Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Membalaskan Dendam Kematian Guru


Seperti yang diketahui bersama, semakin banyak membunuh orang, maka semakin pekat juga hawa pembunuh yang dimiliki. Dan sekarang, Ou Yang Shen sudah bisa merasakan bagaimana pekatnya hawa pembunuh yang mampu dikeluarkan oleh Zhang Fei.


Dari sini saja, dia sudah tidak bisa membayangkan kira-kira berapa banyak manusia yang tewas di tangannya?


Kalau diibaratkan, rasanya hawa pembunuh yang dimiliki oleh Zhang Fei hampir setara dengan para pendekar pilih tanding, atau bahkan hampir menyamai pendekar tanpa tanding.


Membayangkan hal tersebut, tiba-tiba saja Ou Yang Shen merasakan bulu kuduknya berdiri sendiri.


"Untung saja pendekar muda sepertinya berada di aliran putih," gumamnya sambil menghela nafas panjang. "Andai saja Zhang Fei berada di aliran hitam, maka sudah pasti dalam waktu beberapa tahun ke depan, dunia persilatan ini akan kacau lebih kacau daripada sekarang,"


Ou Yang Shen sangat yakin akan hal tersebut. Sebagai orang yang sudah mempunyai banyak pengalaman, setidaknya dia sudah bisa memprediksi apa yang akan terjadi nantinya.


Anggapan seperti itu bukan hanya datang dari dirinya saja. Malah pria tua yang tiba-tiba muncul tadi pun juga mengeluarkan anggapan yang sama.


"Pantas saja dia banyak dicari oleh tokoh-tokoh aliran hitam. Rupanya pemuda bernama Zhang Fei itu memang luar biasa," gumamnya sambil memandang ke tengah arena pertarungan.


Sementara itu, di sana Wali Kota Lu Hong tampak sangat terkejut menyaksikan jurus dahsyat milik lawan mudanya.


Ia benar-benar tidak menyangka bahwa hanya dalam waktu beberapa tahun saja, ternyata Zhang Fei sudah berubah menjadi sosok monster yang sangat menakutkan.


"Kalau tidak dibereskan secepatnya, aku yakin dalam waktu kurang dari lima tahun saja, bocah keparat itu akan sanggup mengubah segalanya," gumam Wali Kota Lu Hong sambil menyalurkan semua kekuatannya yang tersisa.


Wutt!!!


Ia melesat dengan cepat. Bayangan tubuhnya berkelebat layaknya segumpal awan yang bisa bergerak bebas di angkasa.


"Sinar Emas Memenuhi Bumi!"


Wungg!!!


Cahaya kuning keemasan tiba-tiba muncul dan langsung menyelimuti seluru arena pertarungan. Dua jurus maha dahsyat sudah bertemu di tengah jalan.


Masing-masing jurus itu langsung mengeluarkan taringnya dengan hebat. Benturan nyaring yang terjadi akibat bertemunya dua batang benda pusaka, mulai terdengar menusuk gendang telinga.


Suara ledakan seperti guntur menyambar di tengah hujan deras terasa begitu menyeramkan. Gulungan sinar kuning keemasan dan putih keperakan terus saling libas satu sama lain.


Tidak ada seorang pun yang mampu menyaksikan kejadiannya dengan jelas. Semua orang hanya mampu melihat bayangan dari sinar-sinar tersebut.


Setelah lima belas jurus kemudian, tiba-tiba terlihat ada satu sosok yang terlempar mundur sejauh sepuluh langkah.


Sosok itu langsung tergeletak di atas tanah dengan kondisi luka yang sangat parah.


Setelah keadaan kembali normal seperti semula, semua orang segera bisa menyaksikannya dengan jelas.


Wali Kota Lu Hong!


Sosok yang tergeletak di atas lantai itu ternyata bukan lain adalah dirinya.


Ia mengalami luka parah di sekujur tubuh. Bekas-bekas tebasan pedang yang dalam dan mengeluarkan darah segar bisa dilihat dengan jelas.


Wajah Wali Kota Lu Hong saat itu sudah sudah pasti. Seluruh tenaga yang ada pada dirinya telah hilang sirna.


Sepertinya pada saat itu, ia sudah tidak sanggup lagi melakukan apa-apa.


Wushh!!!


Satu bayangan berkelebat. Tahu-tahu Zhang Fei sudah ada di depan Wali Kota Lu Hong.


Dia kemudian menyarungkan kembali Pedang Raja Dewa. Setelah itu, dengan gerakan cepat Zhang Fei langsung mengangkat tubuh Wali Kota Lu Hong menggunakan tangan kirinya.


Tubuh orang tua itu seketika terangkat setinggi dua jengkal. Wali Kota Lu Hong yang pada saat itu sudah kehabisan tenaga, tentu saja ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Tangan kanan Zhang Fei kembali bergerak. Ia mencengkeram wajah Wali Kota Lu Hong dengan keras dan langsung menariknya.


Tepat setelah itu, tiba-tiba wajah yang dicengkeram ikut terbawa.


Ternyata dibalik wajah yang terlihat, masih ada lagi wajah lainnya!


Pendekar Pedang Emas Gan Li!


Seraut wajah yang sudah tua segera terlihat dengan jelas. Ternyata apa yang dikatakan oleh Zhang Fei sebelumnya, kini terbukti benar.


Wali Kota Lu Hong adalah Pendekar Pedang Emas Gan Li.


Sedangkan wajah yang dilihat oleh semua orang selama ini, itu tak lain adalah topeng yang terbuat dari kulit.


"Apakah sekarang kau masih mau berbohong lagi?" tanya Zhang Fei dengan nada sedingin es.


Orang tua itu tidak menjawab. Dia hanya diam saja sambil membalas tatapan Zhang Fei yang tajam tersebut.


"Selama ini, aku sudah mencarimu ke mana-mana. Tidak disangka, ternyata aku malah menemukanmu di kota ini,"


Zhang Fei semakin menambah tenaga dalam cengkeramannya tersebut. Dia benar-benar gemas kepada orang tua itu.


Dendamnya kepada Pendekar Pedang Emas ibarat dendamnya kepada Partai Panji Hitam. Sampai kapan pun, dendam itu tidak akan bisa dihilangkan!


"Mengapa kau bersembunyi dibalik wajah lain? Apakah kau merasa takut? Ataukah ... kau berpikir bahwa semua orang musuhmu, tidak dapat menemukan jejakmu?"


Ia menarik muka sambil tersenyum dingin. Setelahnya, Zhang Fei kembali berkata.


"Kalau anggapanmu seperti itu, maka selama ini kau sudah melakukan kesalahan besar. Jangan lupa, serapat-rapatnya kau menyembunyikan bangkai, toh para akhirnya, bau itu akan tercium juga,"


Wali Kota Lu Hong masih belum bicara. Sejak awal dia hanya mampu menatap Zhang Fei dengan tatapan yang mengandung banyak arti.


"Sekarang semuanya telah berakhir. Serangan terakhir ini, aku persembahkan untuk guruku, Lima Malaikat Putih yang telah kau bunuh dengan cara licik," suara Zhang Fei semakin dingin dan menyeramkan.


Wushh!!!


Telapak tangannya bergerak dengan cepat ke depan. Dalam pada itu, ia telah mengeluarkan sembilan tenaga dalamnya. Serangan yang diberikan juga mengandung tenaga sakti.


Jadi bisa dibayangkan betapa berbahayanya serangan tersebut.


Bukk!!!


Tubuh Wali Kota Lu Hong seketika terlepas dari cengkeraman tangan. Ia melesat mundur ke belakang dengan sangat cepat.


Brugg!!!


Luncuran tubuh Wali Kota Lu Hong menubruk tiang besar yang berdiri di depan bangunan Gedung Pemerintahan. Begitu benturan terjadi, tubuh tua itu langsung jatuh ke atas lantai dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.


Badannya remuk. Beberapa tulang patah. Dari setiap lubang di tubuhnya keluar darah segar kehitaman. Sedangkan di dadanya, terdapat bekas serangan telapak tangan yang tadi dilancarkan oleh Zhang Fei.


Saking hebatnya tenaga dalam serangan tadi, sampai-sampai bekasnya terlihat sedikit melesak ke dalam.


Ou Yang Shen yang menyaksikan hal tersebut ikut kaget. Ia benar-benar menganggap bahwa apa yang dilihatnya saat ini adalah mimpi.


Mimpi paling menyeramkan sepanjang hidupnya!


Sementara itu, setelah berhasil membunuh Pendekar Pedang Emas Gan Li, tampak di sana Zhang Fei langsung jatuh berlutut. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.


Ia benar-benar merasa lelah. Tenaganya hampir habis digunakan dalam pertarungan tadi.