Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Kemunculan Dua Gadis Cantik


Para pendekar aliran sesat yang menjadi sasarannya tercekat. Mereka tidak mengira bahwa anak muda itu ternyata mempunyai kemampuan yang tidak bisa dianggap remeh.


Apalagi, orang-orang tersebut merasakan dengan jelas hawa pedang yang keluar. Hawa pedang itu sangat pekat, bahkan sampai membuat kesulitan bernafas.


Dalam rimba hijau, biasanya hanya orang-orang berilmu sangat tinggi dan sudah banyak membunuh nyawa manusia saja, yang mampu mengeluarkan hawa pedang sepekat itu. Kalau tidak demikian, biasanya hanya senjata pusaka langka dan berbahaya saja yang mampu melakukannya.


Lalu, Zhang Fei termasuk ke dalam urutan yang mana? Apakah ia memang berilmu tinggi dan sudah banyak membunuh manusia? Ataukah senjatanya yang sangat sakti?


Tidak ada orang yang mampu menjawab pertanyaan tersebut. Yang jelas, mereka merasakan bahwa serangan anak muda itu benar-benar berbahaya.


Para pendekar aliran hitam segera mengambil tindakan lebih lanjut. Mereka berlompatan untuk menyelamatkan dirinya sendiri.


Sebagiannya lagi, menyerang dari arah lain. Tebasan golok dan tusukan pedang, datang bagaikan hujan lebar yang tidak pernah berhenti.


Hebatnya, ternyata Zhang Fei mampu menghadapi semua itu secara bersamaan. Dia sanggup menyerang sekaligus menangkis serangan yang tiba.


Pertempuran di halaman depan tersebut langsung berjalan sengit. Tiga puluh orang bersatu-padu untuk melumpuhkannya.


Berbagai macam jurus yang lebih dahsyat sudah digelar. Membuat keadaan di sana jadi kacau balau.


Kilatan senjata pusaka semakin memenuhi angkasa. Benturan nyaring yang menusuk telinga sudah terdengar tiada hentinya.


Walikota Loo Ji Kun yang menyaksikan jalannya pertempuran hebat itu memandang dengan mata terbelalak. Dia sendiri dibuat kaget dengan kemampuan Zhang Fei.


"Apakah dia akan mati di tangan mereka?" tanyanya tanpa berpaling.


"Tidak," jawab pengawal yang berdiri di sisi sebelah kanan.


"Justru orang-orang itulah yang akan berada dalam bahaya," sahut rekannya.


"Mengapa demikian?" tanya Walikota Loo Ji Kun semakin terkejut. Kali ini, dia sampai memandang ke arah dua pengawalnya secara bergantian.


Bagaimanapun juga, ia merasa sedikit sangsi atas ucapan mereka.


"Karena kemampuan dia yang sebenarnya, masih lebih hebat dari yang sekarang terlihat,"


Si Walikota ingin bicara lebih lanjut. Tapi dengan segera ia mengurungkan niat tersebut.


Sebab pada waktu yang bersamaan, dia sudah bisa menyaksikan bahwa Zhang Fei telah membuat tiga orang kaki tangannya terdesak hebat.


Saat itu di tengah arena, tiga orang pendekar aliran sesat dengan dicecar dengan jurus pedang berbahaya.


Walaupun ketiganya sudah berusaha semaksimal mungkin, namun mereka tetap tidak bisa berbuat banyak.


Semua jurusnya runtuh di tengah jalan. Setiap gerakannya mampu dihalau dengan tepat.


Srett!!!


Zhang Fei membuat sinar pedang melengkung dari kanan ke kiri seperti bulan sabit. Sesaat berikutnya langsung terdengar jerit memilukan.


Tiga orang itu melompat mundur. Mereka mengalami luka parah di beberapa bagian tubuh sehingga tidak dapat melanjutkan pertarungannya.


Setelah berhasil melukai lawan, Zhang Fei berniat untuk mencari target yang selanjutnya. Tapi pada saat itu, sudah ada sepuluh orang yang siap menerkam bagaikan serigala kelaparan.


Posisinya menjadi berbalik. Ia berada di bawah angin.


Namun pada detik-detik menegangkan tersebut, tiba-tiba terdengar ada sebuah serukan keras.


"Dasar manusia rendahan!"


Wutt!!!


Satu sosok bayangan manusia berkelebat dari luar. Bayangan itu mengenakan pakaian putih, di tangannya ada sebatang pedang yang kini telah menebas ke setiap penjuru mata angin.


Orang-orang yang sebelumnya ingin menyerang Zhang Fei, terpaksa menggagalkan niatnya karena kehadiran sosok tersebut.


Pertarungan sempat berjalan beberapa saat, setelah berhasil mendorong mundur pihak lawan, sosok itu segera berkata.


Suara orang itu halus dan terdengar tidak asing.


Begitu menoleh, Zhang Fei langsung terkejut.


"Yu Yuan ... kenapa ... kenapa kau bisa ada di sini?" tanyanya sedikit gugup.


"Ceritanya panjang. Sekarang kita hadapi saja orang-orang ini," jawab gadis cantik yang bukan lain adalah Yu Yuan tersebut.


"Baiklah, aku mengerti,"


Kedua pendekar muda itu kembali ke posisinya masing-masing. Begitu melihat lawan menyerang, mereka langsung menyambutnya dengan jurus yang tidak kalah hebat.


Pertarungan menjadi berlangsung lebih sengit dan menegangkan dari sebelumnya. Zhang Fei dan Yu Yuan membagi tugas.


Namun baru saja berjalan belasan jurus, gadis itu sempat terlihat kewalahan. Rupanya orang-orang yang dia hadapi saat ini bukanlah lawan mudah. Setidaknya, mereka itu termasuk ke dalam jajaran pendekar kelas satu.


Jadi bukan perkara gampang apabila ingin membunuhnya.


Melihat posisi Yu Yuan terdesak, Zhang Fei merasa tidak tega juga. Akhirnya ia pun membantunya sambil terus melancarkan serangan ke beberapa penjuru.


"Hiat!!!"


Pada saat dirinya membantu Yu Yuan, tiba-tiba dari arah lain kembali terdengar sebuah seruan nyaring. Suaranya melengking tinggi, mirip seperti suara elang ketika berada di tengah udara.


Detik berikutnya, sudah muncul satu sosok lain mengenakan pakaian merah muda.


Tanpa banyak bicara, sosok itu langsung menyerang setiap pendekar sesat yang berada di dekat Zhang Fei.


Dengan menggunakan pedang tipsi di tangannya, sosok yang juga merupakan seorang gadis tersebut, mengamuk bagaikan harimau betina.


Setiap tebasan dan tusukan pedang yang ia lancarkan membawa satu ancaman maut. Setiap gerakan yang dilakukannya mampu mengeluarkan deru angin kencang yang membuat debu mengepul tinggi.


Dengan kemunculannya yang tiba-tiba itu, para pendekar sesat dibuat lebih kaget lagi. Karena tidak mau mengambil resiko, terpaksa mereka melompat mundur untuk menyelamatkan dirinya masing-masing.


Pertempuran yang berlangsung sengit itu mendadak terhenti. Pihak lawan yang masih mampu melanjutkan pertarungan, kini hanya ada sekitar dua puluh orang saja. Sedangkan sepuluh sisanya, saat ini sudah ambruk di tanah. Masing-masing dari mereka mengalami luka yang cukup parah.


Keadaan di sana masih hening. Belum ada lagi yang berbicara.


Sementara di satu sisi, Walikota Loo Ji Kun terlihat beberapa mengerutkan keningnya. Kejadian ini sungguh diluar dugaannya.


Dia sendiri cukup kesal, sebab kedatangan dua gadis tersebut ternyata diluar pengetahuannya.


"Kalian kenal siapa mereka berdua?" tanyanya kepada para pengawal itu.


"Hamba tidak tahu," jawab pengawal di sebelah kiri.


"Hamba juga sama. Hanya saja, yang datang pertama tadi kemampuannya tidak seberapa. Sedangkan gadis yang baru datang itu, rasanya cukup lumayan juga," sahut rekannya.


Walikota Loo Ji Kun menganggukkan kepalanya beberapa kali.


"Gadis ****** dari mana yang ikut campur urusan orang lain?" tanyanya secara tiba-tiba.


Suaranya sangat lantang. Sehingga siapa pun bisa mendengar dengan jelas pertanyaan barusan.


"Kau tidak perlu tahu siapa kami," jawab Yu Yuan dengan cepat.


Sedangkan di sisinya, gadis yang bukan lain adalah Chen Liu Yin tersebut, juga ikut menyahuti pertanyaan sang Walikota.


"Kau belum pantas untuk mengetahui siapa aku," ucapnya dengan nada dingin.


Orang tua itu tertawa terbahak-bahak. Tapi ia tidak bicara sepatah kata pun juga.


Di tengah halaman, kini yang terlihat kaget justru adalah Zhang Fei. Ia sangat terkejut dengan kemunculan keduanya.


"Liu Yin, kenapa kau juga bisa ada di sini?" tanyanya perlahan.