
“Baiklah, aku dengar kamu ada perlu bertemu dengan kami Feng’er, jadi apa yang ingin kamu bicarakan dengan kami?” Tanya Chang Tao. Ling Feng yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya, lalu mengatakan tujuannya ingin bertemu para leluhur itu.
>>>>>>______
“Sebelum aku ingin masuk ke pembahasan utama, pertama-tama tolong para leluhur apa yang tertulis di dalam buku ini.” Ucap Ling Feng seraya mengeluarkan sebuah buku kuno yang di berikan oleh Long Tian kepadanya. Chang Tao yang melihat buku kuno itu pun penasaran, dan dirinya pun menerima buku yang di berikan oleh Ling Feng dan membacanya dengan cepat.
Raut wajah yang awalnya tenang, perlahan-lahan mulai berubah membuat dua leluhur yang lainnya menjadi lebih serius. Setelah beberapa menit kemudian, Chang Tao pun selesai membaca buku tersebut dan menutupnya kembali dan dirinya pun kembali berkata, “Apakah yang tertulis itu benar adanya nak? Terlebih lagi kamu mendapatkan buku kuno ini darimana?” Ucap Chang Tao dengan raut wajah serius.
“Apa maksud dari perkataan mu Saudara? Aku tidak mengerti sama sekali maksudmu.” Ucap Chang Xin yang bingung dengan maksud perkataan Chang Tao. Chang Yu sendiri hanya diam saja, namun dirinya juga jelas sangat penasaran sama dengan Chang Xin.
“Kalian berdua baca saja buku ini, maka kalian akan mengerti maksudku.” Ucap Chang Tao seraya memberikan buku tersebut kepada Chang Xin. Chang Xin menerimanya dengan raut wajah bingung, lalu membaca buku kuno tersebut dengan cepat. Raut wajah yang serius, seketika berubah menjadi lebih serius dan berubah menjadi masam ketika selesai membaca buku tersebut, Chang Yu yang penasaran pun mengambil buku tersebut dan ikut membacanya juga.
Akan tetapi, ketika Chang Yu membaca buku tersebut. Dirinya menunjukkan ekspresi yang berbeda dan berkata, “Buku ini... Isinya sama persis seperti buku kuno yang di tinggalkan para leluhur terdahulu.” Ucap Chang Yu membuat Chang Tao, Chang Xin, dan Ling Feng menoleh ke arahnya.
“Apa maksudmu saudari?” Ujar Chang Tao mengangkat sebelah alisnya. “Kalian berdua mungkin tidak menyadarinya, tapi diantara buku-buku yang di tinggalkan para leluhur pendahulu, ada buku kuno yang sama persis dengan buku ini.” Jelas Chang Yu yang membuat keduanya terkejut.
“Buku sama persis? Memangnya ada buku jenis seperti ini ya, diantara buku-buku yang di tinggalkan para leluhur pendahulu?” Kata Chang Xin yang bingung. Mendengar hal itu, Chang Yu pun menghela nafas kasar lalu lanjut berkata, “Saudara Xin hanya membaca buku-buku yang berkaitan dengan formasi dan alkemis saja, dan Saudara Tao hanya membaca buku yang berkaitan dengan ilmu berpedang saja. Jadi, mana mungkin kalian akan membaca buku-buku seperti ini.” Ujar Chang Yu dengan nada mengejek membuat keduanya pun tersetak ketika mendengar perkataan Chang Yu.
Keduanya pun hanya memalingkan wajah masing-masing seraya menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya. Chang Yu yang melihat itu hanya berdecak kesal, karena tingkah kedua orang tersebut tidak pernah berubah. Chang Jin dan Ling Feng bahkan tidak menyangka, bahwa kedua leluhur itu bisa bersikap seperti itu.
“Leluhur apakah memang ada buku yang sama seperti ini di antara buku yang ditinggalkan para leluhur pendahulu?” Tanya Ling Feng dan sekali lagi diangguki oleh Chang Yu.
“Tunggu sebentar. Aku akan mengambil bukunya.” Ucap Chang Yu lalu menghilang dari sana dan beberapa saat kemudian ia pun kembali lagi seraya membawa buku di tangannya. Buku tersebut terlihat lebih baik daripada buku yang di bawa oleh Ling Feng. Buku tersebut pun di berikan kepada Ling Feng, dan pemuda itu pun langsung membacanya sekilas.
Tepat seperti yang dikatakan oleh Chang Yu, bahwa tulisan di dalam buku yang ia bawa sama persis dengan buku Ling Feng, bahkan tulisan di buku tersebut lebih jelas ketimbang di buku Ling Feng yang sudah agak pudar dan hilang. “Baiklah kita kembali topik, jika memang benar seperti yang tertulis di buku kuno ini, apa yang kita tempati saat ini adalah benua biru, bukan dunia biru. Lalu alasan aura di benua biru sangatlah tipis adalah benua biru kita ini telah kehilangan pemilik. Hal itu bisa terjadi, karena adanya perang antara ras iblis dan ras manusia beberapa ratusan ribu tahun yang lalu.” Ucap Chang Xin merangkum kesimpulan yang tertulis di dalam buku tersebut.
“Tunggu, jadi maksud perkataan mu itu adalah...” Ucap Chang Tao yang mengerti arah pembicaraan Ling Feng dan pemuda itu pun menganggukkinya dan berkata, “Aku berniat untuk menjadi pemilik dunia ini selanjutnya, karena itulah satu-satunya cara untuk melawan pasukan raja iblis.” Kata Ling Feng dengan tegas dan sorot mata yang tajam, menandakan ia serius dengan apa yang baru saja ia katakan.
“Aku mengerti niat baik mu itu nak, tapi maaf. Kami tidak mengetahui tentang keberadaan tempat dari benda pemilik benua bir-“ Ucapan Chang Tao di potong oleh Chang Yu.
“Tidak, aku mungkin ada petunjuk untuk menuju tempat benda pemilik itu berada.” Potong Chang Yu membuat semuanya menoleh ke arah Chang Yu dengan pandangan serius. “Apakah kamu benar-benar mengetahuinya saudari?” Ucap Chang Xin lagi dan di balas anggukan kepala oleh Chang Yu. “Mana mungkin aku bercanda di situasi yang serius ini.” Timpal Chang Yu dengan nada kesal yang membuat Chang Xin sedikit menjauh dari sana.
“Cih... Dasar tua peot.” Umpat Chang Yu seraya mendelik tajam ke arah Chang Xin. Chang Tao pun langsung mengelus-elus punggung leluhur wanita itu seraya menenangkan nya. “Baiklah Feng’er, berikan buku itu kepada mu. Aku akan menunjukkan petunjuk yang ku maksud.” Ucap Chang Yu kepada Ling Feng.
Ling Feng yang mendengar itu menurutinya, ia pun memberikan buku itu kembali kepada Chang Yu. “Aku sudah membaca buku ini puluhan ribu kali, dan pada saat itulah aku menyadarinya. Buku ini tidak hanya memberikan informasi tentang kebenaran dari benua biru ini saja.” Jelas Chang Yu dengan raut wajah serius.
Dirinya pun lantas mulai menjelaskan, ada beberapa kalimat yang janggal tertulis di dalam buku tersebut. Awalnya memang terlihat sebuah kalimat pada umumnya, namun jika diamati dengan jelas dan dipikirkan lebih dalam, kalimat tersebut mempunyai arti lain. Semua orang yang ada di sana pun terkejut, dengan penjelasan Chang Yu. Chang Yu pun lantas memberikan sebuah contoh kalimat, awalnya memang terlihat kalimat tersebut hanyalah sebuah kalimat penyambung biasa.
Akan tetapi, ketika Chang Yu berkata untuk mengartikannya dengan arti yang berbeda, dan benar saja seperti yang dikatakan oleh Chang Yu. Kalimat tersebut pun mempunyai arti lain, membuat semua orang yang ada di sana terkejut bukan main. Chang Yu pun mulai merangkumnya dan terbuatlah beberapa kata.
“Ujung Benua dan Kekacauan.” Ucap Chang Yu selesai mengartikan kalimat tersembunyi di dalam buku kuno tersebut dan mendapatkan tiga kata kunci.
“Ujung Benua dan Kekacauan?” Ucap Ling Feng yang bingung, karena baru pertama kali mendengar tempat tersebut, tapi Chang Yu menyadari sesuatu dan diri nya pun hilang dan kembali lagi membawa sebuah buku lainnya.
“Buku tersebut adalah buku yang mungkin menjelaskan tentang tempat, yang dimaksud dengan ujung benua.” Jelas Chang Yu lagi dan Ling Feng pun langsung membaca nya dengan cepat selembar demi selembar buku tersebut.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.