Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Mengagetkan Semua Orang


Dua belas orang lainnya langsung merasakan darah mereka mendidih setelah mendengar ucapan Zhang Fei barusan. Menurut mereka, pemuda bertopeng itu terlampau sombong.


Seumur hidup, orang-orang itu baru mengalami kejadian seperti ini.


"Heh, bocah keparat, apakah ucapanmu itu tidak terlalu sombong?" tanya salah seorang di antara mereka.


"Tidak," jawab Zhang Fei sambil menggelengkan kepala. "Aku hanya mengatakan yang sebenarnya,"


"Oh, benarkah? Memangnya, apa yang bisa kau lakukan terhadap kami?"


"Apapun yang kalian inginkan, aku pasti bisa melakukannya,"


Zhang Fei kemudian menenggak guci arak. Kali ini, dia meminumnya sampai habis.


Prakk!!!


Guci arak itu langsung pecah berkeping-keping ketika dilemparkan ke atas lantai.


"Apakah kalian ingin bernasib sama seperti guci arak itu?" tanyanya sambil menunjuk ke lantai.


"Bocah sombong!" salah satu wanita di antara orang-orang tersebut tidak terima.


Tanpa banyak bicara lagi, dia langsung melepaskan belasan jarum rahasia ke arah Zhang Fei.


Wutt!!!


Titik hitam memenuhi udara hampa. Dengan kecepatan tinggi dan jarak yang begitu dekat, serangan itu tentu sangat berbahaya sekali.


Sayangnya, wanita tersebut belum tahu siapakah orang yang sedang dihadapinya saat ini.


Wushh!!!


Zhang Fei mengibaskan tangan kanannya secara perlahan. Belasan jarum tadi langsung terhempas ke berbagai arah. Suara jarum yang menancap ke tembok terdengar cukup ramai.


Kejadian itu berlangsung singkat. Tapi semua orang di sana mampu melihatnya dengan jelas.


Tiga belas pasang mata melotot besar ke arah pemuda bertopeng itu. Tidak terkecuali dengan Yan Zi sendiri.


Mereka menganggap bahwa kejadian barusan adalah mimpi.


"Aku minta tolong kepada kalian, mainan anak-anak jangan pernah ditunjukkan kepadaku," ucap Zhang Fei sambil tersenyum sinis.


"Jahanam! Rasakan ini!"


Wushh!!!


Karena wanita tadi merasa tidak terima, akhirnya dia memutuskan untuk menyerang Zhang Fei kembali. Kali ini, dia tidak lagi menggunakan jarum rahasianya. Melainkan menggunakan selendang warna kuning yang berada di pinggangnya.


Wutt!!! Wutt!!!


Sepasang selendang melesat begitu cepat dan mengincar titik penting di tubuh Zhang Fei. Serangan itu sangat berbahaya, untunglah Zhang Fei sudah mempersiapkan diri sejak tadi.


Ia segera menggerakkan tubuhnya ke kanan dan kiri. Sepasang selendang miliknya tidak bisa mengenai sasaran. Tubuh Zhang Fei seolah-olah telah berubah menjadi jejak bayangan yang tidak bisa disentuh sama sekali.


Wanita itu menggertak gigi. Ia menambah tenaga pada setiap serangannya. Lesatan selendang semakin cepat. Serangannya makin berbahaya.


Kali ini tampak lebih hebat lagi. Di awal, sepasang selendang itu terlihat lemas seperti selendang pada umumnya. Tetapi ketika hampir mencapai target, sepasang selendang tersebut tiba-tiba mengeras seperti sebatang tongkat pusaka.


Si wanita tua mengirimkan totokan yang teramat banyak. Dari serangannya, siapapun bisa mengetahui bahwa ia berniat untuk membunuh Zhang Fei.


Orang-orang yang ada di dalam ruangan itu memperhatikan dengan seksama. Mereka ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Zhang Fei terhadap serangan yang diberikan oleh lawannya.


"Ketua Fei, hati-hati," seru Yan Zi cukup keras.


Dia sangat khawatir. Apalagi setelah melihat posisi Zhang Fei dan serangan di wanita yang tidak berhenti itu.


Menurutnya, kalau kurang pengalaman, ataupun kurang mempunyai kemampuan tinggi, niscaya orang yang diserang akan tewas dalam waktu sekejap saja.


Bersamaan dengan itu, seseorang dari lawannya juga berkata. "Bocah itu sudah gila. Bahkan di tengah serangan yang berbahaya pun, dia masih bisa tersenyum,"


"Tidak. Dia tidak gila," sahut rekan di sisinya dengan cepat. "Dia hanya yakin akan kemampuannya sendiri, dia ..." ucapan orang tersebut langsung terhenti ketika melihat ada cahaya putih keperakan yang berkelebat di tengah udara.


Srett!!! Srett!!!


Butiran bunga pedang terbang dengan bebas. Serpihan kain juga ikut berterbangan di tengah udara. Beberapa saat kemudian, semuanya mulai terlihat jelas.


Rupanya selendang yang dipakai wanita tadi sudah robek berantakan. Robekan kain itu bahkan masih ada yang berterbangan.


Zhang Fei telah berhasil menangkis semua serangannya hanya dengan beberapa gerakan sederhana.


Wutt!!! Bukk!!!


Setalah berhasil dengan usaha itu, Zhang Fei kembali melanjutkan lagi serangannya. Dia melancarkan pukulan keras yang dengan telak mengenai tubuh wanita tersebut.


Wanita itu langsung terlempar ke belakang. Untunglah rekannya bertindak cepat. Kalau tidak, mungkin tubuhnya akan terbentur dinding dengan kertas.


Peristiwa yang baru saja terjadi sudah selesai. Keadaan di sana semakin menegangkan.


Pihak lawan memandangi Zhang Fei dengan berbagai macam perasaan. Mereka tidak tahu siapa pemuda bertopeng tersebut. Tetapi dari kejadian barusan, mereka bisa menilai bahwa dia bukanlah pendekar sembarangan.


"Bagaimana? Apakah kejadian barusan sudah cukup untuk membuktikan bahwa aku mampu membuat kalian bernasib seperti guci arak tadi?" tanya Zhang Fei sambil tersenyum mengejek.


Mereka tidak menjawab. Orang-orang yang mengaku berasal dari Kekaisaran Jin hanya mampu menggertak gigi sambil berusaha meningkatkan keberaniannya.


"Aku sarankan supaya kalian menyerah dan memberikan kembali kotak kecil rahasia itu," kata Zhang Fei berbicara lebih lanjut lagi.


"Siapa yang sudi melakukan hal itu?" seorang pria bertubuh tinggi besar menarik muka. Dia tidak terima dengan ucapan Zhang Fei.


Orang itu kemudian melirik kepada rekan-rekannya. Sepertinya dia sedang mengajak yang lain berdiskusi.


"Ketua Fei, agaknya mereka akan menyerang kita secara bersama-sama. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Yan Zi sedikit panik saat melihat langkah yang diambil lawannya.


"Kau tenang saja, Tuan Zi. Serahkan semuanya kepadaku," kata Zhang Fei berusaha menenangkan orang tua itu. "Kau cukup urus saja murid murtad itu,"


"Ketua Fei ... apakah kau yakin bisa menghadapi mereka semua secara bersamaan?"


Yan Zi memandang Zhang Fei dengan tatapan tanda tanya. Seolah-olah orang tua itu masih meragukan kemampuannya.


Padahal, dia sudah menyaksikan sendiri bagaimana kehebatan Ketua Dunia Persilatan tersebut.


"Jangan sebut Ketua Dunia Persilatan kalau aku tidak mampu menghadapi mereka," jawabnya penuh keyakinan.


"Tapi ..."


"Jangan banyak bicara lagi, lakukan saja apa yang aku perintahkan," Zhang Fei bicara dengan nada tegas. Sepertinya dia mulai kesal terhadap orang tua itu.


"Baiklah. Aku mengerti," Yan Zi langsung mengangguk. Dia tidak banyak bicara lagi setelah mendengar nada bicara Zhng Fei barusan.


Sementara itu, kini ketiga belas orang tadi sudah menyelesaikan diskusinya. Masing-masing dari mereka telah mencabut senjatanya.


Wushh!!! Wushh!!!


Mereka menerjang secara bersamaan. Zhang Fei segera mengambil tindakan, dia dan Yan Zi langsung keluar dari bangunan tersebut. Keduanya kemudian berhenti tepat di depan halaman.


Tiga belas lawannya juga sudah berada di sana. Saat ini, mereka bahkan sudah mengurung Zhang Fei dan Yan Zi.


"Kalian tidak akan bisa lari lagi," kata seorang pria.


"Siapa juga yang berniat lari? Aku hanya mencari tempat yang lebih leluasa saja," sahut Zhang Fei.


"Hemm, baiklah. Sekarang, mari kita bertarung ..."


Wushh!!! Wushh!!!