Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Menyambut Sumber Masalah


...Ingatlah sisi manusiawimu dan lupakan yang lain....


...(Bertrand Russell)...


...>>>>>_____<<<<<...


"KAKAK PENGEMBARA ! ! ! LEBIH BAIK KAKAK JANGAN SINGGAH DI DESA INI." Teriakan seorang anak kecil kepada Ling Feng. Ling Feng yang ingin masuk desa tersebut seketika terhenti.


"Seorang bocah ?" gumam Ling Feng melihat seorang anak kecil berlari menuju kearahnya.


"Kakak lebih baik kakak pergi saja, jangan singgah didesa ini. Kalau tidak orang-orang jahat itu akan memukuli kakak nantinya." kata anak kecil yang tadi berteriak kepada Ling Feng. Ling Feng yang melihat tatapan wajah polos anak kecil itu langsung mensejajarkan dirinya dengan anak kecil itu.


"Adik kecil, coba sebutkan ciri-ciri orang yang kau bicarakan itu." kata Ling Feng bertanya sembari mengelus-elus kepala anak kecil itu.


"Orang-orang itu berpakaian dengan warna yang serba hitam dan masing-masing dari mereka membawa pedang." kata anak kecil itu.


Deghhhh


"Sekte bayangan." gumam Ling Feng seketika sorot matanya tajam. Ling Feng bertanya kembali untuk membuktikan tebakannya benar atau salah.


"Apakah dari masing-masing orang yang sering memukul itu memakai penutup wajah yang sama seperti kakak ?" tanya Ling Feng kepada anak kecil itu.


Anak kecil itu langsung mengiyakan dan berkata. "Orang-orang yang suka memukul warga desa ini memang semuanya memakai penutup wajah sama dengan kakak." kata anak kecil itu mengangguk membenarkan perkataan Ling Feng.


"Mereka menjarah desa-desa kecil ini untuk apa ? kukira mereka membantai desaku cuman kebetulan saja. Namun sepertinya hal ini tidak semudah yang kuduga." gumam Ling Feng anak kecil yang tidak tau apa yang terjadi dengan Ling Feng hanya diam saja. Ketika sedang berkecamuk dengan pikirannya terdengar kembali teriakan memanggil.


"Hao'er kenapa kau tidak menuruti perkataan ayah untuk tidak keluar rumah." kali ini teriakan seorang laki-laki dewasa. Ling Feng yang mendengar teriakkan itu seketika tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya. Sementara anak kecil yang tadi memperingati Ling Feng hanya bersembunyi dibalik tubuh Ling Feng.


"Hao'er cepat kembali ke rumah sekarang !" kata ayahnya dengan perkataan tegas sedikit tinggi.


"Aku akan kembali ke rumah setelah memperingati kakak pengembara ini, siapa tau kakak ini bisa membantu kesulitan yang dialami desa kita ayah." kata anak kecil itu bersikukuh dan menjelaskan niatnya. Ling Feng yang mendengar perkataan dari Hao'er itu sedikit mengkerutkan keningnya.


"Anak ini pintar memanfaatkan keadaan." gumam Ling Feng menatap Anak kecil yang dipanggil Hao'er.


"Itu tidak mungkin Hao'er, Kita sudah mengirimkan surat pada pihak kekaisaran saja tidak pernah mendapatkan respons yang memuaskan. Apalagi cuma seorang pemuda tanpa aura ini, semua tidak akan berubah kita kembali saja ke rumah sebelum orang-orang sekte bayangan itu kembali lagi." kata ayah dari anak itu menarik paksa Hao'er untuk mengikutinya pulang kembali ke rumah. Namun Hao'er dengan tegas menghempaskan tangan sang ayah, walaupun perbedaan kekuatan sangat besar dari anak kecil yang bahkan belum berumur sepuluh tahun dengan orang dewasa, Namun kejutan yang ada didepan mata Ling Feng. Anak kecil itu berhasil menghempaskan tangan ayahnya yang sudah berada di fondasi awal bintang 5.


"Aku tidak akan pergi ayah, aku yakin kakak pengembara bisa menghajar orang-orang jahat itu." kata Hao'er bersikukuh.


"Anak kecil ini akan menjadi orang besar Feng'er dan sepertinya kau sudah merasakan ada yang spesial dari anak kecil itu." kata Long Tian mengirimkan transmisi suara kepikiran Ling Feng.


"Paman !? jadi dunia jiwa terhubung dengan keadaan dunia luar ya." kata Ling Feng terkejut membalas transmisi suara dari Long Tian.


"Hal itu bisa dilakukan jika dirimu sedang berada di dunia luar." kata Long Tian menjelaskan lalu berkata kembali. "Sudahlah lebih baik kau menyebarkan persepsi jiwamu untuk mengecek kondisi sekitar." lanjutnya meminta Ling Feng untuk menyebarkan persepsi jiwanya.


"Heumm, ada pengganggu sepertinya." gumam Ling Feng setelah menyebarkan persepsi jiwanya dan merasakan beberapa kelompok mendekati desa. Setelah selesai menyebarkan persepsi jiwanya Ling Feng langsung mengalihkan pandangannya ke anak kecil yang sedang bersitegang dengan ayahnya.


"Iya kak, Namaku Hao Xiang dipanggil Hao'er." kata anak itu dengan polosnya menyebutkan namanya.


"Apakah kau ingin kuat untuk bisa melindungi desamu sendiri ?" kata Ling Feng kepada anak kecil itu. Seketika anak itu mendengar perkataan Ling Feng langsung berbinar namun sedetik kemudian langsung sedih kembali menundukkan kepalanya.


"Aku sangat ingin menjadi kuat, namun ayah bilang aku tidak akan bisa menjadi seperti ayah dan kakak karena, aku orang yang terlahir cacat." kata anak itu dengan nada yang sedih. Sang ayah yang melihat anaknya seperti itu merasa sedih namun juga tidak bisa berbuat apa-apa karena, tidak mengetahui kendala yang dialami oleh anaknya sampai tubuhnya itu menolak aura spiritual sekitarnya.


"Kau tidak terlahir cacat Hao'er, cuman ada sesuatu yang menghalangi energi untuk masuk kedalam tubuhmu." kata Ling Feng menjelaskan membuat pasangan ayah dan anak itu terkejut bukan main.


"Benarkah kakak !? apakah aku bisa menjadi seperti ayah dan kakak !?" kata Hao'er yang gembira karena, penyakitnya bisa disembuhkan.


Ling Feng yang melihat anak kecil didepannya menjadi bersemangat hanya terkekeh kecil dan berkata. "Tentu saja kau bisa menjadi seorang kultivator." kata Ling Feng langsung mengalihkan pandangannya ke gerbang desa dan berkata kembali. "Namun, sebelum itu kakak harus memberikan sambutan kepada orang-orang yang sudah mengacaukan desamu ini." kata Ling Feng menyeringai dibalik penutup wajahnya.


"Oh ya." Ling Feng melupakan sesuatu diatas kepalanya. Laohu yang sedang nikmat-nikmatnya tidur tiba-tiba diganggu. "Aku titip kucing gemuk ini kepadamu Hao'er." kata Ling Feng memberikan Laohu kepada Hao Xiang.


"Paman lebih baik kau bawa Hao'er menjauh dulu." kata Ling Feng mengeluarkan Yang White Sword dan Yin Black Sword menunggu para pengacau desa di gerbang desa. Ayah dari Hao Xiang menganggukkan kepalanya dan langsung menarik anaknya itu pergi menjauh.


Setelah kedua orang tersebut pergi terlihat bayang-bayang dengan sekelompok orang yang menunggang kuda sedang menuju desa. Sekelompok orang yang datang itu adalah Kelompok sekte bayangan yang menjajah desa, yang disinggahi oleh Ling Feng.


"Heumm, sekelompok orang ini paling tinggi berada di ranah Mahaguru Bintang 1 dan paling rendah diranah Guru bintang 7. Jumlah keseluruhan mereka ada dua lusin." kata Ling Feng menganalisa kelompok yang beberapa menit lagi akan sampai di gerbang desa.


Sedetik kemudian kembali tersenyum dan berkata. "Kita coba tes kehebatan teknik yang membuat diriku tersiksa jiwa, mental dan fisik." kata Ling Feng menyeringai lalu menancapkan kedua pedangnya ke tanah langsung memasang kuda-kuda teknik Sembilan Matahari.


Pemimpin mereka yang berada di ranah Mahaguru Bintang 1 merasa heran karena, melihat seorang pemuda yang berdiri ditengah-tengah gerbang desa seperti sedang menunggu kedatangan mereka. Ketika Melihat pemuda itu melakukan gerakan kuda-kuda. Pemimpin kelompok sekte bayangan itu menyipitkan matanya. Sedetik kemudian langsung terkejut dan berteriak ke kelompoknya.


"Semuanya !! Segera membuat pelindung qi sekarang juga." kata pemimpin kelompok tersebut membuat anak buahnya kaget dan langsung membuat pelindung qi masing-masing.


"Teknik Sembilan Matahari gerakan pertama : Tapak Matahari." kata Ling Feng mengumpulkan qi lalu mengalirkannya di telapak tangannya dan langsung menghempaskan kedepan. Seketika tapak tangan berukuran rumah dengan panas yang luar biasa langsung melesat dengan kecepatan tinggi kearah kelompok sekte Bayangan.


Pemimpin kelompok yang melihat daya serangan yang sangat kuat lagi cepat itu langsung terkejut dan langsung menghindar tanpa sempat memberitahu orang yang dibelakangnya.


"Gawat tidak akan sempat." kata pemimpin kelompok itu langsung melompat kesamping untuk menghindari serangan Ling Feng. Namun sayang, dirinya selamat tetapi, tidak dengan kelompoknya.


Wussssshhhhhhh


Boooommmmm


Seketika ledakan besar sedikit menggetarkan daerah sekitar. Kelompok sekte bayangan yang awalnya berjumlah dua puluh empat orang kini tersisa satu orang saja akibat dari daya serangan Ling Feng yang sangat dahsyat.


Ling Feng sendiri terkejut daya ledaknya akan sebesar itu, bahkan dirinya hanya diam saja saking tidak menyangkanya. Sampai transmisi Long Tian menyadarkannya.


"Yo Feng'er, Sepertinya kau cukup berlebihan sampai menimbulkan gempa daerah sekitar." Long Tian terkekeh mengirim transmisi suara kepada Ling Feng.


>>>>> Bersambung