Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Kondisi Partai Panji Hitam


"Ya," katanya sambil menganggukkan kepala. "Baik perjuangan kalian maupun perjuangan musuh-musuh Kekaisaran Song. Aku tetap tidak ingin membantu ataupun melibatkan diri,"


Suasana di warung arak itu seketika hening. Para Datuk Dunia Persilatan tidak ada yang bicara lagi. Zhang Fei pun langsung diam seribu bahasa.


Dewa Arak Tanpa Bayangan termenung cukup lama. Dia sudah tahu bagaimana sifat dan karakter tokoh sesat di depannya itu.


Sejak dulu, Yao Shi adalah orang yang keras kepala. Kalau dirinya sudah mengambil keputusan, maka siapa pun tidak akan ada yang mampu mengubahnya. Kecuali hanya dia sendiri!


"Baiklah. Aku hargai keputusanmu," ucap Dewa Arak Tanpa Bayangan kembali bicara setelah beberapa waktu kemudian. "Tapi, aku juga minta supaya kau menghargai keputusan kami,"


"Dengan cara apa aku bisa menghargai keputusan kalian?"


"Dengan tidak benar-benar melibatkan diri dalam peperangan ini,"


"Baik. Setuju. Selama peperangan berlangsung, aku tidak akan turun ke lapangan. Kecuali kalau terjadi hal-hal tertentu yang menyangkut urusan pribadi," tukas si Cakar Maut dengan tegas.


"Bagus. Aku percaya kau akan menepati janjimu,"


Pembicaraan di antara mereka langsung selesai. Apalagi secara kebetulan, dua orang pelayan datang dengan membawa menu pesanan tadi.


Begitu semua pesanan sudah tersedia di atas meja, para tokoh tersebut langsung bersulang arak.


Suasana di sana berubah menjadi ceria. Suara tawa yang menggelegar segera terdengar memenuhi ruangan tersebut.


###


Bangunan itu berdiri dengan megah dan kokoh. Halaman depannya juga sangat luas.


Di setiap penjuru, ada beberapa orang yang bertugas menjaga.


Suasana di sana terlihat sepi hening. Tetapi dalam kesepian dan keheningan tersebut, sebenarnya menyimpan keseraman serta keangkeran yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.


Dari jarak sedemikan jauh, siapa yang melihat bangunan tadi, pasti akan merasakan keangkerannya.


Itumah bangunan dari markas Partai Panji Hitam!


Partai aliran sesat yang menduduki urutan pertama dalam dunia persilatan Kekaisaran Song! Partai sesat yang sangat ditakuti lawan disegani kawan!


Dulu, partai itu mempunyai banyak sekali anggota. Jumlahnya saja mungkin mencapai tiga ratusan orang atau mungkin lebih.


Tetapi kini ... kini anggota yang dimiliki oleh Partai Panji Hitam tidak sebanyak dahulu kala. Anggota yang masih ada, mungkin hanya sekitar seratus orang saja. Itu pun sudah terhitung dari cabang-cabang yang ada.


Apa yang telah terjadi dengan Partai Panji Hitam? Mengapa anggotanya bisa berkurang banyak dalam waktu yang terhitung singkat?


Sebenarnya, bisa dibilang hal tersebut terjadi akibat kesalahan sendiri. Seperti yang telah diceritakan sebelumnya, Ketua Partai Panji Hitam telah memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam perang yang sedang berlangsung di Kekaisaran Song.


Dia menganggap bahwa saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan serangan besar-besaran. Mengingat bahwa keadaan di Kekaisaran Song juga sedang tidak stabil.


Apalagi, dua Kekaisaran lain juga ikut menyerang dari setiap penjuru.


Sayang sekali, Ketua Partai Panji Hitam telah salah perhitungan. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa akhir dari keputusannya itu adalah penyesalan!


Dia benar-benar menyesal! Sebab karena hal itu, kekuatan partainya mengalami penurunan yang sangat drastis!


Selain berusaha menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan ekspektasi itu, memangnya, apa lagi yang dapat dia lakukan?


Di sebuah ruang pertemuan berukuran cukup besar, di sana setidaknya ada tujuh orang yang sedang duduk di bangkunya masing-masing.


Mereka yang ada di sana mengenakan pakaian seragam. Yaitu serba hitam!


"Ketua, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita sudah kehilangan banyak anggota. Kekuatan partai kita sudah turun drastis. Untuk melakukan serangan besar-besaran seperti sebelumnya, aku rasa hal itu sudah tidak bisa dilakukan lagi,"


Seorang petinggi dari Partai Panji Hitam memberikan laporan singkat kepada Ketuanya terhadap keadaan partai saat ini.


Si Ketua sendiri tidak memberikan reaksi. Dia masih tetap diam dan menunggu petinggi lain berbicara.


"Apa yang disampaikannya itu memang benar, Ketua. Kondisi partai kita saat ini benar-benar berada di bawah," petinggi yang lain ikut berbicara. Dan dia pun membenarkan tentang apa yang telah disampaikan oleh petinggi sebelumnya.


Ketua Partai Panji Hitam yang berjuluk Dewa Sesat Tiada Tanding menghembuskan nafas panjang. Dia minum arak sebanyak empat cawan. Begitu selesai, ia baru berkata.


"Ya, ya. Aku tahu, aku tahu persis keadaan partai kita saat ini," katanya dengan tenang dan santai.


Walaupun ia dikenal dengan ambisi dan kekejamannya, tapi sejak dahulu kala, Dewa Sesat Tiada Tanding adalah orang yang terkenal tenang dalam setiap situasi dan keadaan.


Maka dari itulah, meskipun pada saat ini, amarah dalam benaknya sudah menggebu, namun dia masih bersikap tenang dan santai.


Seolah-olah tidak ada satu masalah apapun yang mampu membuatnya khawatir.


"Sebenarnya, dulu perhitunganku sudah sangat matang. Aku bahkan telah turun ke lapangan secara diam-diam dan memantau situasi. Alasan kenapa aku memerintahkan kalian untuk melakukan penyerangan dari segala lini, adalah karena waktunya memang sangat bagus. Ini merupakan kesempatan emas bagi kita semua,"


"Dengan perhitungan matang dan rencana yang telah disusun secara sempurna, aku yakin seratus persen bahwa usaha kita akan berhasil,"


Memang benar, rencana yang telah dia susun sebelum bergerak itu sudah benar-benar sempurna. Apalagi, ia membuat rencana tersebut setelah memantau situasinya secara langsung.


"Yang membuat usaha kita gagal, salah satunya adalah karena Ketua Dunia Persilatan keparat itu. Andai saja dulu, dia berhasil dibunuh bersama keluarganya, niscaya saat ini kita sudah berhasil menguasai Kekaisaran Song,"


Dewa Sesat Tiada Tanding mengepalkan kedua tangannya dengan keras. Ia benar-benar gemas kepada Zhang Fei.


Ternyata anak muda itu tidak berbeda jauh dari ayahnya sendiri, yaitu si Pedang Kilat Zhang Xin.


"Rupanya Keluarga Zhang benar-benar merepotkan. Mereka selalu saja mengganggu," kata sambil menggertakkan gigi cukup keras.


"Ya, Ketua Benar. Memang anak muda itulah pengacaunya,"


"Itulah alasan mengapa sejak dulu, aku menyuruh kalian untuk membunuhnya," sahut Dewa Sesat Tiada Tanding. "Tapi dasar kalian ini orang-orang yang tidak bisa diandalkan, maka tugas semudah itu saja sampai sekarang tidak selesai-selesai,"


Ketua Partai Panji Hitam menahan kegeramannya. Semua petinggi yang ada pada saat itu, tidak ada satu pun yang berani mengangkat wajah.


Mereka langsung ketakutan setelah merasakan adanya tekanan hawa sesat yang memenuhi seluruh ruangan.


"Sudahlah. Sekarang, menurut kalian, apa yang harus kita lakukan?" tanyanya setelah berhasil menenangkan diri.


"Bagaimana kalau kita menarik diri saja, Ketua?" tanya salah satu petinggi Partai Panji Hitam. "Untuk beberapa waktu, lebih baik kita menyembunyikan diri dan menyusun rencana lainnya lagi. Bersamaan dengan itu, kita juga harus mengumpulkan kekuatan baru,"


Dewa Sesat Tiada Tanding mengangguk beberapa kali. Kemudian dia bertanya lagi, "Apakah masih ada masukan lainnya lagi?"