
“Baiklah sudah selesai. Nikmati waktu bersenang-senang mu nak, hehehehe...” Ujar Long Tian lalu menghilang dalam sekejap entah pergi ke mana.
>>>>>>______
Ling Feng yang kesal pun berpindah tempat ke bagian dalam pemandian air panas. Ia pun menemukan sebuah tempat yang menurut nya nyaman dan tanpa pikir panjang langsung ia tempati di sana. Mengingat kembali perkataan Long Tian sebelumnya, membuat Ling Feng kembali merasa kesal namun hanya beberapa saat saja karena setelah itu ia pun kembali tenang.
“Air panas ini benar-benar sangat nyaman, sepertinya aku harus membuat satu danau kecil lagi di dunia jiwaku dan menyimpan air panas ini di sana.” Ucap Ling Feng semakin terlelap oleh kenyamanan nya, kedua matanya pun bahkan sudah terpejam saking nyamannya berendam di sana. Sampai beberapa saat kemudian ia pun mendengar suara gemercik air.
Suara tersebut semakin dekat seiring berjalannya waktu. Mendengar suara itu, Ling Feng berpikir bahwa itu adalah Long Tian. Tanpa membuka kedua matanya Ling Feng berkata, “Apalagi paman... Jika kamu datang hanya untuk mengejek ku terus, lebih baik pergi menjauh dariku. Aku sudah merasa sangat nyaman sekarang dan tidak ingin diganggu, suhhh!” Ucap Ling Feng dengan tenang tanpa membuka kedua matanya.
Satu detik, dua detik, empat detik, sampai satu menit kemudian tidak ada respon, membuat sang empu merasa heran. Suara gemercik itu semakin terdengar jelas di telinga oleh Ling Feng. Sampai beberapa saat kemudian gemercik air itu pun berhenti tepat di hadapan Ling Feng. Dirinya pun dapat merasakan ada seseorang yang tengah berdiri di depannya saat ini.
Menyadari hal itu, Ling Feng yang kesal karena di acuhkan oleh Long Tian pun langsung berkata, “Oh ayolah paman. Jangan acuhkan aku dan ganggu diriku. Juga kamu terlalu dekat denganku, menjaulah sedikit!” Ucap Ling Feng seraya mengulurkan satu tangannya ke depan berniat hendak mendorong sosok di depan nya yang ia kira adalah Long Tian, akan tetapi...
“Ehhh?! Sejak kapan dada paman sangat lentur dan lembut seperti ini?” Ujar Ling Feng yang merasa aneh, dirinya pun beralih ke bagian yang lainnya dan mendapatkan hasil yang sama seperti sebelumnya, dirinya bahkan beberapa kali meremasnya. Merasa ada yang aneh, dirinya pun berkata seraya membuka kedua matanya.
“Sebenarnya apa yang terjadi pada tub...” Ucapan Ling Feng terhenti begitu saja. Tubuhnya pun refleks menegang, karena secara tiba-tiba sesuatu menimpa dirinya. Ling Feng yang merasakan sesuatu menimpa nya refleks terkejut dan hampir terhuyung jatuh, namun ia dengan gesit berhasil menahannya supaya tidak jatuh.
“Ugkhhh... Kenapa kamu tiba-tiba jatuh menimpa diriku paman.” Ucap Ling Feng dengan raut wajah kesal lalu memegangi kedua pundaknya dan pada saat itulah ia merasa aneh, karena pundak yang ia pegang terasa kecil dan lagi mempunyai kulit yang sangat lembut. Lalu yang membuatnya semakin heran adalah ia dapat merasakan bahwa pundak tersebut bergetar hebat.
Ling Feng yang sudah membuka kedua matanya tidak bisa melihat sosok tersebut dengan jelas, karena asap putih di pemandian air panas tersebut terlalu tebal membuatnya sulit melihatnya. Ling Feng pun menyipitkan kedua matanya pada saat itulah ia melihat wajah familiar sekaligus wajah yang tidak pernah ia duga.
“B-bagaimana bisa kamu ada di sini Saudari Cai?!” Ujar Ling Feng terkejut bukan main ketika melihat wajah dari sosok tersebut yang tidak lain adalah Cai Lan.
Cai Lan yang berada di depan Ling Feng hanya diam saja, membuat Ling Feng pun merasa aneh, karena melihat wanita tersebut hanya diam saja. Tidak mendapatkan respon dari wanita di depannya, Ling Feng pun kembali berkata, “Saudari Cai apakah kamu mendengarkan ku? Kamu baik-baik saja, kan?” Tanya Ling Feng, namun lagi-lagi tidak ada respon dari wanita di depannya.
Alasan Ling Feng bertanya seperti itu, karena dirinya merasakan tubuh wanita itu bergetar semakin kuat seiring berjalannya waktu.
“Tunggu dulu... Tubuhnya?!” Batin Ling Feng dalam benak pikirannya ketika sadar akan situasi nya saat ini dengan Cai Lan. Tanpa berkata apa-apa, Ling Feng pun refleks langsung melepaskan tanganya di pundak Cai Lan dan hendak menjauh darinya, namun tidak di sangka wanita tersebut dengan cepat meraih kedua tangannya kembali.
Ling Feng yang hendak menjauh pun di tarik kembali membuat tubuhnya dan wanita saling beradu dan Cai Lan langsung memeluk tubuh Ling Feng dengan erat. Bahkan saking eratnya membuat Ling Feng kesulitan untuk melepasnya.
Ling Feng awalnya tidak menyadarinya, karena asapnya yang tebal, tapi ketika wajahnya dan Cai Lan tepat saling berhadapan, pada saat itulah Ling Feng menyaadari wajah Cai Lan yang terlihat sudah memerah. Tidak hanya itu saja, ia juga dapat mendengar nafas wanita tersebut yang sangat memburu.
Melihat kondisi wanita tersebut Ling Feng pun menekan salah satu titik di bagian tubuhnya, membuat Cai Lan pun langsung tidak sadarkan diri. Ling Feng yang melihat kondisi wanita tersebut terdiam membisu. Dirinya berusaha sebisa mungkin untuk tidak menatap aset dari wanita tersebut.
“Untuk sekarang aku bawa kepinggiran terlebih dahulu.” Ucap Ling Feng menenangkan degup jantungnya yang tidak berhenti-hentinya berdetak sangat cepat. Setelah di bawa ke pinggiran, Ling Feng pun membaringkan Cai Lan lalu menyelimuti tubuhnya dengan jubah miliknya.
Ling Feng mengenakan pakaiannya kembali lalu duduk sedikit jauh dari Cai Lan. Ia menatap wanita tersebut seraya memikirkan kondisi tubuhnya. “Racun, kah.” Gumam Ling Feng. Kilasan balik ketika dirinya yang tidak sengaja menyentuh dan bahkan meremasnya.
“Untuk sekarang mari kita coba dengan pil penawa-“ Ucapan Ling Feng terhenti ketika menyadari bahwa cincin ruangnya saat ini masih berada di Long Tian. Ling Feng juga di buat sadar, karena tanda-tanda keberadaan naga kecil tersebut sudah tidak ada di sekitarnya.
“Naga kecil sia*an itu. Berani-beraninya ia meninggalkan ku begitu saja! Awas saja jika ketemu nanti.” Batin Ling Feng seraya menyeringai lebar. Ling Feng menoleh ke arah Cai Lan sejenak yang masih berbaring lalu berbalik hendak mencari keberadaan Long Tian, akan tetapi ketika dirinya hendak pergi dari sana secara tiba-tiba ia terpental kembali ke tanah.
“Formasi?!” Ucap Ling Feng yang terkejut ada sebuah formasi. Padahal jelas-jelas sebelumnya tidak ada formasi apapun yang mengelilingi tempat tersebut.
Deggghhh... Deggghhh...
“Tunggu?! Jangan bilang...” Ucap Ling Feng lalu melihat lebih teliti formasi tersebut dan benar saja tebakannya bahwa formasi tersebut di buat oleh Long Tian.
“Tua Bangka!” Umpat Ling Feng yang sangat kesal dan pada saat itulah formasi yang mengelilingi Pemandian air panas pun terlihat sangat jelas. Ling Feng bisa melihatnya dengan jelas, tidak hanya ada satu formasi saja, bahkan ada empat lapis formasi penghalang. Tidak hanya itu saja, Ling Feng juga melihat sebuah tulisan yang membuatnya semakin kesal sekaligus murka.
“Selamat menikmati dan Tidak perlu berterima kasih kepadaku nak.” Sebuah kalimat yang tercipta dari Qi dan beberapa saat kemudian langsung hilang.
“Persetan dengan selamat menikmati! Dasar Naga Tua Sia*an! Awas saja jika bertemu nanti!” Teriak Ling Feng. Tanpa pikir panjang lagi ia berniat menghancurkan formasi tersebut, akan tetapi dirinya di buat terkejut kembali, karena Kekuatan Jiwanya mendadak tidak bisa di kontrol dengan benar. Qi nya pun tidak berbeda jauh, benar-benar tidak bisa di kendalikan sama sekali.
Tepat dirinya hendak bergerak menghancurkan formasi tersebut dengan kekuatan fisiknya, secara tiba-tiba dari arah belakang wanita tersebut memeluknya dari belakang. Tidak hanya memeluk saja, bahkan langsung mengigit telinga dirinya membuat Ling Feng tersentak kaget dan merinding seluruh tubuhnya.
Ling Feng langsung menghempaskan tubuh Cai Lan ke depannya dengan membanting nya, namun wanita tersebut lebih cerdik, dimana sebelum dirinya di hempaskan oleh Ling Feng, ia langsung meraih pergelangan tangan Ling Feng dan membalikan momentum dimana Ling Feng lah yang terlempar dan menghantam formasi cukup keras.
Booooommmm...!!
“Apa-apaan itu?! Sejak kapan wanita ini mempunyai kekuatan fisik semengerikan ini?!” Gumam Ling Feng seraya menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya. Baru saja ia hendak bangkit, secara tiba-tiba Cai Lan sudah berada di depan Ling Feng dan langsung mendorong tubuhnya cukup kuat menghantam tanah sampai-sampai membuat retakan dimana Ling Feng lah sebagai pusat nya.
Tanpa pikir panjang, Cai Lan pun langsung menindihi tubuh Ling Feng seraya menahan dua pergelangan tangan Ling Feng dengan tangannya. Bagaikan menatap mangsanya, Cai Lan dengan ganas mendaratkan sebuah ciuman panas pada bibir Ling Feng. Ciuman itu berlangsung selama lima menit penuh tanpa nafas.
Nafas keduanya sudah memburu, Cai Lan menatap Ling Feng kembali dan mendekatkan wajahnya lalu menggigit kembali telinga Ling Feng membuat tubuh sang empu bergidik ngeri. Tidak hanya di gigit saja, bahkan beberapa kali di jilat olehnya. Tidak tanggung-tanggung dirinya pun merobek pakaian Ling Feng dan sesekali di raba oleh nya.
Cai Lan pun mengangkat kembali wajahnya terlihat wajah puas tercetak di wajahnya. Walaupun begitu nafasnya masih sangat memburu tanda dirinya masih belum puas. Melihat cengkeraman tangan Cai Lan melemah, Ling Feng memanfaatkan itu dan mengubah posisinya menjadi dirinyalah yang berada di atas.
Seraya menatap kesal Cai Lan, Ling Feng berkata, “Kau yang memaksa ku, maka aku tidak akan sungkan lagi. Akan kuberitahu arti dari menjadi seorang pemimpin di sini.” Ucap Ling Feng yang merasa kesal lalu tidak mau kalah mendaratkan ciuman panas di bibir Cai Lan dan langsung di respon ganas oleh wanita tersebut. Pada waktu itu, merupakan waktu yang panjang bagi mereka berdua.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.