Pang Lang.
"Oh tempat itu sudah siap tuan muda. Kita sudah bisa menggunakannya hari ini juga." Kata Pang Lang menjawab pertanyaan Ling Feng. Mendengar hal itu Ling Feng menganggukan kepalanya. "Kalau begitu berkunjunglah ke dunia jiwa dan beritahu ini nantinya kepada anak-anak." Kata Ling Feng. "Sesuai dengan perintah tuan muda." Kata Pang Lang menundukkan kepalanya hormat.
Ling Feng lantas teringat kembali. "Oh iya dan satu lagi." Kata Ling Feng. Pang Lang yang mendengar itu berkata. "Apa yang bisa saya lakukan lagi tuan muda?" Tanya Pang Lang. Ling Feng menggelengkan kepalanya tersenyum. "Tidak ada semuanya sudah selesai aku hanya ingin memberikan mu ini." Kata Ling Feng memberikan sebuah gulungan kepada Pang Lang.
Pang Lang yang penasaran ingin membukanya lantas ia menatap Ling Feng. Ling Feng menganggukan kepalanya membolehkan Pang Lang membaca gulungan tersebut. Pang Lang pun membuka gulungan tersebut lalu membacanya dengan serius. Ketika ia membaca setengah dari gulungan tersebut ia sontak terkejut.
"T-tuan muda ini bukankah terlalu berlebihan untuk ku yang sekarang?" Kata Pang Lang yang terkejut melihat gulungan tersebut. Ling Feng tersenyum menggelengkan kepalanya. "Tidak itu tidak berlebihan terima saja paman. Lagipula saat ini aku masih belum bisa menggunakannya, karena aku tidak pandai dengan elemen kegelapan. Oleh karena itu, teknik tersebut kurasa sangat cocok untuk mu yang ahli akan pengguna elemen kegelapan." Kata Ling Feng.
Mendengar hal itu Pang Lang ingin menolaknya lagi. Akan tetapi To Mu langsung berbicara. "Terima saja. Bukankah kau ingin menjadi lebih kuat dan berguna untuk Feng'er? Atau tekad mu itu hanya sekedar omong kosong saja." Kata To Mu. Pang Lang yang mendengar itu berkata dengan tegas. "Aku bersungguh-sungguh dengan tekad ku kakak kedua." Jawab Pang Lang.
"Kalau memang bersungguh-sungguh terima teknik tersebut lalu jadilah kuat jika kau memang tidak ingin tertinggal dari kami semua." Kata To Mu. Mendengar hal itu Pang Lang menggenggam erat gulungan teknik tersebut lalu mengalihkan pandangannya kembali ke Ling Feng.
"Dengan mempertaruhkan nyawa dan kehormatan ku serta hati iblisku. Aku Pang Lang akan menjadi kaki tangan yang berguna untuk tuan muda dan bersumpah setia kepada tuan muda Ling Feng." Kata Pang Lang dengan tegas. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum. "Begitu, kah…Ya jika kau memang ingin seperti itu maka aku harus menghargainya." Kata Ling Feng. Ia lantas menjentikkan jarinya.
Seketika rantai Pang Lang merasa perubahan pada jiwanya. "T-tuan muda tentang ini anda tidak perlu…" Perkataannya terhenti oleh gerakan tangan Ling Feng. "Anggap saja hadiah dari sumpah setia mu kepada ku." Kata Ling Feng tersenyum.
Mendengar hal itu Pang Lang merasa sangat bersyukur karena telah mengikuti Ling Feng dan menjadi Pengikutnya. To Mu dan Long Tian yang melihat itu tersenyum simpul. Lalu tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang dan mereka semua pun menyantap dengan perasaan berbagai macam.