
Beast tersebut langsung membuka kedua matanya lalu menolehkan kepalanya, ketika merasakan aura yang sangat kuat. Otomatis pada saat itu juga sebuah tebasan pedang kuat mengarah kepadanya dan…
Shringgggggg
Swusssshhhh
Booooommmm
Tebasan pedang tersebut mengenai wajahnya dan muncullah kepulan asap yang sangat tebal. Tidak lama Kepala dari beast itu keluar dari kepulan asap lalu menoleh menatap tajam Ling Feng yang sedang memegang dua pedang.
Grooooaaahhhh
Beast tersebut pun langsung berteriak keras ke arah Ling Feng. Bahkan saking kencangnya teriakkan Beast tersebut membuat Seluruh bumi disana langsung bergetar akibat dari teriakan nya saja.
"Ughhkkk…Ayolah nafas mu itu bau tau…Kadal Tanah Si*lan." Kata Ling Feng memperkuat pergelangan kaki nya lalu melompat ke atas. Pada saat momen terbang itu pun menatap tajam lebih tepatnya membidik arah serangan yang ditujunya.
"Kedua pedang mu itu adalah lawan yang buruk bagi musuhmu." Kata Tua Tao.
Ling Feng kembali mengingat tentang Perkataan yang dikatakan oleh Tua Tao. "Jika apa yang dikatakan guru benar maka…" Batin Ling Feng menyuntikkan Qi lebih banyak lagi ke kedua pedang miliknya.
"Teknik Halilintar Langit: Tebasan Tanpa Batas." Ling Feng melancarkan tebasan pedang melalui kedua pedang nya, seketika tebasan pedang yang awalnya berwarna putih berubah warna menjadi biru cerah dengan beberapa kali kejutan petir terlihat.
Beast Itu pun sontak menoleh ke arah Ling Feng yang sedang berada di udara. Melihat sebuah serangan mengarah kepadanya, Beast Kadal Bumi itu membuka mulutnya lebar-lebar. Kali ini berbeda dengan ia yang tadi berteriak.
Ling Feng yang melihat sesuatu dari dalam mulut Kadal Bumi itu bergumam, "Owhhh ini tidak bagus." Gumam Ling Feng. Tepat setelah itu Kadal Bumi itu pun menyemburkan pecahan-pecahan tanah dari dalam mulutnya ke arah tebasan Ling Feng atau lebih tepatnya menuju sang empu itu sendiri.
"Ughhkkk S*al…!" Batin Ling Feng mengutuk Kadal Bumi tersebut. Secepat yang ia bisa langsung menggunakan elemen anginnya untuk menghilang di udara saat itu juga.
Booooommmm
Booooommmm
Booooommmm
Kepingan-kepingan tanah tersebut menembus terus mengenai langit-langit gua, membuat langit-langit tersebut seketika langsung hancur terkena pecahan-pecahan yang disemburkan oleh Kadal Bumi itu.
Kadal Bumi itu menutup mulutnya langsung lalu berteriak kembali kemudian.
Grooooaaahhhh
Ling Feng muncul kembali di bawah langit-langit dimana ia memasang sebuah formasi di atasnya. "Ughhkkk…Kadal Tanah hentikan teriakan mu itu Sia*an." Kata Ling Feng sembari mengalirkan lebih banyak Qi ke Indra pendengaran nya untuk melindungi nya.
"Tebasan Pedang ku sudah dihancurkan bahkan sebelum mengenai dirinya. Jadi bagaimana agar aku bisa memancing dirinya kemari." Batin Ling Feng mulai berpikir kembali dan ia kembali teringat dengan perkataan gurunya.
"Jika otak mu hanya sebuah pajangan maka buang saja." Kata Tua Tao.
Mendengar hal itu malah membuat Ling Feng semakin kesal mendengar nya. "Ah guru…Setidaknya kau harus mengatakan kata-kata yang mudah dimengerti oleh ku lah…" Teriak Ling Feng keras sampai-sampai membuat Kadal Bumi itu mengalihkan pandangannya ke arah Ling Feng.
Kadal Bumi itu sudah menatap tajam dirinya marah. Kadal Bumi itu terdengar suara menggertakkan giginya, ia pun langsung membuka mulutnya kembali lebar-lebar. Ling Feng yang melihat itu hanya bisa bergumam.
"Oh tidak…Jangan lagi ini…" Gumam Ling Feng dan tepat setelah ia bergumam sekali lagi keluar bongkahan tanah melesat sangat cepat bagaikan peluru ke arah Ling Feng. Ling Feng yang melihat itu sekali lagi mengumpat dalam hatinya lalu menghilang kembali dari sana.
Booooommmm
Booooommmm
Booooommmm
Muncul kembali di tempat arah mata angin sebelahnya. Ling Feng sempat bernafas lega saat itu, tapi ketika ia melihat bahwa kadal Bumi itu menatap nya sekali lagi ia merasakan firasat buruk.
Kadal Bumi itu dengan mulut yang masih terbuka lebar langsung memutar mulutnya dengan cepat dan pergi ke arah tempat Ling Feng berpijak. Ling Feng yang melihat itu langsung menggunakan Elemen Es nya membuat sayap di bagian punggungnya lalu melesat terbang ke atas.
Swusssshhhh
Booooommmm
Booooommmm
Booooommmm
Ling Feng terbang di atas kepala Kadal Bumi tersebut. Membuat kadal itu pun menutup mulutnya sembari menyapu pandangannya mencari Ling Feng yang menghilang. Ling Feng sempat melihat wajah dari Kadal Bumi itu yang mana memang wajahnya ada sedikit goresan.
"Kulitnya benar-benar keras seandainya saja aku bisa membuatnya mudah di hancurkan." Gumam Ling Feng memutar otaknya. Ketika ia sedang berpikir sepasang matanya melihat sebuah bongkahan es tempat dimana ia melesat terbang menghindari semburan Kadal Bumi.
Ia lantas menoleh ke arah kulit daripada kadal Bumi itu. Lalu terpikirkan tehnik yang baru saja ia kuasai tadi sebelumnya dirinya kemari. "Tidak akan tau sebelum dicoba." Gumam Ling Feng tersenyum ia pun melesat kembali ke bawah muncul tepat di depan wajah Kadal Bumi itu.
"Seekor beast tetaplah seekor beast, yang namanya beast tentunya mempunyai harga diri yang tinggi." Batin Ling Feng tersenyum. Tua Tao yang melihat Ling Feng yang sudah tenang dan mulai berpikir, tersenyum dan berkata. "Sudah kubilang kau tidak akan mati." Kata Tua Tao terkekeh.
"Yo beast bodoh kau ini bisa membidik dengan benar tidak sih. Serangan mu masih belum ada yang mengenai ku ini." Kata Ling Feng dengan nada arogan Membuat Kadal Bumi yang mendengar nya seketika memasang wajah tidak senang.
"Kau ini benar-benar beast terkuat atau hanya kadal bodoh saja sih. Kau sama sekali tidak seperti yang kulihat waktu itu." Kata Ling Feng dengan nada meremehkan.
Kadal Bumi itu mulai mengubah raut wajahnya. Ling Feng yang menyadari perubahan raut wajahnya itu. Tersenyum dalam benak hatinya. "Satu kali lagi." Batin Ling Feng.
"Cihhhhh beast tetaplah beast. Mereka hanyalah sekelompok hewan bodoh yang tidak menggunakan otaknya." Kata Ling Feng dengan nada arogan dan wajah meremehkan.
Tepat setelah berkata itu, tiba-tiba tanah bergetar. Ling Feng yang menyadari itu tersenyum. "Kena Kau." Batin Ling Feng. Kadal Bumi itu kali ini berteriak sangat kencang sekali.
Grrrrrrrrrrrrrooooooaaaahhhhhh
Membuat Langit-langit gua bergetar hebat akibat dari pantulan teriakkan Kadal Bumi itu. Kadal Bumi itu marah sejadi-jadinya. Entah itu menghentak-hentakkan kakinya, bahkan aura yang ia keluarkan sangatlah kuat dan mendominasi. Beast Kadal Bumi itu benar-benar terpancing oleh provokasi Ling Feng.
>>>>>>>> Bersambung