Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Jauh di Bawah Tanah


“Kalau begitu antarkan aku ke tempat yang kamu sebutkan tadi paman.” Ucap Ling Feng dan dianggukki oleh Long Tian. Keduanya pun menghilang dari sana dan pergi ke sisi lain Pulau Ujung Benua.


>>>>>>______


Daerah di Bawah Pulau


“Heummm ada yang membuka pintu masuk.” Gumam sebuah suara dari di balik kegelapan dan tiba-tiba muncul sepasang mata yang bercahaya terang di balik kegelapan tersebut.


“Sudah sekian banyak orang yang datang ke pulau ini, namun mereka semua hanya datang untuk mengambil sumber daya yang berlimpah di Pulau ini, namun yang satu ini sepertinya cukup hebat juga untuk menyadari tempat tersembunyi nya.” Gumam suara tanpa wujud itu dengan nada yang berat.


“Hahahaha jadi begitu rupanya. Sang Pewaris telah datang ke pulau ini. Aku jadi menantikan nya.” Ucap suara tanpa wujud itu lalu tertawa cukup kencang dan beberapa saat kemudian hening kembali dan sepasang mata yang tadi bersinar pun juga ikut hilang.


>>>>>>______


Kembali Kepada Ling Feng


“Oi paman, Apakah tempatnya di sini? Tanya Ling Feng dan dianggukki oleh naga kecil di depannya.


“Iya, ini tempat yang tadi kubicarakan sebelumnya.” Ujar Long Tian membenarkan pertanyaan Ling Feng. Naga kecil itu juga menunjuk ke sebuah arah dan Ling Feng pun mengikuti arah yang ia tunjuk. Terlihat di sana memang ada sebuah lubang yang cukup besar, namun yang menarik perhatian nya adalah ada sebuah tangga yang menuju ke bawah tanah.


Ling Feng menatap serius ke arah lubang tersebut, ia tidak bisa melihatnya lebih dalam karena ada semacam formasi yang menghalangi pandangannya, walaupun begitu ia bisa merasakan aura yang terpancar dari tempat tersebut bukanlah aura yang biasa.


“Ayo kita periksa paman.” Ucap Ling Feng dan langsung turun ke sana dan melesat cepat masuk ke dalam lubang besar tersebut diikuti dengan Long Tian di sebelahnya. Keduanya masuk jauh ke dalam bawah tanah. Sekitar mereka benar-benar sangat gelap tanpa ada cahaya sedikit pun.


“Nak apakah kamu tidak mau melakukan sesuatu dengan kegelapan ini? Benar-benar sangat gelap dan aku tidak bisa melihat apa-apa di sini.” Celetuk Long Tian tiba-tiba membuat Ling Feng yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya heran dan lantas berkata, “Kenapa juga aku harus melakukan itu? Terlebih lagi matamu itu bukannya istimewa paman?” Ujar Ling Feng dengan nada bicara merasa heran.


“Ugkhhh... Tetap saja rasanya tidak nyaman menggunakan teknik ini, rasanya seperti semuanya serba hitam dan putih.” Keluh Long Tian dan hanya di balas dengusan oleh Ling Feng.


“Kalau begitu tahan saja, aku rasa kita mungkin hampir sampai. Lalu, jika aku menggunakan teknik semacam penerangan dan sejenisnya, seluruh beast yang menempel di langit-langit gua akan terganggu dan urusannya akan menjadi lebih repot.” Jelas Ling Feng panjang lebar membuat Long Tian hanya bisa terdiam.


“Hehehehe... Jadi ketahuan ya.” Ujar Long Tian terkekeh pelan seraya menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya. “Cihhhh... Memangnya aku sebodoh itu, kali ini aku tidak akan makan trik murahan mu itu paman.” Timpal Ling Feng seraya berdecak kesal lalu melesat lebih cepat meninggalkan Long Tian di belakangnya.


Setelah hampir tiga jam lebih turun ke bawah tanah, Ling Feng dan Long Tian pun sampai di ujung tangga tersebut. Entah sudah berapa puluh ribu meter turun ke bawah tanah, namun yang pastinya ia sangat jauh dengan daratan dan itu membuat Ling Feng entah mengapa merasa sangat kesal.


Ling Feng telah sampai di ujung tangga dan bertemu dengan jalan setapak lurus ke depan. Tanpa pikir panjang ia pun melangkah lurus ke depan mengikuti jalan setapak tersebut. Untuk Long Tian sendiri sudah berada di puncak kepala Ling Feng tengah tertidur pulas di atas sana.


Setelah beberapa saat mengikuti jalan setapak, Ling Feng pun sampai di sebuah tempat yang luas dan sejauh mata memandang hanya ada kegelapan saja. Walaupun hanya ada kegelapan saja, namun ada satu hal yang menarik Ling Feng ketika sampai di sana yaitu, sebuah formasi kuno. Awalnya ia menatap formasi tersebut dengan serius, namun beberapa saaat kemudian, Ling Feng pun langsung tersenyum tipis, karena dirinya telah mengetahui formasi kuno tersebut dari pemahaman yang di berikan oleh Chen Heng sebelumnya.


Ling Feng berjalan ke depan dan tepat dirinya hendak menyentuh formasi tersebut, terdengar sebuah suara yang tiba-tiba muncul tanpa ada wujudnya.


“Jangan pernah coba-coba untuk menyentuh formasi itu jika kau masih sayang akan nyawamu wahai pemuda manusia.” Ucap suara yang terdengar sangat berat dan bergema di sekitar tempat tersebut.


Mendengar hal itu, alih-alih menanggapi nya dengan serius, Ling Feng malah tersenyum meremhkan seraya berkata, “Hehhhh... Jadi kau bisa bicara juga rupanya, kukira kau hanya sebuah patung penghias ruangan saja.” Ucap Ling Feng tersenyum mengejek seraya melirik ke arah sisi tempat tersebut.


Tidak hanya Ling Feng saja, Long Tian juga melirik ke arah yang sama, namun bedanya ia menunjukkan raut wajah yang berbeda dengan Ling Feng. Tepat Ling Feng berkata seperti itu, tidak ada tanggapan sama sekali, namun setelah beberapa saat kemudian suara pun kembali terdengar.


“Ini peringatan terakhir pemuda manusia! Pergi dari tempat ini sekarang juga!” Ujar suara tersebut kembali dan kali ini dengan menggunakan nada memerintah.


“Kalau aku tidak mau kau ingin apa memangnya? Membunuhku?” Ujar Ling Feng dengan nada santai lalu berbalik ke arah yang ia lirik sebelumnya.


“Dasar sombong! Aku sudah baik hati meminta mu untuk pergi dari sini, tapi kau malah angkuh dan bersikap sombong di depan ku. Sesuai dengan apa yang kau katakan, aku akan membunuh mu!” Ujar suara tersebut yang tiba-tiba mengubah nada bicaranya menjadi kasar. Tidak hanya itu saja, Ling Feng juga bisa merasakan aura membunuh yang terpancar dari setiap sudut tempat tersebut, tidak hanya di satu tempat yang ia pandangi saat ini.


Tempat yang awalnya gelap gulita pun mendadak terang-benderang yang diikuti dengan getaran di sekitarnya. Ketika sekitarnya telah terang-benderang, terlihat dirinya berada di sebuah tempat yang berbentuk persegi dengan ukuran yang tidak terlalu luas, namun yang menjadi menarik perhatiannya adalah pola-pola yang diukir sama persis dengan yang ia lihat di gerbang besar pintu makam Chen Heng.


Lalu ia melihat sebuah patung batu beast yang cukup besar dengan tingginya hampir tiga meter berada beberapa meter di hadapan nya. Beast tersebut berupa sosok kura-kura dengan tubuhnya yang di lilit oleh ular hitam raksasa. Tidak hanya ada satu patung batu saja di sana, ada banyak patung beast dari beberapa wujud juga di sekitar patung beast kura-kura tersebut.


Kembali terdengar getaran yang keluar dari patung batu tersebut dan masing-masing matanya bercahaya.


“Hehhhhh menarik... Jadi, kau ingin membunuhku dengan cara ini rupa nya ya.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum tipis melihat seluruh patung beast itu bisa bergerak dan masing-masing di antara mereka memancarkan aura yang setara dengan Ranah saint puncak.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.