Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Senjata Unik yang Sangat Berbahaya


Nenek Tua Seribu Jarum tersenyum dingin sebelum dia menjawab ucapan Zhang Fei. Sepasang matanya melirik ke arah jarum kembar itu secara bergantian.


Dari tatapan mata tersebut, bisa dilihat bahwa dia sepertinya sangat bangga memiliki Jarum Kembar Emas Perak.


Dan pada kenyataannya memang demikian, Nenek Tua Seribu Jarum benar-benar bangga bisa memiliki senjata yang sangat unik tersebut.


Selama mengembara dalam dunia persilatan, ia sangat jarang mengeluarkan Jarum Kembar Emas Perak, kecuali kalau memang keadaannya sudah benar-benar terdesak. Atau kalau tidak, dia baru akan mengeluarkan senjata itu ketika menghadapi musuh yang dianggap sangat tangguh.


Sekarang, secara tiba-tiba ia telah memutuskan untuk mengeluarkannya ketika menghadapi Zhang Fei.


Itu artinya, Nenek Tua Seribu Jarum sudah menganggap bahwa saat ini ia sedang terdesak. Dan Zhang Fei adalah musuh yang sangat tangguh bagi dirinya!


Sementara itu, setelah puas memandangi Jarum Kembar Emas Perak, tiba-tiba Nenek Tua Seribu Jarum berbicara.


"Apa yang kau ucapkan itu memang tidak salah. Senjata ini sangat berbahaya sekali. Jadi, aku sangat jarang mengeluarkannya," kata datuk sesat tersebut secara perlahan.


"Mengapa kau jarang mengeluarkannya?" tanya Zhang Fei seolah-olah dia sangat ingin tahu.


"Kalau belum waktunya, tak nanti aku akan menggunakan senjata ini. Lagi pula ... jika Jarum Kembar Emas Perak sudah keluar, maka musuh yang aku hadapi pasti akan tewas mengenaskan,"


"Oh, apakah itu artinya, aku juga akan tewas secara mengenaskan?" tanya Zhang Fei sambil mengangkat alis.


"Delapan puluh persen, ya,"


"Kenapa cuma delapan puluh? Kenapa tidak seratus persen saja?"


"Karena yang dua puluh persen sisanya, aku belum bisa memastikan,"


Nenek Tua Seribu Jarum sudah menganggap Zhang Fei musuh yang sulit dihadapi. Di satu sisi, dia pun belum mengetahui sampai di manakah kemampuan anak muda itu yang sebenarnya.


Katana alasan tersebut, maka dirinya tidak yakin seratus persen bahwa ia mampu membunuhnya.


"Baiklah. Sepertinya menarik," kata Zhang Fei seraya tertawa. "Aku jadi tidak sabar ingin menghadapi Jarum Kembar Emas Perak milikmu itu,"


"Kau sungguh tidak sabaran," jawabnya dengan cepat. "Tapi baiklah. Aku juga ingin segera melihat dengan cara apa kau menghadapi senjata milikku ini,"


Selesai berkata, Nenek Tua Seribu Jarum langsung melakukan persiapan. Ia menyalurkan hawa murni dan tenaga dalam dengan jumlah besar ke seluruh tubuhnya.


Tidak lupa juga, Datuk Dunia Persilatan aliran sesat itu menyalurkan tenaga dalamnya ke jarum kembar yang sudah digenggam erat.


Sekitar beberapa tarikan nafas kemudian, setalah persiapannya matang, dia langsung memulai serangan pertamanya.


"Dua Naga Menembus Langit!"


Wutt!!! Wushh!!!


Tubuh nenek tua itu langsung melesat dengan sangat cepat. Sebelum teriakannya selesai, ia sudah tiba tepat di hadapan Zhang Fei.


Puluhan tusukan jarum segera dilancarkan. Dua cahaya berbeda bercampur menjadi satu gulungan. Hawa senjata yang dikeluarkan oleh jurus itu ternyata sangat hebat. Zhang Fei sendiri sampai merasa tertekan karenanya.


Tetapi bukan berarti dia tidak mampu menghadapinya. Walaupun tusukan Nenek Tua Seribu Jarum datang tanpa mengenal kata henti, tapi Zhang Fei masih bisa mengatasinya.


Pedang Raja Dewa telah bergerak secepat kilat. Pedang itu dibenturkan dengan senjata milik lawannya. Setiap terjadi benturan, getaran yang dihasilkan olehnya sangat besar.


Sampai-sampai kedua belah pihak yang terlibat merasakan tangannya kesemutan hingga ke sikut.


Tusukan jarum masih berdatangan. Saking cepatnya, Zhang Fei sendiri sampai dibuat tidak mampu melihatnya secara jelas.


Beberapa kali dia hampir tertusuk oleh dua batang jarum kembar tersebut. Untunglah kemampuan yang dimilikinya sekarang sudah mengalami kemajuan pesat. Sehingga Zhang Fei masih bisa menyelamatkan selembar nyawanya.


Dalam pada itu, dia terus berusaha mengimbangi gerak serangan lawan. Nenek Tua Seribu Jarum telah mengeluarkan jurus-jurus yang lebih tinggi lagi. Sedangkan Zhang Fei sendiri, dia masih bertahan dengan jurus Pedang Penakluk Jagad.


Harus diakui, kemampuan Nenek Tua Seribu Jarum dalam memainkan senjata yang langka dan unik tersebut memang sangat hebat. Zhang Fei juga mengakui akan hal itu.


Apalagi dalam setiap jurus dan serangan yang dia lakukan mengandung tipuan yang tidak bisa diduga ke mana arah tujuannya.


Andai saja Zhang Fei kurang konsentrasi atau hati-hati, niscaya sudah sejak tadi ia telah berubah menjadi mayat tak berguna.


Saat ini, pertarungan yang sudah mereka jalani sudah mencapai lebih dari tiga puluh jurus. Nenek Tua Seribu Jarum masih saja menyerang dengan jurus-jurus hebat miliknya.


Bayangan dua cahaya yang berbeda warna terus menusuk-nusuk dari segala penjuru mata angin.


Pakaian yang dikenakan oleh Zhang Fei sudah mengalami robekan cukup banyak. Hal itu terjadi karena hawa senjata yang dihasilkan dari setiap gerakan Jarum Kembar Emas Perak milik datuk sesat tersebut.


Trangg!!! Trangg!!! Trangg!!!


Percikan bunga api terlihat membumbung tinggi. Setiap terjadi benturan antara dua senjata pusaka tersebut, pasti menghasilkan gelombang kejut yang cukup lumayan.


Keadaan di hutan itu menjadi kacau. Banyak daun-daun yang berguguran di atas tanah. Ranting-ranting pohon yang sebelumnya berserakan, sekarang juga sudah terbang terbawa angin yang diciptakan dari pertarungan sengit tersebut.


Wutt!!!


Zhang Fei melakukan tindakan mendadak. Ia melompat ke depan sambil menebaskan Pedang Raja Dewa ke arah kepala.


Nenek Tua Seribu Jarum tercekat ketika melihat serangan tiba-tiba itu. Untunglah tangannya secara otomatis telah terangkat, sehingga senjatanya bisa menangkis tebasan tersebut.


Ketika pedangnya berbenturan, Zhang Fei tidak segera melanjutkan dengan serangan susulan lainnya. Ia justru malah melompat mundur ke belakang sejauh lima langkah.


Hal itu dilakukan karena Zhang Fei ingin mengeluarkan jurus terakhirnya. Selama pertarungan berlangsung, Zhang Fei telah menyadari bahwa kalau dia hanya mengandalkan jurus Pedang Penakluk Jagad, maka usahanya untuk membunuh lawan tidak akan pernah bisa terwujud.


Maka dari itulah, jalan keluar satu-satu adalah mengeluarkan jurus pamungkas dari Kitab Pedang Dewa!


"Murka Pedang Dewa!"


Zhang Fei berteriak dengan sangat keras. Bersamaan dengan itu, hawa pedang yang sangat menekan langsung menyebar ke seluruh area pertarungan.


Nenek Tua Seribu Jarum tercekat. Apalagi saat dia merasakan bahwa seluruh tubuhnya terasa kaku dan sangat sulit untuk bergerak.


Buru-buru dia menyalurkan lagi tenaganya. Tapi belum sempat usaha itu selesai, tahu-tahu Zhang Fei sudah ada di depan mata dan telah melancarkan serangan beruntun yang sangat dahsyat.


Pedang Raja Dewa menciptakan ribuan kuntung bunga pedang. Gerak serangannya berubah total. Dalam waktu singkat saja, ia telah berhasil membuat Nenek Tua Seribu Jarum terdesak cukup hebat.


Seumur hidup, rasanya ini adalah pertarungan paling menegangkan yang pernah dijalani oleh Nenek Tua Seribu Jarum.


Bagaimana tidak? Lawan yang sedang dia hadapi saat ini adalah anak muda yang bahkan usianya belum mencapai dua puluh lima tahun.


Namun dengan usia semua itu, ia justru telah mampu mendesaknya. Bukannkah ini terhitung sangat luar biasa?