Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Jurus Golok Menahan Badai


Sementara di sisinya, terlihat di sana Ou Yang Shen saat ini masih bertarung sengit melawan tiga orang pengawal pribadi Wali Kota Lu Hong.


Pertarungannya itu sudah berlangsung selama belasan jurus. Awalnya Ou Yang Shen terlihat sangat mendominasi pertarungan. Siapa sangka, ketika mencapai jurus kesembilan belas, tiba-tiba terjadi sebuah perubahan yang nyata.


Tiga orang serba hitam dan tinggi besar itu mendadak membentak nyaring. Masing-masing dari mereka menebaskan pedangnya secara cepat.


Sekilas gerakan tersebut terlihat acak dan tidak beraturan. Namun sebenarnya, gerakan itu justru merupakan jurus gabungan yang dahsyat sehingga sulit untuk dihindari.


Beberapa jurus mereka menggempur, Ou Yang Shen langsung terlihat kewalahan. Seluruh tubuhnya telah diselimuti oleh bayangan pedang yang siap menebasnya sampai tewas.


Hawa pedang yang terasa itu sedikit menekan gerakannya. Akibat dari hal tersebut, Ou Yang Shen jadi terhambat. Kecepatannya sedikit berkurang.


Walaupun masih bisa dibilang gesit, namun dirinya merasakan seolah-olah ada sesuatu yang telah menindih tengkuknya.


Tiga orang pengawal pribadi itu menyerang semakin ganas. Melihat lawannya mulai terpojok, masing-masing dari mereka merasa gembira. Pedangnya berkelebat semakin cepat.


Gulungan sinar keperakan yang tercipta semakin menyilaukan mata.


Sampai sejauh ini, tidak ada yang bisa dilakukan lagi oleh Ou Yang Shen kecuali hanya bertahan dari gempuran tersebut.


Untunglah pada salah satu kesempatan, tiba-tiba ia menyaksikan gerakan lawannya sedikit berkurang. Hal itu langsung dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Ou Yang Shen.


"Jurus Golok Menahan Badai!"


Wutt!!! Wungg!!!


Ou Yang Shen melakukan gerakan memutar. Tangan kanannya direntangkan, goloknya seketika menebas ke depan secara cepat.


Tiga orang pengawal itu terkejut. Karena tidak mau mengambil resiko, terpaksa mereka harus menarik dirinya ke belakang.


Tidak mau membuang kesempatan secara percuma, Ou Yang Shen kemudian membentak nyaring. Goloknya mengincar tiga orang itu sekaligus.


Bacokan dan tusukan golok datang dengan cepat. Benturan nyaring sempat terjadi dalam beberapa waktu. Setelah berusaha dengan keras, akhirnya perjuangan yang dia lakukan tidak sia-sia juga.


Satu orang dari pengawal tersebut menjerit keras. Lehernya hampir putus karena ditebas oleh golok pusaka itu.


Setelah kehilangan satu orang rekannya, dua pengawal yang tersisa merasa darah di dalam tubuhnya bergolak dengan hebat. Bagaimanapun caranya, mereka harus bisa membalas kematiannya!


Bentakan nyaring kembali terdengar. Tebasan dan tusukan pedang datang secara beruntun.


Ou Yang Shen tersenyum dingin. Sekarang setelah kehilangan satu orang, kehebatan jurus gabungan itu tentu saja menjadi berkurang.


Karena hal tersebut, maka dirinya menjadi tidak takut lagi. Ou Yang Shen melompat tinggi. Di tengah udara dia memberikan bacokan dari atas ke bawah yang mengarah ke kepala.


Pengawal yang diincar mengeggoskan kepalanya ke pinggir. Tapi dengan cepat Ou Yang Shen mengubah gerakannya.


Golok itu menjadi menebas!


Srett!!!


Darah segar menyembur di tengah udara. Orang itu menjerit lalu roboh ke atas lantai setelah dadanya mengalami luka yang dalam.


Satu orang sisanya ingin membalas serangan tersebut. Sayangnya dia kalah cepat dari Ou Yang Shen.


"Hahh ..." Ou Yang Shen menghembuskan nafas berat. "Hampir saja aku mampus di tangan mereka. Rupanya ketiga orang itu memang merupakan anggota Partai Iblis Sesat," gumamnya sambil memandangi mayat yang tergeletak tepat di bawah kakinya.


Dari pertarungan barusan, Ou Yang Shen bisa menilai bahwa kemampuan ketiganya bisa dibilang cukup lumayan. Sebenarnya, orang-orang itu bisa saja membunuh Ou Yang Shen.


Namun sayangnya mereka terlalu memandang rendah dan terburu nafsu. Sehingga secara tidak sadar, justru dua hal itulah yang membuatnya kehilangan selembar nyawa.


Beberapa saat kemudian, setelah memasukkan kembali goloknya ke dalam sarung, Ou Yang Shen kemudian berdiri di pinggir mimbar.


Dia tidak mau membantu Zhang Fei yang saat ini sedang bertarung sengit. Alasannya karena Ou Yang Shen sudah tahu bahwa kedua orang tersebut sebenarnya mempunyai urusan pribadi masing-masing.


Ou Yang Shen adalah orang yang tidak suka ikut campur dalam urusan pribadi. Karena itulah dia sudah bertekad, kalau situasinya tidak benar-benar terdesak, maka ia tidak akan membantu Zhang Fei.


"Aku yakin, kau pasti bisa mengalahkannya," gumam Yang Shen penuh keyakinan.


Sementara itu, sekarang Zhang Fei sedang berada dalam posisi bertahan. Setelah melewati banyak jurus, akhirnya Wali Kota Lu Hong bisa juga mendesak anak muda itu.


Pedang pusaka yang ia genggam terus berkelebat memberikan serangan maut. Setiap serangannya mengandung tenaga dalam tinggi. Sehingga tidak heran kalau anginnya saja sudah mampu merobek kulit manusia.


Zhang Fei bisa merasakan itu semua. Karenanya dia telah menyalurkan hawa murni ke seluruh tubuh.


Dalam waktu yang bersamaan, secara diam-diam ia pun mulai meningkatkan kembali tenaga dalamnya. Zhang Fei sudah bertekad untuk bertarung sampai ke titik darah penghabisan. Katana dari itu dia tidak mau kalah dari pihak lawan.


"Bocah keparat, aku sarankan supaya kau menyerah saja. Sampai kapan pun, kau tetap tidak akan sanggup mengalahkan aku," kata Wali Kota Lu Hong di tengah-tengah jalannya pertarungan.


"Jangan banyak membual. Kerahkan saja semua kemampuanmu, setan tua," Zhang Fei berkata setengah berteriak.


Wutt!!!


Tangan kirinya didorong ke depan. Segulung angin berhawa panas keluar dari telapak tangan tersebut.


Wali Kota Lu Hong kaget, dia tahu bahwa dorongan tangan tersebut mengandung tenaga sakti yang dahsyat. Kalau saja terkena dengan telak, niscaya nyawanya akan terancam.


Karena tidak mau terjadi hal-hal yang tak diinginkan, terpaksa dia harus menarik kembali semua serangannya.


Wali Kota Lu Hong melompat mundur sejauh lima langkah. Bersamaan dengan itu dia pun melakukan beberapa gerakan untuk menghindari angin berhawa panas tadi.


"Murka Pedang Dewa!"


Zhang Fei berteriak dengan sangat lantang. Jurus terakhir dari rangkaian Kitab Pedang Dewa akhirnya digelar juga. Dengan bantuan sembilan bagian tenaga dalam, maka hasilnya jurus tersebut pun menjadi jauh lebih dahsyat lagi.


Langkah yang diambil sangat tiba-tiba itu membuat semua kaget. Mereka yang hadir di sana tidak menyangka bahwa Zhang Fei ternyata masih mempunyai lagi jurus simpanan yang bahkan sangat dahsyat.


Hawa pedang yang pekat langsung menyelimuti tempat sekitar. Orang-orang yang sebelumnya berada dalam jarak cukup dekat, sekarang segera mundur beberapa langkah.


Mereka tidak mau menjadi korban salah sasaran. Pun dirinya juga tidak ingin tergores oleh hawa pedang itu.


Apalagi dalam pada itu, ada pula hawa pembunuh mengerikan yang bisa dirasakan dengan jelas.


Ou Yang Shen yang berada di pinggir pun bisa merasakan itu semua. Dengan cepat dia langsung menyalurkan hawa murni ke seluruh tubuhnya supaya tidak mengalami luka.


'Gila. Anak muda ini benar-benar gila! Di usia yang masih begitu muda saja, dia sudah sanggup mengeluarkan hawa pedang dan hawa pembunuh sepekat ini. Aku jadi tidak bisa membayangkan, kira-kira sudah berapa orang yang ia bunuh selama ini?' batinnya bertanya-tanya.