
“Kalau begitu leluhur kami berdua pamit terlebih dahulu.” Ucap Chang Jin memberi hormat dan juga Ling Feng di sisinya. Ketiga leluhur itu pun menganggukkan kepalanya. Ling Feng dan Chang Jin pun langsung terbang menuju pintu keluar dari tanah leluhur. Ketiga leluhur itu pun tersenyum menatap kepergian dua orang tersebut, lalu ketiganya pun kembali ke puncak gunung masing-masing dan mulai berkultivasi kembali.
>>>>>>>______
Dalam benak hati mereka sudah bertekad untuk menjadi lebih kuat, karena krisis yang akan di hadapi benua biru bukanlah perkara enteng. Mengingat lawan mereka saat ini adalah penjajah yang berusaha untuk menguasai benua biru ratusan tahun silam.
Jadi, mereka harus bisa menjadi lebih kuat secepatnya. Saat ini ranah dari ketiga leluhur berada di ranah saint bintang enam, walaupun terbilang tinggi dan di atas para jendral iblis yang berada di ranah saint bintang lima, namun kesenjangan itu pastinya akan dengan cepat terkejar. Mengingat ras iblis yang bisa naik tingkat hanya dengan menyerap esensi tubuh manusia.
“Demi para pendahulu kami yang telah berkorban nyawa untuk melindungi benua biru dari para penjajah, kami dengan senang hati akan berjalan mendampingi mu nak.” Batin para leluhur di dalam hati mereka, lalu mulai tenggelam dalam kultivasinya masing-masing.
>>>>>>______
“Kamu benar-benar luar biasa Feng’er.” Ucap Chang Jin tiba-tiba membuat Ling Feng sedikit mengkerutkan keningnya. Melihat itu Chang Jin pun hanya tertawa saja lalu berkata kembali, “Sudah sangat lama aku tidak melihat para leluhur begitu bahagia, terutama leluhur Chang Xin yang sampai tertawa lebar.” Ucap Chang Jin seraya tertawa kecil. Ling Feng yang mendengar itu pun sedikit tidak menyangka dan berkata, “Memangnya sampai seperti itu, kah kakek patriak?” Ucap Ling Feng yang diangguki oleh Chang Jin.
“Asal kamu tahu Feng’er, Leluhur Xin adalah leluhur yang paling cuek dan acuh tak acuh ketimbang kedua leluhur yang lainnya tahu. Melihatnya sampai tertawa lebar itu merupakan suatu hal yang sangat langka.” Ucap Chang Jin setengah berbisik, namun masih tertawa kecil.
“Eh begitu, kah... Feng’er tidak tahu bahwa leluhur aslinya begitu.” Ucap Ling Feng yang tidak menyangka. Chang Jin hanya terkekeh pelan seraya menggeleng-gelengkan kepalanya dan berpikir dalam benak hatinya, “Sepertinya tidak hanya aku dan para tetua saja, ayah dan kedua leluhur yang lainnya pun secara misterius terpikat dengan Feng’er.” Batin Chang Jin sedikit melamun, sampai kemudian ia pun baru sadar setelah Ling Feng melambai-lambaikan tangan di depan wajahnya.
“Maafkan aku nak, kakek sempat melamun tadi. Jadi, apa yang kamu katakan tadi nak?” Ujar Chang Jin meminta Ling Feng untuk mengulangi perkataan nya. Ling Feng pun mengangkat sebelah alisnya, karena secara tiba-tiba Chang Jin melamun. Akan tetapi, ia tidak membahasnya lalu bertanya mengenai identitas para leluhur sekte, mengingat marganya sama dengan Chang Jin.
Mendengar hal itu, Chang Jin pun mulai menjelaskan, bahwa Chang Tao adalah ayahnya dan kedua leluhur yang lainnya adalah paman dan bibinya. Ling Feng yang mendengar itu pun ber oh ria, tidak bertanya lebih lanjut lagi. Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka pun sampai di formasi tempat awal mereka masuk, keduanya pun langsung keluar dan kembali ke tempat semula.
Ling Feng langsung izin pamit dan kembali ke puncak kediaman kakeknya untuk mulai berkultivasi, namun sebelum pergi ke puncak kediaman kakek nya, Ling Feng melirik sejenak ke tempat pelatihan dimana ia melihat para murid pria yang sedang berlatih mati-matian, Ling Feng yang melihat itu pun melirik ke arah samping dimana yang mengawasinya adalah tetua kedua yang tidak ia sangka begitu tegas.
Ling Feng bisa melihat wajah penderitaan tercetak jelas di masing-masing para murid. “Mereka seperti nya sangat menderita.” Gumam Ling Feng terkekeh pelan, karenaa tidak sedikit dari para murid yang wajahnya sudah mengkerut, nampak terlihat seperti orang tua. Setelah itu, Ling Feng pun penasaran dengan pelatihan murid wanita dan langsung terbang ke arah tempat pelatihan murid wanita.
Tempat pelatihan murid wanita sendiri jaraknya cukup jauh dengan murid pria, yang mana tempatnya berada di dekat puncak gunung sekte tersebut. Tepat ketika ia sampai, pertama kali yang menarik perhatiannya adalah dua individu wanita yang sedang beradu pedang sekarang. Ling Feng yang melihat kedua wanita itu hanya bisa tersenyum masam, “Oioi yang benar saja, bukankah keduanya terlalu bersemangat.” Ucap Ling Feng menggeleng-gelenkan kepala nya.
Bahkan para murid wanita yang lainnya hanya bisa memberikan ruangan yang lebih luas untuk keduanya, supaya tidak terkena dampak serangan dari keduanya. Ia memang pernah mendengar dari tetua ketujuh, bahwa kedua wanitanya itu senantiasa saling bersaing entah dalam hal apapun, namun ia tidak menyangka persaingan itu seintens ini.
Ling Feng masih terus memperhatikan keduanya, dan sampai pada akhirnya pedang kayu yang digunakan oleh keduanya pun patah bersamaan. Terlihat wajah terkejut dan tidak puas antara kedua nya. Walaupun begitu, keduanya pun refleks bersalaman dan saling melempar senyum. Membuat Ling Feng benar-benar bingung dengan keakraban para wanita yang begitu cepat.
“Padahal beberapa saat yang lalu, keduanya bernafsu untuk menjatuhkan lawannya masing-masing, tapi bagaimana bisa dalam sekejap keduanya sudah kembali akrab dan bersikap seperti tidak ada apa-apa? Benar-benar sangat aneh.” Gumam Ling Feng diantara takjub sekaligus bingung.
Pada saat dirinya sedang memikirkan hal seperti itu, secara tiba-tiba kedua wanita itu secara bersamaan mendongak ke arah langit seraya melayangkan tatapan tajam, membuat Ling Feng tersentak kaget, dan langsung bersembunyi di sekumpulan awan. “Tidak mungkin?! Apakah keduanya menyadari keberadaan ku?!” Batin Ling Feng lalu memejamkan kedua matanya lalu mempertajam indera pendengaran nya dan dapat mendengar perkacapan kedua nya walaupun samar-samar.
“Saudari apakah benar Saudara Feng berada di atas sana?” Ujar Qing Xian. Membuat Ling Feng terkejut, karena ia bisa menyadari keberadaannya.
“Iya saudari. Aku sangat yakin, bahwa kakak berada di atas sana. Roh pedang ku sendiri yang bilang, bahwa kakak berada di atas sana.” Timpal Bing Jiao meyakinkan. Mendengar hal itu, Ling Feng pun mengerti bagaimana keduanya, bisa menyadari keberadaan nya. Tanpa pikir panjang, Ling Feng pun langsung merobek ruang yang mengarah langsung ke kamarnya.
Ling Feng sedikit tidak menyangka, bahwa roh pedang bisa merasakan keberadaannya. Walaupun tidak menutup kemungkinan, karena roh pedang adalah sosok yang tercipta dari energi Qi yang di padatkan, jadi tidak menutup kemungkinan inderanya seratus kali lebih sensitif.
“Ya lebih baik, aku mulai berkultivasi saja dan meningkatkan beberapa keterampilan daya tempur ku.” Gumam Ling Feng lalu mengambil sikap lotus. Ia mengeluarkan beberapa botol pil dari cincin ruangnya dan mengeluarkan pil-pil yang berada di dalamnya. Dalam sekejap semerbak aroma pun menyebar keluar dari pil-pil tersebut, aroma pil yang sangat wangi itu pun pecah dan menyebar luas.
Ling Feng tanpa pikir panjang, langsung menelan pil tersebut sekaligus, mengingat akan menjadi heboh jika ada yang menyadarinya, namun dirinya salah perkiraan. Sebab, aroma pil tersebut telah pecah di sekitar puncak kediaman sang kakek, dan bahkan mulai menyebar luas ke sekitar penjuru sekte. Bagi yang tidak tahu, mungkin itu beranggapan, hanya sekedar aroma harum yang sekedar lewat saja.
Akan tetapi, tidak dengan tetua keempat yang adalah seorang ahli alkemis. “P-pil Tingkat Saint.” Ucapnya dibuat terdiam dengan pandangan kosong, ketika menghirup aroma harum itu.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.