Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Meminta Keluar dari Tanah Rahasia


“Habisi kedua manusia itu!” Teriak salah satu iblis memberikan aba-aba pada kelompoknya. Han Ying dan Han Shen pun melakukan hal yang sama, langsung menerjang juga menghadapi ke enam ras iblis tersebut.


>>>>>>______


Baik Han Ying ataupun Han Shen, bertarung dengan sengit. Walaupun ranah keduanya sedang di tekan saat ini, tentunya itu tidak terlalu berpengaruh pada mereka yang telah menjalani pelatihan keras oleh Ling Feng.


Terlihat Han Shen dengan sangat lincah bergerak melancarkan serangan ke titik vital para iblis tersebut. Teknik pedangnya mengalami peningkatan yang signifikan, membuat para iblis itu kewalahan melawannya.


Han Ying pun tidak jauh berbeda, para iblis itu benar-benar di buat kewalahan oleh teknik pedang apinya. Kombinasi keduanya benar-benar memojokkan sekelompok iblis tersebut. Pemimpin dari kelompok itu pun menggertakkan giginya, ia sama sekali tidak menyangka bahwa keduanya akan sekuat ini walaupun ranahnya sudah di tekan.


“Sial mereka ternyata sangat kuat. Kita pergi dari sini sekarang, kita bukan lawan mereka saat ini.” Kata Pemimpin iblis itu memberikan aba-aba kepada anak buahnya untuk mundur. Melihat gerak-gerik para ras iblis yang hendak kabur ia sontak berteriak seraya melemparkan sebuah benda ke arah kelompok iblis tersebut.


“Dasar iblis pengecut! Jangan harap aku akan melepaskan mu begitu saja!” Teriak Han Shen seraya melemparkan sebuah bola kecil awalnya, lalu secara tiba-tiba berubah menjadi jaring membungkus keenam iblis tersebut. Tidak hanya sampai di sana saja, jaring yang awalnya hanya membungkus saja secara tiba-tiba memancarkan ledakan Qi yang luar biasa diikuti dengan teriakan mengenaskan para ras iblis.


“Akhhhh... Manusia Kepa*at!” Teriak pemimpin iblis yang juga ikut terperangkap dalam jaring tersebut lalu berubah menjadi kabut darah, tewas begitu saja. Keenam iblis itu musnah menjadi kabut darah seluruhnya tanpa tersisa sama sekali.


“Haihhh... Ini benar-benar seperti yang diprediksi oleh saudara Feng. Jika seperti ini, kita harus memberitahu semua orang yang masuk ke dalam tanah rahasia ini. Untuk segera keluar dari tanah rahasia sekarang, karena jika kita terus maju ke pusat tanah rahasia, tidak menutup kemungkinan nyawa kita sebagai gantinya.” Kata Han Shen yang diangguki oleh Han Ying. Han Ying pun mengeluarkan tokennya, token tersebut mempunyai beberapa fungsi tergantung dari kehendak dari penggunanya, Han Ying mulai merekam suaranya seraya menanamkan kesadarannya ke dalam token tersebut. Dirinya pun memproyeksikan dirinya, supaya orang-orang yang masuk ke dalam tanah rahasia juga bisa melihat pemandangan yang ia lihat saat ini.


Setelah selesai memberikan pesan kepada orang lain, Han Ying dan Han Shen pun langsung menghancurkan tokennya masing-masing, mereka tidak berniat untuk menjelajah lebih jauh lagi, karena nyawanya saat ini lebih penting dari harta benda tersebut.


Tepat setelah Han Ying dan Han Shen menyampaikan pesan kepada semua orang, selang dua hari kemudian para kultivator yang masuk ke dalam tanah rahasia pun keluar seluruhnya. Semua orang yang masuk ke dalam tanah rahasia telah melihat proyeksi tubuh Han Ying beserta jejak pertarungan mereka, di sana juga diperlihatkan banyaknya mayat yang dalam kondisi mengenaskan.


“Benar-benar sangat kejam.” Gumam salah satu orang kepada temannya, setelah melihat proyeksi gundukan mayat yang tak terhitung jumlahnya.


“Kita harus bersiap-siap. Sesuatu yang buruk pasti akan terjadi sebentar lagi.” Ujar temamnya dengan tangan terkepal, ia sangat marah ketika melihat pemandangan ulah dari ras-ras iblis menjijikan itu. Mereka tentunya sangat marah, setidaknya dari informasi saat ini, hampir ratusan lebih orang yang telah mati dijadikan persembahan.


Lalu lima belas hari pun berlalu begitu saja. Semua orang yang ada di yang masuk ke dalam tanah rahasia telah keluar semuanya, kecuali kelompok Ling Feng. Setidaknya dapat di pastikan, orang yang berhasil keluar dari tanah rahasia kurang dari lima ratus orang.


>>>>>>


Kembali Kepada Ling Feng


Terlihat ketiga wanita yang berada di dalam penghalang masih belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar. Ling Feng yang tenggelam dalam kultvasinya setelah selesai mengumpul tanaman spiritual, menjadi yang pertama kali membuka matanya.


Ia sontak melirik ketiga wanita yang berada di balik penghalang, Ling Feng dapat melihat jelas bahwa ketiganya masih belum menunjukkan tanda-tanda sadar, namun mengingat bahwa dua minggu lebih telah berlalu, ketiganya pasti akan selesai tidak lama lagi.


“Makan daging bakar setelah berlatih berminggu-minggu memang yang terbaik.” Gumam Ling Feng makan dengan lahap daging bakar buatan nya itu. Selang sentengah jam kemudian, Ling Feng pun merasakan tanda-tanda dari balik penghalang refleks menoleh ke arah tiga wanita tersebut.


Terlihat Bing Jiao yang pertama kali membuka kedua matanya, Ling Feng pun langsung membentuk segel tangan, menghilangkan penghalang yang ia buat. Bing Jiao pun bangkit dari sikap lotusnya melangkah ke arah Ling Feng.


“Bagaimana perasaan mu Jiao’er? Apakah ada yang tidak nyaman?” Tanya Ling Feng.


Bing Jiao tersenyum di balik cadarnya, menggeleng-geleng kan kepalanya sontak berkata, “Justru sebaliknya. Aku saat ini merasa sangat nyaman dan kekuatan jiwa ku menjadi lebih kuat sangat signifikan.” Ujar Bing Jiao dengan senyuman di wajahnya.


“Begitu, kah... Senang mendengarnya. Ini makanlah terlebih dahulu untuk mengembalikan Qi mu yang telah hilang.” Ujar Ling Feng yang diangguki oleh Bing Jiao dan langsung mengambil tempat duduk di sisi Ling Feng.


“Terima kasih F-feng.” Ucap Bing Jiao dengan suara yang sangat kecil, bahkan saking kecilnya mungkin hanya dapat didengar oleh Bing Jiao sendiri, namun berbeda dengan Ling Feng yang mempunyai indera yang peka dan tajam.


“Hehhhh... Jadi Jiao’er ku sudah memutuskan untuk memanggil langsung namaku.” Bisik Ling Feng tepat di telinga Bing Jiao, yang membuat wanita itu tersentak ketika mendengarnya, dan bulu kunduknya langsung merinding diikuti dengan semburan pipinya yang berubah merah.


Melihat reaksi Bing Jiao yang sangat lucu baginya, membuat Ling Feng terkekeh pelan, “Ya aku senang jika memang Jiao’er sudah memutuskan itu, namun jangan terlalu memaksakan diri jika memang masih belum bisa mah.” Kata Ling Feng lagi dengan sebuah senyuman tipis tercetak di wajahnya, saat ini ia tidak mengenakan topeng, karena memang sedang makan.


“Tidak, kak... Maksud ku, Feng. Jiao’er akan berusaha keras supaya terbiasa.” Kata Bing Jiao berbalik menatap kedua mata Ling Feng dengan tekad yang sudah bulat. Ling Feng terkekeh sekali lagi, lalu berkata, “Ya kalau begitu, lakukan saja apa yang ingin Jiao’er lakukan.” Kata Ling Feng. Bing Jiao yang mendengar itu pun tersenyum bahagia, saat ini ia sudah melepas cadarnya, karena Ling Feng memintanya untuk melepas itu.


Bing Jiao dengan suasana hati yang senang, melahap daging bakar yang di buat oleh Ling Feng. Bahkan terlihat sangat jelas aura segar terpancar dari dirinya, menandakan ia benar-benar senang. Ling Feng ikut merasa senang, melihat Bing Jiao yang senang.


Selang beberapa menit kemudian, Qing Xian pun membuka kedua matanya juga. Ling Feng yang menyadari langsung memanggilnya, dan memintanya untuk makan juga. Ketiganya makan dan bercengkarama dengan renyah seraya menunggu Lin’er yang masih dalam kondisi kritisnya saat ini.


Sampai kemudian, Bing Jiao merasakan sesuatu bergetar di saku pakaiannya. Ia sontak mengeluarkan sebuah alat komunikasi yang diberikan oleh Tetua Han kepada dirinya dan kakak beradik Han sebelum memasuki tanah rahasia. Bing Jiao yang penasaran pun mengalirkan sedikit Qi nya ke dalam alat komunikasi itu, dan secara tiba-tiba proyeksi Han Ying muncul di sana.


Proyeksi Han Ying itu, menarik perhatian ketiga orang tersebut. Terlihat dimana pemandangan yang sangat mengerikan terpampang jelas di sana, membuat Bing Jiao, Qing Xian, Ling Feng memasang wajah jelek. “Sesaat setelah Lin’er sadar, kalian bertiga keluarlah dari sini.” Kata Ling Feng.


“Lalu apa yang akan dilakukan oleh mu disini setelah kami bertiga keluar?” Tanya Qing Xian dengan nada serius. Ia menyadari apa yang diucapkan oleh Ling Feng hanya di tujukan kepada mereka bertiga bukan diri nya. Bing Jiao juga menyadari itu, menatapnya dengan pandangan khawatir tentu nya.


“Aku akan mengurus para ras iblis itu, mencegah rencana mereka.” Kata Ling Feng dengan tenang, menatap beriringan antara Bing Jiao dan Qing Xian.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se ras ku.