Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Tugas Untuk Zhu Yun


Siang hari sudah tiba kembali. Zhang Fei dan tiga belas anggota Organisasi Pedang Cahaya baru saja menyelesaikan kegiatan makan siang di dalam markasnya.


Sekarang ini mereka masih minum arak. Secawan demi secawan, arak yang keras terus memasuki tenggorokannya masing-masing.


Mereka sudah mengobrol panjang lebar terkait berbagai macam hal. Mulai dari menceritakan pengalaman masing-masing, sampai juga asal dari orang-orang tersebut.


Setelah matahari menggeser seidkit ke sebelah barat, Zhang Fei baru memulai obrolan yang jauh lebih serius dari sebelumnya.


"Paman Goan, kira-kira berapa luas Kota Shangguan ini?" tanya Zhang Fei.


"Maaf, Ketua. Soal ini aku kurang mengetahuinya,"


"Baiklah. Bagaimana kalau pusat kotanya?"


"Pusat Kota Shangguan tidak terlalu besar,"


"Kalau aku beri waktu satu hari, apakah kalian bisa mengelilinginya?"


"Bagaimana jika tiga hari saja, Ketua?" tanya Zhu Yun menyela pembicaraan.


"Hemm ... tidak masalah," ucap Zhang Fei dengan enteng.


"Apakah Ketua menyuruh kami untuk mengelilingi pusat kota ini?" tanya satu anggota yang lain.


"Benar," sahut Zhang Fei sambil mengangguk. "Aku akan menugaskan kalian untuk mengelilingi pusat kota ini sambil mencari-cari informasi yang berhubungan dengan dunia persilatan. Apakah kalian sanggup melakukannya?"


"Kami sangat sanggup, Ketua," jawab mereka hampir secara bersamaan.


"Bagus. Aku tahu kalian adalah orang-orang yang bisa diandalkan,"


"Apakah tidak ada tugas lainnya lagi, Ketua?" tanya Tio Goan.


"Tidak, Paman Goan," ucap Zhang Fei sambil menggelengkan kepala. "Aku hanya ingin memastikan keamanan di kota ini saja. Sebab ketika pertama masuk, aku melihat ada cukup banyak orang-orang persilatan yang berasal dari aliran sesat,"


Zhang Fei merasa curiga dengan hal tersebut. Maka dari itulah dia menyuruh anggotanya untuk mencari informasi.


Biasanya, kalau di sebuah kota terdapat cukup banyak pendekar aliran sesat, di dalamnya juga sering ada sesuatu yang tersembunyi.


"Baiklah, kami mengerti Ketua. Kapan kami harus memulai tugas ini?"


"Sekarang! Aku memberi waktu selama tiga hari kepada kalian," tegas Zhang Fei.


"Kami siap menjalankan perintah,"


Tiga belas orang ahli pedang langsung bangkit berdiri dari posisi duduknya. Setelah memberikan hormat kepada Zhang Fei, mereka semua langsung keluar dari ruangan.


Sementara Zhang Fei, dia masih terlihat duduk di kursinya. Ia memandangi kepergian orang-orang itu dengan tatapan mata penuh harap.


"Semoga saja organisasi ini benar-benar bisa diandalkan," gumamnya seorang diri.


###


Tiga hari sudah tiba lagi. Saat ini waktu masih pagi. Zhang Fei sedang duduk sambil minum teh hangat di dalam markas Organisasi Pedang Cahaya. Ia sedang menanti kedatangan anggotanya.


Tidak lama kemudian, pintu pun terbuka. Disusul kemudian dengan masuknya tiga belas orang yang mengenakan pakaian seragam.


"Selamat pagi, Ketua Fei," kata semua anggota Organisasi Pedang Cahaya ketika berada di hadapan Zhang Fei. Tidak lupa juga, mereka memberikan hormat kepadanya.


"Selamat pagi, semuanya. Silahkan duduk," ucap Zhang Fei sambil memberikan isyarat.


Mereka langsung menegakkan tubuhnya dan segera duduk di kursi yang tersedia. Tidak lama setelah itu, seorang pelayan terlihat berjalan masuk. Pelayan itu kemudian mengisi cawan yang masih kosong dengan teh hangat.


Setelah semua cawan terisi penuh, dia langsung memberikannya kepada masing-masing orang tersebut.


Zhang Fei dan yang lain tidak langsung berbicara. Mereka lebih dulu minum teh hangat dan juga menyantap hidangan ringan yang sudah tersedia.


Lewat beberapa saat kemudian, setelah orang-orang itu lebih santai, Zhang Fei langsung mengajukan pertanyaan kepada mereka.


"Ya, kami berhasil melakukannya, Ketua Fei," jawab Tio Goan mewakili yang lainnya.


"Apa saja yang berhasil didapatkan, Paman Goan?"


"Cukup banyak juga. Tetapi beberapa masalah yang kecil dan bisa diselesaikan secara singkat, sudah kami bereskan sekalian,"


"Hebat. Kalian benar-benar hebat," kata Zhang Fei memuji mereka.


"Ketua Fei terlalu memuji," Tio Goan merasa sedikit rikuh. Begitu juga dengan ahli pedang yang lainnya.


Zhang Fei hanya membalas dengan senyuman. Sebuah senyuman yang mencerminkan rasa puas.


"Ngomong-ngomong, apa yang berhasil kalian dapatkan dari tugas ini?" tanya Zhang Fei setelah beberapa saat kemudian.


"Begini ..." Tio Goan langsung menyahut. Dia membetulkan posisi duduknya lebih dulu. Setelah itu baru melanjutkan ucapannya. "Kami berhasil menemukan salah satu rumah makan yang sangat mencurigakan,"


"Rumah makan yang mencurigakan?" tanya Zhang Fei sambil mengerutkan keningnya.


"Benar, Ketua Fei,"


"Mengapa bisa begitu?"


"Kami mendapati bahwa rumah makan itu sangat sepi pengunjung. Selama tiga hari menyelidiki, orang-orang yang datang ke sana hanya itu-itu saja. Lagi pula, setiap dari mereka selalu datang saat tengah malam,"


"Apakah Paman Goan tahu, siapa saja orang-orang tersebut?" tanya Zhang Fei sambil menatapnya dengan serius.


Setelah mendengar laporan barusan, dia mulai merasa tertarik. Menurutnya, hal ini sangat wajib untuk selidiki lebih lanjut lagi.


"Aku tidak tahu siapa saja mereka itu, Ketua. Hanya saja, aku dan yang lain sepakat bahwa orang-orang tersebut merupakan pendekar aliran hitam,"


"Dari mana Paman Goan bisa mengetahui bahwa mereka adalah pendekar dari aliran sesat?"


"Pertama dari wajahnya yang sangar dan menyeramkan. Siapa pun yang melihatnya, pasti akan merasa takut. Kedua, dari penampilannya. Dan terakhir adalah yang utama. Kami bisa mengetahui hal itu karena dari tubuh setiap orang tersebut mengeluarkan hawa sesat yang pekat,"


Hal yang paling mudah untuk membedakan antara pendekar aliran putih dan aliran hitam, memang terletak pada hawa yang keluar dari tubuhnya.


Pendekar aliran putih pada umumnya mengeluarkan hawa yang membuat orang lain segan. Sedangkan para pendekar aliran hitam, mereka pasti mengeluarkan hawa sesat dari tubuhnya.


Setiap orang yang bergelut dalam dunia persilatan pasti sudah mengetahui akan hal ini.


Zhang Fei menganggukkan kepala beberapa kali. Dari laporan yang dia dapatkan barusan, bisa dipastikan hal itu memang benar.


"Kira-kira, berapa orang yang sering datang ke rumah makan tersebut?" tanya Zhang Fei lebih jauh lagi.


"Kurang lebih sekitar dua puluh orang, Ketua. Dari hawa sesat yang terasa, kami yakin bahwa mereka setidaknya merupakan pendekar kelas satu,"


"Hemm ... menarik. Hal ini sangat pantas untuk diselidiki,"


Zhang Fei semakin yakin bahwa rumah makan tersebut mengandung 'sesuatu' di dalamnya.


"Zhu Yun ..." ia memanggil orang tersebut.


"Aku, Ketua,"


"Kira-kira, kau bisa tidak kalau menyelidiki lebih jauh tentang masalah ini?" tanya Zhang Fei kepadanya.


"Kalau boleh tahu, apa yang harus aku lakukan?"


"Kalau bisa, kau harus menyamar menjadi salah satu dari mereka dan mencari informasi lebih mendalam tentangnya,"


"Baik. Aku rasa, aku bisa melakukannya. Cuma, aku membutuhkan waktu paling tidak tujuh hari untuk mendapatkan informasi yang lebih lanjut,"


"Tidak masalah. Kami juga akan melakukan persiapan sembari menunggu waktunya tiba,"


"Kalau begitu, aku siap melaksanakan tugas ini, Ketua Fei,"