Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Menyampaikan Semuanya


Sekarang, yang ada di ruang pertemuan itu hanya Kaisar dan Zhang Fei saja. Mereka sudah berbicara, tapi pembicaraan itu belum menuju ke hal-hal yang serius.


Keduanya mengawali pembicaraan dengan obrolan yang ringan. Seperti bercerita tentang pengalaman beberapa waktu lalu, atau juga hal-hal yang sejenisnya.


Dalam pada itu, yang lebih banyak berbicara adalah Kaisar. Dia banyak menceritakan tentang situasi di lingkungan Kotaraja atau juga Istana Kekaisaran sendiri.


Setelah beberapa saat kemudian, pembicaraan di antara mereka mulai menjurus ke hal-hal yang jauh lebih serius lagi.


Zhang Fei mulai membicarakan perihal kedatangannya ke Istana Kekaisaran tersebut.


"Kaisar, sebenarnya kedatanganku kemari karena ingin menyampaikan beberapa hal," katanya mulai bicara.


"Oh, hal apa yang ingin kau sampaikan itu, Ketua Fei?" tanya Kaisar dengan cepat.


"Yang pertama, tentunya menyangkut tentang keadaan dunia persilatan pada saat ini,"


Zhang Fei mulai bicara panjang lebar. Dia menceritakan semua laporan yang kemarin didapat dari para Datuk Dunia Persilatan. Ia menjelaskan tanpa ada yang ditutupi sama sekali.


Kaisar Song Kwi Bun mendengarkan cerita itu dengan seksama. Dia tidak berbicara walau sepatah kata sekali pun.


Selama Zhang Fei menyampaikan semua laporannya, selama itu pula Kaisar menjadi pendengar yang baik. Ia ibarat seorang anak yang sedang mendengarkan ayahnya bicara panjang lebar.


Kurang lebih, Zhang Fei bercerita selama sekitar lima belas menit. Setelah pembahasan yang pertama selesai, dia segera melanjutkan lagi ke pembahasannya yang kedua.


"Dan yang kedua, adalah ingin menyampaikan kepada Kaisar bahwa sepertinya kita harus melakukan negosiasi politik dengan Kekaisaran Qin. Mengingat bahwa selama belakangan ini, Kekaisaran Qin masih memperlihatkan rasa persahabatan dengan kita. Buktinya saja, Kaisar di sana tidak begitu banyak mengirimkan pasukannya kecuali hanya beberapa orang tokoh persilatan saja. Itu pun mereka tidak banyak melakukan hal-hal yang merugikan bagi pihak kita,"


"Meskipun sebelumnya, sempat ada beberapa tokoh yang membuat masalah di sini, tapi mereka sudah dibereskan sampai tuntas," kata Zhang Fei menjelaskan tujuannya yang kedua itu.


Ia kemudian minum arak beberapa kali untuk mengusir dahaga yang pada saat itu dirasakannya.


Kaisar Song Kwi Bun tidak segera memberikan jawaban. Dia tampak sedang termenung. Sepertinya Kaisar sedang berpikir dan berusaha mencerna semua yang telah disampaikan oleh Ketua Dunia Persilatan barusan.


"Ketua Fei, sebenarnya aku juga sudah mengirimkan begitu banyak pasukan yang disebar di seluruh titik rawan. Bahkan aku juga telah memerintahkan para Jenderal yang sudah berpengalaman di medan perang untuk membantu perjuangan para pendekar kita. Hanya saja, semuanya tidak semudah yang aku bayangkan sebelumnya,"


"Banyak prajurit yang pulang tinggal nama. Begitu juga dengan para pemimpinnya. Sebagian Jenderal ada yang tewas setelah melakukan pertarungan dengan pihak musuh,"


"Selama ini, aku pun sudah membantu perjuangan para pendekar lewat berbagai hal. Baik itu dari segi tenaga, maupun dari segi logistik. Malah tanpa diketahui oleh orang lain, sebagian Pasukan Elit Istana Kekaisaran juga sudah aku sebar. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya peperangan,"


"Sayangnya, pihak musuh juga mempunyai rencana yang matang. Mereka berhenti melakukan pergerakan terang-terangan dan lebih memilih untuk bergerak secara halus,"


Kaisar menghembuskan nafas panjang. Menurutnya persoalan yang menimpa tanah air saat ini benar-benar rumit.


Semua masalahnya tidak bisa diselesaikan dengan satu cara saja.


Dan inilah yang membuat Kaisar kebingungan.


Maka dari itulah, dulu secara terang-terangan dia meminta bantuan kepada Empat Datuk Dunia Persilatan sekaligus Ketua Dunia Persilatan untuk mengatasinya.


Ia masih menunggu. Menunggu Kaisar melanjutkan lagi biayanya.


Sekitar beberapa saat kemudian, Kaisar Song Kwi Bun mengambil nafas panjang. Ia segera melanjutkan lagi ucapannya yang sempat berhenti.


"Dan terkait negosiasi politik yang tadi dibicarakan oleh Ketua Fei, sebenarnya aku juga sudah cukup lama memikirkan hal tersebut. Hanya saja aku masih sedikit bingung,"


"Apa yang membuat Kaisar bingung itu?"


"Aku bingung dalam pembicaraan nantinya. Kalau menyangkut politik, mungkin aku masih bisa mengatasinya. Tapi lain ceritanya lagi jika menyangkut tentang dunia persilatan,"


Kaisar menghembuskan nafasnya. Masalah dunia politik dan ilmu ketatanegaraan, bisa dibilang dia adalah ahlinya. Tapi kalau membahas dunia persilatan, dia menyerah. Ia sama sekali tidak mengetahui tentang hal-hal seperti itu.


Pengetahuannya tentang ilmu silat sangat sedikit sekali. Sejak kecil, dia hanya belajar tentang ilmu politik, sastra dan juga sejenisnya. Tidak pernah sama sekali belajar tentang ilmu silat.


Maka dari itu, tidak perlu heran kalau dia tidak mengerti tentang bela diri.


Zhang Fei mengerti akan hal tersebut, setelah mendengar keluhannya, buru-buru dia menjawab.


"Kaisar, kalau boleh memberikan usul, menurutku Kaisar lebih baik ditemani oleh satu tokoh dunia persilatan yang sudah mempunyai segudang pengalaman. Aku rasa, itu akan membantu Kaisar nantinya,"


"Hemm ... benar juga usulmu itu, Ketua Fei," ia mengangguk beberapa kali. "Bagaimana kalau kau sendiri yang menemaniku untuk pergi ke Istana Kekaisaran Qin?"


"Maaf, Kaisar," Zhang Fei segera menyahuti ucapannya. "Terkait hal ini, aku tidak bisa membantu. Bukan karena tidak perduli. Melainkan karena pertama, pengalamanku dalam dunia persilatan masih cetek. Lagi pula, sebagai Ketua Dunia Persilatan, aku harus tampil di garis paling depan untuk menghadapi semua masalah di dalamnya,"


"Ah ..." Kaisar mendesah perlahan. "Kalau begitu, siapa yang akan menemaniku pergi ke sana?"


"Bagaimana kalau Orang Tua Aneh Tionggoan atau Dewa Arak Tanpa Bayangan? Kedua orang tua itu usianya sudah sangat lanjut. Mereka juga mempunyai pengalaman yang banyak. Aku rasa, salah satu dari keduanya bisa memberikan banyak bantuan kepada Kaisar,"


"Tapi, Ketua Fei ... apakah salah satu dari mereka mau menemaniku?"


"Kaisar jangan khawatir. Aku yakin, mereka pasti mau melakukannya,"


"Baiklah. Soal ini, aku serahkan kepadamu saja,"


Zhang Fei mengangguk setuju. Jalan keluar dari apa yang dia sampaikan di awal sudah ditemukan. Sekarang, dirinya segera berbicara lebih lanjut lagi.


"Selain pembahasan tadi, masih ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan,"


"Apa itu?"


"Aku bersama para Datuk Dunia Persilatan mempunyai niat untuk membentuk sebuah aliansi. Maksudnya, para pendekar yang terdapat di Kekaisaran kita akan digabungkan dalam satu aliansi. Tujuannya supaya persatuan dan kepercayaan yang selama ini hilang, bisa dikembalikan lagi. Aku harap, Kaisar mau memberikan bantuan kepada kami,"


"Ah, usul yang sangat bagus sekali, Ketua Fei. Aku benar-benar setuju. Masalah bantuan itu, tentu saja aku bersedia. Aku akan memberikan logistik dan hal-hal lain yang diperlukan nantinya,"


Zhang Fei mengangguk beberapa kali. Dia juga memberikan senyuman puas. Jawaban yang diberikan oleh Kaisar itu, adalah jawaban yang sudah dia harapkan selama ini.