
"Siapkan saja satu porsi makanan yang enak." Kata Ling Feng menyebutkan pesanan nya. Pelayan tersebut langsung mencatat pesanan Ling Feng dan kembali menyiapkan pesanan Ling Feng.
Selama menunggu, ia memasang pendengaran nya baik-baik untuk mencari informasi seputar terkini. "Kau sudah dengar…Katanya turnamen seni beladiri akan di adakan beberapa Minggu lagi." Kata salah satu pengunjung rumah makan tersebut.
"Ya aku juga sudah mendengar hal itu, kalau tidak salah turnamen seni beladiri kali ini bertempat di kekaisaran Wu sebagai tuan rumah nya." Timpal teman yang duduk bersamanya. "Bukan hanya itu saja, kalau tidak salah hadiah yang diberikan kali ini sangatlah menarik. Selain sumber daya untuk berkultivasi, yang juara akan berkesempatan untuk memasuki tempat berkultivasi rahasia kekaisaran Wu." Kata temannya lagi memberikan informasi lain.
Pernyataan temannya tersebut sontak membuat terkejut yang lainnya. "Tidak kusangka bahwa Kekaisaran Wu akan menghadiahkan hal sangat berharga seperti itu. Aku jadi semakin ingin mengikuti turnamen bela diri tahun ini." Timpal temannya yang lain dengan wajah bersemangat.
Sontak yang lainnya langsung berkata serempak Membuat orang tersebut langsung terdiam. "Kau pikir, kau memiliki kualifikasi untuk mengikuti turnamen bela diri itu." Jawab mereka serempak. Membuat orang yang berkata ingin mengikuti langsung memasang wajah masam.
Ling Feng yang mendengar percakapan itu diam-diam tersenyum simpul. "Turnamen bela diri, kah…Seperti nya semua orang akan pergi ke sana." Gumam Ling Feng. Tidak lama kemudian pesanannya pun datang. "Silahkan menikmati nya tuan muda." Kata pelayan tersebut dan bersiap ingin pergi, namun langsung di tahan oleh Ling Feng.
"Ahhhh nona tunggu bisakah aku bertanya satu hal kepada mu?" Pinta Ling Feng. Pelayan yang hendak pergi itu, sedikit tersentak ketika melihat wajah jelas Ling Feng. Awalnya ia tidak penasaran akan wajah pemuda yang tertutup oleh tudung, namun ia menarik kata-kata nya saat melihat wajah Ling Feng yang kelewat manusiawi.
"E-ehhh…Maaf tuan muda bisa katakan kembali yang anda katakan tadi. S-saya tidak mendengar nya." Kata pelayan tersebut sedikit gugup. Ling Feng pun mengulang pertanyaan. "Oh tidak terlalu jauh dari sini ada sebuah penginapan yang nyaman. Tuan muda bisa pergi ke sana jika ingin menetap beberapa hari di sini." Kata Pelayan tersebut.
"Begitu, kah…Terima kasih kalau begitu." Ucap Ling Feng langsung di angguki oleh pelayan tersebut dan pergi dengan cepat dari sana. Ling Feng pun langsung mencicipi makanan yang ia pesan. "Hehhhhh…daging beast bakar ini tidak buruk." Gumam Ling Feng mencicipi makanan tersebut. Ia pun Perlahan-lahan sembari mencari informasi penting lainnya.
Baru saja ia ingin melahap makanan nya, pintu masuk rumah makan tersebut terbuka. Seketika suasana hening pun melanda sekitar nya.
Kringggg
"Hehhhhh tempat ini sangatlah sunyi…Padahal awalnya sangat berisik tadi." Kata sosok pemuda yang melangkah masuk ke sana. Hening tidak ada yang berani menjawab perkataan pemuda tersebut. Sosok pemuda tersebut tidak datang sendiri, ia juga datang dengan beberapa pemuda dengan pakaian yang selaras dan masing-masing pedang bertengger di pinggangnya.
Tidak lama suara langkah kaki pun terdengar. Sosok pria gendut turun terburu-buru dari lantai dua. Sosok pria gendut itu langsung bergegas menghampiri sekelompok pemuda yang baru datang tersebut tergesa-gesa. "Selamat datang di rumah makan kami tuan muda. Ada yang bisa ku bantu?" Ucap ramah pria gendut itu yang di duga adalah manajer daripada rumah makan tersebut.
Pemuda itu melangkah ke meja terdekat nya dan menggebrak pelan meja tersebut membuat orang yang duduk di meja tersebut tersentak kaget. "Aku ingin menjamu tamu-tamu ku disini, apakah sekelompok lalat ini bisa pergi?" Ucap pemuda tersebut dengan nada angkuh.
Orang-orang yang duduk di meja tersebut tanpa berbicara apapun langsung bangkit pergi dari sana. "Silahkan saudara-saudara ku, mohon maaf menunggu terlalu lama." Kata pemuda tersebut mempersilahkan orang-orang yang dibelakang nya duduk. Salah satu dari mereka pun berkata, "Tuan muda Hong benar-benar sangat mendominasi ya." Ucapnya.
"Saudara ku Terlalu berkata berlebihan." Timpal sosok pemuda tersebut lalu duduk di tempat yang tersisa. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke pria gendut dan berkata kembali. "Sepertinya banyak lalat di rumah makan ini, padahal aku sudah berkata ingin menjamu para tamu." Ucapnya sembari mengeluarkan aura kultivasinya sesaat lalu menarik nya kembali.
Seluruh pelanggan yang merasakan itu langsung segera berbondong-bondong pergi dari sana. "Akhir nya pergi semua juga." Kata Pemuda tersebut dengan senyum remeh nya. Pria gendut itu pun langsung berkata dengan lantang.
"Pelayan cepat kemari, jangan membuat tamu-tamu tuan muda menunggu." Kata pria gendut tersebut. Seketika seorang pelayan pun melangkah tergesa-gesa mendekati meja pemuda tersebut. "Hehhhhh…Pelayan di sini cukup manis juga ya tuan muda." Ucap salah satu orang tersebut sembari menepuk pelan bokong Pelayan tersebut menyeringai mesum.
Pelayan tersebut sedikit menjaga jarak di perlakukan seperti itu. "Bagaimana tuan manajer, apakah aku boleh meminjam pelayan mu nanti?" Lanjutnya orang tersebut menyeringai lebar menatap wajah manajer tersebut. Manajer yang mendengar hal itu bingung bukan main. "I-ini…" Kata manajer tersebut bingung ingin berkata apa.
Lalu ia sekilas pun melirik orang yang dipanggil tuan muda dan pada saat itu wajah tuan muda langsung memandangi nya dengan sorot mata yang dingin. Ia disulitkan diantara dua pilihan itu. Satu sisi, ia tidak bisa menyinggung pemuda di depannya. Namun, di sisi lain ia juga tidak bisa menuruti hal yang diminta oleh tamu daripada tuan muda.
"Aku…" Kata manajer tersebut menggantung Perkataan nya mengepalkan tangan kuat-kuat. Detak jantung nya berpacu lebih cepat, ia pun memejamkan mata nya hendak berkata, "Mohon maaf tu-" Perkataan nya langsung di potong oleh seseorang.
"Whoaahhhhh…Makanan dan cemilan penutupnya enak sekali…Setelah dua tahun lamanya tidak memakan sejenis ini, aku hampir melupakan cita rasa nya." Kata Ling Feng dengan lantang membuat seluruh pandangan terfokus kepadanya.
Seluruh orang disana mempunyai reaksi terkejut yang beragam, tapi semuanya membatin empat kata yang sama dalam benak hati masing-masing.
"Sejak kapan ia disana?!"
\=> Bersambung