
Kembali ke Ling Feng
"Ohh Iya Hao'er aku tidak melihat yang lainnnya apakah kalian berdua menyelesaikan semuanya berdua saja?" Tanya Ling Feng. Hao Xiang lantas menjawab. "Mereka aku minta untuk kembali ke kota sejak iblis itu muncul tadi, aku bilang kepada mereka untuk kembali, karena musuhnya sangat kuat dan hanya akan menjadi sulit nantinya." Jawab Hao Xiang. Ling Feng yang mendengar itu manggut-manggut mengerti keadaannya.
"Baiklah kita kembali kota aku yakin mereka sudah menunggu kita disana." Putus Ling Feng. Yang lainnya pun menganggukkan kepalanya.
Benteng Kota Anyi
"Apakah menurut mu bocah itu dan kucingnya akan selamat?" Tanya Kepala Keluarga Qing. Walikota Anyi dan ketua paviliun obat menggelengkan kepalanya tidak mengetahui. "Aku tidak tau, bocah yang dibawa tuan muda Feng memang kuat, namun musuh yang terakhir muncul juga sangat kuat. Aku bahkan tidak bisa merasakan berada diranah apa tingkat Kultivasinya saat itu." Kata Walikota Anyi.
"Apakah itu adalah bala bantuan mereka, namun masuk akalkah bala bantuannya hanya satu orang saja." Kata kepala keluarga Qing. "Hal itu masuk akal ayah. Melihat dari aura yang ia keluarkan, orang yang terakhir datang tadi bisa dengan mudah mengalahkan kita jika dirinya ingin saat itu juga." Kata Qing Xian.
"Tenang saja, walaupun musuh itu kuat, bocah itu dan kucingnya juga tidak biasa, api istimewa yang dimiliki bocah itu benar-benar berbeda. Jika kita terus disana, kita hanya mempersulit bocah itu dan kucingnya." Ucap ketua paviliun obat.
"Iya juga sih, tapi aku masih tidak menyangka bocah yang dibawa tuan muda bisa sekuat itu. Ranah kultivasinya berada diranah guru, tapi membunuh Ranah Mahaguru bukanlah hal yang masalah baginya walaupun masih butuh usaha, dan lagi api yang ia miliki sangat mengerikan." Kata Kepala Keluarga Qing yang teringat kembali tentang Hao Xiang yang tidak menunjukkan wajah kesulitan walaupun perbedaan ranah yang sangat jauh.
"Dilihat dari bentuk fisiknya, ia berbeda dengan anak-anak seumurannya. Kemungkinan besar ia sudah menyelesaikan pemurnian fisiknya, yang dimana anak-anak sebayanya baru mulai belajar kultivasi. Ditambah mungkin ia mempunyai metode pelatihan khusus yang membuat ia bisa melawan walaupun musuh lebih kuat darinya." Kata Qing Xian memberikan pendapat
"Oh iya Walikota dimana putri anda ia tidak terlihat sama sekali saat ini. Kemana ia sekarang?" Tanya Ketua paviliun obat. "Putriku masih mengatur prajurit di bawah. Ia tidak langsung naik keatas kemari." Jawab Walikota Anyi.
Pada saat itu tiba-tiba ada seorang prajurit menghampiri." Lapor walikota ada sekelompok orang yang mendekat menuju kota." Kata prajurit itu. Walikota Anyi yang mendengar itu langsung melihat ke sudut benteng dan terlihat sekelompok empat orang. Kelompok itu adalah Kelompok Ling Feng. Melihat itu walikota Anyi langsung memerintahkan para prajuritnya untuk membuka gerbang.
"Cepat buka gerbangnya! yang datang adalah orang-orang yang membantu kita." Perintah walikota Anyi kepada prajurit tersebut. Prajurit tersebut langsung bergegas kebawah untuk melaksanakan perintah walikota. "Apakah bocah itu dan kucingnya sudah datang walikota." Tanya Kepala Keluarga Qing. "Bukan hanya Bocah itu dan kucingnya saja, tetapi tuan muda dan tuan Tian juga ada disana." Jawab Walikota langsung bergegas turun kebawah setelah menjawab itu.
"Liu'er cepat buka gerbangnya tuan muda Feng dan orang-orangnya telah kembali." Kata Walikota Anyi. Zi Liu yang mendengar itu menganggukkan kepalanya langsung bergegas memerintahkan para prajuritnya untuk membuka pintu gerbang.
Kembali ke Ling Feng
Terlihat gerbang sudah mulai terbuka, dan beberapa wajah yang ia kenal sedang berada dibalik gerbang tersebut. Walikota Anyi langsung berjalan mendekati Ling Feng yang berada di depan.
"Salam Walikota. Aku Ling Feng mengucapkan selamat karena kota Anyi berhasil melewati masa-masa kritisnya." Ucap Ling Feng. Walikota Anyi yang mendengar itu berkata, "Tidak, Tuan muda Feng. Jika bukan karena informasi yang dibawakan oleh Tuan Tian dan bantuan Hao Xiang dan kucingnya, mungkin kota Anyi akan mengalami kerugian besar dan mungkin bisa jadi runtuh juga." Kata Walikota Anyi.
Lalu ia sedikit membungkukkan tubuhnya lalu berkata, "Aku belum berterima kasih dengan benar waktu itu, Aku walikota Anyi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan tuan muda Feng untuk melindungi kota Anyi. Jika ada sesuatu yang diinginkan oleh Tuan muda Feng, selama itu masih dalam kemampuan ku, akan ku kabulkan permintaan itu." Kata Walikota Anyi dengan tulus.
Ling Feng yang mendengar itu tersenyum simpul lalu maju dan berkata, "Angkat kepala anda walikota. Tidak baik bagi seorang pemimpin untuk terlalu mudah menundukkan kepalanya akan hilang wibawanya nanti. Selain itu anda tidak perlu berlebihan seperti itu, saya kebetulan saja sedang berada di kota anda saat sedang kritis itu." Kata Ling Feng membantu Walikota untuk tidak membungkuk lagi kepadanya.
"Bagaimana jika anda pindah ke mansion walikota dan tinggal beberapa hari disana, lusa nanti saya akan mengadakan jamuan dan saya harap tuan muda untuk datang di jamuan tersebut untuk mengungkapkan rasa terima kasih saya." Kata Walikota Anyi yang masih bersikeras untuk membalas kebaikan Ling Feng.
Ling Feng kembali tersenyum simpul lalu berkata lagi. "Untuk jamuan saya akan datang, namun tawaran untuk tinggal beberapa hari di mansion. Mohon maaf yang sebesar-besarnya saya tidak bisa menerima itu. Saya tidak terlalu terbiasa dengan perlakuan mewah itu, saya lebih nyaman perlakuan biasa saja." Kata Ling Feng. Mendengar hal itu Walikota pun sudah tidak berniat memaksa Ling Feng lagi takutnya, ia malah tidak menerima jamuan tersebut nantinya.
"Baiklah jika itu yang diinginkan oleh tuan muda maka saya akan menghormatinya. Lalu saya akan pamit untuk kembali ke mansion walikota" Ucap walikota Anyi. Ling Feng menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Maka saya dengan yang lainnya izin pamit dari sini." Ucap Ling Feng bergegas kembali ke penginapan.
Sebuah sepasang mata selalu memperhatikan gerak gerik Ling Feng walaupun pemuda itu sudah pergi cukup jauh dari gerbang kota. "Matamu bisa keluar Putri jika kau menatapnya seperti itu." Kata Qing Xian yang mengagetkan putri Liu, karena terus menerus fokus terhadap Ling Feng. Bukannya terkejut, Putri Liu malah bertanya.
"Kakak Xian memangnya pemuda Ling Feng itu sekuat itu, sampai-sampai ayahpun sangat hormat kepadanya?" Tanya Putri Liu. Qing Xian yang mendengar itu terkekeh dan berkata, "Apakah kau ingat peserta alkemis kala itu." Ucap Qing Xian. Putri Liu menganggukkan kepalanya mengatakan bahwa ia ingat pemuda itu.
"Pemuda yang saat ini kau pelototi terus menerus adalah peserta alkemis yang memenangkan turnamen alkemis kala itu." Ucap Qing Xian tersenyum simpul Membuat putri Liu terkejut mendengarnya.
>>>>>> Bersambung