Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Permintaan Rubah Setengah Manusia


Gua tersebut pun lalu kembali terhalang oleh air terjun dari luar. Bahkan ada seperti sebuah gerbang pintu masuk yang berbentuk lingkaran menutup mulut gua. Seketika gelap saat mulut gua tertutup oleh gerbang lingkaran tersebut.


Pada saat di tutup pula api yang berada di kanan dan kiri tembok gua pun mulai menyala. Ling Feng yang melihat mekanisme otomatis itu cukup terkagum dengan kecanggihan dari gua tersebut. Sampai suara dari rubah setengah manusia itu mengalihkan perhatiannya.


"Menarik bukan mekanisme otomatis yang dimiliki oleh gua ini." Kata Rubah setengah manusia itu. Ling Feng pun menjawab tanpa menutupi fakta sedikit pun. "Ya kuakui itu. Aku cukup takjub dengan mekanisme otomatis ini." Kata Ling Feng. Rubah setengah Manusia itu cukup terkejut dengan pengakuan Ling Feng.


"Kau memang benar-benar menarik. Baru pertama kali aku melihat manusia yang sejujur dirimu tanpa basa-basi berkata memuji seperti itu." Kata Rubah setengah Manusia itu menyinggung kan senyuman nya.


Ling Feng yang mendengar itu hanya mengedikan bahunya saja. "Entahlah aku hanya mengatakannya sesuai apa yang kurasakan saat ini." Kata Ling Feng mengatakan apa adanya. Mendengar hal itu Rubah setengah Manusia menyebutkan namanya. "Namaku Ren Hu. Kau bisa memanggilku seperti itu." Kata Ren Hu sembari memasang senyuman manis dan memandang Ling Feng.


"Panggil saja Feng dan jangan memandang ku seperti itu." Ling Feng memperkenalkan nama depannya saja sembari membalas acuh tatapan mata Ren Hu. "Ya ampun~ Kau begitu kasar terhadap seorang wanita. Lagipula, bagaimana bisa aku mengalihkan pandangan ku begitu saja ketika melihat ketampanan yang membuat kaum hawa tergila-gila." Jawab Ren Hu menaik-turunkan alisnya menggoda Ling Feng.


Ling Feng yang mendengar itu hanya bersikap acuh tak acuh saja dan tetap berjalan tanpa mempedulikan perkataan dari Ren Hu. Merasa diabaikan, Ren Hu pun tersenyum menggoda dan berinisiatif ingin menggunakan teknik menggodanya.


Akan tetapi sayang, gerakannya sudah dibaca oleh Ling Feng. "Sebaiknya kau tidak melakukan hal itu, jika tidak ingin kehilangan nyawa mu saat ini." Kata Ling Feng membuat Ren Hu terdiam. Ling Feng tetap berjalan meninggalkan Ren Hu yang terdiam dibelakangnya. "Dia bisa membaca isi hatiku ?!" Batin Ren Hu terdiam terkejut dengan perkataan yang dilontarkan oleh Ling Feng.


Lalu tidak lama kemudian Ling Feng pun berhenti melangkah dan bersandar pada tembok gua didekat sana. "Jangan berdiam diri disana saja, aku tidak mempunyai kemampuan seperti itu. Langsung saja pada intinya. Apa yang kau inginkan dari ku?" Kata Ling Feng langsung pada intinya. Ren Hu yang awalnya diam terkejut kini kembali sadar.


"Kau ini memang manusia yang paling misterius yang pernah aku temui." Kata Ren Hu yang sering dibuat terkejut oleh Ling Feng. "Sudahi basa-basinya apa yang kau inginkan dari ku." Ling Feng tidak berniat untuk mendengar hal itu dan mendesaknya langsung pada intinya.


"Baiklah, baiklah aku mempunyai satu permintaan kepada mu." Kata Ren Hu. Kali ini ia berkata dengan mimik wajah yang serius tanpa anda nada godaan atau pun candaan didalamnya.


"Katakan." Kata Ling Feng. Ren Hu pun mengatakan permintaannya. "Aku ingin kau mengambilkan ku satu buah benda di jurang tersebut. Benda tersebut seperti sebuah ***-" Kata Ren Hu terpotong oleh Ling Feng.


Dalam sekejap ia berada tepat di depan Ling Feng dan melesatkan tinjunya dan…


Paakkkkkkk


Ren Hu terkejut melihat serangannya ditahan begitu mudah oleh Ling Feng. Ling Feng sendiri hanya memasang wajah datar tidak peduli. Ia lantas menggenggam tinju Ren Hu. "Nada bicara mu tidak seperti seseorang yang meminta pertolongan." Kata Ling Feng.


Mendengar hal itu Ren Hu terkejut akan kekuatan dari pemuda di depannya. Ia memang sudah yakin bahwa manusia di depannya ini bukanlah kultivator ranah Langit atau pun Saint. "Apa-apaan genggaman tangannya ini?! Jika itu ranah bumi ke bawah bukanlah jadi masalah, tapi manusia ini…" Batin Ren Hu terkejut.


"Bagiku Tingkat Kultivasi tidaklah terlalu penting. Percuma jika kultivasi mu tinggi akan tetapi fondasi mu goyah, hal itu cuma omong kosong belaka." Kata Ling Feng acuh tak acuh menghempaskan tangan Ren Hu. Tangan yang dihempaskan oleh Ling Feng bergetar secara tidak sadar. "Pantas saja pemuda ini percaya diri ingin bertarung dengan ku. Kekuatan fisiknya bukan main-main." Batin Ren Hu.


Ling Feng lantas berbalik melangkah dan berjalan kembali. Melihat itu Ren Hu berteriak. "Memangnya kau tau jalan menuju Jurang Keabadian?! Gua ini mempunyai banyak jalan yang bisa saja menyesatkan mu!" Teriak Ren Hu.


Mendengar teriakkan tersebut. Ling Feng menimpalinya dengan sarkas. "Aku tidak bodoh seperti yang kau kira." Timpal Ling Feng menanggapi perkataan Ren Hu tidak peduli. "Aku sudah lama menunggu hal ini, walaupun harus membuang harga diriku demi benda itu aku rela." Batin Ren Hu menguatkan tekadnya. Ren Hu menggertakkan giginya lalu berteriak dengan lantang.


"Aku mohon…!" Teriak Ren Hu sembari bersujud. Ling Feng berhenti melangkah, namun masih tidak berbalik. "Jika saja aku bisa pergi ke sana sudah sejak lama aku akan lompat ke dalam jurang tersebut, tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa lompat ke dalam jurang ini." Kata Ren Hu dengan lantang dan suara yang bergetar bahkan seluruh tubuhnya ikut bergetar.


"Kumohon Tolong aku…Sebagai gantinya jika kau melalukan permintaan ku. Aku siap melakukan apapun untuk mu bahkan jika kau menginginkan diriku menjadi budak mu." Kata Ren Hu dengan mulut bergetar. Hening sejenak setelah Ren Hu berkata seperti itu. Ling Feng melirik sebentar ke arah Ren Hu yang sedang bersujud.


Dirinya sempat melihat setetes air jatuh dari wajah Ren Hu. Ling Feng pun menghela nafas pendek. Lalu balik badan dan berkata, "Katakan dengan rinci permintaan mu itu. " Kata Ling Feng kepada Ren Hu.


>>>>>> Bersambung