
“Ya ampun~ daripada kamu marah-marah, lebih baik kamu bersenang-senang denganku. Wali kota~” Bisik wanita tersebut dengan nada menggoda, seraya mendekap tubuh sang wali kota.
“Hahahaha... Seperti yang diharapkan dari gadisku. Aku akan membuatmu bahagia dengan tubuh perkasa ku.” Kata sang wali kota yang mulai menanggalkan pakaiannya, lalu naik ke atas tempat tidur.
>>>>>>______
“Oh ya ampun... Wali kota tidak sabaran ya~” Ujar wanita tersebut cekikikan. Sang wali kota tidak menimpali perkataannya, ia hanya tertawa kecil saja seraya menjamah tubuh dari wanita tersebut. Wanita itu tidak menolaknya dan bergerak-gerak menikmati apa yang dilakukan oleh sang wali kota awalnya, namun selang sang wali kota mulai menciumi lehernya, wanita tersebut mulai merasa tidak nyaman dan tidak lama berteriak kesakitan.
“Akkkhhhh....! Akhhhhh....!! W-wali kota b-bisakah pelan-pelan? I-ini menyakitkan.” Ucap wanita tersebut dengan suara menahan sakit yang ia rasakan, akan tetapi sang wali kota tidak menghiraukan ucapan dari wanita tersebut dan terus melakukan aksi nya. Selang beberapa menit kemudian sang wali kota pun selesai dengan aksi ciumannya, pada saat itu sang wanita gemetar ketakutan, karena wajah sang wali kota terlihat sangat menyeramkan dengan mata merah darahnya, dan dua tanduk di dahi nya.
Sang wanita itu tidak bisa melakukan apapun, karena tubuhnya di tahan oleh tubuh wali kota tersebut. Wali kota yang melihat ekspresi ketakutan dari wanita tersebut sontak menyeringai, dimana terlihat ia sangat menikmati ketika wanita tersebut membuat ekspresi tersebut. Tanpa pikir panjang lagi wali kota pun kembali mecium leher sang wanita seraya menikmati tubuhnya.
“Akhhhhh.... T-tidak! Tolong! Tolong lepaskan saya!” Teriak sang wanita, namun sayang teriakan tersebut tentunya tidak menghentikan aksi dari sang wali kota yang terus melancarkan aksinya seraya menikmati tubuh wanita tersebut. Sedikit demi sedikit perubahan mulai terjadi pada tubuh wanita tersebut. Tubuh yang awalnya segar bugar, kini mulai mengurus seiring berjalannya waktu.
Bahkan raut wajah wanita tersebut terlihat sangat mengenaskan saat ini. Setengah jam kemudian kegiatan panas itu pun telah selesai, kondisi tubuh dari wanita tersebut benar-benar sangat memprihatinkan, dimana darah di dalam tubuhnya benar-benar di hisap habis oleh sang wali kota. Hanya menyisakan tulang yang berbalut dengan kulit saja.
“Hahahaha... Seperti biasa, darah wanita yang masih segar memang sangat nikmat sekali.” Sang wali kota tertawa puas, setelah menikmati menyerap esensi dari wanita yang baru saja ia jamah. Sang wali kota melihat sekilas wanita yang baru saja ia gauli, dimana nyawanya langsung hilang, tepat dirinya menyelesaikan aksinya.
Ia pun kembali berpakaian, lalu menekan suatu mekanisme di ruangannya, dan suatu tempat tersembunyi di ruangan tersebut pun terbuka. Sang wali kota lantas membawa tubuh dari wanita tersebut memasukkannya ke dalam ruangan tersembunyi itu.
“Kekekeke... Lain kali aku harus meminta di bawakan wanita yang masih suci. Membayangkan kenikmatan nya saja, sudah membuat ku kembali bersemangat hahahaha.” Ujar sang wali kota seraya menyeka darah bekas dari wanita yang baru saja ia serap.
“Tenang saja, kau tidak perlu membayangkan hal itu lagi, karena kau akan mati saat ini juga.”
Deghhhh... Deghhhh...
“Siapa di sana?!” Teriak sang wali kota refleks berbalik, menyapu pandangan di seluruh ruangan tersebut. Ia memperhatikan nya dengan seksama, namun tidak menemukan sosok dari sumber yang berkata seperti itu. Setelah beberapa saat memperhatikan segala penjuru ruangan dengan seksama dan tidak menemukan apa-apa, sang wali kota pun berkata, “mungkin cuma halusinasi ku saja.” gumamnya lalu tidak memikirkannya lagi.
Tepat setelah bergumam seperti itu, secara tiba-tiba sebuah tali muncul begitu saja, membuat tubuh sang wali kota terhempas dan menempel pada dinding ruangan, tidak bisa bergerak sama sekali. Sang wali kota yang terkejut, langsung meronta-ronta, namun sayang tali-tali tersebut sangat kuat menahan setiap pergerakan tubuhnya.
Clappp... Clappp... Clappp...
Selang beberapa menit kemudian, dirinya kembali dikejutkan dengan tali tersebut yang tiba-tiba bersinar, dimana terlihat ada sebuah segel yang tertanam dalam tali tersebut. Aura gelap yang menyelimuti seluruh tubuh wali kota, secara tiba-tiba keluar begitu saja, memperlihatkan wujud dari sang wali kota yang ternyata adalah seorang iblis.
“Arkhhhh... Apa ini?! Siapa kalian! Cepat keluar bajin*an! Berani-beraninya memperlakukan ku diriku yang agung ini!” Teriak sang wali kota yang sudah sangat marah, karena penyamaran nya telah terbongkar.
“K-kau... B-bagaimana bisa...?!” Kata sang wali kota yang terkejut sekaligus tidak menyangka akan kehadiran pemuda bertopeng yang tidak lain adalah Ling Feng.
“Ya bisalah, kenapa juga harus tidak bisa.” Jawab Ling Feng apa adanya, seraya mengedikan kedua bahunya.
“Kau... Lepaskan aku sekarang! Jika tidak ingin mati sekarang juga!” Kata sang wali kota dengan nada mengancam Ling Feng, namun orang yang diancam, alih-alih merasa takut ia hanya menyeringai tipis di balik topengnya. Ling Feng mengeluarkan sebuah pisau kecil dari cincin ruangnya, selangkah demi selangkah mendekati sang wali kota.
“Kau ingin membunuhku? Jika ingin mengancam, setidaknya kau harus pintar sedikitlah.” Kata Ling Feng seraya memotong jari dari sang wali kota menggunakan pisau kecil tersebut.
Shringggg...!
“Akhhhh.... Jariku! Jariku!” Teriak sang wali kota layaknya seperti orang gila, karena ketika jarinya di potong oleh Ling Feng, ia merasakan sakit yang amat sangat, lebih dari yang pukulan yang ia rasakan sebelumnya.
“Ohhh apakah itu sakit? Kamu masih punya sembilan jari lagi, jadi simpan ya energi mu.” Kata Ling Feng dengan tenang.
Mendengar hal itu, tentunya sang wali kota langsung refleks berkata, “Tidak. Tolong jangan lakukan itu lagi tuan muda.” Kata sang wali kota yang tiba-tiba berubah menjadi lebih sopan berkata dengan Ling Feng.
“Hahhhh? Kenapa aku harus mengikuti kemauan orang yang telah mengancam untuk membunuhku dua kali? Terlebih lagi, memangnya kau ini tidak malu? Setelah kau menyiksa dan membunuh wanita tadi, kau meminta pengampunan ku? Kau masih memiliki otak untuk berpikir, kan?” Kata Ling Feng dengan penekanan setiap katanya, membuat sang wali kota bergetar tubuhnya, tidak bisa menjawab satu patah kata pun perkataan Ling Feng.
“A-aku... Aku... A-aku akan memberikan sebuah informasi yang sangat penting kepada tuan muda sebagai gantinya. Oleh karena itu, tolong jangan siksa diriku.” Kata wali kota dengan raut wajah melas menatap penuh harap kepada Ling Feng.
“Informasi yang sangat penting?” Ulang Ling Feng yang tertarik dengan informasi penting yang dimaksud oleh sang wali kota.
“Y-ya tuan muda. Informasi yang sangat penting dan aku yakin berharga untuk tuan muda.” Kata sang wali kota dengan keringat dingin yang nampak jelas, namun berusaha untuk tenang.
“Hehhh... Menarik, coba katakan informasi apa itu. Jika memang menurutku berharga maka aku tidak akan menyiksamu dan akan melepaskan mu.” Ucap Ling Feng.
“T-tuan muda tidak berbohong, kan?”
“Iya aku tidak akan berbohong. Cepat katakan saja semuanya, jika tidak aku akan kembali memotong jarimu. Oh iya, jangan mengharapkan datangnya bala bantuan, karena ruangan ini telah kupasang penghalang.” Kata Ling Feng yang membuat sang wali kota terpaksa mulai mengatakan informasi yang di maksud tersebut.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku