Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Pembentukan Aliansi I


"Ketua, silahkan maju ke depan," kata petugas tersebut sambil membungkukkan badan.


"Baik, terimakasih," Zhang Fei menjawab sembari menganggukkan kepala.


Sesaat kemudian dia langsung bangkit berdiri dan berjalan ke depan. Ia berhenti tepat di tempat yang telah dipersiapkan sebelumnya.


Sebelum berbicara lebih lanjut, Zhang Fei sempat memandangi dulu para pendekar yang ada di sana. Ternyata, semua halaman Gedung Ketua Dunia Persilatan sudah dipadati, bahkan sampai ke pintu gerbang.


Kalau dihitung-hitung, rasanya jumlah para pendekar yang hadir itu lebih dari seratus orang. Itu artinya, jumlah tersebut juga lebih banyak dari yang telah diperkirakan sebelumnya.


Zhang Fei mengambil nafas panjang. Setelah itu dia mulai berbicara dengan suara lantang.


"Selamat datang dan selamat siang, saudara sekalian," ucapnya memulai pembicaraan.


"Selamat siang, Ketua Fei," jawab para pendekar secara serentak.


"Pertama-tama, aku ingin mengucapkan rasa terimakasih kepada kalian yang sudah mau datang ke Gedung Ketua Dunia Persilatan ini. Aku sangat menghargai kalian yang jauh-jauh rela datang kemari. Bagiku, ini adalah sesuatu yang tidak ternilai harganya. Maka dari itu, sekali lagi, aku ucapkan terimakasih," Zhang Fei membungkukkan badan sebagai tanda hormat dan rasa terimakasihnya kepada para pendekar.


Setelah kembali berdiri tegak, ia kembali melanjutkan. "Supaya tidak membuang-buang waktu, aku rasa lebih baik kita mulai saja acara ini,"


"Seperti yang sudah kalian ketahui sebelumnya, alasan kenapa aku menyuruh kalian para pendekar untuk berkumpul di Gedung Ketua Dunia Persilatan ini, adalah karena mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Sebagaimana yang telah kalian dengar, aku dan para Datuk Dunia Persilatan akan berencana membentuk sebuah aliansi untuk menghadapi berbagai macam masalah yang selama ini terjadi di negeri kita,"


"Aku harap, kalian para pendekar mau dan setuju dengan rencana yang telah kami diskusikan ini. Karena menurut perkiraan, kalau kita tidak bersama dan menggabungkan diri, rasanya pihak musuh akan sulit untuk dikalahkan. Bahkan bukan hal yang mustahil pula kalau negeri kita akan jatuh ke tangan mereka,"


"Aku rasa, kalian semua juga sudah mengetahui bahwa musuh yang ingin menguasai Kekaisaran Song ini bukan hanya dari kalangan sendiri saja. Melainkan dari Kekaisaran lain pun sama halnya. Maka dari itu, persatuan merupakan satu-satunya jalan keluar dari masalah yang sekarang sedang terjadi,"


"Bagaiamana, apakah kalian setuju dengan rencana pembentukan aliansi ini?"


Zhang Fei bicara panjang lebar. Dalam pada itu, ia pun telah menyalurkan tenaga dalamnya lewat gelombang suara. Sehingga, suaranya bisa didengar oleh semua orang pendekar yang hadir di sana.


Sekarang ia sedang menatap berkeliling. Tatapan matanya penuh selidik. Ia sedang menunggu, menunggu jawaban dari para pendekar itu.


"Kami setuju, Ketua," jawaban sudah keluar. Dan jawaban tersebut, adalah jawaban yang sudah diinginkan!


Zhang Fei dan para Datuk Dunia Persilatan merasa lega. Akhirnya rencana pembentukan aliansi yang telah mereka bicarakan, sebentar lagi akan terwujud.


Itu artinya, harapan untuk mengusir musuh-musuh yang ingin menjadi penguasa di Kekaisaran Song pun akan lebih besar lagi.


Tetapi, sebelum Zhang Fei kembali bicara, tiba-tiba ada satu pendekar yang mengacungkan tangannya ke atas.


"Apakah ada pertanyaan?" tanya Zhang Fei sambil memandang ke orang tersebut.


"Ya, aku ada sedikit pertanyaan, Ketua," jawab orang itu dengan suara lantang.


"Silahkan, katakan,"


"Kalau aliansi ini sudah benar-benar terbentuk, apakah kita akan selalu berada di medan peperangan?" tanyanya.


"Kemungkinan besar seperti itu. Selama persoalan masih berlangsung, selama musuh-musuh itu belum berhasil diusir atau dituntaskan, maka selama itu pula, kita akan berada terus di lapangan,"


Pendekar yang usianya sudah cukup tua itu menganggukkan kepalanya beberapa kali. "Lalu kalau begitu, dari mana kita akan memperoleh uang? Bagi yang usianya masih muda dan belum menikah, mungkin hal itu masih bisa diatasi. Tapi, bagaimana dengan mereka yang sudah menikah? Dari mana keluarga mereka bisa makan?"


Sedangkan Zhang Fei, ia segera tersenyum setelah mendengar pertanyaan itu. Ketua Dunia Persilatan sudah mempersiapkan diri sebelumnya. Jadi, dia pun telah mempunyai jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut.


"Pertanyaan yang bagus, Tuan," katanya seraya tersenyum. "Terkait hal ini, kalian tenang saja. Nanti akan ada pendataan dari masing-masing kalian. Apakah sudah menikah atau belum, punya tanggungan lain atau tidak, dan sebagainya. Singkatnya, semua hal itu akan ditanggung langsung oleh pihak Kekaisaran. Kaisar telah berjanji akan memenuhi segala kebutuhan kita. Termasuk juga sandang pangan dan sejenisnya,"


"Apakah itu benar, Ketua? Dan lagi, kapan Kaisar berkata seperti itu?"


"Tentu saja aku benar. Kaisar telah mengatakan semuanya ketika aku berkunjung ke Istana Kekaisaran,"


Anggukan kepala kembali terlihat di antara para pendekar tersebut. Namun tidak semua orang langsung percaya, buktinya saja, seorang pendekar lain segera mengajukan pertanyaan.


"Maaf, Ketua. Mungkin sebagian akan percaya dengan ucapan tersebut. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga kalau masih ada yang belum percaya. Maka dari itu, izinkan kami untuk meminta bukti bahwa Kaisar memang benar berkata seperti itu,"


Ditanya demikian, Zhang Fei dan para Datuk Dunia Persilatan kebingungan. Mereka memang tidak mempunyai bukti kuat akan hal ini.


Kaisar tidak memberikan bukti apapun. Kecuali hanya ucapan semata.


Bagi Zhang Fei dan yang lain, ucapan itu pun sudah lebih daripada cukup. Apalagi, selama ini Kaisar Song Kwi Bun selalu menepati setiap ucapannya.


Namun kembali lagi, tidak semua orang akan percaya!


Suasana di sana seketika hening. Zhang Fei segera menutup mulutnya. Dia sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan bagusan.


Pada saat seperti itu, tiba-tiba Pendekar Pedang Perpisahan bangkit dari duduknya. Dia ingin menghampiri orang tadi dan ingin menampar mulutnya.


Namun, dengan cepat niatnya tersebut ditahan oleh Dewa Arak Tanpa Bayangan.


"Jangan terburu nafsu. Tenang saja, ini hanya masalah kecil," katanya sambil merentangkan tangan untuk menahan langkah datuk sesat itu.


"Tapi ..."


"Duduklah kembali. Lebih baik kita menikmati arak saja. Aku yakin, Ketua Fei bisa mengatasinya,"


Pendekar Pedang Perpisahan sebenarnya ingin membantah. Namun karena mendapat anggukan dari yang lain, mau tak mau dia pun harus menuruti ucapan orang tua itu.


Pada akhirnya, datuk sesat itu pun segera duduk kembali di tempatnya.


"Bagaiamana, Ketua? Mengapa Ketua diam saja?" pendekar tadi sudah tidak sabar. Ia segera mengajukan pertanyaanya kembali.


Wushh!!!


Sebelum Zhang Fei membuka mulutnya, tiba-tiba terlihat ada sekelebat bayangan manusia yang datang dari arah barat. Gerakan orang itu sangat cepat sekali.


Tidak semua pendekar bisa melihat gerakannya dengan jelas.


Sesaat kemudian, semua orang segera melihat sosok yang barusan itu. Ternyata dia adalah pendekar yang mengenakan pakaian serta cadar warna hitam. Di punggungnya ada sepasang pedang yang menyilang.


Di bagian dadanya ada lambang Kekaisaran Song!