
Setelah mengeluarkan jurus Murka Pedang Dewa, posisi mereka langsung berada di titik terendah. Empat orang di antaranya malah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Hampir saja tubuh mereka menjadi sasaran empuk Pedang Raja Dewa. Untunglah mereka bukan pendekar sembarangan, sehingga meskipun posisinya sudah terdesak, dirinya masih bisa menyelamatkan diri.
Karena situasi yang sudah tidak memungkinkan lagi, terpaksa keempat orang itu langsung melompat mundur ke sisi arena. Mereka tidak bisa lagi ikut dalam pertarungan tersebut.
Alasannya tentu adalah demi keselamatan. Andai kata mereka tetap memaksakan diri untuk terus terlibat, bukan suatu hal yang mustahil jika di antara keempatnya akan ada yang mengalami luka parah. Mengingat betapa mengerikannya jurus andalan Ketua Dunia Persilatan tersebut.
Sekarang, yang masih ada di tengah-tengah arena pertarungan tersebut hanya Tio Goan dan juga Zhu Yun. Keduanya masih terlihat berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa mengalahkan Zhang Fei.
Tiga macam jurus pedang kelas atas sudah dikeluarkan oleh masing-masing orang yang terlibat di dalamnya.
Zhang Fei mulai merasa lelah. Tenaganya berkurang banyak akibat mengeluarkan jurus Murka Pedang Dewa.
Seluruh tubuh telah dibasahi oleh keringat. Peluh sebesar biji kacang kedelai juga mulai membasahi wajahnya.
Wushh!!! Trangg!!! Trangg!!!
Benturan pedang terus berlangsung. Mereka masih terlibat dalam pertarungan sengit tersebut. Kedua belah pihak itu terus saling serang satu sama lain.
Trangg!!!
Benturan yang paling keras terdengar. Percikan bunga api yang begitu indah langsung membumbung tinggi ke tengah angkasa.
Ketiga orang yang terlibat tadi seketika terdorong mundur. Zhang Fei sejauh lima langkah, sedangkan Tio Goan dan Zhu Yun sejauh enam langkah.
Perbedaan di antara mereka sangat sedikit. Hal ini menandakan bahwa keduanya bukan lawan yang mudah untuk dihadapi.
Latih tanding tersebut akhirnya selesai. Zhang Fei langsung duduk bersila di atas tanah. Dia telah kehabisan tenaga dan hawa murninya.
Maka dari itu, untuk beberapa saat, Zhang Fei langsung melakukan meditasi.
Sebenarnya hal tersebut bisa dibilang wajar dan sangat lumrah. Apalagi ketiga belas orang yang tadi dilawan olehnya bukan pendekar kelas bawah. Mereka sudah disebut sebagai ahli pedang.
Dari sebutannya saja, siapa pun pasti bisa menilai seperti apakah kemampuannya.
Sekitar sepuluh menit kemudian, Zhang Fei sudah bangkit berdiri kembali. Pedang Raja Dewa telah disarungkan. Ia kemudian berjalan ke arah semua anggota Organisasi Pedang Cahaya yang saat ini sedang berdiri sejajar itu.
"Hebat, kalian benar-benar hebat. Pagi ini, aku telah mendapatkan banyak pelajaran dari kalian semua," kata Zhang Fei sungguh-sungguh.
Dia lalu membungkukkan badan sebagai tanda hormat.
Tiga belas ahli pedang itu merasa rikuh. Buru-buru mereka melakukan hal yang serupa.
"Yang harusnya berkata seperti itu adalah kami, Ketua. Jujur saja, bisa melakukan latih tanding dengan anak didik Empat Datuk Dunia Persilatan, itu merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa. Rasanya, kami seperti bertarung langsung dengan salah satu dari mereka," sahut Tio Goan mewakili yang lain.
"Tidak berani, tidak berani," katanya sambil memberikan isyarat dengan telapak tangan. "Kemampuanku masih berbeda jauh dari empat orang tua itu. Jika dibandingkan, aku bahkan tidak ada apa-apanya,"
Setiap kali ada seseorang yang memberikan pujian seperti itu, Zhang Fei pasti akan merasa tidak enak. Pada dasarnya, dia memang bukan orang yang ingin dipuji.
"Ketua Fei terlalu merendah," ujar Tio Goan. "Ngomong-ngomong, bagaimana tanggapan Ketua tentang ilmu pedang kami?"
Orang tua itu mulai bicara lebih serius. Walaupun usia Zhang Fei terbilang jauh lebih muda darinya, tetapi Tio Goan dan yang lain sangat tahu bahwa pemahaman anak muda itu jauh lebih mendalam dari dirinya masing-masing. Terutama sekali dalam hal ilmu pedang.
Sementara itu, ditanya demikian, Zhang Fei tidak langsung memberikan jawaban. Dia sempat termenung sebentar sambil membayangkan kembali semua pertarungannya.
"Apakah aku harus memberikan tanggapan ini, Paman Goan?" tanyanya masih merasa ragu.
"Tentu saja, Ketua. Apa yang kau katakan nanti, pasti sangat berarti bagi kami. Di sisi lain, hal itu juga akan memperkuat Organisasi Pedang Cahaya kita," jawab Tio Goan yang diikuti anggukan kepala oleh anggota lainnya.
"Hemm ... baiklah kalau begitu," Zhang Fei mengambil nafas. Kemudian dia bicara lagi, "Masing-masing dari kalian sebenarnya mempunyai keunggulan tersendiri. Kalau menurutku, apa yang kalian miliki saat ini, itu sudah lebih dari cukup untuk bekal di lapangan,"
Meskipun yang mereka lakukan tadi hanya latih tanding, walaupun tidak mengeluarkan segenap tenaga dan kekuatan, tetapi sedikit banyaknya Zhang Fei bisa menilai kelebihan dan kekurangan dari tiga belas Orang ahli pedang tersebut.
Dan menurutnya, mereka semua hampir tidak mempunyai kekurangan yang berarti. Masing-masing telah berhasil menguasai setiap jurusnya dengan sempurna.
Kecepatan dan kelincahan mereka dalam memainkan pedang juga sudah lebih dari cukup. Belum lagi ilmu meringankan tubuhnya yang telah mencapai tahap tinggi.
Dengan semua hal tersebut, Zhang Fei merasa dalam dunia persilatan nanti, pasti cukup sulit menentukan tandingan apabila mereka bertarung secara bersama-sama.
"Hanya saja, menurutku masih ada satu kekurangan dari Organisasi Pedang Cahaya ini," lanjutnya setelah beberapa saat terdiam.
"Apa itu, Ketua?" tanya Zhu Yun dengan cepat.
"Organisasi kita ini belum mempunyai jurus gabungan yang khas,"
Pada umumnya, baik itu sebuah partai persilatan ataupun sebuah organisasi, pasti akan mempunyai satu atau lebih jurus gabungan yang khas.
Dan menurut Zhang Fei, kekurangan organisasinya hanya itu saja.
Ketiga belas orang ahli pedang di depannya menganggukkan kepala secara bersamaan. Mereka juga merasakan hal seperti itu.
"Benar, Ketua. Kita memang belum mempunyai jurus khas. Jadi ... apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Tio Goan kembali.
"Kalau soal ini, aku rasa kita serahkan saja kepada Nyonya Ling. Beliau adalah Datuk Dunia Persilatan yang menggunakan pedang sebagai senjata utamanya,"
Meskipun kemampuannya sudah tinggi, namun Zhang Fei masih belum apabila disuruh untuk menciptakan ilmu pedang. Apalagi, menciptakan sebuah ilmu itu bukan suatu hal yang mudah.
Setidaknya dibutuhkan pengalaman dan pemahaman yang benar-benar mendalam tentang sesuatu yang ingin kita lakukan tersebut.
Dalam hal ini, menurut Zhang Fei Dewi Rambut Putih Giok Ling adalah orang yang paling tepat!
"Jadi, Ketua akan meminta bantuan Nyonya Ling untuk menciptakan jurus gabungan bagi organisasi kita?"
"Tepat. Aku rasa memang itu yang seharusnya,"
"Hemm, baiklah. Kami mengerti," kata Tio Goan. "Kira-kira, kapan kita akan menemuinya?"
"Itu nanti saja. Sekarang, aku membutuhkan tenaga kalian semua,"
"Apakah Ketua Fei mempunyai tugas bagi kami?"
"Ya, nanti aku akan memberikan tugas bagi kalian," kata Zhang Fei sangat serius.