
“Ling Feng menghadap kepada tiga leluhur.” Ucap Ling Feng juga ikut memberi hormat. Tentu saja dirinya sadar, bahwa pria sepuh yang sedang berkultivasi di puncak gunung tersebut tidak lain adalah leluhur dari sekte naga langit.
>>>>>>______
Ketiga orang tersebut pun membuka kedua matanya. Ketiganya menganggukkan kepalanya lalu terfokus kepada Ling Feng yang berada di belakang Chang Jin. Sampai kemudian, salah satu dari leluhur pun berkata, “ Saudara Chang Tao, apakah pemuda ini yang kamu maksud?” Tanya salah satu leluhur yang berada di sebelah kanan.
Leluhur yang berada di tengah pun menganggukkan kepalanya, leluhur yang bernama Chang Tao pun berkata, “Benar. Itu pemuda yang kemarin aku maksud. Pemuda yang mampu bertarung seimbang dengan empat jendral iblis sekaligus. Bagaimana menurut kalian berdua?” Ucap Chang Jin.
“Tepat seperti yang kamu katakan Saudara Chang Tao. Pemuda ini sangat menarik, aku bahkan tidak bisa merasakan dirinya sudah berada di ranah apa sekarang.” Ucap leluhur yang berada di sebelah kiri seraya manggut-manggut mengelus janggut nya yang panjang. Chang Jin yang mendengar itu pun terkejut, pasalnya para leluhur pun tidak bisa merasakan sejauh apa tingkat kultivasi Ling Feng berada.
“Nak Feng’er, jika kamu tidak keberatan bisakah kamu tunjukkan kekuatan mu yang sebenarnya?” Ucap Chang Tao kepada Ling Feng. Mendengar itu, Ling Feng sempat melirik ke arah Chang Jin sejenak, lalu Chang Jin pun memberikan isyarat menganggukkan kepalanya seraya tersenyum, Ling Feng yang melihat itu pun berkata, “Baiklah Leluhur.” Jawab Ling Feng lalu menon aktifkan tubuh khususnya, dan pada saat itulah kultivasi nya pun terungkap tubuhnya pun mengeluarkan aura yang sangat kuat membuat semua orang yang ada di sana pun terkejut bukan main.
Tidak hanya para leluhur saja, Chang Jin pun juga ikut terkejut, karena ia baru pertama kali melihat ranah kultivasi Ling Feng saat ini.
“Hahahaha... Bagus, bagus sekali. Ranah Saint bintang empat, kekuatan jiwa level lima. Benar-benar pemuda yang sangat luar biasa.” Ucap leluhur yang berada di sebelah kanan Chang Tao, dirinya lantas langsung tertawa senang melihat kekuatan Ling Feng yang sebenarnya.
“Tidak hanya itu saja, tulangnya saja bahkan sudah berada di tingkat Tulang Harimau tahap awal. Melihat dari usia tulangnya, pemuda ini bahkan baru berumur dua puluhan. Langit benar-benar memberkati sekte kita.” Kata leluhur yang berada di kiri Chang Tao.
Chang Jin yang melihat para leluhur yang begitu senang, tidak bisa untuk tidak heran. Pasalnya baru pertama kali ini ia melihat ketiga leluhurnya ini begitu senang dan gembira saat ini setelah ratusan tahun lamanya. Terlebih lagi Chang Tao yang begitu berkilauan matanya dan sangat senang, ketika mengetahui tingkat kultivasi Ling Feng.
“Baiklah, baiklah. Kalian berdua hentikan tawa berlebihan itu.” Ujar Chang Tao turun dari puncak gunung, diikuti dengan kedua leluhur yang lainnya. Setelah keduanya berhenti tertawa senang, Chang Tao pun menjentikkan jarinya dan seketika nuansa di sekitarnya pun berubah dan mereka semua berada di puncak bukit dengan beberapa tempat duduk sudah tersedia di sana.
“Nah untuk sekarang kita semua duduk terlebih dahulu.” Ujar Chang Tao yang dianggukki oleh semuanya. Setelah itu, Chang Tao pun mulai memperkenalkan diri nya, dan kedua leluhur yang lainnya. Leluhur yang berada di kanan Chang Tao adalah Leluhur Chang Xin. Lalu yang berada di kiri Chang Tao adalah satu-satunya leluhur wanita sekte naga langit, namanya adalah Chang Yu. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya sekali lagi lalu ia pun memberi hormat sekali lagi.
Sebagai catatan, ketiga leluhur itu sudah berada di ranah saint bintang enam. Ketiga leluhur itu sendiri mempunyai keahlian nya masing-masing, mulai dari Leluhur Chang Tao yang ahli dalam ilmu berpedangnya, Leluhur Chang Xin dengan keterampilan alkemis dan formasinya, dan yang terakhir leluhur Chang Yu yang ahli dalam seni bela dirinya.
“Feng’er memberi hormat kepada leluhur.” Ucap Ling Feng sekali lagi memberi hormat kepada ketiga leluhur itu. Melihat sikap Ling Feng yang begitu sopan kepada mereka, ketiganya pun tersenyum puas, dan semakin senang.
Pembicaraan pun kembali berlanjut, dengan Chang Tao meminta Ling Feng untuk memberitahukan jati dirinya. Ling Feng tentunya tidak menolak, dan dirinya pun mulai memperkenalkan dirinya yang adalah anak dari Ling Cao, mendengar itu Chang Xin dan Chang Yu pun sedikit menunjukkan ekspresi tidak menyangka, hanya Chang Tao saja yang menunjukkan ekspresi biasa-biasa saja sembari menyesap tehnya.
Melihat ekspresi terkejut kedua leluhur, Ling Feng pun sedikit bingung, dan sampai dari situ pun Chang Jin yang mengambil alih untuk menjelaskan nya kepada dua leluhur yang terkejut itu.
“Hahahaha... Begitu, kah. Pantas saja kamu begitu kuat, ternyata kamu anak dari Ling Cao.” Ujar Chang Xin seraya tertawa lagi, membuat Ling Feng sedikit tidak menyangka, bahwa almarhum ayahnya di kenal para leluhur.
“Eh, apakah leluhur mengenal ayahku?” Tanya Ling Feng yang tidak menduganya. Chang Xin tentunya langsung menganggukkan kepalanya, tanda mengiyakan pertanyaannya. Sampai kemudian, Chang Yu pun buka suara, “Tidak hanya mengenal ayahmu, kami juga mengenal ibu mu nak.” Jelas Chang Yu. Dirinya pun mulai menceritakan beberapa hal tentang ayah dan ibunya kepada Ling Feng.
Tentunya Ling Feng menyimak dengan seksama, karena ia tidak menyangka bahwa ayah dan ibunya bisa dikenal sampai-sampai leluhur sekte sekalipun. Setengah jam berlalu, Chang Yu pun mengakhiri ceritanya. Ling Feng yang mendengar cerita itu, sangat menikmati nya. Ia benar-benar tidak menyangka tidak hanya para tetua, kedua orang tuanya pun dekat juga dengan para leluhur.
“Jadi, nak bagaimana kabar dari ayah dan ibumu? Bisa-bisanya ia tidak mengabari kami tentang keberadaan mu.” Ujar Chang Yu kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu pun terdiam sejenak, Chang Jin pun berniat untuk menjelaskan nya, namun itu di cegah oleh Ling Feng. “Ayah dan ibu sudah tidak ada di dunia ini leluhur. Beliau berdua telah meninggal sejak aku mulai beranjak dewasa.” Ucap Ling Feng yang membuat ketiganya terkejut termasuk Chang Tao, karena dirinya pun tidak diberitahu tentang kebenaran ini.
“Nak aku minta maaf, aku tidak bermaksud seperti itu.” Ucap Chang Yu yang merasa tidak enak, karena sudah bertanya seperti itu. “Tidak perlu merasa seperti itu leluhur, Feng’er sudah baik-baik saja sekarang. Jadi tidak perlu khawatir.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum hangat kepada ketiga leluhur itu. Para leluhur awalnya terlihat sangat murka, dan ingin tahu siapa yang membunuh kedua orang tua Ling Feng.
Akan tetapi, Ling Feng langsung berkata kepada ketiganya, bahwa dirinya sudah tidak apa-apa. Lalu Chang Jin pun juga ikut menjelaskan siapa yang telah membunuh kedua orang tua Ling Feng, dan mengatakan semua itu telah selesai, karena Ling Feng telah membantai habis sekte yang membunuh kedua orang tuanya.
>>>>>>______
“Baiklah, aku dengar kamu ada perlu bertemu dengan kami Feng’er, jadi apa yang ingin kamu bicarakan dengan kami?” Tanya Chang Tao. Ling Feng yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya, lalu mengatakan tujuannya ingin bertemu para leluhur itu.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.