
“Heummm... Aku mengerti kak. Aku akan selalu menunggu kakak.” Jawab Bing Jiao dengan lembut menganggukkan kepalanya. Ling Feng merasakan kehangatan dan lega secara bersamaan di hatinya.
“Terima kasih Jiao’er.” Ucap Ling Feng yang diangguki oleh Bing Jiao tanpa mengatakan apapun kecuali, menikmati sentuhan tangan Ling Feng di wajahnya.
>>>>>>______
“Jadi... Habis darimana kalian berdua?” Han Ying langsung bertanya tepat ketika Ling Feng dan Bing Jiao sampai di penginapan. Tidak, lebih tepatnya ia memang sedang menunggu kedatangan dua orang itu.
“Kami habis dari Paviliun Qian cheng.” Ling Feng menjawabnya tidak berniat untuk menutup-nutupinya.
“Paviliun Qiang cheng? Memangnya ada urusan apa kalian berdua pergi ke sana? Ohh aku tahu... Kau pasti sudah mendengar kabar tentang pelelangan yang akan di adakan besok dan mengingat bahwa kau tidak ingin menarik perhatian, kau pasti pergi ke sana untuk membeli kartu ruangan VIP, kan.” Ujar Han Ying yang awalnya bertanya, namun sedetik kemudian langsung menebak maksud Ling Feng pergi ke sana.
“Kalau tentang kartu VIP, kau tidak perlu khawatir. Aku punya satu di cincin ruangku, jadi lebih baik kau kembalikan saja kartu VIP yang baru saja kau beli itu.” Ujar Han Ying dengan bangganya mengeluarkan kartu VIP berwarna emas dari cincin ruangnya. Ling Feng yang melihat itu mengangkat sebelah alisnya, lalu berkata, “Ah aku pergi ke sana bukan untuk membeli kartu VIP. Aku ke sana, karena ingin menitip barangku untuk di jual pada pelelangan esok harinya.” Ucap Ling Feng yang seketika membuat Han Ying menjadi kaku, karena ia dengan percaya dirinya menebak, namun ternyata salah.
“Selain itu...” Ucap Ling Feng seraya mengeluarkan kartu yang sama dengan Han Ying, namun bedanya ia mempunyai warna hitam. Han Ying yang melihat kartu hitam yang di pegang oleh Ling Feng, tentunya sangat mengenal kartu hitam itu. Kartu emas yang ia bangga-banggakan, terlihat sama dengan ia yang mempermalukan dirinya sendiri. “Aku juga punya satu di sini. Jadi Nona Han Ying tidak perlu repot-repot, karena aku juga punya sendiri.” Ucapan Ling Feng, membuat Han Ying bungkam seribu bahasa yang awalnya berniat untuk memamerkan kekayaannya.
Han Ying benar-benar dibuat terkejut, saking terkejutnya, ia tidak bisa berkata apa-apa mengetahui fakta bahwa Ling Feng mempunyai kartu VIP yang lebih tinggi darinya. Ling Feng yang melihat itu terkekeh pelan, dan diam-diam puas melihat Han Ying yang tidak menyangka dengan dirinya itu.
“Kalau begitu, Putri Han Ying aku permisi dulu hendak ke kamarku. Jiao’er kakak duluan ya.” Ucap Ling Feng pada dua wanita itu. Bing Jiao menganggukkan kepalanya merespon perkataan Ling Feng, sementara Han Ying masih dalam posisi yang sama dengan keterkejutannya.
Bing Jiao yang melihat saudarinya itu pun menegur saudarinya itu. “Saudari Ying... Apakah kau baik-baik saja?” Bing Jiao menegur Han Ying seraya memegang pelan pundak wanita tersebut. Han Ying yang diam mematung pun, mendapatkan kembali kesadarannya, ketika di tegur oleh Bing Jiao.
“Apakah kau baik-baik saja?” Tanya Bing Jiao sekali lagi. “Ah saudari, iya. Aku baik-baik saja. Aku hanya terkejut sekaligus tidak menyangka nya. Ia ternyata mempunyai kartu VIP yang lebih tinggi daripada milikku. Sungguh tidak dapat di percaya sama sekali. Sebenarnya apa yang telah ia lakukan sampai-sampai mempunyai kartu VIP yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja.” Ujar Han Ying.
Bing Jiao sendiri hanya diam saja, lebih tepatnya ia tidak bisa mengatakan apa-apa mengenai hal itu. “Jika ia mengetahui tentang kakak yang juga seorang alkemis tingkat bumi, aku tidak bisa membayangkan ekspresi terkejut yang saudari keluarkan.” Pikir Bing Jiao seraya menggeleng-geleng kan kepalanya.
“Selain daripada itu... Aku sebenarnya masih belum selesai bertanya, apakah benar hanya pergi ke paviliun Qian cheng saja?” Bing Jiao seraya melirik ke arah saudarinya itu. Sontak Bing Jiao yang mengerti maksud dari Han Ying sontak membuang wajahnya menyembunyikan rona merah di pipinya, ia juga tidak berani menatap wajah saudarinya itu, lebih tepatnya memang tidak bisa.
Melihat respon dari Bing Jiao yang polos itu, Han Ying menjadi semakin gencar dan lebih tertarik menggodanya, karena sisi Bing Jiao saat ini benar-benar sangat berbeda dengan Bing Jiao yang ia kenal.
“Araaaa~... Jika memang hanya pergi ke paviliun Qian cheng saja, aku rasa tidak akan memakan waktu sampai larut seperti ini. Terlebih lagi jarak paviliun Qian cheng tidaklah terlalu jauh dengan penginapan kita. Jadi tidak mungkin selama ini, jika hanya pergi ke paviliun Qian cheng.” Ucap Han Ying dengan logis membuat Bing Jiao bungkam seribu bahasa, tidak bisa menjawabnya sama sekali.
“A-aku... Aku...” Bing Jiao mendadak gugup, mulutnya saat ini benar-benar tidak bisa untuk di ajak kerja sama sekali. Han Ying yang melihat Bing Jiao gugup, cekikikan, karena saudarinya ini benar-benar terlihat sangat lucu.
“Aku~? Aku apa saudari~?” Han Ying membisikan kata itu di telinga Bing Jiao dengan nada menggoda. Bing Jiao yang sudah tidak tahan pun, langsung dengan cepat melesat menuju kamarnya meninggalkan Han Ying yang cekikikan melihat tingkahnya yang tentunya terlihat sangat lucu.
Walaupun terlihat bahwa Han Ying sedang menjahili Bing Jiao, namun di sisi lain ia merasa sangat bersyukur, karena Bing Jiao yang dulu telah kembali lagi. Melihatnya bisa mengekspresikan perasaanya, adalah Bing Jiao yang dahulu ia kenal. Han Ying benar-benar sangat bersyukur, mengingat kepribadian nya yang dahulu telah kembali.
>>>>>>______
Ling Feng yang kembali ke kamarnya, langsung membersihkan dirinya, sebelum bersiap-siap untuk beristirahat. Ia tidak berniat untuk berkultivasi saat ini, karena seharian ini ia telah banyak menggunakan Qi nya guna memulihkan kembali keterampilan alkemisnya yang telah lama ia tidak latih.
“Ahhhh... Entah karena apa alasannya, tempat tidur malam ini benar-benar sangat nyaman.” Gumam Ling Feng yang merebahkan tubuhnya dan sesekali bergerak ke sisi kanan dan kiri, melemaskan tubuhnya yang terasa kaku. Ling Feng menghela nafas lalu memandang langit-langit kamarnya.
“Turnamen akan di mulai lusa nanti. Jika dipikir-pikir lagi, aku mendadak gelisah, mengingat apa yang di katakan Paman Mu.” Gumam Ling Feng yang firasatnya mengatakan, bahwa ada sesuatu yang akan terjadi pada saat turnamen empat benua, yang akan di adakan lusa nanti.
“Haihhh... Benar-benar tidak bisa bersantai sama sekali.” Gumam Ling Feng lalu mulai bangkit dari posisi rebahannya, berkultivasi sebentar guna memulihkan Qi nya yang hilang pada saat ia membuat pil siang tadi. Ling Feng mulai mempersiapkan kemungkinan buruk yang akan terjadi nantinya, ia tentunya tidak ingin merasa menyesal nantinya jika situasi di luar dugaanya, dan berakibat buruk terhadap orang-orang terdekatnya.
Ia tidak ingin kejadian yang lama terulang kembali. Kali ini ia mempunyai kekuatan untuk melakukan hal itu. “Cukup satu kali saja, aku merasakan perasaan putus asa itu. Kali ini tidak akan kubiarkan hal yang sama terjadi lagi.” Tekad Ling Feng. Pada akhrinya ia pun tidak jadi beristirahat dan mulai menyiapkan semua hal untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi, pada saat turnamen empat benua lusa nanti.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.