Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Mulai Membongkar Rahasia II


Lencana itu adalah lencana dari Partai Iblis Sesat!


Partai aliran terbesar aliran hitam yang berdiri di Tionggoan. Khususnya di wilayah Kekaisaran Song saat ini.


Ou Yang Shen melotot besar ketika menyaksikan lencana tersebut. Sungguh, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Apakah aku tidak salah lihat?" ia melirik ke arah Zhang Fei dengan tatapan mata panasaran.


"Tidak. Apa yang Paman Shen lihat ini memang benar," jawabnya dengan tegas.


Sementara itu, bersamaan dengan hal tersebut, terlihat Wali Kota Lu Hong kaget setengah mati ketika ia menyaksikan bahwa Zhang Fei sudah berhasil merampas sesuatu dari dirinya.


"Kembalikan benda itu!" pintanya sangat tegas.


"Benda apa?" tanya Zhang Fei seolah-olah tidak mengerti.


"Tentu saja benda yang ada di tanganmu saat ini," kata Wali Kota Lu Hong sambil menjulurkan tangan kanannya.


Zhang Fei tersenyum sinis. Setelah itu dia bertanya. "Siapa kau sebenarnya?" tanyanya sambil menatap penuh selidik.


"Aku adalah Wali Kota Lu Hong. Bukankah kau sudah tahu sebelumnya?"


"Bukan. Kau bukan seorang Wali Kota,"


"Lalu, kau pikir aku ini siapa?"


Suasana di sana seketika hening. Kedua belah pihak yang berhadapan belum ada lagi yang berbicara. Zhang Fei menatap semakin tajam ke arah Wali Kota Lu Hong.


Semakin dalam tatapannya, tiba-tiba dia teringat akan seseorang yang sudah cukup lama dicari.


Pendekar Pedang Emas Gan Li!


Mengapa tiba-tiba ia mengingat orang tua itu? Apa hubungannya Pendekar Pedang Emas Gan Li dengan Wali Kota Lu Hong yang sekarang ini berdiri di hadapannya?


Tatapan mata Zhang Fei semakin menyelidik. Dia mengawasi jubah longgar yang dikenakan oleh Wali Kota tersebut. Setelah beberapa saat kemudian, tiba-tiba dirinya melihat sedikit keanehan.


Di bagian belakang jubah tersebut sepertinya tersimpan sesuatu. Entah apa pastinya. Yang jelas, firasat Zhang Fei mengatakan bahwa sesuatu itu adalah senjata berupa pedang!


Pikirannya langsung bekerja. Zhang Fei menghubungkan segala keanehan yang terdapat dalam diri Wali Kota Lu Hong dengan lencana Partai Iblis Sesat yang dia ambil barusan.


Setelah menemukan sebuah jawaban yang menurutnya masuk akal, tiba-tiba dia langsung berkata.


"Pendekar Pedang Emas Gan Li! Ya, aku sangat yakin. Kau sebenarnya adalah tua bangka itu," Zhang Fei berkata dengan nada yang cukup lantang, sehingga hampir semua orang yang hadir di sana bisa mendengarnya.


Dalam waktu yang bersamaan, bisik-bisik langsung kembali terdengar. Para warga yang hadir sekarang dibuat pusing tujuh keliling.


Namun karena tidak tahu apa-apa, akhirnya mereka memilih untuk diam dan menentukan peristiwa yang akan terjadi berikutnya.


"Apa maksudmu?" tanya Wali Kota Lu Hong seakan-akan tidak mengerti.


"Jangan berpura-pura bodoh lagi. Aku tahu, kau adalah Pendekar Pedang Emas Gan Li. Salah satu orang yang sedang aku cari selama ini!"


"Apa yang sedang kau bicarakan ini? Bukankah kau juga tahu kalau aku adalah Wali Kota Lu Hong?"


"Omong kosong!" ucap Zhang Fei sambil menarik muka. "Walaupun kau sudah menyamar dengan sangat sempurna, tapi pada akhirnya toh aku masih bisa mengenalimu. Jadi, untuk apa lagi masih berpura-pura?"


Semakin berbicara jauh dengannya, semakin Zhang Fei yakin pula bahwa dia adalah Pendekar Pedang Emas Gan Li.


Zhang Fei sendiri tidak tahu mengapa ia bisa seyakin itu. Hanya saja kalau diingat kembali, selama ini firasatnya sangat jarang meleset.


"Kau benar. Baiklah, demi keamanan dan keadilan, aku izinkan kalian meringkusnya," jawab Wali Kota Lu Hong sambil memberikan isyarat.


"Terimakasih, Tuan,"


Tiga orang itu langsung melangkahkan kakinya ke depan. Mereka berdiri sejajar sambil menatap ke arah Zhang Fei.


Sringg!!!


Tiga batang pedang yang tajam langsung dicabut secara bersamaan. Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, mereka segera menyerang ke arahnya.


Wutt!!! Trangg!!!


"Kau urus saja pemimpin kawanan tikus liar itu. Tiga ekor tikus ini biar aku yang menanganinya," ucap Ou Yang Shen tiba-tiba saja ada di hadapan Zhang Fei sambil menahan serangan lawan menggunakan golok yang sebelumnya disimpan dibalik pakaian.


"Baiklah, Paman. Aku mengerti," balasnya sambil mengangguk.


Sementara itu, saat ini Yang Shen sudah mulai bertarung melawan tiga orang pengawal pribadi tersebut. Mereka bertempur dengan ganas dan serius.


Baru beberapa jurus saja, Ou Yang Shen sudah terlibat dalam pertarungan sengit. Setelah lewat sepuluh jurus, tiba-tiba dia mulai menyadari satu hal.


'Jurus serangan gabungan mereka sangat persis dengan jurus dari Partai Iblis Sesat. Hemm ... sepertinya apa yang diucapkan oleh Zhang Fei memang tidak salah,' batinnya berkata sambil terus melancarkan serangan.


Mengetahui bahwa dirinya sedang menghadapi lawan yang cukup lumayan, Ou Yang Shen pun semakin berlaku hati-hati. Dia tidak mau gegabah dalam mengambil langkah.


Ketika mendapat kesempatan, mendadak ia mengeluarkan rangkaian jurus golok tongkat tinggi miliknya.


Sedangkan di sisi lain, melihat pengawal pribadinya bertarung dengan sengit, perasaan Wali Kota Lu Hong semakin tenggelam.


Ia sempat melirik beberapa kali ke arah mereka. Hanya saja dirinya tidak mengambil tindakan apapun juga.


"Apakah kau akan tetap bersembunyi dibalik penyamaran ini, tua bangka Li?" tanya Zhang Fei setelah beberapa lama terdiam.


"Aku tetap tidak mengerti maksudmu," jawab Wali Kota Lu Hong sambil menggelengkan kepala.


"Cihh ... sudah tua pun masih banyak tingkah," Zhang Fei segera mengakhiri ucapannya. Setelah itu dia langsung mencabut Pedang Raja Dewa yang berada di punggungnya.


Sringg!!!


Cahaya putih keperakan langsung menyeruak. Kilauan dari pedang pusaka itu membuat silau setiap mata yang memandangnya.


Baru saja Zhang Fei berniat melancarkan serangan pertama, tiba-tiba semua pasukan yang berada di bawah kendali Wali Kota Lu Hong langsung bergerak maju dan ingin menyerang ke arahnya.


Namun sebelum hal itu benar-benar terjadi, mendadak dari luar sana melesat sekelebat bayangan manusia. Dia langsung memberikan pukulan jarak jauh kepada para prajurit tersebut.


"Siapa pun yang berani ikut campur dalam masalah ini, maka orang itu akan berhadapan langsung denganku!"


Bayangan yang baru saja terlihat adalah seorang pria tua. Dia mengenakan pakaian merah tua. Di pinggangnya terdapat sebatang pedang pusaka sepanjang satu depa.


Wajahnya agung dan berwibawa. Siapa pun yang memandangnya, maka orang itu pasti akan merasa segan terhadap dirinya.


Setelah mendengar ancaman yang sangat serius tersebut, tentu saja tidak ada lagi yang mau bertindak. Malah para prajurit tadi pun, mereka langsung terpaku di tempat masing-masing.


"Anak muda, lanjutkan perjuanganmu untuk membongkar rahasia ini," kata oeng tua tersebut sambil melirik ke arah Zhang Fei.


"Terimakasih, Tuan. Aku pasti akan melakukan yang terbaik," jawbanya sopan.