
Ling Feng mendekat secara perlahan ke Kadal Bumi yang telah tertusuk tubuhnya oleh batu yang sangat tajam. Ia mendekat ke arah wajahnya dan ketika melihat matanya telah sepenuhnya berwarna putih Ling Feng langsung menjatuhkan tubuhnya saat itu juga, karena sudah dapat dipastikan bahwa ia benar-benar sudah mati.
"Huhhhhh…Akhirnya mati juga, jika lanjut mungkin aku benar-benar akan mati." Gumam Ling Feng bernafas lega walaupun pernafasan nya sedang tidak teratur saat ini. Ling Feng mengangkat sebelah tangannya dan membentuk sebuah segel tangan. Seketika Pedang hitam melesat keluar dari tubuh Kadal Bumi tersebut dan kembali pada Genggaman Ling Feng.
"Kerja bagus teman." Kata Ling Feng sembari tersenyum kepada Pedang Hitam nya. Pedang Putih yang di berada di genggaman tangan lainnya berdengung. Ling Feng yang melihat reaksi dari pedang putihnya terkekeh. "Iya, iya, kau juga. Kalian berdua memang pedang yang terbaik." Kata Ling Feng tersenyum.
"Kau masih hidup, kan?" Tanya seseorang yang masuk melangkah kedalam gua. Ling Feng yang mendengar itu pun berkata, "Jika aku sudah mati, tubuh ku mungkin sudah habis di telan oleh Kadal besar ini guru." Timpal Ling Feng kepada orang tersebut yang tidak lain adalah Tua Tao.
"Cihhhhh kalau ku bilang kau tidak mati ya tidak mati lah." Kata Tua Tao lalu menggerakkan tangannya. Pada saat ia menggerakkan tangannya, batu-batu runcing yang menembus tubuh Kadal Bumi itu pun terangkat dengan mudah. Tua Tao lantas membuang batu-batu itu ke sisi gua.
"Ambil Kristal beast nya, tapi jangan kau murnikan nantinya." Kata Tua Tao berjalan masuk kedalam gua. Ling Feng yang mendengar itu bangkit duduk lalu bertanya, "Eh kenapa memangnya guru?" Tanya Ling Feng penasaran.
"Jika kau tidak ingin kembali maka seraplah itu." Kata Tua Tao acuh tak acuh. "Sudah jangan bertanya lagi ikuti aku." Kata Tua Tao lagi. Mendengar hal itu Ling Feng mencibir nya, tapi tetap mengikuti perkataan dari Tua Tao.
Keduanya pun masuk kedalam gua tersebut dengan Tua Tao didepan dan Ling Feng mengekori dibelakangnya. "Guru sebenarnya 'itu' yang di maksud guru apa?" Tanya Ling Feng yang tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya. Akan tetapi, Tua Tao hanya menjawab misterius.
"Kau akan tau jika kita sudah sampai sana." Jawab Tua Tao misterius. Ling Feng yang mendengar itu mencibirnya. "Cihhhhh sok misterius." Cibir Ling Feng. "Guru mu ini bisa mendengar nya tau." Balas Tua Tao langsung.
Begitu lah percakapan diantara keduanya. Semakin dalam gua tersebut semakin gelap juga. Bahkan Ling Feng sudah tidak bisa melihat apapun. Pada saat Ling Feng ingin menjentikkan jarinya untuk menyalakan api, tiba-tiba tangannya langsung ditahan oleh Tua Tao.
"Jangan lakukan itu dan jalan lurus saja tidak lama lagi gua ini akan terang benderang." Kata Tua Tao serius sembari memegang tangan Ling Feng mencegahnya menggunakan elemen apinya. Ling Feng pun mendengar nada bicara serius Tua Tao pun tidak berniat membantahnya.
Keduanya pun kembali berjalan lurus ke depan. Ling Feng semakin penasaran dengan isi di dalam gua ini. Tidak lama kemudian sesuai dengan apa yang dikatakan Tua Tao. Jalan pun sudah terlihat kembali.
Akan tetapi sesuatu lain terjadi saat ini. Suhu disekitar tiba-tiba naik, bahkan naiknya suhu sangatlah drastis. "Apa-apaan hawa panas ini. Sudah tentu ini bukanlah hawa panas biasa. Sebenarnya apa yang ada di ujung gua ini?" Batin Ling Feng penasaran.
Tua Tao hanya diam saja tidak berniat menimpali perkataan Ling Feng. Ling Feng yang tidak mendengar respon pun bergerak ke sisi Tua Tao lalu mengikuti arah pandangan orang tua tersebut. Ketika ia melihat apa yang ada didepan matanya seketika itu ia membuka kedua Indra penglihatan nya lebar-lebar.
Penyebab daripada suhu disekitar menjadi naik drastis. Merupakan harta berharga bagi seorang alkemis maupun kultivator. "A-api hitam." Dua kata yang keluar spontan dari mulut Ling Feng ketika melihat salah satu harta yang sangat berharga didepan matanya.
"Kau tau juga rupanya…Guru kira kau hanya penggila teknik berpedang dan semacamnya." Kata Tua Tao dengan nada mengejek. Ling Feng yang mendengar itu mendelik tajam ke arah Tua Tao. "Jangan mengejek ku guru. Aku tidak semaniak itu." Kata Ling Feng dengan nada sinis.
"Baiklah, baiklah…Sekarang pergi ke sana dan buat itu jadi milik mu." Kata Tua Tao tanpa beban. "Ehh…Kenapa tiba-tiba mendadak guru. Aku setidaknya butuh persiapan, kan." Kata Ling Feng. Tua Tao menggelengkan kepalanya lagi.
"Cepat ambil itu supaya kita bisa melanjutkan pelatihan yang kedua murid bodoh." Kata Tua Tao sembari mendorong Ling Feng mendekat ke api hitam. "Eh guru t-tunggu…" Kata Ling Feng tidak siap ketika di dorong oleh Tua Tao mendekati Api Hitam.
"Berjuanglah Feng'er jika tidak ingin mati. Murnikan api hitam itu dan taklukkan lah." Kata Tua Tao menyemangati Ling Feng. "Sungguh aku benar-benar ingin menendang pantat mu guru saat ini." Cibir Ling Feng menatap Tua Tao kesal setengah mati.
Suhu disana tiba-tiba naik drastis kembali. Bahkan lebih panas saat ini. "Ughhkkk panas sekali. Benar-benar Api yang sangat mengerikan." Batin Ling Feng ia lantas melapisi tubuhnya dengan Elemen Es. Hawa panas yang keluar dari api hitam itu benar-benar berbeda.
Walaupun masih terasa panas, Ling Feng tidak pergi. Malah dirinya langsung mengambil sikap lotus dan berniat untuk menaklukkan salah satu dari api yang tidak akan pernah padam. Ling Feng mulai mengatur nafasnya dan melakukan beberapa persiapan untuk memurnikan api tersebut.
Ling Feng mengalirkan Qi di tangan kirinya dan Energi Jiwa di tangan kanannya. Merasa sudah cukup Ling Feng langsung menautkan kedua tangannya. Seketika Qi milik nya dan Energi Jiwa nya mulai menunjukkan tanda-tanda beresonansi.
Tua Tao yang melihat apa yang ingin dilakukan Ling Feng menjadi penasaran. "Hehhhhh…Bocah ini ternyata cukup ahli juga. Walaupun kekuatan jiwanya kuat, ia masih menggunakan Qi untuk mempermudah dan mempersingkat waktu pemurnian nya. Aku bahkan tidak sempat berpikiran seperti itu. Benar-benar jenius." Gumam Tua Tao kagum dengan metode Ling Feng.
Merasa kedua energi nya sudah cukup menyatu Ling Feng pun membuka kedua matanya lalu mengerahkan energi nya tersebut ke arah Api Hitam itu. "Kuharap kau patuh maka semua ini akan menjadi lebih mudah." Kata Ling Feng mengarahkan energi nya ke api hitam tersebut.
>>>>>> Bersambung