Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Empat Orang yang Mencurigakan


Sementara di depan sana, acara sayembara itu sepertinya sudah dimulai. Meskipun tidak bisa melihat dengan jelas, namun Zhang Fei bisa menduga hal tersebut karena terdengar suara berisik yang berasal dari mulut para pendekar.


Sorak-sorai mereka semakin lama, makin terdengar lebih keras. Apalagi beberapa saat kemudian, Zhang Fei mulai mendengar dengan jelas adanya benturan antar tulang dan senjata.


Pada saat itu, sebenarnya Zhang Fei berniat untuk masuk ke dalam markas Kelompok Bintang Langit dan ingin melihat sayembara dari jarak yang lebih dekat.


Tapi tiba-tiba saja Zhang Fei menghentikan gerakannya. Tanpa disengaja, ia menoleh ke sebelah kanan dan kiri. Pada waktu yang bersamaan, dirinya melihat ada empat orang yang melesat dengan cepat.


Di tangan masing-masing orang tersebut ada sebuah benda berbentuk tabung dengan panjang tiga puluh senti meter. Entah apa sebenarnya benda itu, hanya saja kalau dilihat lebih lanjut, Zhang Fei merasa mengenali benda-benda itu.


"Benda-benda itu seperti alat peledak," gumamnya sambil melihat ke sisi sebelah kanan.


"Sedangkan yang itu, aku rasa mirip seperti pelontar yang bisa mengeluarkan senjata rahasia dengan jumlah banyak sekaligus,"


Kecurigaan Zhang Fei semakin besar lagi setelah menyadari bahwa keempat orang tadi, saat ini telah berada di atas sebuah dahan pohon yang lebih tinggi dan berdaun rimbun.


Dari tempat itu, rasanya mereka bisa melihat ke tengah halaman markas jauh lebih jelas lagi. Di samping hal tersebut, orang-orang pun tentu tidak akan ada yang mengetahuinya.


Mengingat dahan pohon itu sangat tertutup rapat oleh dedaunan.


"Hemm ... ternyata mereka ingin mengulang kembali peristiwa di Gunung Lima Jari," ia bergumam sendiri sambil berusaha menahan rasa kesal. "Aku tidak akan membiarkan rencana mereka berjalan lancar,"


Zhang Fei mengepalkan kedua tangannya. Tanpa membuang waktu yang lebih lama, dia langsung melesat ke sudut sebelah kanan.


Dia berniat lebih dulu menyerang dua orang yang membawa alat peledak tadi.


Kecepatan tubuh Zhang Fei tidak perlu diragukan lagi. Dalam waktu singkat saja dia sudah berhasil tiba di depan mereka. Dua orang yang menjadi target pertamanya tampak terkejut setengah mati.


Wushh!!!


Zhang Fei melancarkan pukulan jarak jauh. Deru angin berhawa panas datang dan langsung menerpa ke arah mereka.


Dua orang itu bergerak cepat. Mereka melompat ke belakang, begitu tiba di tanah. Keduanya langsung melarikan diri.


"Kalian tidak akan bisa lari dariku!" katanya sambil mengejar mereka.


Wutt!!! Blamm!!!


Setelah mengejar beberapa saat, tiba-tiba Zhang Fei melancarkan kembali serangan jarak jauhnya dalam jarak beberapa meter.


Alhasil kedua orang itu ketar-ketir. Untunglah mereka masih bisa bergerak lebih cepat sehingga dapat menyelamatkan dirinya.


"Siapa kau?" tanya salah satu dari mereka.


"Kalian tidak perlu tahu,"


Wushh!!!


Zhang Fei menerjang ke depan. Dia tidak mau banyak bicara lagi. Karena itulah begitu bersama di depan lawan, dia langsung menyerang.


Jurus Telapak Dewa Maut langsung dikeluarkan. Bayangan telapak tangan yang membawa hawa pembunuh, tiba-tiba menyelimuti tempat sekitar.


Meskipun Zhang Fei hanya menggunakan tiga bagian tenaga dalam, tapi rasanya itu saja sudah cukup untuk mrmbunuh pendekar kelas satu.


Sayangnya, dua orang tersebut ternyata bukan lawan mudah. Dengan beberapa gerakan sederhana saja, mereka sudah selamat dari jurus barusan.


"Bagus. Rupanya kalian punya kemampuan juga," kata Zhang Fei dengan nada dingin.


Satu helaan nafas berikutnya, ia kembali melancarkan jurus yang sama. Kali ini, tenaga yang terkandung di dalamnya sedikit lebih besar dari sebelumnya.


Kedua orang tersebut mengambil langkah mundur dengan harapan bisa selamat seperti sebelumnya.


Sayang sekali, sekarang Zhang Fei tidak berhenti sampai di situ saja. Sedikit pun, dia tidak mau memberi kesempatan bagi keduanya.


Serangan telapak tangan terus keluar. Kilatan warna putih terang terus memburu ke arah mereka.


"Pukulan Raja Naga!" teriak Zhang Fei.


Blarr!!!


Ledakan besar terdengar seketika. Dua orang itu terkena jurusjua dengan telak. Ketika kepulan debu yang tercipta sudah menghilang, terlihat dua orang tadi sudah tewas dengan kondisi mengenaskan.


Dadanya tampak masuk ke dalam. Matanya juga menggambarkan keterkejutan yang tidak bisa dibayangkan.


Dalam beberapa saat saja, Zhang Fei telah berhasil membunuh dua orang pendekar kelas satu tersebut.


Setelah itu, dia segera menghampiri mereka dan mengamankan dua alat peledak tadi. Begitu rampung, Zhang Fei langsung kembali ke tempat semula.


Kali ini, tujuannya yang selanjutnya adalah menuju ke dua orang sisanya. Setelah tiga tarikan nafas kemudian, Zhang Fei telah tiba di hadapan mereka.


"Serahkan nyawa kalian!" katanya sambil melayangkan pukulan keras.


Dua orang itu terkejut. Tapi dengan cepat mereka melompat ke belakang dan turun dengan selamat di atas rumput hijau.


"Berikan dua benda itu kepadaku," tukas Zhang Fei setelah tiba di hadapannya.


"Tidak akan," jawab orang itu. "Siapa kau? Untuk apa datang kemari?"


"Untuk mencabut nyawa kalian berdua!"


Wushh!!!


Tubuh Zhang Fei melompat dengan cepat. Dia langsung menerjang. Gerakannya mirip seperti seekor harimau yang menyergap mangsa secara tiba-tiba.


Sama seperti rekannya, di awal mereka pun bisa menghindari serangan Zhang Fei. Namun setelah lima jurus kemudian, mereka mulai kerepotan.


Apalagi setelah menyadari bahwa serangan lawan, makin lama semakin bertambah hebat lagi.


Wutt!!!


Puluhan titik hitam tiba-tiba melesat keluar dari ujung tabung yang digenggam. Senjata rahasia itu mengincar seluruh tubuh Zhang Fei.


Jarak yang tersisa di antara mereka sangatlah dekat. Dengan jumlah senjata rahasia sebanyak itu, rasanya mustahil untuk menghindarkan diri lagi.


Tetapi pada saat itu, Zhang Fei tidak terlihat panik. Wajahnya masih menampilkan ketenangan. Meskipun bahaya sudah di depan mata, tapi ia masih bis berpikir positif.


Tiba-tiba Zhang Fei memutarkan tubuhnya satu kali. Ketika kembali ke posisi semula, dengan gerakan kilat dia langsung mendorong kedua tangannya ke depan.


Segulung tenaga dalam berhembus. Puluhan senjata rahasia yang hampir menyentuh tubuh, mendadak terlempar ke segala arah. Bahkan sebagian ada yang kembali ke pemiliknya.


Wutt!!!


Orang itu mengibaskan tangan. Posisinya langsung kembali setelah berhasil melemparkan senjata rahasia barusan.


Sementara di satu sisi, bertepatan dengan rangkaian kejadian tersebut, tiba-tiba rekannya juga melemparkan senjata rahasia menggunakan tabung panjang itu.


Tenaganya jauh lebih besar. Jadi tidak heran kalau jumlahnya juga jauh lebih banyak.


Melihat itu, Zhang Fei merasa sedikit panik. Untungnya kepanikan itu langsung sirna setelah dia teringat sesuatu.


Wutt!!!


Ia melompat tinggi. Di tengah udara, Zhang Fei langsung mengeluarkan Pedang Raja Dewa.


Suara dentingan nyaring seketika terdengar ketika pedang itu berbenturan dengan senjata rahasia tadi. Setiap terjadi benturan, akan ada belasan senjata yang terlempar ke segala arah.


Tidak hanya itu saja, bahkan senjata rahasia yang ternyata berbentuk jarum tersebut, banyak yang patah dan rontok ke tanah setelah bertemu dengan Pedang Raja Dewa.