Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Pembentukan Aliansi III


"Begini, Ketua Fei," Pendekar Kipas Terbang Yon Bi melanjutkan ucapannya. "Aliansi yang akan dibentuk ini, rasanya akan menjadi aliansi terbesar sepanjang sejarah dunia persilatan. Apalagi, para pendekar yang tergabung bukan hanya dari satu aliran. Melainkan dari tiga aliran sekaligus. Maka dari itu, aku yakin, yang lainnya juga ingin bahwa pemimpin dari aliansi ini, merupakan tokoh ternama yang ditakuti lawan disegani kawan,"


"Benar juga,"


"Betul itu,"


"Kalau bukan sosok yang ditakuti, percuma saja,"


"Ya, Tuan Benar,"


Berbagai macam jawaban yang berasal dari mulut para pendekar langsung terdengar di telinga. Mereka menyatakan setuju atas apa yang telah disampaikan oleh Pendekar Kipas Terbang barusan.


Memang benar, pemimpin aliansi haruslah tokoh ternama. Minimal, ia ditakuti lawan dan disegani kawan.


Tujuannya adalah supaya para pendekar mau menuruti setiap perintah yang diberikan nanti.


Tetapi, bukankah Zhang Fei sudah memenuhi kriteria tersebut? Dalam dunia persilatan dewasa ini, banyak pendekar aliran putih yang merasa segan kepadanya. Tidak sedikit pula tokoh-tokoh sesat yang merasa takut.


Lalu, apalagi yang kurang?


Suasana yang tadinya sepi hening, sekarang mulai gaduh kembali. Kebanyakan para pendekar itu merasa setuju dengan ucapan Pendekar Kipas Terbang.


Melihat situasi yang mulai kacau, para Datuk Dunia Persilatan kembali merasa kesal. Tapi, sebisa mungkin mereka menahan dirinya supaya suasana tidak semakin keruh.


Hanya saja, hal seperti itu cuma berlaku bagi Empat Datuk Dunia Persilatan aliran putih. Sedangkan khusus untuk Pendekar Pedang Perpisahan, ia sudah tidak bisa menahan diri lagi.


Tiba-tiba dia bangkit dari duduknya. Datuk sesat itu kemudian berjalan ke tengah mimbar. Walaupun yang lain sudah berusaha menahan, tapi hal itu percuma saja.


Zhang Fei sendiri cukup kaget melihat Pendekar Pedang Perpisahan sudah berdiri di sisinya. Tetapi sebelum dia mengatakan sesuatu, datuk sesat itu sudah memberikan isyarat supaya Zhang Fei tetap diam!


"Pendekar Kipas Terbang ..." katanya dengan nada mendalam. "Apakah kau pikir Ketua Fei tidak memenuhi kriteria itu? Asal kau tahu saja, dia bahkan sudah lebih daripada cukup. Para pendekar dunia persilatan pasti akan merasa segan kepadanya. Asalkan mendengar julukan Dewa Pedang Dari Selatan, aku yakin, tokoh-tokoh sesat pun akan gentar. Jadi, apalagi yang kurang? Apakah ini hanya akal-akalanmu supaya suasana menjadi keruh?"


Pendekar Pedang Perpisahan menatap lebih tajam. Seolah-olah tatapan matanya itu adalah mata pedang yang siap menembus jantung.


Namun, orang yang ditatap juga bukan manusia sembarangan. Walaupun dalam hatinya, dia sempat merasa terkejut ketika melihat sosok Pendekar Pedang Perpisahan, tapi dengan cepat keterkejutan itu bisa ia atasai.


"Tuan Wu, maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuat masalah," jawabnya dengan nada sopan. Seolah-olah dia memang menghargai Pendekar Pedang Perpisahan. "Tapi, aku hanya mewakili yang lain. Buktinya saja, mereka juga setuju dengan ucapanku,"


"Omong kosong!" katanya dengan nada tidak senang. "Di belakang Ketua Fei ada para Datuk Dunia Persilatan, coba katakan, bagian mana lagi yang kurang?"


Pendekar Kipas Terbang seketika terdiam. Sepasang matanya melirik ke sana kemari sambil mencari-cari cara baru.


Beberapa saat kemudian, setelah menemukan cara yang dirasa cocok, dia segera berkata lagi.


"Sebelumnya mohon maaf, tapi mungkin ... mungkin para pendekar merasa ragu karena usia Ketua Fei masih sangat muda. Pengalaman bertarungnya juga pasti belum sebanyak kita para angkatan tua. Lagi pula, pendekar yang hadir di sini, tidak semuanya mengetahui atau pernah menyaksikan kemampuan Ketua Fei. Aku yakin, masih ada banyak para pendekar yang tidak tahu sama sekali,"


Suara riuh di jajaran para pendekar semakin menjadi. Di antara mereka mulai terjadi pro kontra. Ada yang tidak setuju, ada pula yang setuju dengan ucapan Pendekar Kipas Terbang.


"Baiklah. Aku menyadari semua apa yang telah Tuan Bi katakan itu. Usiaku memang masih muda, dan pengalaman bertarungku juga tidak sebanyak Tuan Bi. Andai saja aku boleh melepas jabatan dan tanggungjawab ini, mungkin sudah sejak lama aku melakukannya," kata Zhang Fei tiba-tiba berbicara.


Di samping itu, Zhang Fei juga sadar bahwa apa yang dikatakan Dewa Arak Tanpa Bayangan sebelumnya, sekarang sudah mulai terjadi.


Atas dasar itu, ia tidak bisa tinggal diam lagi. Zhang Fei ingin mengatasi sekaligus ingin tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya.


"Sayang sekali, aku tidak diperbolehkan untuk melepas jabatan sekaligus tanggungjawab ini," katanya melanjutkan lagi.


Pada saat itu, suasana di sana menjadi lebih tegang. Para Datuk Dunia Persilatan sudah berdiri di belakang Zhang Fei. Para petugas yang hadir juga sudah siap bergerak kalau hal-hal tak diinginkan terjadi.


Namun, semua hal tersebut segera diatasi oleh Zhang Fei. Dia menyuruh mereka untuk tetap diam dan tidak ikut campur.


"Maaf, aku harap kalian tidak ikut campur dalam masalah ini. Ini adalah tugasku untuk membuat semuanya percaya," ucap Zhang Fei dengan nada serius.


"Baik, Ketua Fei," jawab Dewa Arak Tanpa Bayangan mewakili yang lain.


Sementara itu, melihat situasi yang jauh lebih tegang, Pendekar Kipas Terbang terlihat tersenyum sinis untuk sesaat.


Orang lain mungkin tidak ada yang melihatnya. Tapi Zhang Fei ... ia bisa melihat cukup jelas akan hal tersebut.


'Rupanya dia benar-benar ingin mengacaukan rencana pembentukan aliansi ini. Hemm ... aku harus memberikan pelajaran kepadanya,' batin Ketua Dunia Persilatan sambil mengangguk perlahan.


Beberapa saat selanjutnya, Pendekar Kipas Terbang kembali membuka mulut. Ia berkata, "Aku percaya, Ketua Fei. Hanya saja, aku masih tetap ragu," ia mendesah berat.


"Baiklah. Supaya tidak membuatmu atau yang lain ragu, lalu apa yang harus aku lakukan?"


"Hemm ... bagaimana kalau Ketua Fei membuktikannya?"


"Maksudmu?"


"Begini, aku ingin menantang Ketua Fei berduel di atas mimbar dan disaksikan oleh semua orang. Bagaimana?"


Zhang Fei berpikir sekejap. Setelah menemukan ide yang cocok, ia segera menjawabnya.


"Baik, aku setuju,"


Ia menatap lekat-lekat ke arah Pendekar Kipas Terbang, lalu kemudian menatap berkeliling.


"Apakah masih ada lagi yang ingin berduel denganku, untuk membuktikan apakah aku sudah pantas menjadi Ketua Dunia Persilatan sekaligus pemimpin aliansi ini, atau belum? Kalau ada, silahkan naik ke atas mimbar sekarang juga," ia berkata dengan suara lantang sehingga semua orang dapat mendengar ucapannya.


"Ketua Fei, apakah kau serius?" tanyanya seolah-olah masih ragu.


"Aku sangat serius. Bahkan apabila ada yang mampu mengalahkanku dalam waktu tiga puluh jurus, maka aku akan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dunia Persilatan sekaligus pemimpin aliansi. Selanjutnya, aku akan memberikan kedua jabatan itu kepada dia yang mengalahkanku,"


Perkataan Zhang Fei membuat semua orang terkejut. Termasuk juga para Datuk Dunia Persilatan yang lain.


Mereka tidak menyangka bahwa ia akan berkata seperti itu!