
“Aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan nak, tapi yang jelas kami akan senantiasa bersama mu.” Batin keduanya ketika menatap punggung pemuda yang umurnya tidak lebih dari tiga puluh tahun.
>>>>>>______
Pagi Harinya
Terlihat sosok Ling Feng yang masih memejamkan kedua matanya sampai beberapa saat kemudian ia pun membuka kembali kedua matanya seraya menghembuskan nafasnya. “Sudah kuduga sepertinya memang mustahil untuk menerobos sekarang.” Gumam Ling Feng menghembuskan nafasnya kasar. Ling Feng pun menyudahi kultivasinya, lalu bangkit dari posisi lotus melangkah ke arah jendela kamarnya dan membukanya. Seketika angin sejuk pun menerobos masuk ke dalam kamarnya.
Ling Feng tersenyum tipis karena saat ini kedua matanya sudah di suguhkan pemandangan sekte naga langit berada di waktu pagi hari. Dirinya pun langsung keluar menuju halaman depan. Ketika dirinya ke sana, Ling San dan Chang Jin sudah tidak ada.
Ia merasakan hawa keberadaan kakeknya yang berada di kamarnya tengah berkultivasi saat ini. Ling Feng pun langsung mengeluarkan pedang nya dan memulai latihan pagi rutin nya sebelum mulai beraktivitas.
Setelah satu jam lebih mengayunkan pedangnya, Ling Feng pun menyudahi latihan paginya. Rencananya ia hendak membuat pil guna membantu penerobosan nya ke ranah saint bintang lima. Ling Feng tidak bisa hanya mengandalkan Qi disekitarnya saja, mengingat tubuhnya membutuhkan tiga kali lipat ketimbang tubuh orang pada umumnya untuk menerobos ke tingkat selanjutnya. Terlebih lagi ranahnya juga sudah mencapai saint, membuatnya semakin banyak pula Qi yang di butuhkan untuk menerobos tingkat berikutnya.
“Sepertinya aku memang harus menerobos terlebih dahulu sebelum pergi ke Ujung Benua.” Gumam Ling Feng lalu dirinya pun membuka portal menuju dunia jiwanya. Ling Feng pun masuk ke dalam portal tersebut. Ling Feng cukup terkejut, karena ketika ia memasuki ruang jiwanya, ada dua orang yang tengah berbincang-bincang yang lebih ke arah perdebatan.
“Paman Tian, Paman Mu.” Panggil Ling Feng membuat kedua orang yang tengah mengobrol itu refleks menoleh ke arah Ling Feng. Sontak Ling Feng pun melangkah ke arah dua orang tersebut seraya berkata kembali, dirinya lebih terkejut dengan keberadaan dua orang tersebut yang berada di dunia jiwanya.
“Kami berdua memang sering bolak balik kemari. Kalau kami tidak kemari, memangnya siapa yang akan memberi makan serigala-serigalamu dan merawat tanaman obatmu.” Ujar Long Tian.
“Oi Saudara Pertama. Bukan kami tapi itu aku. Kerja mu hanya mabuk-mabukan saja di sini.” Ujar To Mu mengoreksi perkaatan Long Tian.
“Oh ayolah saudara kedua. Aku juga ikut membantu loh. Tadi saja aku membantu mu menyirami tanaman obat.” Ucap Long Tian tanpa beban membuat To Mu mengangkat sebelah alisnya lalu medengus kasar seraya berkata, “Membantu apanya. Kamu menyiram hanya di tempat yang sama tanpa beranjak sama sekali, itu bukan membantu namanya.” Kata To Mu dengan nada jengkel.
“Sudahlah saudara kedua, yang lalu biarlah berlalu tidak perlu di pikirkan lagi. Ini cobalah, arak ini lumayan enak loh.” Ucap Long Tian seraya menyodorkan botol arak kepadanya. To Mu yang melihat tingkah Long Tian hanya bisa mendengus kasar, namun menerima arak yang di sodorkan oleh Long Tian.
Ling Feng yang melihat tingkah keduanya pun terkekeh pelan menggeleng-gelengkan kepalanya. “Terima kasih Paman Mu, karena sudah merawat semua yang ada di sini.” Ucap Ling Feng kepada To Mu.
“Ya lagipula aku sudah tidak ada hal yang harus di kerjakan lagi, jadi mengurus tanaman obatmu tidak lah menjadi masalah bagiku.” Ucap To Mu. Mendengar itu Ling Feng tersenyum tipis, dirinya juga bertanya tentang kabar adik-adiknya kepada To Mu
“Ya mereka semua sudah cukup kuat sekarang. Dari keenam adikmu itu, Xiao yang paling kuat. Kultivasinya saat ini sudah berada di Ranah Saint bintang satu.” Ucap To Mu. Ling Feng yang mendengar itu cukup terkejut dengan perkembangan Ling Xiao.
“Setelah itu di susul oleh Huo dan Shui yang berada di ranah saint setengah langkah. Lalu Ji dan Di yang berada di ranah langit bintang sembilan. Untuk Lin’er sendiri, ia yang paling lemah diantara lima saudaranya yang lain. Ranah nya saat ini adalah Langit bintang dua, akan tetapi itu ditutupi dengan kekuatan jiwanya yang paling kuat diantara lima saudaranya. Kekuatan jiwanya sudah berada di level empat puncak.” Jelas To Mu lagi.
>>>>>>______
Sementara Itu di Suatu Tempat
“Entah mengapa bulu kundukku tiba-tiba berdiri.” Celetuk pemuda tersebut yang di punggungnya terpadat sepasang sabit kembar.
“Eh kebetulan. Aku juga merasakan hal yang sama saudara. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama Saudara Ji?” Ujar pemuda yang sedang memegang tombak berwarna biru di tangannya.
“Ya begitulah. Aku juga merasakan hal yang sama persis seperti kalian berdua saudara Shui, Saudara Huo.” Timpal pemuda yang di kedua tangannya mengenakan sepasang sarung tangan besi.
“Sudahlah kalian bertiga tidak perlu membahas hal itu lagi.” Kata pemuda tersebut tidak lain adalah yang tertua di sana. Terlihat ada lima orang pemuda dan seorang gadis di sana. Mereka bereenam adalah Ling Xiao, Ling Huo, Ling Shui, Ling Ji, Ling Di, dan terakhir Ling Lin. Mereka saat ini sedang berada di pedalaman hutan yang tidak pernah sekalipun di jamah oleh manusia.
“Baiklah saudara mengapa kamu meminta kami semua berkumpul di sini?” Tanya Ling Shui kepada Ling Xiao.
“Aku telah menyelidiki daerah di sekitar sini, lalu menemukan salah satu tempat persembunyian ras iblis yang cukup besar, karena ada beberapa komandan iblis yang ikut berjaga di sana.” Ujar Ling Xiao dengan wajah serius.
Apa yang dikatakan oleh Ling Xiao membuat kelimanya pun menyimak dengan seksama dan serius. Tentu saja mereka sudah sering menemukan tempat persembunyian ras iblis, karena dari awal dibentuknya pasukan bayangan adalah selain mencari informasi seputar ras iblis, mereka juga bertugas untuk mengurus hal-hal tersebut. Tapi, sejauh ini tempat persembunyian yang mereka temukan hanya berisi sekelompok iblis tingkah rendah dan tidak ada sesuatu yang penting di sana.
Jika memang benar apa yang dikatakan oleh Ling Xiao, maka pastinya ada sesuatu yang sangat penting di sana mengingat yang menjaga tempat tersebut adalah komandan iblis yang kekuatan nya sama dengan iblis tingkat menengah.
“Kalau begitu tunggu apa lagi kak. Langsung saja kita pergi ke sana.” Ujar Ling Huo yang sudah bersemangat, namun langsung di pukul kepalanya oleh Ling Lin yang berada di sebelahnya.
“Jangan bertindak ceroboh. Kita tetap harus hati-hati. Ada beberapa komandan iblis di sana yang ikut menjaga.” Ucap Ling Xiao melirik ke arah Ling Huo membuat pemuda tersebut langsung menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.
“Aku punya rencana mendekatlah.” Ucap Ling Xiao dan kelima yang lainnya pun menyondongkan kepalanya menyimak dengan seksama rencana yang di rancang oleh Ling Xiao untuk menyerang tempat persembunyian tersebut.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
Nb: Nama semua marga dari adik angkat Ling Feng di ubah semua menjadi Ling.