
“Kau telah mengusik hal yang seharusnya tidak kau usik. Jadi, terimalah konsekuensinya dasar bangsawan bodoh.” Ucap Ling Feng sekali lagi, dan dirinya pun langsung menendang tepat di antara ************ bangsawan muda itu cukup keras sampai-sampai bangsawan muda itu terpental melesat terbang keluar dari tempat tersebut.
>>>>>>______
Semua orang di buat terdiam oleh apa yang dilakukan oleh Ling Feng, Ling Feng sendiri hanya acuh tak acuh lalu melirik ke arah Yang Sun seraya berkata, “Seperti yang di harapkan dari saudaraku.” Ucap Ling Feng seraya terkekeh pelan.
“Ayolah saudara, apa yang baru saja aku lakukan tidak ada apa-apanya. Kalau itu dirimu, mungkin saja mereka semua sudah mati.” Ucap Yang Sun seraya tersenyum gentir. Dirinya lantas melirik ke arah dua orang yang adalah teman dari bangsawan itu, dua orang tersebut yang di tatap tajam oleh Yang Sun, langsung pucat pasi dan tubuhnya tidak bisa berhenti bergetar.
“Jadi apa yang akan kita lakukan dengan kedua orang ini saudara. Apakah aku perlu membunuhnya, sebagai peringatan bagi yang lainnya supaya menutup mulut mereka rapat-rapat.” Ucap Yang Sun dengan santainya, namun membuat semua orang yang ada di sana menelan salivanya kasar, benar-benar tidak menyangka dengan apa yang baru saja di katakan oleh Yang Sun.
“Oioi saudara. Bukankah kau terlalu kejam.” Ucap Ling Feng yang seketika membuat semua orang disana berpikiran hal yang sama, “Apakah kamu sungguh berkata seperti itu?! Bukankah kamu yang paling kejam, karena telah merusak masa depan orang lain.” Pikir semua orang disana dalam benak hatinya. Membayangkan Ling Feng yang tidak tanggung-tanggung menendang area ************ dari bangsawan muda tadi sampai keluar dari tempat tersebut.
“Biarkan saja mereka, kalau kamu membunuh keduanya, temannya yang di luar akan mati, karena tidak mendapatkan pertolongan pertama.” Ucap Ling Feng lalu kembali berjalan ke arah manager tempat tersebut, Ling Feng juga mengeluarkan sekantung penuh koin emas dan memberikannya kepada sang manager.
“Itu untuk biaya ganti rugi di toko seberang. Tolong berikan kepada pemiliknya.” Ucap Ling Feng yang dianggukki oleh sang manager. Setelah itu Ling Feng pun diantar menuju ruangan VIP tempat pelelangan tersebut.
Ling Feng dan yang lainnya di antar ke ruang VIP paling atas di tempat tersebut, terlebih lagi fasilitas dari ruangan tersebut sangat mewah ketimbang dari kamar-kamar yang lainnya. “Inilah ruangan nya tuan muda. Jika ada sesuatu Anda bisa bilang saja ke pelayan kami.” Ucap manager tersebut yang diangguki oleh Ling Feng. Tepat ketika sang manager hendak pamit, secara tiba-tiba ia tersentak dan memejamkan matanya sejenak membuat Ling Feng mengangkat sebelah alisnya.
“Ada apa manager?” Tanya Ling Feng tepat setelah sang manager membuka kedua matanya kembali. “Ah maaf tuan muda. Salah satu pemilik dari tempat ini ingin bertemu dengan Anda. Bisakah Anda ikut dengan saya?” Ujar dari sang manager. Mendengar itu Ling Feng menganggukkan kepalanya, “Tentu. Kebetulan juga aku ingin membicarakan sesuatu setelahnya.” Ucap Ling Feng menyetujui permintaan sang manager.
Ling Feng lantas menoleh ke belakang dan berkata, “Aku ada perlu sebentar dengan manager terlebih dahulu.” Ucap Ling Feng yang dianggukki oleh yang lainnya. Setelah itu Ling Feng pun pergi dengan sang manager.
>>>>>>______
Di Dalam Sebuah Ruangan
“Begitulah yang kudengar dari para penjaga.” Ucap seorang pria sepuh mengakhiri ceritanya, dan di sebelahnya ada sosok wanita yang sedang duduk tenang dan beberapa saat kemudian tertawa kecil ketika mendengar cerita dari pria sepuh tersebut.
“Seperti biasanya, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu. Masalah sepertinya tidak bisa jauh dari pria itu.” Ucap sosok wanita tersebut seraya terkekeh pelan. Wanita tersebut tidak lain adalah orang yang ingin bertemu dengan Ling Feng. Tidak lama kemudian pintu ruangan itu pun diketuk beberapa kali dibarengi dengan suara dari luar.
Tok... Tok... Tok...
“Saya sudah membawa orangnya nona.” Ujar dari orang yang berada di balik pintu tersebut. Wanita yang sedang duduk itu pun tersenyum tipis lalu meletakkan gelasnya di meja seraya berkata, “Masuklah.” Ucapnya dan pintu ruangan itu pun di buka memperlihatkan sosok pemuda tampan.
“Sudah kubilang beberapa tahun yang lalu untuk tidak memanggilku dengan sebutan itu. Cihhh, mereka hanya iri dengan ketampananku, jadi wajar saja mereka mencari masalah denganku. Terlebih lagi, pertama kali aku sampai di tempat ini kukira aku salah menyadarinya, tapi ketika aku merasakan hawa keberadaan yang familiar, aku benar-benar tidak menyangka bahwa tempat ini adalah salah satu cabang dari Paviliun mu, Nona Muda dari Paviliun Qiangcheng, Qin Mei.” Ucap Ling Feng lalu duduk di tepat di hadapan wanita tersebut yang tidak lain adalah Qin Mei.
“Heum...? Ada apa dengan wajahmu itu? Ada yang aneh dari wajahku?” Ujar Ling Feng seraya mengangkat sebelah alisnya ketika melihat wajah Qin Mei yang terus-terusan memandanginya. “Fufufu... Tidak ada yang aneh, hanya saja aku tidak menyangka kamu bisa membuat ekspresi seperti itu juga ya. Padahal beberapa tahun yang lalu wajahmu begitu dingin dan acuh tak acuh dengan orang lain. Tapi sekarang, kamu bisa membuat ekspresi yang menunjukkan emosi mu juga rupanya.” Ucap Qin Mei seraya terkekeh pelan.
“Ya banyak hal yang terjadi beberapa tahun terakhir.” Ucap Ling Feng seraya mengedikan kedua bahunya. “Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan denganku?” Tanya Ling Feng langsung pada intinya. “Ya sebenarnya masih ada yang aku bicarakan denganmu, tapi pelelangan akan segera dimulai. Jadi nanti saja mungkin setelah pelelangan selesai.” Ujar Qin Mei.
Sang manager hanya bisa tercengang melihat percakapan antara pemuda tersebut dengan Qin Mei yang begitu akrab. Dalam hatinya ia bernafas lega, karena jika saja ia tidak mengikuti sesuai apa yang dikatakan oleh nona mudanya untuk memperlakukan Ling Feng dengan baik, mungkin saat ini riwatnya telah tamat.
“Pas sekali. Aku juga ingin menitipkan beberapa barangku pada pelelangan ini.” Ucap Ling Feng membuat Qin Mei langsung tertarik ketika mendengar hal itu. Pasalnya beberapa tahun yang lalu barang yang dibawa oleh Ling Feng telah menarik perhatian banyak orang, dan sekarang pastinya pun akan sama seperti beberapa tahun yang lalu pikir Qin Mei.
Ling Feng pun langsung mengeluarkan beberapa barang berupa, sebuah senjata, sebuah buku yang cukup lusuh, dan dua buah botol pil. “Jadi, bisakah kamu jelaskan sedikit tentang barang-barang ini?” Ujar Qin Mei.
“Tombak ini adalah sebuah senjata tingkat suci kualitas menengah, lalu untuk buku lusuh ini adalah sebuah buku seni berpedang yang kualitas nya berada di tingkat langit, dan pil-pil ini adalah Pil Tingkat Saint Kualitas menengah. Jenis pil yang pertama untuk memperkuat dan membersihkan tulang, dan yang kedua untuk memperkuat fondasi tubuh dan meningkatkan kultivasi.” Ucap Ling Feng selesai menjelaskan barang-barang yang hendak ia lelang.
Melihat barang-barang tersebut semua orang yang ada di sana tentunya terkejut termasuk Qin Mei sendiri. Walaupun ia sudah mengira bahwa barang-barang yang akan di bawakan oleh Ling Feng pastinya bukan barang biasa, namun diri nya tidak menyangka barang-barangnya akan sangat berharga.
Ling Feng yang melihat reaksi tidak biasa dari Qin Mei dan yang lain nya, dalam hatinya bernafas lega, pasalnya jika mereka semua tahu bahwa barang-barang seperti itu berserakan di dalam cincin ruang Ling Feng, entah apa reaksi yang akan mereka tunjukkan.
“Aku memang sudah menduganya, tapi tetap saja masih tidak menyangka kamu akan membawakan harta-harta ini untuk di lelang. Tidak, sepertinya hanya kamulah seorang yang melelang barang-barang ini layaknya barang biasa.” Ucap Qin Mei tersenyum gentir.
“Ya, mau bagaimana lagi, aku sedang kekurangan finansial. Jadi, mau tidak mau harus menjual beberapa barang berharga ku.” Ucap Ling Feng berbohong tentunya. Qin Mei yang mendengar itu hanya menghela nafas pendek dan berkata lagi, “Ya tenang saja, yakinlah barang-barang mu ini akan kami lelang dengan sebaik-baik nya. Tentu saja hasilnya pasti akan memuaskan mu.” Ucap Qin Mei meyakinkan Ling Feng.
“Tentu, kalau begitu aku pamit terlebih dahulu. Oh iya, aku ingin bertanya kepadamu.” Ujar Ling Feng bangkit dari tempat duduk nya dan siap meninggalkan ruangan tersebut, namun dirinya menoleh ke belakang.
“Apa yang ingin kamu tanyakan kepadaku?” Qin Mei bertanya balik. “Apakah tubuhmu baik-baik saja?” Tanya Ling Feng yang seketika membuat Qin Mei tersentak ketika mendengar apa yang ditanyakan oleh Ling Feng, bukan hanya Qin Mei saja pria sepuh yang berada di sisi Qin Mei pun menunjukkan ekspresi terkejut ketika mendengar perkataan Ling Feng. Melihat respon Qin Mei dan pria sepuh di sisinya, Ling Feng pun berbalik seraya berkata, “Maaf. Lupakan saja apa yang baru ku katakan tadi. Kalau begitu, aku kembali terlebih dahulu.” Ucap Ling Feng lalu pamit dari sana.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.