Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Memberitahukan Kebenaran


“Teknik Pedang Naga Langit: Sayap Naga Langit.” Ucap Ling Feng melesat sangat cepat sekaligus menarik pedangnya, menghancurkan ribuan pedang es Bing Jiao sekaligus tanpa terkecuali.


Shringggggg...!! Craaakkkk...?! Craaakkkk...?!


>>>>>>______


Hening setelah Ling Feng mengeluarkan serangan yang sangat cepat menghancurkan seluruh pedang es Bing Jiao. Melihat serangan terakhir nya berhasil di tahan oleh Ling Feng, Bing Jiao pun sudah tidak punya tenaga untuk menompang tubuhnya dan akan ambruk saat itu juga, namun sebelum tubuhnya jatuh ke tanah Ling Feng dengan cepat muncul di hadapannya menahan tubuh Bing Jiao.


“Sepertinya aku kalah lagi dari kakak ya.” Ucap lirih Bing Jiao yang tentunya masih bisa di dengar oleh Ling Feng. “Ya begitulah, terlebih lagi mana mungkin pria mu ini akan kalah. Jika kakak kalah darimu, maka berarti kakak tidak cukup mampu untuk melindungi mu.” Timpal Ling Feng seraya terkekeh pelan.


Bing Jiao yang mendengar itu hanya bisa tersenyum, ia tidak mempunyai cukup tenaga untuk menanggapi perkataan Ling Feng saat ini, hening beberapa saat sampai kemudian sorak sorai pun bergema di bangku penonton membuat Ling Feng dan Bing Jiao sedikit tersentak ketika mendengar teriakan riuh dari arah bangku penonton.


“Apa-apaan itu tadi?! Pertarungan yang sangat gila dan menakjubkan. Mereka berdua benar-benar sangat hebat.”


“Hahahaha iya kau benar. Terlebih lagi apa-apaan kekuatan yang terkandung di dalam serangan pemuda itu?! Aku tidak tahu bahwa teknik pedang sekte kita ternyata bisa sampai sekuat itu.”


“Selain mempunyai kekuatan yang luar biasa, wajahnya benar-benar sangat tampan. Aku benar-benar ingin menikahinya.”


“Mana mungkin dirinya mau kepadamu dan lagi kamu tidak punya kesempatan tahu. Apakah kamu masih belum sadar saat ini, ia begitu acuh kepada sekitarnya namun berbicara hangat kepada Saudari Bing Jiao. Bukankah itu sudah menandakan, bahwa antara pemuda itu dan saudari Bing Jiao sudah mempunyai hubungan khusus.”


Dan masih banyak lagi tanggapan-tanggapan para murid sekte naga langit tentang latih tanding Ling Feng dengan Bing Jiao. Melihat tanggapan riuh para murid sekte yang lainnya, Ling Feng hanya bisa tersenyum masam, ia awalnya berniat untuk menyembunyikan kemampuannya, namun niat tersebut sepertinya tidak bisa terlaksana, karena sebagian besar murid sekte ada di tempat latihan dan tidak membutuhkan waktu lama bagi informasi kekuatan nya tersebar.


Bing Jiao yang melihat wajah masam Ling Feng, hanya bisa terkekeh tentunya ia menyadari niat dari pria itu yang tidak ingin terlalu mencolok, namun ia tidak bisa melakukan hal itu, karena janjinya dengan Ling Feng semalam untuk bertarung dengan sungguh-sungguh atau lebih tepatnya setengah sungguh-sungguh.


“Hahahaha... Latih tanding yang menarik aku benar-benar sangat puas melihatnya.” Suara tawaan yang tiba-tiba muncul dari atas langit membuat Ling Feng, Bing Jiao beserta para murid menoleh ke atas langit. Terlihat di atas langit ada Chang Jin dan para tetua yang datang, semua murid sekte yang berada di sana pun langsung memberikan salam kepada Chang Jin dan para tetua yang datang.


“Salam Patriak, salam para tetua.” Ujar seluruh murid sekte naga langit yang berada di sana termasuk Ling Feng dan Bing Jiao. Chang Jin tertawa kecil seraya mengelus-ngelus janggut nya yang panjang dan turun ke arena pelatihan beserta para tetua di belakangnya.


“Latih tanding yang sangat menakjubkan. Aku memang sudah tahu bahwa kamu sekuat ini Feng’er, tapi tidak kusangka kamu lebih kuat jauh dari perkiraan ku. Seperti yang di harapkan dari cucu Tetua Ling hahaha.” Ucap Chang Jin cukup keras seraya tertawa puas di sana. Semua murid yang mendengar itu pun tentunya terkejut mengetahui bahwa rumor yang menyebar di sekte itu benar adanya.


“Untung saja Tetua ketujuh memberitahu tentang hal ini. Kalau tidak, kita akan ketinggalan tontonan yang menarik.” Ujar Tetua ketiga seraaya tertawa pelan dan dianggukki oleh para tetua yang lainnya. Ling Feng yang mendengar itu awalnya sedikit bingung, karena nama tetua ketujuh disebut saat ini.


Ling Feng sendiri sudah menyadari, ada seorang saint di dekat tempat latihan sebelum memulai latih tanding dengan Bing Jiao, namun karena banyaknya murid di sana, ia tidak terlalu memikirkannya. Tetua ketiga pun mulai menjelaskan, bahwa Tetua ketujuh adalah tetua yang bertugas di tempat latihan ini, tentu saja tugas utamanya masih tetap mengajar para murid sekte yang lainnya.


Ling Feng pun menoleh ke arah tetua ketujuh yang sedang melambai-lambai ke arahnya seraya tersenyum lebar. Walaupun ia adalah seorang wanita, tubuhnya bahkan jauh lebih kuat dari para pria pada umumnya, di balik wajahnya yang cantik, ada kekuatan besar di dalam dirinya.


“Ya aku rasa memang bagus melakukan latih tanding ini, berkat latih tanding ini kita tidak perlu repot-repot mengumpulkan para murid sekte lagi. Sudah waktunya mereka semua mengetahui kebenaran tentang ancaman para penjajah negeri kita.” Ujar Chang Jin tersenyum yang diangguki oleh para tetua yang lainnya. Ling Feng yang mendengar itu sempat penasaran, namun ia lebih memilih untuk diam.


Chang Jin kembali terbang di atas arena pelatihan. Semua pasang tentunya langsung terfokus kepada pria sepuh itu tentunya. Chang Jin pun mulai berpidato panjang lebar tentang situasi dunia biru saat ini, dimana dunia biru sudah tidak aman lagi, karena ada ras asing yang ingin menguasai dunia biru. Tentu saja ras asing yang dimaksud adalah ras iblis. Tentunya para murid sekte yang mendengar itu terkejut, walaupun ada desas desus, bahwa ras iblis memang ada, namun masih banyak yang menganggap desas desus itu hanya sebuah rumor dan tidak memedulikannya.


Akan tetapi saat ini juga, Chang Jin dengan tegasnya membenarkan rumor tersebut. Semua murid sekte langsung saling pandang, dan beragam reaksi di tunjukan tentunya, ada yang menunjukkan ekspresi rumit di wajahnya, dan bahkan ada beberapa yang pucat jelas di wajahnya. Sampai kemudian, Chang Jin pun kembali melanjutkan pidatonya dan lebih menggebu-gebu, menyemangati moral para murid-muridnya.


“Oleh karena itu murid-muridku, aku hanya ingin mengatakan ini. Jangan biarkan para orang-orang asing itu menguasai dunia kita! Ini tanah kita! Tanah kelahiran kita! Tanah yang telah di wariskan dan dijaga mati-matian oleh leluhur kita! Siapapun yang berani mengambil alih tanah kelahiran kita, maka jawaban hanya satu!” Teriak Chang Jin menggatung perkataan terakhirnya.


“Bunuh para penjajah! Lindungi tanah kita! Bunuh para penjajah! Lindungi tanah kita!” Teriak semangat seluruh murid sekte naga langit.


“Kita bukan budak ras iblis! Kita adalah penguasa tanah kita! Siapapun yang berani menghalangi kita, maka mereka akan menjadi musuh kita!” Teriak Chang Jin lagi lebih keras kembali. Membuat para murid sektenya berteriak lebih kencang.


“Bunuh musuh yang menghalangi! Bunuh musuh yang menghalangi!” Teriak semua orang yang ada di sana. Membuat semua murid sekte yang awalnya memasang ekspresi rumit di wajah nya, dalam sekejap berubah menjadi bersemangat dan bertekad ketika mendengar pidato Chang Jin.


Ling Feng yang melihat peran Chang Jin yang sangat krusial di sini, benar-benar kagum kepada nya. “Seperti yang di harapkan dari patriak sekte terkuat.” Ucap Ling Feng melihat ke arah murid-murid sekte naga langit yang saat ini, tidak ada satu pun yang menunjukkan wajah kecemasan dan ketakutan.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.