
Melihat itu Li Tan langsung maju mengeluarkan artefak pertahanan nya, namun artefak dari pertahanan nya itu tidak cukup kuat untuk menahan serangan tebasan Ling Feng. Lalu pada akhirnya artefak pertahanan tingkat suci itu pun hancur berkeping-keping dan ledakan pun tercipta akibat dari tebasan Ling Feng dan hancurnya artefak suci milik Li Tan.
Boooommmmm......!!
>>>>>>______
Baik kubu Jendral iblis ataupun orang-orang yang membantu Ling Feng, tidak ada yang menduga sama sekali, bahwa pemuda tersebut akan mengeluarkan serangan seperti itu. Ling Feng sendiri sudah berniat melakukan serangan terakhir itu, karena serangan tersebut adalah serangan yang mengandung seluruh Qi nya, terlebih lagi ia juga menyelimuti tebasan pedang itu dengan api hitamnya. Walaupun tidak sampai membunuhnya, Ling Feng berniat untuk memusnahkan satu jendral iblis dan mengubahnya menjadi serpihan jiwa. Untuk memperlambat kebangkitan raja iblis.
Setelah mengeluarkan serangan yang mengandung seluruh Qi nya, Ling Feng langsung tidak sadarkan diri saat itu. Sebelum kehilangan kesadaran nya ia sempat melihat ledakan besar dari serangannya dan mendengar sebuah teriakan kemarahan dari Meng Disi yang merujuk kepadanya. Setelah itu sekitarnya pun menjadi gelap gulita dan dirinya tidak mengetahui apa yang terjadi setelahnya.
>>>>>>_____
Suatu Tempat yang Gelap
Booooommmm...?!
“Terkutuk kalian semua manusia!” Teriak Meng Disi yang keluar dari portal teleportasi dengan luka dalam yang tidak ringan. Tidak hanya Meng Disi saja, Cai Shen, Bei Ger, dan Li Tan pun tidak berbeda jauh. Li Tan bahkan yang paling parah terkena luka dalam, karena artefak pertahanannya hancur dan dirinya terkena serangan balik dari akibat kehancuran artefaknya itu.
Tidak lama kemudian sosok jiwa pun muncul, terlihat ketika melihat keempatnya terluka, sosok jiwa itu terkejut. Pasalnya luka dalam keempatnya, bukanlah luka ringan. “Apa yang terjadi pada kalian? Kenapa kalian bisa menjadi seperti ini?!” Ujar jiwa tersebut yang tidak lain adalah Bie Xibo.
“Panjang ceritanya. Untuk sekarang panggil para prajurit ke sini dan bantu kami semua ke ruangan kami masing-masing.” Kata Cai Shen kepada Bie Xibo. Mendengar hal itu, jiwa Bie Xibo pun memejamkan matanya memanggil para prajurit di sekitarnya dan membantu keempatnya berdiri untuk pergi ke ruangannya masing-masing menyembuhkan luka-luka mereka.
“Sebenarnya apa yang telah terjadi kepada mereka? Terlebih lagi siapa yang membuat mereka semua terluka parah? Aku juga tidak melihat Bajin*an Sa Dan tadi. Ahhh benar-benar membuatku semakin penasaran.” Ujar jiwa Bie Xibo. Dirinya sangat penasaran, namun ia lebih memilih menahan rasa penasaran itu dan menunggu mereka semua pulih kembali dari luka-luka dalam.
Saat jiwa Bie Xibo sedang uring-uringan tidak jelas, tiba-tiba ia mendapatkan sebuah transmisi suara yang membuat jiwanya berhenti, dan langsung mematung. “Bie Xibo temui aku. Aku ingin berbicara kepadamu.” Transmisi suara yang tiba-tiba masuk ke dalam pikirannya.
“H-hamba mengerti rajaku.” Timpal jiwa Bie Xibo dengan sedikit kaku menanggapinya lalu ia pun pergi ke tempat kesadaran Raja Iblis berada.
>>>>>>______
Satu Minggu Kemudian
Pranggggg...?!
Tepat setelah berkata lirih seperti itu, suara pecahan tiba-tiba terdengar. Pemuda tampan itu pun menoleh ke arah sumber suara melihat sosok wanita cantik yang sedang menutup mulutnya dengan ekspresi terkejut, kedua matanya telah berkaca-kaca dan air matanya bisa jatuh kapan saja.
“Jiao’er?” Ucap pemuda tampan itu dengan lirih lalu wanita itu pun langsung berlari kecil ke arah tempat tidur pemuda itu dan tanpa pikir panjang langsung memeluknya. Air matanya pun langsung pecah dan ia pun langsung menangis dengan keras ketika melihat pemuda tampan itu sudah sadarkan diri kembali.
“Syukurlah, syukurlah, syukurlah kamu sudah siuman kakak.” Ujar wanita tersebut yang langsung menangis bahagia, karena pemuda tampan itu sudah siuman dari tidak sadarkan dirinya. Wanita tersebut tidak lain adalah Bing Jiao dan pemuda tidak lain adalah Ling Feng. Setelah ia tidak sadarkan diri di Gunung Lu, Ling Feng langsung di bawa kembali ke Kekaisaran Han, lebih tepatnya Sekte Naga Langit.
Setelah beberapa saat Bing Jiao memeluk Ling Feng, dirinya pun mengurai pelukan tersebut. Ling Feng pun langsung bangkit dari posisi berbaringnya dan bersandar pada ujung tempat tidurnya. “Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?” Tanya Ling Feng kepada Bing Jiao.
Bing Jiao pun langsung menjelaskan bahwa Ling Feng sudah tidak sadarkan diri selama satu minggu. Tentu Ling Feng yang mendengar itu terkejut, dirinya tidak menyangka bahwa ia tidak sadarkan diri sampai satu minggu. Ling Feng juga memeriksa tubuhnya dan sedikit terkejut, karena luka dalam yang ia derita sudah sembuh total. Kecuali Qi nya yang benar-benar terkuras habis dan kekuatan jiwanya yang hanya tersisa sedikit saja.
“Ah iya aku lupa... Aku akan mengabari saudari dan yang lainnya terlebih dahulu.” Kata Bing Jiao lalu pergi dari kamar Ling Feng. Ling Feng awalnya hendak mencegah Bing Jiao, namun wanita itu begitu cepat perginya dari kamar Ling Feng.
Ling Feng pun hanya bisa tersenyum masam, karena sebentar lagi kamarnya akan menjadi ramai pastinya. Baru saja Ling Feng hendak berkultivasi memulihkan Qi nya, secara tiba-tiba pintu kamarnya langsung di buka lebar-lebar membuatnya sedikit terkejut dan kembali membuka matanya, kali ini seorang wanita cantik lainnya yang masuk. Ling Feng yang melihat wajah garang wanita cantik itu sedikit merinding, dirinya bahkan refleks menggerakkan tubuhnya untuk menjauh ketika wanita itu mendekat.
“Y-yo Xian’er... Bagaimana hari-harimu di sini?” Ucap Ling Feng dengan sedikit kaku ketika melihat wajah garang dari wanitanya itu. Qing Xiang yang mendengar itu tidak memedulikan apa yang dikatakan oleh Ling Feng, dan dirinya pun langsung menampar pipi Ling Feng cukup kuat. Membuat Ling Feng sedikit terhuyung karena tidak siap, dan dirinya pun tidak menyangka akan di tampar oleh Qing Xian.
Plaaakkkk...?!
Belum selesai dengan itu tubuh Qing Xian sudah mendekat lagi, Ling Feng pun refleks memejamkan kedua matanya. Hening selama beberapa detik, sampai kemudian ia pun langsung membuka kedua matanya ketika mendengar suara lirih keluar dari mulut Qing Xian.
“Bodoh. Dasar bodoh. Kamu memang sangat bodoh, tapi syukurlah kamu sudah sadar.” Ujar Qing Xian lirih yang memeluk Ling Feng dengan sangat erat dan tubuhnya sudah berguncang hebat. Ling Feng juga merasakan pakaiannya mulai basah ditempat Qing Xian meletakkan wajahnya.
Ling Feng menghela nafas pendek lalu membalas pelukan wanita tersebut. Qing Xian sempat terkejut, karena Ling Feng membalas pelukannya, namuna itu hanya sesaat. Setelah itu, Ling Feng pun berkata, “Maaf telah membuat kalian berdua khawatir, lalu aku pulang.” Ucap Ling Feng dengan lembut seraya mengelus-elus punggung Qing Xian. Setelah berkata seperti itu, Qing Xian pun menangis kencang sama seperti Bing Jiao.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.