
"Feng'er air liur mu menetes loh." Bisik Long Tian disamping sembari cekikikan. Seketika Ling Feng tersentak sadar kembali sembari memalingkan wajahnya. Qing Xian yang melihat Ling Feng memalingkan wajahnya, ikut juga memalingkan wajahnya. Wajah keduanya benar-benar memerah saat ini.
Lalu Lin kecil pun berkata, "Bagaimana kakak Xian tuan muda? cantik juga sama seperti Lin'er, kan." Kata Lin kecil. Qing Xian yang mendengar itu semakin memanas wajahnya ketika Lin kecil berkata seperti itu. Ling Feng yang mendengar itu refleks berkata, "Ah iya Kakak Xian juga cantik." Kata Ling Feng lalu mengalihkan pandangannya ke Qing Xian dan berkata. "Pakaian yang cocok dengan mu nona, k-kau terlihat c-cantik ketika mengenakannya." Kata Ling Feng sedikit gugup mengatakannya.
Pakaian yang Qing Xian gunakan benar-benar sewarna dengan Ling Feng, pakaian itu ia kenakan karena Lin kecil yang memintanya ketika ia tidak sengaja melihatnya ketika sedang memilih baju. Qing Xian awalnya sempat menolak, namun dengan bujukan maut Lin kecil, mau tidak mau ia mengiyakan permintaan anak kecil tersebut.
Long Tian saat ini sudah tertawa sangat puas, To Mu dan Pang Lang hanya memberikan senyum dengan penuh arti dibaliknya. Ling Feng dan Qing Xian keduanya salah tingkah saat ini.
"Kita berangkat sekarang saja. Jamuan nya mungkin sudah mulai dari tadi." Kata Ling Feng langsung mengalihkan perhatian. Long Tian cekikikan penuh arti, Pang Lang dan To Mu pun masih tersenyum juga, namun mereka tetap mengiyakan perkataan Ling Feng dan mengekor dibelakang. Pada saat perjalanan, keduanya benar-benar canggung saat ini, karena mau dilihat bagaimana pun keduanya benar-benar mirip seperti sepasang kekasih.
"Feng'er apakah kau tau, poligami itu adalah hal yang lumrah loh bagi seorang kultivator." Bisik Long Tian ditelinga Ling Feng sedikit keras yang membuat dapat didengar juga oleh Qing Xian. Seketika Ling Feng refleks ingin meninju wajah Long Tian, namun sayang ia hanya mengenai bayang-bayang saja dan bablas meninju tanah.
Booooommmm
Seketika semua pandangan langsung tertuju kepada Ling Feng dan kelompoknya. "Paman Tian lain kali tak akan meleset." Kata Ling Feng menatap tajam Long Tian kesal. Seketika Long Tian langsung pindah ke belakang punggung Pang Lang dan To Mu menghindari tatapan tajam Ling Feng.
Tidak ada yang berbisik-bisik sama sekali. Par warga yang berada disana hanya melihat sekilas dan berpura-pura tidak melihat apapun mengabaikan kelompok Ling Feng. Ditambah ada sebuah jamuan, membuat jalanan menuju mansion benar-benar sangat ramai.
"Cihhhhh naga tua si*lan!" Gumam Ling Feng kesal. Qing Xian yang mendengar itu semakin menundukkan wajahnya. Ia malu sangat malu ketika mendengar hal itu. "Kalaupun iya tidak apa-apa." Gumam Qing Xian pelan sangat pelan. Bahkan Ling Feng tidak bisa mendengarkan gumamannya sama sekali.
"Maaf apa yang kau katakan tadi, aku tidak mendengarkannya karena terlalu pelan." Kata Ling Feng. Qing Xian menegang tubuhnya lalu menggelengkan kepalanya berkata, "T-tidak apa-apa tuan muda. Apa yang kukatakan tidaklah penting." Kata Qing Xian menyembunyikan wajahnya memeluk Lin kecil.
"Jika diingat-ingat kembali, kau masih memanggil ku tuan muda ya. Panggil nama ku saja, kita masih seumuran." celetuk Ling Feng tiba-tiba sembari melanjutkan perjalanannya. "Bagi saya itu sedikit tidak sopan. Karena anda adalah orang yang dihormati oleh walikota dan ayah saya. Jadi rasanya tidak sopan jika saya hanya memanggil nama akrab anda." Jelas Qing Xian.
"Begitu, kah…Baiklah kalau kau memang menghormati ku seperti ayah mu menghormati ku, maka panggil aku dengan nama akrab ku. Ya itupun jika kau menghormati pilihan ku." Kata Ling Feng. Qing Xian yang mendengar itu tidak menyangka bahwa Ling Feng ternyata bisa berpikir seperti itu.
"K-kalau anda memaksa begitu maka saya juga mempunyai permintaan kepada anda." Kata Qing Xian. Obrolan keduanya menjadi lebih lancar dan rasa canggung dari keduanya pun perlahan hilang. "Katakan jika itu masih jangkauan ku mungkin aku bisa membantu." Kata Ling Feng.
"Kalau anda meminta saya memanggil anda dengan nama akrab anda, m-maka panggil saya dengan panggilan akrab juga kedepannya." Kata Qing Xian sedikit gugup. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum tipis lalu berkata, "Kalau begitu maka kita sepakat." Kata Ling Feng tersenyum tipis.
"Jika kita tidak mengetahui faktanya, mereka benar-benar terlihat seperti pasutri baru ya." Celetuk Long Tian melihat Ling Feng dan Qing Xian yang sudah tidak canggung sama sekali.
"Kita hanya perlu membantu jika Feng'er memang membutuhkan pendapat, dan benar apa yang dikatakan oleh adik keempat. Biarkan Feng'er yang memutuskannya jalannya sendiri." Tambah To Mu.
Tempat Jamuan
Terlihat lokasi jamuan saat itu sudah ramai dan bisa dibilang juga beberapa tamu sudah banyak yang hadir dan mengisi waktu dengan saling berbincang dan membangun relasi.
"Salam Walikota Anyi terimakasih sudah mengundang kami ke jamuan yang anda buat. Sungguh terhormat bisa menghadirinya." Sapa beberapa kenalan Walikota Anyi yang menyapanya.
"Terima kasih juga sudah menyempatkan untuk hadir ke jamuan yang saya buat. Merupakan suatu kehormatan sendiri juga bagi saya. Kalau begitu silahkan dinikmati beberapa jamuan yang telah disediakan disini." Kata Walikota dengan senyum profesionalnya.
"Kalau begitu kami pamit undur diri walikota." perwakilan dari sekumpulan orang tersebut pamit undur diri. Walikota Anyi yang mendengar itu menganggukan kepalanya mempersilahkannya.
Tidak lama perginya beberapa kenalan Walikota, sang putri atau anaknya sendiri datang sedikit tergesa-gesa dengan langkah yang lebar. "Bagaimana putri ku apakah tuan muda sudah datang kemari?" Tanya Walikota Anyi kepada putrinya.
Zi Liu menggelengkan kepalanya, "Tuan muda Feng masih belum datang. Apakah tidak sebaiknya kita mulai saja sekarang Jamuan nya ayah." Kata Zi Liu. Ia berkata seperti itu, karena mendengar bisikan-bisikan para bangsawan tadi.
Walikota Anyi yang mengetahui alasan mengapa Zi Liu berkata seperti itu tersenyum lalu berkata, "Tidak apa-apa anakku, jangan pikirkan apa yang dikatakan oleh orang lain. Jika aku memulai Jamuan nya sekarang, hal itu sama saja dengan tidak menghormati tuan muda Feng. Sedangkan jamuan yang ayah buat sekarang ini memang ditujukan untuk tuan muda. Bukankah tidak sopan memulai Jamuan nya tanpa tuan muda." Kata Walikota Anyi tersenyum.
"Salam Walikota. Maafkan saya karena datang terlambat." Sapa seseorang kepada walikota Anyi. Walikota Anyi lantas mengalihkan pandangannya lalu tersenyum dan berkata, "Salam juga untuk kepala keluarga Qing dan santai saja, jamuan nya juga belum mulai saat ini." Kata Walikota Anyi.
"Awalnya aku ingin datang dan menjadi yang pertama, tapi Xian'er benar-benar entah dimana dia sekarang. Dia tidak kelihatan sama sekali di kediaman Qing." Keluh Kepala Keluarga Qing.
"Di rumah makan Bulan Matahari juga tidak ada?" Tanya Walikota. Kepala keluarga Qing menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Aku sudah mengecek ke sana dan tidak ada. Apakah ia tidak datang ke jamuan ini karena tau bahwa yang hadir mewakili keluarga Guan adalah tuan muda kedua dari Keluarga Guan." Asumsi Kepala Keluarga Qing.
"Eh memangnya ada apa dengan tuan muda keluarga Guan sampai-sampai Xian'er tidak ingin bertemu dengannya?" Tanya Walikota. Kepala keluarga Qing menghela nafas berat berkata. "Ceritanya panjang."
>>>>>>> Bersambung