Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Permintaan Ling Feng


“Kalau begitu mari kita langsung mulai saja. Tekadkan diri kalian mulai saat ini, karena jika setengah-setengah aku tidak bisa menjamin hidup kalian selamat loh.” Ujar Ling Feng yang dianggukki cepat oleh semua orang di sana.


>>>>>>______


Tiga Jam Kemudian


“Sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan! Sepuluh ribu!” Teriak seluruh murid pria bersamaan dan saat itu juga mereka langsung tumbang jatuh ke tanah, dengan penampilan sudah acak-acakan.


“Seperti yang di harapkan dari para senior, aku tahu kalian semua pasti bisa melaluinya. Kalau begitu, mohon kerja samanya lagi untuk keesokan harinya. Oh ya, setelah sarapan jangan lupa sesi pelatihan wajibnya ya, kalau ada yang sampai telat atau beralasan tidak datang, maka saat itu juga aku yang akan membuatnya tidak bisa datang selamanya.” Ucap Ling Feng di sampingnya seraya tersenyum membuat semua orang merinding, karena ia mengatakan hal mengerikan seperti itu, dengan wajah yang sedang tersenyum.


Semua orang yang ada di sana tumbang tanpa terkecuali, karena Ling Feng membuat pelatihan yang lebih berat ketimbang sebelum-sebelumnya. Julukan “Neraka Dunia” bahkan terbilang cocok untuk menggambarkan sesi pelatihan yang baru saja mereka jalani. Mulai dari naik turun gunung sebanyak seribu kali, dengan masing-masing anggota tangan dan kakinya di pasang beban seberat puluhan kilogram. Lalu setelah itu dilanjutkan dengan mengayunkan pedang lima ribu kali, dan yang terakhir berlari mengelilingi lapangan pelatihan sebanyak sepuluh ribu kali.


Berbeda dengan yang sebelum nya, pelatihan kali ini tiga kali lipat lebih berat. Wajar saja bahwa mereka berharap untuk mati sekarang, mengingat beratnya latihan tersebut. Ling Feng juga menyadari itu, bahwa tubuh murid-murid masih belum terbiasa. Jadi, ia pun memberikan beberapa pil pemulih kepada semua murid pria itu. Walaupun ia terlihat sangat kejam dan tanpa kenal ampun, namun bukan berarti ia akan senantiasa menutup mata.


Setelah selesai menyerap pil pemulih, semua murid yang ada di sana pun langsung bergegas untuk sarapan sebelum kembali melanjutkan berlatih. Ling Feng awalnya hendak menyusul, namun ia merasakan ada beberapa hawa keberadaan yang familiar di atas langit.


“Apakah kakek, kakek patriak, dan para tetua masih tidak mau turun juga?” Ucap Ling Feng mendongakkan kepalanya ke langit.


“Hahahaha... Jadi kamu menyadarinya ya nak, jelas-jelas kami semua sudah menyamarkan hawa keberadaan kami. Tapi, tetap saja masih bisa ketahuan oleh mu ya.” Ucap Chang Jin turun dari langit seraya terkekeh pelan dan diikuti dengan beberapa tetua yang lainnya.


Ling Feng yang mendengar itu hanya tersenyum seraya mengedikan kedua bahu nya. Sebenarnya, Ling Feng sendiri sudah menyadari Chang Jin dan para tetua yang datang sejak satu jam yang lalu, namun ia memilih untuk mengabaikannya dan fokus pada pelatihan para murid pria.


“Salam kakek, kakek patriak, dan tetua semua.” Ucap Ling Feng memberi hormat.


“Hahahaha... Tidak perlu seperti itu, santai saja, santai saja.” Ucap Chang Jin seraya tertawa dan mengelus-elus janggut putihnya yang panjang dan dirinya pun lanjut berkata, “Aku dan yang lainnya sudah dengar dari tetua ketujuh tentang pelatihan mu itu ketika kami sedang berkultivasi, melihat hasilnya langsung aku benar-benar sangat kagum denganmu nak.” Ujar Chang Jin seraya menepuk pundak Ling Feng beberapa kali.


“Aku tidak melakukan apapun, apa yang baru saja kakek patriak dan para tetua lihat adalah kerja keras para senior. Sebalik nya para seniorlah yang justru melakukannya bukan aku.” Ucap Ling Feng menimpali perkataan Chang Jin yang membuat semua orang di sana termasuk Chang Jin itu sendiri takjub dengan apa yang ia katakan.


“Ya kamu memang benar, tapi itu semua tidak akan terjadi jika tidak ada pemicunya, dan pemicu utama dari perubahan di sekte ini adalah kamu nak.” Ucap Tetua kedua ikut berbicara yang membuat Ling Feng terdiam dan merenungi perkataan yang baru saja ia ucapkan.


“Kamu mungkin tidak menyadarinya cucuku, dan berpikir tidak melakukan apapun yang penting. Akan tetapi, dalam pandangan orang lain, apa yang kamu lakukan itu sangat berarti dari mereka. Semua orang bisa sampai sini, berkat kamu cucuku.” Ucap Ling San seraya tersenyum hangat.


Ling Feng yang mendengar itu sedikit tersentak dan merasa hangat di dalam hati nya, ia lantas tersenyum lebar dan berkata, “Baiklah kalau begitu aku akan menyerahkan sisanya kepada kakek patriak dan para tetua, tapi sebelum itu aku punya permintaan kakek patriak.” Ucap Ling Feng.


“Katakan saja nak.” Ucap Chang Jin mempersilahkan Ling Feng untuk mengatakan permintaan nya. Ling Feng menganggukkan kepalanya, lalu mulai mengatakan permintaan nya dan Chang Jin pun menyimaknya dengan seksama.


>>>>>>______


Suatu Tempat di Sekte


Setelah mengutarakan permintaan nya kepada Chang Jin, pria sepuh itu pun menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Ling Feng dan langsung mengantarnya ke sebuah tempat rahasia di sekte tersebut, tempat tersebut terletak di bagian belakang aula utama sekte di sebuah gunung, lebih tepatnya ada sebuah gua kecil sebagai akses satu-satunya.


Tepat di ujung gua tersebut ada sebuah formasi yang sangat kuat, dan Chang Jin pun mengeluarkan sebuah plakat khusus dan pada saat itulah formasi tersebut pun bersinar dan dirinya pun langsung masuk bersama dengan Ling Feng.


Setelah melewati formasi tersebut, diperlihatkan pemandangan yang begitu indah. Ling Feng bahkan takjub, ia tidak menduga, bahwa ada pemandangan seindah ini di dalam formasi tadi. Terlebih lagi aura di sini jauh lebih baik ketimbang di luar formasi.


“Aura yang benar-benar melimpah, jadi ini ya tempat para leluhur berkultivasi.” Gumam Ling Feng yang dapat di dengar oleh Chang Jin.


“Ini adalah tanah leluhur sekte naga langit, tanah dimana para leluhur tinggal dan berkultivasi. Tanah ini juga tidak sembarangan orang bisa masuk, hanya orang yang memiliki izin atau plakat yang di berikan oleh para leluhurlah yang memiliki wewenang untuk kemari.” Jelas Chang Jin. Ling Feng yang mendengar itu ber oh ria, mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Chang Jin.


“Ya sebenarnya nak, tanpa kamu minta sekalipun. Para leluhur sudah meminta kepadaku untuk membawa mu lusa nanti ke sini. Tapi, karena kamu sudah bilang begitu. Jadi tidak ada salahnya juga melakukan nya lebih cepat tanpa harus menunggu lusa.” Jelas Chang Jin.


Setelah terbang beberapa menit, keduanya pun sampai di tiga buah gunung kecil, dimana di tiap-tiap puncak gunung kecil itu, Ling Feng melihat ada tiga orang yang sedang terbang dalam posisi lotus dan memejamkan kedua matanya. Melihat ketiga orang tersebut Ling Feng mengenali salah satunya, karena salah satunya itu adalah orang yang telah membantunya di Gunung Lu dan ikut dalam pertemuan para tetua kala itu.


Chang Jin dan Ling Feng pun langsung turun tepat di hadapan ketiga gunung tersebut, dan keduanya pun langsung berkata, “Chang Jin menghadap kepada tiga leluhur.” Ucap Chang Jin seraya memberi hormat.


“Ling Feng menghadap kepada tiga leluhur.” Ucap Ling Feng juga ikut memberi hormat. Tentu saja dirinya sadar, bahwa pria sepuh yang sedang berkultivasi di puncak gunung tersebut tidak lain adalah leluhur dari sekte naga langit.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.