Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Kenapa Aku Harus Melakukannya?


Ling Feng langsung melancarkan pukulan telak sampai membuat pria tersebut jatuh ke lantai pertama dan membuatnya mutah darah sangat banyak, walau hanya dengan satu pukulan saja, namun itu berbeda, karena luka dalam yang ia alami lebih parah daripada yang Ling Feng berikan kepada anaknya.


>>>>>>______


“Sial. Bagaimana ia bisa sekuat ini?!” Gumam pria tersebut merasakan sakit yang luar biasa di bagian yang di pukul oleh Ling Feng. Ling Feng pun Pemuda angkuh dan kelompoknya pun bergetar ketakutan ketika Ling Feng bangkit dari tempat duduknya. Bahkan saking takutnya mereka, tidak sadar pakaian bawah mereka sudah basah saking takutnya ketika melihat Ling Feng yang memancarkan aura sangat mengerikan.


“Aku ini hanya ingin dengan damai makan dan minum anggur di sini, tapi kenapa?” Ucap Ling Feng seraya melangkah turun ke lantai satu berjalan ke arah pria yang tidak lain adalah ayah dari pemuda angkuh. Sontak pria tersebut pun panik, karena Ling Feng berjalan ke arahnya, dan dirinya tidak bisa bangkit, karena luka dalamnya.


“K-kau jangan kemari! Aku bilang jangan kemari sia*an!” Teriak Pria tersebut yang panik melihat Ling Feng berjalan santai ke arah dirinya disertai aura yang sangat mengerikan terpancar darinya.


“Prajurit! Cepat masuk dan bunuh pemuda ini!” Teriak pria tersebut memanggil prajurit yang memang berjaga di luar kedai, pada saat dirinya berteriak, sontak lantai kedai pun bergetar, namun belum sempat prajuritnya masuk ke dalam kedai, Ling Feng melambaikan tangannya membuat para prajurit yang hendak masuk ke dalam kedai, langsung berubah menjadi kabut darah seluruhnya, membuat sekelompok warga yang penasaran, terkejut ketika melihat prajurit-prajurit tersebut berubah menjadi kabut darah begitu saja.


Mereka tentunya menyadari prajurit siapa tersebut, namun mereka lebih penasaran dengan siapa yang berani menyinggung bangsawan di kota tersebut.


“Siapa yang berani menggangu keluarga bangsawan kota? Aku tidak menyangka ada yang berani melakukan hal itu.”


“Kalau kau bertanya kepadaku, aku bertanya kepada siapa bodoh.”


“Ya jika di pikir-pikir kembali, sekelompok prajurit tadi dengan begitu mudahnya di buat menjadi kabut darah, aku rasa kali ini keluarga bangsawan kota yang telah salah menyinggung orang.”


“Dasar tidak waras. Kau yang bertanya, tapi kau sendiri yang menjawabnya. Kau memang aneh memang.”


“Berisik kau. Aku tidak ingin mendengar hal itu dari orang sepertimu yang tingkahnya pun tidak jauh berbeda dengan ku.”


>>>>>>______


Kembali ke dalam Kedai


“P-prajurit ku mati seluruhnya hanya dalam lambaian tangan?!” Batin pria tersebut dengan mulut yang ternganga saking terkejutnya ketika melihat Ling Feng yang begitu mudah membantai habis prajuritnya.


“N-nak... Kau berani berbuat kekacauan di kota ini. Kakakku pastinya tidak akan melepaskanmu!” Ujar pria tersebut yang kini malah mengancam Ling Feng. Ling Feng awalnya tidak bergeming, yang membuat pria tersebut berpikir bahwa Ling Feng ketakutan. “Bocah kau takut, kan. Kalau kakakku berada di sini, kau pasti sudah di buat bubur daging olehnya.” Kata pria tersebut mengancam kembali, namun pria tersebut telah mengatakan sebuah kata yang sakral dari mulutnya mengenai Ling Feng.


“Takut? Aku takut dengan kakakku yang hanya seorang wali kota?” Kata Ling Feng dengan nada mengejek seraya tiba-tiba menginjak dada dari pria tersebut dan menekannya cukup keras, sampai membuat pria tersebut berteriak kencang, sampai-sampai teriakannya itu terdengar sampai keluar kedai.


“Akhhhh...! Sakit! Sakit! Ampuni aku tolong! Ampuni aku!” Teriak mengenaskan dari pria tersebut yang tubuhnya diinjak oleh Ling Feng dengan satu kakinya. Ling Feng yang mendengar pria tersebut meminta pengampunan darinya, sontak mengangkat sebelah alisnya di balik topeng putihnya. “Tentu aku akan melepaskan mu.” Kata Ling Feng mengangkat kakinya dari dada pria tersebut, yang membuatnya bernafas lega, namun itu hanya sejenak, karena Ling Feng langsung menendang tubuh pria tersebut cukup kencang, sampai-sampai ia menghancurkan pintu masuk ke dalam kedai, yang membuat para warga yang berdiri mengitari kedai terkejut, ketika melihat pria yang tidak lain adalah patriak dari bangsawan kota keluar dari kedai tersebut dengan keadaan terlihat sangat mengenaskan.


Boooommmm...!


“Uhukk...! Uhukk...! Kau sungguh-sungguh berani mengacau di kota ini? Kakakku pastinya tidak akan tinggal diam saja ketika melihat kotanya di kacaukan oleh berandalan sepertimu.” Ujar patriak tersebut ke arah sosok bertopeng yang tidak lain adalah Ling Feng.


“Persetan dengan kakakmu atau siapalah itu. Jika kau berani menyinggungku, maka kau harus menerima konsekuensi nya.” Kata Ling Feng acuh tak acuh. Maju selangkah demi selangkah, yang membuat patriak bangsawan kota bergetar ketakutan, karena tubuhnya benar-benar dibuat babak belur oleh Ling Feng.


“Siapa yang telah berani-beraninya mengacau di kotaku ini.” Suara yang tiba-tiba muncul membuat semua orang yang berada di sana langsung mengambil sikap hormat dan patriak bangsawan kota langsung memasang wajah senang berbunga-bunga, karena ia sangat familiar dengan suara tersebut. Ling Feng juga menoleh ke sumber suara, yang mana terlihat sosok pria sepuh turun dari langit-langit berdiri tidak jauh dari Ling Feng dan patriak bangsawan kota yang terkapar lemah. Sosok sepuh yang baru muncul itu tidak lain adalah wali kota dari kota tersebut, orang nomor satu di kota.


“Hehhhh... Jadi kakak yang di maksud oleh tua bangka ini adalah dirimu ya.” Kata Ling Feng tanpa beban.


“Apa maksud dari perkataanmu itu bocah.” Ujar balik wali kota yang tidak mengerti maksud dari perkataan yang di lontarkan nya.


Ling Feng terkekeh di balik topeng nya seraya melambai-lambaikan tangan nya ia berkata, “Tidak. Tidak ada apa-apa. Jadi kau adalah kakak si tua bangka lemah ini ya. Hehhh... Tidak buruk juga. Kau sudah berada di ranah saint bintang dua.” Kata Ling Feng tanpa beban membuat wali kota itu terkejut, karena Ling Feng bis mengetahui ranah nya.


“Seperti nya kau mempunyai artefak yang sangat bagus ya nak. Sampai-sampai bisa mengetahui ranah ku, yang padahal ranahmu hanya di tingkat langit bintang lima saja, tapi bisa membuat adikku seperti itu. Akan kupuji itu.” Kata Wali kota itu dengan tenang.


“Entahlah siapa yang tahu mengenai hal itu.” Kata Ling Feng dengan santai mengedikan kedua bahunya. Ling Feng memang sengaja menekan aura kultivasinya sampai di ranah langit saja.


“Baiklah nak bagaimana jika begini. Aku tidak akan mempermasalahkan tentang kekacauan yang kau buat dan fakta bahwa kau telah membuat adikku seperti ini, namun dengan satu syarat berikan seluruh artefak yang kau punya itu.” Kata Wali kota dengan percaya diri nya.


“Hahhhh...?! Kenapa aku harus memberikan artefak ku kepadamu? Terlebih lagi seakan-akan aku yang salah di sini, yang jelas-jelas kalianlah yang salah di sini, karena telah mengganggu waktu berhargaku.” Kata Ling Feng dengan nada mengejek.


“Nak jangan terlalu membanggakan dirimu sendiri, aku telah berbaik hati melupakan apa yang telah kau lakukan hanya dengan memberikan artefakmu kepadaku saja. Jika aku ingin, aku bisa saja membunuhmu dan merebutnya darimu.” Kata Wali kota itu tidak senang dengan nada bicara Ling Feng.


“Sudah banyak yang mengatakan ingin membunuh ku, ingin membunuh ku, tapi sampai saat ini. Apa yang dikatakan oleh semua musuh-musuhku malah berbalik kepada dirinya sendiri. Kau mau jadi yang berikutnya tidak tua bangka?” Kata Ling Feng tanpa beban.


“Bocah bren*sek! Matilah kau!” Teriak wali kota maju menyerang ke arah Ling Feng.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.