Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Menyerbu 'Markas' Partai Iblis Sesat


Setelah membuka penyamarannya, ia segera duduk kembali. Pendekar Pedang Perpisahan meneguk guci arak. Setelah dia selesai, Zhang Fei langsung mengajukan pertanyaan kepadq dirinya.


"Tuan Wu, apakah sekarang kau bisa menceritakan, apa saja yang berhasil kau temukan dalam penyelidikan kemarin?"


"Baik, Ketua," Datuk Dunia Persilatan aliran sesat itu mengangguk. Setalah menarik nafas, dia segera memulai ceritanya.


"Setelah kejadian di tempat ini, saat itu aku langsung pergi ke sebuah rumah makan yang ramai. Tidak lama kemudian, ada dua orang dengan pakaian sama yang datang menghampiriku,"


"Apa yang mereka lakukan?" tanya Dewa Arak Tanpa Bayangan.


"Mereka bertanya apakah tugasku berhasil atau tidak,"


"Lalu, apa yang Tuan Wu katakan?"


"Tentu saja aku menjawab berhasil," ia tertawa lantang dengan ekspresi wajah cukup kaku. "Ternyata mereka adalah orang-orang bodoh, sehingga tidak tahu tentang penyamaranku,"


Orang-orang di sekitarnya tertawa. Setelah suara tawa itu berhenti, Pendekar Pedang Perpisahan segera melanjutkan lagi ceritanya.


"Aku dibawa oleh mereka ke tempat yang selama ini menjadi markasnya. Jujur, aku sendiri merasa kaget setelah mengetahuinya,"


"Memangnya, di mana markas mereka selama ini?" tanya Orang Tua Aneh Tionggoan dengan cepat.


"Di rumah Gubernur setempat," jawab Pendekar Pedang Perpisahan penuh penekanan.


"Apa?" para tokoh itu mengajukan pertanyaan secara serempak.


Sepertinya mereka pun merasa terkejut setelah mendengarnya.


"Nah, kalian pun tidak menyangka, bukan? Begitu juga dengan aku," ujarnya. Ia berhenti sebentar, kemudian melanjutkan kembali, "Apalagi, keadaan di kediaman Gubernur itu masih normal seperti biasanya. Sedikit pun, tidak ada tanda-tanda mencurigakan,"


"Hemm ... rupanya mereka benar-benar bertindak secara rapi," ucap Zhang Fei sedikit memuji pergerakan musuh.


Kalau situasinya memang seperti itu, siapa pun pasti akan kaget. Orang-orang itu sendiri kalau tidak mendengar secara langsung, niscaya tidak akan mempercayainya.


"Kalau kediaman Gubernur itu menjadi markas orang-orang Partai Iblis Sesat, lalu ... ke mana Gubernur dan orang-orangnya itu?"


"Setelah menyelidiki beberapa waktu, ternyata Gubernur dan orang-orangnya itu telah dibunuh oleh mereka. Pembunuhan itu sendiri berjalan secara senyap, sehingga tidak ada satu pun orang luar yang tahu,"


"Aih ... pantas saja," kata Zhang Fei seraya mengeluh perlahan.


"Kalau begitu, berarti mereka mempunyai pasukan khusus untuk melakukan pembunuhan tersebut," tukas Orang Tua Aneh Tionggoan.


"Kau benar," kata Pendekar Pedang Perpisahan dengan cepat. "Mereka memang mempunyai pasukan khusus. Setiap pembunuhan dan kejadian misterius yang terjadi di kota ini, sebenarnya dilakukan oleh pasukan tersebut,"


"Hemm ... siapa saja orang-orang yang tergabung dalam pasukan khusus itu, Tuan Wu?" tanya Zhang Fei kembali.


"Aku tidak mengetahui secara pasti, Ketua Fei. Yang jelas, sebagian dari mereka adalah para petinggi Partai Iblis Sesat. Ketuanya juga tergabung dalam pasukan khusus tersebut,"


"Ini tidak bisa dibiarkan!" tegas Dewa Arak Tanpa Bayangan. "Kita harus segera turun tangan untuk membasmi mereka,"


"Benar, kita harus bergerak sebelum mereka bertindak," sambung Pendekar Tombak Angin.


"Maka dari itulah, aku melakukan penyelidikan," ucap Pendekar Pedang Perpisahan. "Dan waktu yang tepat untuk menyerbu ke 'markas' Partai Iblis Sesat, adalah besok sore hari. Saat itu, semua anak murid yang tergabung sedang berkumpul dan membicarakan strategi selanjutnya. Kita bisa menyerbu mereka secara tiba-tiba,"


"Benar, aku setuju," ucap Zhang Fei cepat menyahut. "Tapi, berapa jumlah mereka? Seberapa besar pula kekuatannya?"


"Ah, ini soal mudah, Ketua Fei. Jumlah mereka hanya empat puluh orang. Sepuluh orang di antaranya adalah pasukan khusus. Jadi singkatnya, yang harus kita waspadai adalah sepuluh orang itu saja,"


"Hemm ... baiklah. Besok sore kita akan berangkat ke sana. Biar aku yang menyiapkan pasukan untuk menyerbu nanti,"


"Baik, Ketua Fei. Aku mengerti,"


Obrolan penting hanya sampai di situ saja. Selanjutnya mereka segera mengganti topik pembahasan yang lain. Setelah matahari lenyap dibalik bukit, mereka langsung pergi dari sana untuk melakukan istirahat di kamar penginapannya masing-masing.


Waktu yang ditentukan telah tiba. Di persimpangan jalan tengah hutan itu, saat ini sudah ada banyak orang. Jumlah mereka setidaknya ada empat puluh orang. Sama persis dengan jumlah musuh yang akan mereka hadapi nanti.


Semua anggota Organisasi Pedang Cahaya juga masuk dalam hitungan.


Mereka telah melakukan persiapan sejak beberapa saat yang lalu. Jadi sekarang, tidak ada yang perlu dilakukan lagi, kecuali hanya langsung meluncur ke lokasi.


"Apakah kalian sudah siap?" tanya Zhang Fei kepada semua orang.


"Ya, kami sudah siap, Ketua," jaba mereka secara serempak.


"Bagus. Kalau begitu, mari kita berangkat,"


"Baik,"


Wushh!!! Wushh!!!


Orang-orang itu langsung pergi secepat mungkin. Sebagian ada yang menggunakan ilmu meringankan tubuh, sebagiannya lagi ada yang menaiki kuda.


Pendekar Pedang Perpisahan bertugas sebagai petunjuknya jelan. Di belakangnya ada Zhang Fei dan Empat Datuk Dunia Persilatan yang lain.


Kediaman Gubernur yang akan mereka tuju tidaklah terlalu jauh. Dari persimpangan jalan tadi, setidaknya hanya butuh belasan menit untuk sampai di sana.


Para pendekar gagah berani tersebut, tiba di lokasi tujuan tepat ketika malam hampir menyelimuti muka bumi.


Pendekar Pedang Perpisahan sempat meminta supaya semua orang berhenti. Sedangkan dia sendiri, langsung melesat pergi untuk memeriksa keadaan di sana.


Setelah dipastikan situasinya akan, dia segera memberikan aba-aba untuk melakukan serangan.


"Serang!" teriak Zhang Fei kepada semua orang yang ada di belakangnya.


Wushh!!!


Empat puluh bayangan manusia langsung meluncur dengan sangat cepat sekali. Mereka layaknya sekelompok burung pemangsa yang ganas dan mengerikan.


Dalam waktu sebentar saja, orang-orang itu telah tiba di halaman markas. Kemunculan mereka mengejutkan semua anggota Partai Iblis Sesat.


Tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa sore hari ini akan terjadi sebuah peristiwa kelam.


Karena tidak punya pilihan lain lagi, terpaksa orang-orang itu harus memberikan perlawanan dengan sekuat tenaga.


Namun sayangnya, mereka telah terlambat sedikit. Sebelum mengambil tindakan, tahu-tahu kilatan batang pedang sudah membelah angkasa.


Pukulan jarak jauh yang mengandung tenaga dalam dan tenaga sakti, telah memenuhi halaman depan.


Dalam waktu sebentar saja, korban jiwa sudah tercipta. Tak kurang dari dua belah anak murid Partai Iblis Sesat sudah terkapar di atas tanah.


Mereka tewah bermandikan darah dan luka yang menganga.


Wushh!!! Wushh!!!


Dua puluh lebih bayangan manusia tiba-tiba meluncur dari dalam bangunan. Begitu tiba di halaman depan, mereka langsung menyerang ke arah para pendekar.


Berbagai macam serangan datang tanpa diduga. Untunglah para pendekar yang berada dalam pimpinan Zhang Fei sudah siap dengan segala macam keadaan.


Sehingga begitu mendapat serangan dadakan, dengan cepat para pendekar itu mengambil langkah yang tepat.


Mereka ada yang menghindar, ada pula yang menangkis serangan dengan caranya masing-masing.


Trangg!!! Trangg!!!


Benturan nyaring ketika senjata bertemu terdengar nyaring. Pertempuran langsung berjalan seru, para pendekar tersebut segera mencari lawannya masing-masing.