Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Detik-detik Pertarungan Gelar Kakak Pertama


"Paman biarkan aku memukul wajah orang yang membuat Lin'er takut sekali saja paman. Lepaskan aku sekarang." Teriak Hao Xiang meronta-ronta. "Berani-beraninya ia memarahi Lin'er…Walaupun ia sudah meminta maaf aku tidak akan memaafkannya semudah itu." Kata Hao Xiang.


Long Tian hanya mengabaikan teriakan Hao Xiang walaupun saat ini mereka sudah menjadi pusat perhatian para prajurit disana. Mereka masih dalam wilayah mansion walikota dan sedang menuju ke arah keluar mansion walikota.


"Awalnya aku tidak berharap bahwa orang itu untuk meminta maaf, namun melihat dirinya sampai berinisiatif meminta maaf tadi. Ya kurasa sudah tidak perlu dipermasalahkan kembali." Kata Ling Feng.


"Kenapa kakak memaafkannya semudah itu, harusnya kita buat babak belur terlebih dahulu supaya segan untuk mengulanginya lagi." Kata Hao Xiang masih tidak terima. Ling Feng yang mendengar itu lantas berkata, "Kau tau Hao'er. Hati adalah salah satu eksistensi yang paling misterius yang ada di dunia ini. Kau mungkin tidak memaafkannya tapi aku yakin Lin kecil pasti akan memaafkannya." Kata Ling Feng.


"Bukankah itu karena Lin'er masih anak-anak yang naif?" Kata Hao Xiang masih membantah. Long Tian yang mendengar itu ikut menimpalinya. "Hei bukankah kau juga masih anak-anak saat ini?! Kau saja lima belas tahun saja belum sampai." Kata Long Tian mengangkat sebelah alisnya. Hao Xiang yang mendengar itu berdecak membuang muka.


Ling Feng yang sedang berjalan-jalan tiba-tiba ia berhenti melangkah Long Tian yang melihat Ling Feng berhenti melangkah pun ikut berhenti dibelakangnya. Beberapa detik Ling Feng terdiam sejenak lalu tiba-tiba langsung membuka Portal menuju dunia jiwanya. Long Tian dan Hao Xiang membelalakkan matanya terkejut ketika Ling Feng secara terang-terangan melakukan hal itu.


"Apa yang kau lakukan Feng'er bukankah lebih baik kita mencari tempat yang sepi terlebih dahulu jika kau ingin pergi ke dunia jiwa." Kata Long Tian menengok kanan kiri panik. "Itu benar kakak bagaimana jika ada orang yang mengetahui tentang dunia jiwa milik kakak nantinya." Hao Xiang juga ikut-ikutan panik.


"Tenanglah kalian berdua. Aku sudah mengecek kondisi disekitar kita dan tidak ada siapapun disini. Makanya aku berani melakukan hal ini." Kata Ling Feng. Long Tian dan Hao Xiang yang mendengar itu menghela nafas lega.


"Cihhhhh kau terlalu bersikap berlebihan naga tua." Ucap sosok yang keluar dari dunia jiwa. Long Tian yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya berkata dengan remeh. "Cihhhhh aku tidak ingin perkataan itu dari orang aneh seperti mu." Kata Long Tian dengan nada remeh.


"Hehhhhh tajam juga perkataan mu tukang mabuk. Mau bertarung lebih awal dari jadwalkah." Kata To Mu. Long Tian yang mendengar itu langsung membuang Hao Xiang yang ia jinjing maju kedepan dan berkata, "Hehhhhh akan kulayani." Kata Long Tian dengan seringai tercetak diwajahnya.


"Berhenti kalian berdua bukan disini kalian akan bertarung. Kita cari tempat yang lebih lega lagi." Kata Ling Feng melerai Long Tian dan To Mu. Long Tian dan To Mu keduanya langsung membuang muka saat itu juga.


Lalu keluar satu lagi orang yang tidak lain adalah Pang Lang. "Pang Lang menghadap tuan muda Feng." Kata Pang Lang memberi salam kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu menganggukan kepalanya lalu berkata, "Bagaimana kabar mu paman sudah cukup lama kita tidak bertemu. Lalu bagaimana dengan perkembangan anak-anak?" Kata Ling Feng. "Aku baik-baik saja tuan muda dan untuk anak-anak mereka berkembang cukup pesat satu bulan terakhir ini." Kata Pang Lang.


Pang Lang berkata seperti itu, karena perbedaan waktu di dunia jiwa dan dunia luar memang sangat jauh. Jika dunia luar satu hari, maka di dunia jiwa milik Ling Feng sudah berlalu satu bulan lamanya.


Ling Feng lantas melirik semua orang-orangnya yang sudah berkumpul. Namun ia selalu merasa ada yang kurang ketika melihat kelompoknya kembali. Sampai Hao Xiang berkata, "Aku ingin menanyakan ini pasca sarapan tadi. Dimana Ling Laohu saat ini." Tanya Hao Xiang.


Ling Feng dan kelompoknya pun berjalan kembali, namun ketika mereka ingin keluar. Terdengar suara langkah kaki. Sontak semua pandangan mata langsung tertuju kepada sumber suara. Terlihat seorang wanita berjalan dengan sedikit terburu-buru menuju kelompok Ling Feng.


Hao Xiang yang melihat itu seketika memasang wajah masam. "Kenapa adik dari si sialan itu malah datang kemari." Kata Hao Xiang. Sampai To Mu memukul kepala Hao Xiang Membuat sang empu yang di pukul mengaduh kesakitan.


Banggggg


"Aduhhhh…Kenapa paman mu memukul ku? itu sakit tau." Kata Hao Xiang mengelus-elus kepalanya yang di pukul oleh To Mu. To Mu yang mendengar keluhan itu dengan santainya berkata, "Anak kecil tidak berkata kasar seperti itu." Kata To Mu tanpa beban.


Hao Xiang yang mendengar itu berkata kembali, "Apa-apaan itu…Ini namanya diskriminasi umur. Paman Mu dan yang lainnya boleh berkata kasar, kenapa aku tidak boleh mengikutinya." Kata Hao Xiang tidak terima. Tepat setelah Hao Xiang berkata seperti itu, sebuah pukulan melayang kembali ke tempat yang sama.


Banggggg


Membuat sang empu mengaduh kesakitan sembari bertekuk saking sakitnya pukulan itu. "Masih ingin mengeluh?" Kata To Mu tersenyum sembari menunjukkan tinjunya.


Hao Xiang yang mendengar itu menegang seketika dan langsung menjauh pindah ke dekat Ling Feng. Ling Feng tidak terganggu dengan tingkah orang yang disekitarnya sama sekali.


"Jadi ada perlu apa nona Qing." Kata Ling Feng kepada Qing Xian yang masih mengatur nafasnya karena ia menyusul dengan berlari tadi. Setelah nafasnya teratur kembali, ia lantas berkata. "Sebelumnya aku minta maaf atas apa yang terjadi semalam. Alih-alih menjelaskan kepada kakakku, aku malah berdebat panas dengannya membuat Lin'er ikut terkena imbasnya." kata Qing Xian dengan menyesal.


"Jadi tuan muda Feng biarkan aku ikut dengan anda. Aku ingin menemui Lin'er dan meminta maaf langsung kepadanya." Kata Qing Xian sembari menundukkan kepalanya. Ling Feng yang mendengar itu lantas berkata. "Ah aku dan orang-orang ku in-" Kata Ling Feng yang langsung dipotong oleh Qing Xian. "Tolong tuan muda. Izinkan aku ikut dengan anda dan meminta maaf langsung kepada Lin'er. Aku Mohon…" Kata Qing Xian tegas.


"Ah bukan itu maks-" Perkataan Ling Feng lagi-lagi dipotong. Kali ini yang memotong perkataannya adalah Long Tian. "Boleh saja nona Qing. Melihat permintaan anda yang tulus maka anda boleh mengikuti kami untuk menemui Lin'er." Kata Long Tian. Qing Xian yang mendengar itu langsung tersenyum lebar dengan mata yang sangat senang.


Ling Feng yang mendengar itu pada akhirnya hanya menghela nafas panjang pasrah menganggukan kepalanya saja membiarkan semua terjadi seperti air mengalir saat ini.


>>>>>> Bersambung