
Keesokan Harinya
Setelah makan malam, Ling Feng tidak beristirahat dan memilih untuk berkultivasi. Dirinya melalukan kultivasi, karena waktu dimana ia sedang menjalin hubungan dengan Api Hitam tiba-tiba pada saat itu ia mendapatkan sedikit pencerahan.
Walaupun hanya sedikit, Ling Feng tidak menyia-nyiakan hal tersebut dan langsung berkultivasi setelah selesai menyiapkan makan untuk gurunya. Lalu setelah semalaman berkultivasi…
Booooommmm
Booooommmm
Ranah Bumi bintang 5
Ranah Bumi bintang 6
Dentuman dalam dirinya terdengar dua kali pada saat itu. Ling Feng membuka kedua matanya lalu menghembuskan nafasnya perlahan. "Ranah Bumi bintang 6…Aku naik dua tingkat sekaligus." Gumam Ling Feng tersenyum. "Kukira Api Hitam ketika menyelimuti tubuh ku hanya sekedar menjalin kontrak saja, tapi ternyata juga memperluas jalur meridian didalam tubuhku." Lanjutnya berkata lalu terkekeh.
Pada saat itu Api Hitam keluar dari tubuhnya dengan wujud naga kecil. Ling Feng tersenyum dan berkata, "Terimakasih teman sudah membantu untuk mempermudah pelatihan kultivasi ku." Kata Ling Feng tersenyum kepada Api Hitam yang berubah jadi sosok naga kecil.
Mendengar hal itu Sosok Api Hitam berputar-putar di telapak tangannya Ling Feng sembari memasang ekspresi wajah bangga. Ling Feng yang melihat itu pun terkekeh lalu mengelus-elus Api Hitam yang berubah menjadi sosok naga kecil.
Tidak lama kemudian terdengar panggilan Tua Tao. "Feng'er kita mulai pelatihan selanjutnya." Panggil Tua Tao. Ling Feng yang didalam gubuk pun menimpali panggilan tersebut. "Baiklah guru." Kata Ling Feng lalu bangkit dari posisi lotusnya dan keluar dari gubuk dengan Api Hitam yang berada di pundaknya.
Di luar sudah terlihat Tua Tao yang berdiri menunggu nya disana. "Hooo…Aura mu meningkat. Seperti nya kau mendapatkan beberapa pencerahan dan naik tingkat ya." Kata Tua Tao yang merasakan aura Ling Feng berbeda dari yang sebelumnya.
Ling Feng tersenyum dan berkata, "Pada saat aku sedang melakukan kontrak dengan si kecil ini, tiba-tiba aku mendapatkan sedikit pencerahan. Oleh karena itu, aku langsung berkultivasi setelah menyiapkan makan. Lalu berkat si kecil ini juga aku mampu menebus dua tingkatan sekaligus." Kata Ling Feng sembari memuji Sosok Naga kecil yang merupakan Api Hitam.
Tua Tao yang melihat itu menganggukan kepalanya. "Sepertinya si kecil hitam itu banyak membantu mu." Kata Tua Tao melirik sosok Api Hitam yang berubah wujud jadi naga kecil. Ling Feng memutar bola matanya malas. "Aku sudah mengatakannya guru…berkat dirinya, aku bisa naik dua tingkat dengan cara ia memperluas jalur meridian didalam tubuhku." Kata Ling Feng menjelaskan kembali.
"Ya bagus jika memang seperti itu faktanya." Kata Tua Tao tanpa beban. Ling Feng menepuk dahinya menyerah dengan tingkah guru nya saat ini. "Jadi guru pelatihan Alkemis ini bagaimana?" Tanya Ling Feng mengalihkan pembicaraan.
Mendengar perkataan muridnya, Tua Tao pun menyuruh nya untuk mengambil sikap lotus didepannya. Ling Feng dengan patuh mengambil sikap lotus didepan sang guru yang juga mengambil sikap lotus didepannya.
"Perhatikan ini." Kata Tua Tao lalu ia pun mengeluarkan Api di telapak tangannya. Ling Feng terkejut ketika Tua Tao mengeluarkan Api dari tangan nya lebih tepatnya, ia terkejut dengan warna api daripada gurunya itu. "A-api Ungu." Ling Feng yang tidak sadar mengatakan hal tersebut.
"Terkejut bukan, bukan hanya kau saja yang memiliki Api abadi murid tengil." Kata Tua Tao dengan nada mengejek. Ling Feng yang mendengar itu langsung, yang tadinya terkejut menjadi kesal, karena mendengar nada bicara Tua Tao tidak mengenakan didengar.
"Sudahlah, sudahlah kita masuk ke sesi latihannya sekarang." Kata Tua Tao. Dirinya pun mengeluarkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat pil. "Perhatikan baik-baik dan jangan lewatkan satu detik pun." Kata Tua Tao nada bicara berubah menjadi sangat serius.
Ling Feng yang mendengar perubahan nada bicara Tua Tao, ikut menjadi serius juga. Tua Tao lantas menggunakan kekuatan jiwanya dan Api Ungu di telapak tangannya pun mulai berubah suhunya. Bukan hanya suhu saja yang berubah, Wujud daripada Api itu sendiri juga ikut berubah.
Ling Feng yang melihat itu benar-benar terkejut bukan main. Teknik Memanipulasi Api milik Tua Tao benar-benar di level yang sangat berbeda. Tua Tao memanipulasi api abadi nya dan merubah nya menjadi beberapa naga berwarna ungu yang mengelilingi dirinya.
"Murnikan." Titah Tua Tao. Tidak hanya di situ saja, ia langsung memasukkan seluruh bahan-bahan pil kedalam kobaran api ungu di telapak tangannya sekaligus. Bahan-bahan pil tersebut mulai memisahkan diri antara esensi dan kotoran dalam waktu yang sangat singkat.
"Pisahkan."Katanya dan saat itu juga kotoran-kotoran daripada setiap bahan pil pun mulai memisahkan diri dan langsung dibuangnya. Tersisa Esensi dari tiap-tiap bahan-bahan pil. Tua Tao langsung membentuk segel tangan.
Seketika Esensi daripada bahan-bahan yang sedang mengambang di udara mulai menyatukan satu sama lain. "Padatkan." Titah Tua Tao dan esensi daripada bahan tersebut mulai memadat. Ling Feng yang melihat itu benar-benar sangat takjub. "Naga-naganya masih mengelilinginya…Berarti pemurnian pil nya masih belum selesai." Batin Ling Feng tidak sedetik pun mengedikan matanya ataupun mengalihkan pandangannya.
Esensi daripada bahan-bahan pil mulai menyatu dan memadat dengan sempurna. Pada saat itu Tua Tao menggunakan satu lengannya lagi untuk membuat segel tangan. Melihat gerakan Tua Tao, api ungu yang dimanipulasi menjadi naga mulai bergerak berbeda.
Tepat empat buah naga terbang ke atas secara teratur lalu melesat cepat ke arah pil yang sedang dalam masa pemadatan.
Satu ekor naga…Bammmmmm
Dua ekor naga…Bammmmmm
Tiga ekor naga…Bammmmmm
Empat ekor naga…Bammmmmm
Pil yang dalam masa pemadatan pun tiba-tiba menunjukkan reaksi unik. Ling Feng yang melihat hasil dari reaksi itu, membelalakkan matanya tidak percaya. "Teknik pemurnian pil berantakan seperti itu, bagaimana bisa menghasilkan kualitas pil setinggi ini?!" Gumam Ling Feng terkejut bukan main ketika melihat hasil pil daripada yang dilakukan oleh gurunya.
"Cihhhhh hanya ada empat garis saja lagi." Decak Tua Tao yang membuat Ling Feng terdiam sejenak. "Itu pil Langit tingkat tinggi dan orang tua ini masih mengeluh?!' Batin Ling Feng dalam benak hatinya benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikir gurunya ini.
>>>>>>> Bersambung
Nb: Minggu Libur Dulu para Readers ada urusan di Real Life🙏🏼🙏🏼🙏🏼