Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Menolak Undangan


“Ya begitulah Nona Zhi. Aku juga tidak menyangka akan memakan waktu tiga hari lamanya.” Timpal Ling Feng dengan tenang, sembari dalam hatinya bertanya-tanya, mengenai alasan mengapa wanita tersebut masih ada di kota ini.


>>>>>>______


“Jadi nona Zhi ada perlu apa sampai datang menemui ku? Aku rasa ini terlalu jelas, jika disebut sebagai sebuah kebetulan.” Ucap Ling Feng tidak berniat untuk basa-basi dan langsung pada inti nya.


“Sebelum aku membicarakan sesuatu, bolehkah aku ikut duduk juga di sini?” Kata Zhi Yan dengan lembut, walaupun saat ini ia sudah tersentak kaget, karena Ling Feng bisa menyadari niatnya dengan jelas dalam sekejap dan hal itu membuat wanita tersebut semakin tertarik dan penasaran dengan Ling Feng.


“Tentu, kenapa juga tidak. Aku tidak bisa menolak, karena sudah di perlakukan khusus di sini.” Ucap Ling Feng menganggukkan kepala nya. Zhi Yan pun duduk berseberangan dengan Ling Feng. Ia juga memanggil pelayan untuk menyiapkan sesuatu untuk nya sendiri.


“Jadi apa yang ingin Anda bicarakan denganku?” Ucap Ling Feng lagi, membuat sudut bibir Zhi Yan kaku ketika mendengar pertanyaan Ling Feng yang langsung pada intinya, namun ia tidak berkata apapun, dan mulai menyampaikan apa yang hendak di bicarakan dengan Ling Feng.


“Tuan muda kota ini akan mengadakan sebuah perjamuan, dalam perjamuan itu akan ada pertemuan antara generasi-generasi muda Kekaisaran Wu. Jadi, aku hendak bertanya kepada Tuan Feng, apakah Tuan Feng tertarik untuk hadir?” Tanya Zhi Yan seraya menyesap teh yang berada di meja tersebut untuk menenangkan diri nya.


“Maaf nona Zhi. Aku tidak tertarik dengan hal merepotkan seperti itu.” Ucap Ling Feng langsung menolak nya sesaat Zhi Yan selesai berbicara. Membuat wanita tersebut hampir menyemburkan teh yang baru saja masuk ke dalam mulut nya, saking terkejutnya ketika Ling Feng langsung menolak undangan tersebut tanpa pikir panjang sama sekali.


“Uhukkk...! Maaf, aku hanya terkejut saja. Kalau boleh tahu. Kenapa Tuan Feng menolak nya?” Zhi Yan balik bertanya seraya memukul-mukul pelan dadanya, karena teh yang seharusnya keluar, ia paksa telan seluruh nya.


“Sudah ku katakan di awal tadi. Aku tidak tertarik dengan hal merepotkan seperti itu, lagipula hanya sebuah jamuan dan pertemuan belaka, tidak ada menarik-menariknya.” Ucap Ling Feng dengan tenang, dan hal itu membuat Zhi Yan tidak habis pikir dengan pria di hadapan nya ini, tidak lebih tepatnya ia baru pertama kali menghadapi pria yang begitu tenang dan sangat sulit di tebak seperti Ling Feng.


“T-tapi...” Ucapan Zhi Yan keburu di potong oleh Ling Feng yang langsung mengakhiri topik pembicaraan tersebut. “Aku tidak akan mengubah keputusan ku. Jadi, aku minta maaf karena harus menolak undangan dari nona Zhi.” Kata Ling Feng, membuat Zhi Yan tmengatupkan kembali mulutnya, tidak bisa berkata-kata.


“K-kalau begitu, aku tidak menghormati keputusan Anda, tapi kalau boleh tahu apakah Anda hendak melakukan sesuatu besok?” Tanya Zhi Yan, dan itu tentunya membuat Ling Feng sedikit risih, karena wanita tersebut terlalu penasaran dengan dirinya. Walaupun begitu, Ling Feng tetap menjawab pertanyaan dari wanita tersebut.


“Ya kebetulan aku memang ada hal yang perlu di lakukan.” Jawab Ling Feng dengan singkat seraya menuangkan teh ke dalam gelasnya, lalu menyesap nya dengan santai.


“Aku mengerti, kalau begitu silahkan dinikmati Tuan Feng. Maafkan aku, karena telah mengganggu waktu dan kenyamanan anda.” Ujar Zhi Yan lalu diangukki oleh Ling Feng. Keduanya pun makan dengan tenang kala itu. Beberapa menit kemudian, sesi makan pun selesai. Ling Feng langsung pamit untuk pergi keluar setelah menghabiskan sebotol minuman yang ia pesan. Zhi Yan mempersilahkan Ling Feng untuk pergi, dirinya juga hendak kembali ke kamarnya kala itu.


>>>>>>______


Suatu Tempat yang Gelap


“Lapor Tuan. Secepatnya aku akan membawakan persyaratan nya ke sini. Jadi mohon bersabarlah sedikit lagi, paling lama aku akan membawakan persyaratannya keesokkan hari menjelang malam.” Jawab sosok pria yang tidak terlalu sepuh, sedang bertekuk lutut di hadapan sosok pria yang duduk itu.


“Kekeke... Baguslah. Kalau begitu aku akan memberikan kekuatan yang kau mau sesuai dengan janji ku.” Ucap sosok pria tersebut tertawa lebar dengan suara yang terdengar sangat mengerikan. Terlihat pria tersebut bangkit dari singgasana nya, memperlihatkan wajah nya yang begitu menyeramkan, walaupun perawakan nya seperti manusia. Kedua mata nya berwarna merah darah, dan dahinya juga terdapat dua tanduk.


“Terimalah ini. Maka kau akan menjadi lebih kuat lagi orang tua kekekeke...” Ujar pria menyeramkan itu seraya mengeluarkan botol kecil dari cincin ruang nya lalu memberikannya kepada pria yang bertekuk lutut itu.


Pria yang menyeramkan itu tidak lain adalah ras iblis yang menyamar sebagai manusia. Lalu untuk pria yang sedang bertekuk lutut itu adalah Wali kota Teratai Hitam. Terlihat jelas, sang wali kota menerima botol kecil tersebut dengan tangan bergetar, ia lantas tersenyum lebar seraya membuka penutup botol kecil itu. Pada saat itulah ia menghirup kuat-kuat aroma yang keluar dari botol kecil itu.


Nafasnya yang begitu memburu, membuat wali kota Teratai Hitam terlihat seperti seorang yang kecanduan akan obat-obatan tertentu. Iblis yang menyamar itu tersenyum puas melihat sang wali kota yang sudah kecanduan dengan darah iblisnya. Sang wali kota itu pun langsung menegak habis cairan merah kehitaman yang ada di dalam botol kecil itu tanpa tersisa.


Tubuhnya sang wali kota pun langsung kejang-kejang kala itu, namun tidak berlangsung lama sudah kembali normal. Wujud dari sang wali kota pun tidak berbeda jauh dengan iblis yang sedang menyamar itu, namun dirinya belum sepenuhnya menjadi iblis lebih tepatnya sudah setengah manusia dan iblis.


“Terima kasih tuan. Kalau begitu aku akan mempersiapkan persyaratannya mulai dari sekarang.” Ujar Sang wali kota hendak pamit, namun di tahan oleh iblis tersebut.


“Berhati-hatilah. Jangan lupa pesan ku, untuk tidak pernah melepas cincin yang kau kenakan saat ini. Aku baru mendapatkan kabar, bahwa iblis yang di tempatkan di Kota Suma sudah mati.” Ucap iblis itu yang dianggukki oleh sang wali kota.


“Tenang saja tuan. Yakinlah, aku pasti tidak akan ketahuan.” Ucap sang wali kota seraya tersenyum lebar. Wujudnya yang awalnya setengah iblis, kini berubah kembali menjadi wujud manusia lalu pergi dari tempat tersebut.


Setelah kepergian dari wali kota itu, iblis itu pun menyeringai lebar lalu tertawa keras, “Kekekeke... Dengan ini, aku bisa mendapatkan banyak tumbal tanpa harus turun tangan langsung. Ye Jiho si komandan iblis itu memang bodoh, padahal ia tinggal mengendalikan satu manusia yang tergila-gila akan kekuatan, lalu mengontrolnya. Tapi dirinya malah, turun tangan langsung membuat para kultivator tingkat tinggi curiga dengan hal itu. Ckkkk dasar komandan bodoh.” Kata iblis tersebut tertawa lepas.


Iblis itu lantas melirik ke arah belakangnya, dimana terlihat begitu banyak anak-anak kecil dan wanita dalam sebuah penjara besi yang sangat besar. Melihat dari postur wajahnya, wanita-wanita tersebut masihlah suci. Iblis yang menyamar jadi manusia itu selangkah demi selangkah mendekat ke arah penjara besi tersebut, membuat anak-anak dan para wanita itu bergetar ketakutan.


‘Kekeke... Baiklah, siapa dulu yang harus kunikmati ya.” Ujar iblis itu seraya menyeka air liur yang keluar dari mulut dengan ibu jarinya, membuat para anak-anak dan wanita itu menangis kencang seraya berteriak-teriak, namun sayang tidak ada yang bisa mendengar suara teriakan mereka sedikit pun.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.