Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Salah Paham


Siang harinya, saat matahari sudah berada di atas kepala, anak muda itu baru terbangun dari tidurnya. Ia kemudian membersihkan diri di sungai kecil yang terdapat di sana.


Sembari membersihkan diri itu, Zhang Fei juga mencoba untuk menangkap ikan. Kalau dapat kan lumayan, bisa dibakar, pikirnya.


Anak muda itu menghabiskan waktu sekitar setengah jam. Hasil ikan yang berhasil ditangkap ternyata lumayan banyak. Cukup untuk makan siang dan sore hari.


Begitu tiba di darat, dia segera membuat api dan membakar ikan tangkapan tadi.


Tidak lama kemudian, bau ikan bakar langsung tercium dengan jelas. Begitu ikan matang, dia langsung menyantapnya dengan lahap.


Saat perutnya sudah merasa kenyang, dia kembali lagi ke tempat sekitar markas Organisasi Bulan Tengkorak. Lebih tepatnya, di sisi kuburan Lima Malaikat Putih.


Dia tidak ingin segera pergi dari sana. Dalam hatinya, anak muda itu sudah berniat untuk diam lebih dulu barang tiga atau empat hari.


Hal itu sebagai ungkapan rasa sedih atas kematian guru yang selama ini sudah mendidiknya tanpa kenal lelah.


Kalau ia mulai merasa bosan, maka dirinya memilih untuk melakukan latihan.


Hari pertama Zhang Fei tinggal di sana, semua berjalan baik-baik saja. Tidak ada kejadian apapun juga.


Tapi tepat pada hari ketiga, sesuatu diluar dugaan telah datang menghampirinya.


Ia mendadak mendengar ada banyak suara langkah kaki manusia yang sedang berjalan masuk ke dalam hutan di mana ia berada sekarang.


Semakin lama, suara langkah kaki itu terdengar semakin dekat.


Zhang Fei melesat, dia ingin melihat siapa saja orang-orang yang datang. Namun setelah diintai, ternyata yang datang itu adalah orang-orang Partai Gunung Pedang dan beberapa orang dari perguruan lainnya.


Dia bisa mengetahui hal tersebut karena melihat dari pakaian yang mereka kenakan.


"Mau apa orang-orang itu kemari?" Zhang Fei bertanya-tanya sambil mengerutkan kening.


Ia memang heran, atas dasar apa orang-orang persilatan itu datang ke markas Organisasi Bulan Tengkorak?


Wushh!!!


Dia melesat dan masuk ke dalam markas. Zhang Fei sengaja menunggu di dalam, tujuannya adalah karena dirinya ingin tahu pasti alasan kenapa orang-orang itu datang.


Beberapa saat kemudian, rombongan pendekar sudah tiba di halaman depan. Semua orang kaget setengah mati saat mereka melihat bekas-bekas pertempuran hebat yang masih bisa disaksikan dengan jelas.


Jumlah orang yang datang itu ada sekitar lima belas. Semuanya sudah berusia tua. Orang yang berasal dari Partai Gunung Pedang berjumlah tiga. Dapat dipastikan, mereka pasti adalah sebagian petinggi di sana.


Sedangkan sisanya, Zhang Fei tidak bisa mengetahui dengan jelas. Yang pasti, mereka pun pasti berasal dari perguruan-perguruan kecil yang terdapat di Kota Luoyang.


"Saudara yang di dalam, kalau kau tidak segera keluar secara sukarela, maka biarlah kami yang akan memaksamu supaya mau menunjukkan diri,"


Salah satu petinggi dari Partai Gunung Pedang tiba-tiba berkata. Suaranya terdengar halus, namun sangat menusuk telinga.


Jelas, dia telah mengerahkan tenaga sakti dalam bicaranya itu.


Dalam hati, Zhang Fei merasa kagum juga. Padahal ia sudah berusaha menyembunyikan diri. Siapa sangka, ternyata orang itu masih bisa mengetahui keberadaannya.


Karena tidak mau terjadi salah paham, maka akhirnya anak muda itu berjalan keluar dengan langkah ringan.


Zhang Fei memberikan senyuman dan menyapa rombongan pendekar tersebut.


"Selamat pagi, Tuan-tuan. Perkenalkan, namaku ..."


"Tidak perlu banyak bicara. Kau pasti sisa anggota Organisasi Bulan Tengkorak, bukan?"


"Maaf, apa maksud Tuan?" Zhang Fei bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Jangan berpura-pura bodoh, anak muda. Aku tahu, kau adalah orang-orang organisasi iblis ini,"


"Tidak, tunggu dulu. Ini salah paham, aku bukan bagian dari mereka,"


"Hemm, bocah ingusan mau membohongi kami yang sudah tua? Kau kira kami ini bodoh?"


Tokoh tua yang lain mulai ikut dalam pembicaraan. Suara orang itu sama seperti rekannya, ia nampak tidak senang kepada Zhang Fei.


"Aku berani bersumpah. Aku bukan bagian dari Organisasi Bulan Tengkorak," anak muda itu berusaha membela diri. Bagaimanapun juga, ia tidak mau difitnah seperti itu.


"Kalau kau bukan bagian dari mereka, lalu kenapa bisa ada di sini?"


"Karena aku juga ikut dalam perjuangan menumpas Organisasi Bulan Tengkorak. Aku ikut menyumbangkan tenaga bersama rombongan para pendekar yang ternyata adalah pecundang itu,"


Zhang Fei berkata penuh emosi. Sehingga tanpa sadar dirinya mengatakan para pendekar itu adalah pecundang.


Tentu saja, mendengar ucapannya, rombongan pendekar tersebut merasa tidak terima. Terutama adalah pihak dari Partai Gunung Pedang.


"Bocah, apa maksudmu berkata seperti itu?"


Suasana mulai tegang. Orang tua itu sungguh kesal mendengar ucapan barusan.


Zhang Fei sendiri sebenarnya masih ingin memberi penjelasan. Tapi karena sadar hal itu percuma, maka ia berniat untuk memberitahukan semuanya.


"Aku ingin bertanya kepada kalian, apabila ada seorang pendekar yang lari di medan pertarungan yang sedang ia jalani, apalagi itu demi membela kebenaran, maka ia lebih pantas disebut apa?"


Matanya menatap tajam kepada lima belas orang tua di depannya itu. Tidak lama kemudian, seorang tokoh terdengar menjawab.


"Tentu saja dia adalah pecundang. Hanya orang-orang seperti itu saja yang mau melakukan perbuatan rendah seperti yang kau sebut barusan,"


"Bagus. Maka itulah yang dilakukan oleh rombongan pendekar kemarin. Memang tidak semua, pecundang itu hanya empat orang. Dan apalah kalian tahu, siapa yang pertama melarikan diri itu?"


"Siapa?" seorang tokoh yang berdiri di belakang bertanya dengan cepat.


"Dia adalah Pendekar Pedang Emas Gan Li. Wakil Ketua Partai Gunung Pedang,"


Zhang Fei berkata dengan perlahan dan penuh tekanan. Seolah-olah dia ingin semua orang yang ada di sana bisa mendengar ucapannya barusan.


Sebelum mereka menjawab, dia sudah melanjutkan lagi ucapannya.


"Aku tahu, kalian pasti tidak akan percaya dengan apa yang aku ucapkan. Aku sendiri sebenarnya tidak ingin percaya. Sayang sekali, mataku tidak buta. Jadi aku tahu manusia macam apa dia itu,"


"Bohong! Bocah setan itu sudah berbohong. Mana mungkin Wakil Ketua kami seperti itu. Jelas-jelas dia adalah seorang pendekar pembela kebenaran,"


Petinggi Partai Gunung Pedang bicara lebih dulu. Beberapa kali dia pun melirik kepada dua rekan di sisinya. Seolah-olah ada sesuatu yang disembunyikan.


Melihat kejadian dan mendengar ucapan itu, Zhang Fei tersenyum dingin. Sedikit banyaknya, walaupun hanya melihat dari gelagat mereka, tapi anak muda itu sudah tahu apa yang terjadi sebenarnya.


"Untuk apa aku berbohong? Bukankah dalam penyerangan ini, partai kalian yang menjadi pelopornya? Tapi, kenapa Ketua kalian sendiri tidak ikut dalam penyerangan?"


Semakin lama berkata, ucapan anak muda itu semakin membuat tiga orang tua yang berasal dari Partai Gunung Pedang berkeringat dingin. Wajah mereka sedikit pucat, seolah-olah menakutkan sesuatu yang tidak diketahui oleh orang lain.


"Omong kosong! Kau pasti ingin membuat malu partai kami!" teriak orang tua itu semakin tidak terima.