Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Keluh Kesah Para Murid


“B-bocah ini benar-benar serius mengatakan hal itu dengan senyuman tercetak di wajah nya?! Iblis, dialah iblis sesungguh nya!” Batin semua orang yang ada di sana bergidik ngeri lalu mereka pun langsung melaksanakan apa yang dikatakan oleh Ling Feng, karena mereka sangat yakin bahwa apa yang ia katakan tadi adalah sebuah keseriusan.


>>>>>>______


Walaupun masing-masing dari mereka semuanya mengumpat, tidak ada yang mengeluh sama sekali, karena selama tiga bulan ini Ling Feng telah membuktikannya kepada mereka, bahwa semua yang mereka lakukan tidaklah sia-sia. Walaupun kultivasi orang-orang tersebut tidak banyak peningkatan, namun fondasi tubuh mereka benar-benar kokoh.


Terlebih lagi alasan mereka tidak bisa mengeluh adalah Ling Feng sendiri ikut dalam pelatihan tersebut, dengan beban dua kali lipat dari yang di tanggung murid-murid yang lainnya. Jika orang-orang hanya membawa batu seukuran tubuh mereka, maka Ling Feng membawa batu yang ukurannya dua kali lipat daripada itu.


“Hehhh... Ada apa ini? Apakah senior-senior semua sudah kelelahan sekarang? Ini baru saja lima puluh putaran loh. Masih ada empat ratus lima puluh putaran lagi.” Ujar Ling Feng yang berlari di depan para murid yang lainnya seraya membawa batu yang ukurannya lebih besar daripada tubuhnya, Ia bahkan tidak terlihat kesulitan sama sekali dengan memanggul batu besar itu dengan tubuh nya.


Semua murid-murid di sana hanya bisa menggertakkan giginya, dan langsung menambah kecepatan lari mereka, karena merasa terprovokasi oleh ucapan Ling Feng. Melihat tatapan tajam yang di tunjukan para senior-seniornya, Ling Feng terkekeh pelan lalu berlari mendahului mereka semua.


Biasanya Ling Feng tidak sendiri, namun untuk beberapa alasan para tetua tidak bisa ikut untuk mengawasi nya, karena hampir seluruh para tetua sedang melakukan pelatihan tertutup untuk menembus tingkat yang lebih tinggi. Ling Feng sendiri kebagian untuk mengatur pelatihan murid inti. Dalam sebuah sekte, ada tingkat murid itu di bagi tiga. Murid luar, murid dalam, dan terakhir murid inti. Untuk menu pelatihan nya sendiri tidak ada yang berbeda dan di sama ratakan, oleh karena itu Ling Feng saat ini bisa mengawasi mereka sekaligus saat ini.


Sebelum dimulainya pelatihan, sempat di adakannya pertemuan untuk membahas pelatihan yang efektif, dan di pertemuan itulah para tetua meminta saran kepada Ling Feng tentang apa yang harus di lakukan untuk membuat pelatihan itu menjadi lebih efektif.


Ling Feng yang ditanyai seperti itu, tanpa ragu mengatakan nya, bahwa apa yang kurang dari para murid saat ini adalah fondasi tubuh. Mendengar itu para tetua pun ingin mendengarkan alasan mengapa Ling Feng berkata seperti itu, tentu Ling Feng dengan sabar mulai menjelaskan alasan mengapa fondasi tubuh itu adalah hal yang penting.


>>>>>______


Tiga Bulan Sebelumnya


“Nah Feng’er coba jabarkan mengapa kita harus fokus kepada fondasi tubuh.” Ucap Chang Jin seraya menatap ke arah Ling Feng.


“Dalam sudut padangku, walaupun seseorang mempunyai ranah kultivasi yang tinggi, itu semua tidak berarti apa-apa jika orang tersebut tidak mempunyai fondasi tubuh yang kokoh.” Ujar Ling Feng mulai menjelaskan.


“Mempunyai fondasi tubuh yang kokoh, membuat kita mempunyai postur tubuh yang kokoh juga. Hal ini sangat membantu untuk menjaga kuda-kuda berpedang nya menjadi lebih kuat dan tidak mudah goyah.” Jelas Ling Feng yang dianggukki para tetua tanda setuju dengan apa yang ia katakan, terutama tetua ketujuh.


“Tidak hanya itu saja, mempunyai fondasi tubuh yang kokoh juga meningkatkan kekuatan otot dan daya tahan fisik. Semakin kuat fondasi tubuh seorang kultivator, maka semakin baik ia dalam mengontrol pergerakan tubuhnya.” Lanjut Ling Feng lagi dan mulai menjelaskan hingga lima poin mengapa menstabilkan fondasi tubuh itu penting.


“Hohhhh... Menarik, coba katakan apa itu nak?” Tanya Tetua kedua seraya manggut-manggut.


“Mental.” Ucap Ling Feng yang membuat semua orang di sana bingung, karena apa hubungannya fondasi tubuh dengan mental. Ling Feng tersenyum tipis lalu berkata, “Mempunyai fondasi tubuh yang baik, juga berpengaruh terhadap mental seorang kultivator. Alasannya sederhana, karena ketika seseorang dalam kondisi tubuh yang kokoh dan seimbang dalam arti sempurna, hal itu dapat meningkatkan kepercayaan dirinya sendiri serta memperkuat konsentrasi nya.” Ucap Ling Feng mengakhiri penjelasan nya.


Para tetua yang mendengarkan itu tidak ada yang tidak kagum kepada Ling Feng. Pasalnya apa yang dikatakannya itu benar-benar sangat detail dan mudah di pahami membuat siapa saja pastinya akan mengerti dengan maksud dari perkataan yang di sampaikan nya.


“Baiklah aku mengerti. Kalau begitu mari kita laksanakan apa yang kamu katakan itu.” Ujar Chang Jin seraya melihat ke arah para tetua, meminta pendapat mereka dan tentu nya para tetua menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan rencana itu.


>>>>>>______


Kembali ke Masa Sekarang


Tidak terasa satu jam pun telah berlalu, semua orang di sana berhasil melakukan apa yang dikatakan oleh Ling Feng yaitu, memutari lapangan latihan sebanyak lima ratus kali sembari membawa batu besar. Bak mayat hidup, wajah mereka semua pucat pasi. Semuanya bahkan terkapar di tanah dengan tangan dan kakinya yang sudah bergetar hebat. Bahkan ada yang sudah kehabisan nafas dan bisa pingsan kapan saja.


“Ah ini mengerikan... Rasanya aku ingin mati saja sekarang. Orang itu benar-benar tidak punya hati nurani melakukan hal ini kepada kami.” Batin semua orang yang terpakar di tanah.


“Lihat itu... Apa junior kata, selama ada kemauan pasti ada jalan. Junior saja mampu, maka senior-senior juga mampu untuk melakukan nya.” Ujar Ling Feng di pinggir lapangan, dirinya sendiri sudah selesai setengah jam yang lalu, membuat orang-orang yang ada di sana merasakan tekanan batin melihat kecepatan Ling Feng berlari, walaupun beban yang ia bawa lebih berat dari mereka semua.


“Neraka! Ini adalah neraka! Kami sedang berada di dalam neraka sekarang!” Keluh semua orang yang hanya bisa berteiak lantang di dalam benak hati mereka, tidak berani menyerukan nya, karena jika mereka melakukan hal itu, Ling Feng tanpa segan akan menaikkan porsi latihannya dua kali lipat.


“Kerja bagus para senior, nah ayo bangkit semuanya. Kalau tidak, sarapan paginya akan telat loh.” Ujar Ling Feng melangkah santai melewati semua orang yang ada di sana melangkah menuju rumah makan sekte.


“Dasar iblis, memangnya siapa yang membuat kami semua telat sarapan hahhhh?!” Batin semua orang mengatupkan giginya masing-masing. Semua orang di sana baru bisa berdiri setelah beberapa menit kemudian, dan mereka pun berjalan kaku ke arah rumah makan menyusul Ling Feng.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.