
Ling Feng lalu melirik ke arah Bing Jiao dan Qing Xian yang sedang bercakap-cakap, dimana keduanya terlihat sangat senang. Ling Feng menghela nafas pendek lalu tersenyum. “Ya jika keduanya senang, persetan dengan uang-uang itu. Toh, nanti juga balik untung.” Batin Ling Feng di dalam hatinya yang entah mengapa merasa sangat puas.
>>>>>>______
“Baiklah dua puluh lima barang telah selesai di lelang. Sekarang kita akan memasuki bagian akhir lelang yaitu empat benda dari yang telah aku sebutkan sebelumnya di awal lelang. Untuk yang pertama adalah barang ini.” Ucap Qui Fen bertepuk tangan beberapa kali dan beberapa pelayan pun datang naik ke atas panggung seraya membawa sebuah kotak persegi panjang yang cukup besar.
Tepat ketika Qui Fen membuka dari kota persegi panjang itu, aura yang sangat kuat terpancar keluar dari tombak tersebut membuat semua orang yang ada di sana bisa merasakan aura kuat dan luar biasa keluar dari tombak tersebut.
“Baiklah tombak ini adalah senjata tingkat suci kualitas menengah. Harga awalnya berada di Lima ribu koin platinum dan senilainya. Setiap kenaikannya tidak boleh kurang dari lima ratus koin platinum dan senilainya.” Ucap Qui Fen tersenyum manis lalu membuka penawaran dan pada saat itu juga semua orang langsung saling menawar begitu cepat. Ling Feng yang mendengar perang tawaran tersebut pun sudah tertawa puas di dalam hatinya.
Bagaimana dirinya tidak senang, ia awalnya berpikir bahwa tombaknya akan terjual di harga lima belas ribu atau dua puluh ribu koin platinum. Namun, dirinya tidak menyangka bahwa banyak yang menginginkan tombak tersebut sampai-sampai harganya menembus hampir empat puluh ribu koin platinum dan mungkin lebih dari itu, karena masih banyak yang ingin menawarnya.
“Empat puluh tiga ribu koin platinum.”
“Empat puluh lima ribu koin platinum.”
Angka penawaran nya terhenti, Ling Feng membuka sebelah matanya karena sudah tidak mendengar ada yang menawar lagi. Ia pun mengambil alatnya dan berkata, “Empat puluh enam ribu koin platinum.” Ucap Ling Feng membuat semua orang yang ada di sana terkejut, karena mereka mengira Ling Feng tidak akan menawar lagi, namun di saat-saat terakhir ia kembali menawar. Han Ying yang mendengar itu juga terkejut, pasalnya ia memang sudah menyadari bahwa tombak tersebut adalah milik Ling Feng, namun dirinya bingung melihat Ling Feng yang malah menawar barang yang ia lelang sendiri.
“Kau lagi...! Tidak bisakah kau diam saja untuk sekarang?! Aku sudah berbaik hati, memberikan barang-barang tadi sebelumnya dan kau masih serakah ingin memiliki ini juga?!” Teriak kesal orang yang berasal dari ruang VIP.
Ling Feng yang mendengar itu hanya mengacuhkannya dan berkata dengan santainya tanpa beban, “Aku tidak dengar~, aku tidak dengar~... Jika kamu memang punya uang sebanyak itu, kenapa kamu tidak menawar lebih tinggi lagi saja.” Ucap Ling Feng dengan nada mengejek berniat memprovokasi orang tersebut.
“Kepa*at! Jangan meremehkan diriku!” Teriak marah orang tersebut yang langsung terpancing oleh provokasi Ling Feng, dan dirinya pun kembali menawar lagi. “Empat puluh sembilan ribu koin platinum!” Teriak orang tersebut yang sudah tersulut amarahnya, karena terpancing oleh provokasi Ling Feng.
Ling Feng sendiri hanya tersenyum tipis, karena rencananya berhasil ia pun kembali berkata, “Lima puluh satu ribu koin platinum.” Ucap Ling Feng dengan tenang.
“Lima puluh tiga ribu koin platinum!”
“Lima puluh lima ribu koin platinum.” Ujar Ling Feng dengan santainya membuat orang tersebut pun sudah tidak tahan dan benar-benar tenggelam dalam amarahnya kepada Ling Feng. Sampai-sampai dirinya pun tidak sadar, dan dengan lantangnya berteriak.
“Kepar*at! Seratus ribu koin platinum!” Teriak orang tersebut benar-benar sangat marah, bahkan sangat jelas suara gertakan giginya terdengar ketika dirinya berteriak tersebut. Tentu semua orang yang ada di sana tidak bisa untuk tidak terkejut, karena harga yang di tawarkan benar-benar sangat luar biasa. Mengingat seratus ribu koin platinum sama dengan seratus juta koin emas.
Ling Feng yang mendengar itu hanya santai saja dan tidak lagi menaikkan harganya. Dalam hatinya ia sudah sangat puas, karena rencana telah berhasil dengan santainya dirinya pun berkata, “Karena kamu sangat menginginkan tombak tersebut, maka aku akan melepaskan nya untuk mu. Kurang baik apa aku kepadamu.” Ucap Ling Feng dengan santainya.
Mendengar hal itu, semua orang pun tidak bisa untuk menahan tawa mereka, karena mereka menyadari dari awal Ling Feng memang tidak tertarik dengan tombak tersebut. Dirinya hanya sengaja membuar orang tersebut terus menawar dan bermain-main dengannya saja. “K-kau...?! Sial-“ Umpatan dari orang tersebut terpotong oleh suara ketuk palu dari Qui Fen.
Tok... Tok... Tok...
Setelah itu pelelangan pun kembali di lanjutkan, adapun barang yang kedua adalah sebuah buku lusuh yang sebenarnya adalah sebuah buku seni bela diri kuno yaitu, buku teknik berpedang yang kualitasnya berada di tingkat langit. Tawar menawar pun kembali di lanjutkan dan pada akhirnya buku tersebut terjual dengan harga delapan puluh ribu koin platinum oleh tamu VIP lainnya.
Lalu di lanjutkan dengan barang yang ketiga dan keempat yang keduanya adalah pil tingkat saint. Sekali lagi pelelangan pun kembali riuh ketika mendengar pil tersebut yang adalah pil tingkat saint. Terlebih lagi ketika mendengar jenis pil tersebut yang sangat bermanfaat bagi para kultivator. Ada enam buah pil, dan masing-masingnya terjual dengan harga yang sama yaitu, enam puluh ribu koin platinum.
Pelelangan pun berakhir setelah keenam pil tersebut selesai di lelang. Dalam hatinya merasa sangat senang, karena ia benar-benar sangat untung. Bahkan untungnya tidak main-main, mencapai lima kali lipat. Saking senangnya ia, Ling Feng sampai tidak sadar telah di panggil-panggil oleh Bing Jiao.
“Kakak? Kenapa kamu melamun? Apakah kamu sedang memikirkan sesuatu yang rumit?” Tanya Bing Jiao seraya melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Ling Feng, baru kemudian pemuda itu pun kembali ke kesadarannya.
“Tidak kok, kakak sedang tidak memikirkan hal yang rumit.” Timpal Ling Feng seraya tersenyum hangat kepada Bing Jiao.
“Baguslah jika memang begitu, jadi mari kita keluar dari sini.” Ujar Bing Jiao yang bersiap untuk bangkit, namun di balas gelengan kepala oleh Ling Feng membuat dirinya bingung. “Tunggu dulu, kita tunggu sebentar lagi.” Ucap Ling Feng singkat. Qing Xian, Han Ying dan Yang Sun pun juga memikirkan hal yang sama, namun mereka tidak banyak bertanya dan mengikuti apa kata Ling Feng untuk menunggu sebentar lagi.
Tidak lama kemudian pintu ruangan mereka pun di ketuk, Ling Feng pun mempersilahkannya masuk ke dalam. Terlihat sang manager yang datang ke dalam ruangan tersebut. Ling Feng pun meminta sang manager untuk duduk di hadapannya, dan sedangkan Bing Jiao sudah berpindah di samping Ling Feng.
“Ini hasil dari pelelangan barang-barang Anda tuan muda. Itu semua sudah di potong oleh barang-barang yang ada tawar sebelumnya dan potongan lima persen untuk cabang Paviliun Qiancheng. Total jumlah bersihnya adalah lima ratus ribu koin platinum, tuan muda.” Ucap sang manager seraya menyodorkan sebuah cincin ruang kepada Ling Feng.
Apa yang dikatakan oleh sang manager tentunya seketika membuat semua orang yang ada di sana menahan nafasnya masing-masing. Ketika mendengar jumlah fantastis dari uang yang baru saja di peroleh dalam pelelangan kali ini.
“Terima kasih manager.” Ucap Ling Feng menerima cincin ruang tersebut lalu memasukkannya ke dalam cincin ruang yang ia kenakan.
“Suatu kehormatan bisa berbisnis dengan Anda tuan muda.” Ucap sang manager yang dianggukki oleh Ling Feng. Pemuda itu pun bangkit dari tempat duduknya seraya menyadarkan Bing Jiao dan yang lainnya, yang terlihat masih syok ketika mendengar apa yang dikatakan oleh sang manager.
“Oh ya, aku ingin menitipkan sesuatu kepadamu manager.” Ucap Ling Feng seraya memberikan sebuah alat kepada sang manager. Manager terlihat bingung dan dirinya pun menatap Ling Feng dengan pandangan bertanya kepadanya.
“Berikan itu kepada tuan mu. Dirinya juga akan mengetahuinya setelah kamu memberikan alat itu kepadanya.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum tipis kepada sang manager. Sang manager hanya bisa menganggukkan kepalanya, mengikuti apa yang baru saja dikatakan oleh Ling Feng.
“Kalau begitu aku pamit terlebih dahulu.” Ucap Ling Feng.
“Biar saya antar tuan muda.” Ucap sang manager yang dianggukki oleh Ling Feng. Bing Jiao dan yang lainnya pun mengekor di belakang Ling Feng dan sang manager yang sedang berbincang-bincang.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.