Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Membantu Para Pendekar II


Tanpa banyak bicara lagi, tanpa adanya komando pun, kedua puluh orang pendekar sesat itu secara serempak langsung menyerang ke arah Zhang Fei.


Berbagai macam senjata pusaka yang memiliki ketajaman luar biasa sudah mereka genggam di tangan kanannya masing-masing.


Orang-orang itu percaya bahwa Zhang Fei akan tewas dalam waktu singkat. Apalagi jumlah penyerangnya mencapai dua puluh orang.


Dalam waktu yang bersamaan, para pendekar di pihaknya pun sebenarnya akan bergerak. Mereka siap mengambil tindakan untuk melindungi Zhang Fei.


Tapi, mana mungkin dia akan memperbolehkan hal tersebut.


"Jangan ada yang bergerak!" katanya dengan tegas. "Biar aku sendiri yang mengurus mereka,"


Mendengar seruan yang tegas itu, para pendekar yang tadinya siap menghalau, seketika langsung membatalkan niatnya. Masing-masing dari mereka segera kembali ke posisi semula.


Sementara Zhang Fei, ia langsung maju ke depan sebanyak tiga langkah. Sepasang matanya yang tajam bagai mata elang itu, menatap ke semua pendekar sesat.


Baginya, mereka bukanlah lawan yang kuat. Orang-orang itu hanya setara dengan pendekar kelas rendah. Mungkin mereka termasuk ke dalam jajaran pendekar kelas tiga.


Menghadapi orang-orang seperti itu, tentu baginya bukan suatu masalah besar.


Begitu kedua puluh pendekar sudah hampir tiba di depan mata, pada saat itulah Zhang Fei mengambil tindakan-tindakan.


Wushh!!!


Dia mendorong kedua telapak tangannya ke depan. Segulung tenaga dalam maha dahsyat keluar bersamaan dengan dorongan tersebut.


Blamm!!!


Teriakan kedua puluh orang pendekar sesat terdengar keras. Mereka langsung terlempar cukup jauh ke belakang sana.


Orang-orang itu ada yang bergulingan di atas tanah. Bahkan ada juga yang sampai membentur pohon-pohon di belakangnya.


Hanya dalam satu kali serangan saja, Zhang Fei sudah mampu membereskan mereka semua. Meskipun benar orang-orang itu tidak sampai tewas, tapi setidaknya mereka sudah tidak mempunyai tenaga lain untuk melanjutkan pertempurannya.


"Urusanku di sini telah selesai. Sekarang giliran kalian sendiri yang membereskannya," kata Zhang Fei yang main.


Tidak menunggu jawaban, dia langsung naik ke punggung kuda dan pergi lagi.


Alasan kenapa dia tidak sampai membunuh mereka adalah karena perbedaan yang cukup jauh.


Mana mungkin seorang Ketua Dunia Persilatan sekaligus tokoh yang mempunyai nama besar sepertinya, harus membunuh pendekar kelas rendah?


Tentu saja hal itu tidak bisa dilakukan. Sebab kalau sampai Zhang Fei melakukannya, maka dunia luar pasti akan mencemoohnya. Dia akan menjadi bahan ejekan banyak orang.


Maka dari itulah, ia menyerahkan urusan sisanya kepada para pendekar yang lain. Sedangkan dia sendiri, segera menuju ke titik lainnya.


Kebetulan, tidak jauh dari tempat sebelumnya, Zhang Fei sudah menemukan lagi sebuah arena pertempuran.


Pertempuran itu berlangsung di depan halaman rumah yang cukup besar. Orang-orang yang terlibat dalam pertempuran itu jumlahnya mencapai sekitar lima belas orang.


Jumlahnya mungkin lebih sedikit, tapi akibat dan ketegangannya berbeda jauh dari pertempuran sebelumnya.


Zhang Fei memandang ke depan. Sesaat kemudian, ia sudah melihat bahwa orang-orang yang terlibat itu bukan lain adalah anggotanya sendiri.


Mereka adalah anggota Organisasi Pedang Cahaya!


Wushh!!!


Mengetahui akan hal tersebut, dengan gerakan kilat dia langsung meluncur deras ke depan sana. Zhang Fei menolong dua orang pendekar aliansi yang saat itu sedang kewalahan menghadapi musuhnya masing-masing.


Blamm!!!


Ia melancarkan serangan jarak jauh. Kedua jurus yang pada saat itu telah dilepaskan oleh musuh, seketika langsung musnah ketika berbenturan dengan serangan Zhng Fei.


Pemilik jurusnya sendiri segera terdorong mundur sejauh tiga langkah ke belakang.


"Kalian baik-baik saja?" tanya Zhang Fei kepada para pendekar tersebut.


"Ya, kami baik-baik saja, Ketua. Terimakasih atas bantuannya," jawab salah satu dari mereka.


Zhang Fei hanya menanggapi ucapan itu dengan senyuman. Ia kemudian memberi dua butir pil yang berguna untuk mengembalikan tenaganya.


"Tapi, Ketua ..."


"Lakukan saja apa yang aku perintahkan,"


"Baiklah. Kami mengerti,"


Dua pendekar langsung berjalan ke pinggir arena. Mereka segera menelan pil itu dan beristirahat barang beberapa waktu.


Kehadiran Zhang Fei di arena pertempuran tersebut sebenarnya sudah diketahui oleh semua anggota Organisasi Pedang Cahaya.


Hanya saja mereka tidak terlalu menghiraukan. Sebab pada saat ini, masing-masing segan sibuk dengan pertarungannya tersendiri.


Lawan yang mereka hadapi bisa dibilang cukup tangguh. Sehingga wajar kalau orang-orang tetap fokus terhadap pertarungannya.


Karena kalau sedikit lengah dan melakukan kesalahan saja, niscaya akibatnya akan cukup fatal.


Zhang Fei sendiri sudah mengetahui akan hal tersebut. Maka dari itulah dia tidak terlalu menanggapi.


"Siapa kau?" tanya salah satu dari dua pendekar sesat yang saat ini berada di depannya.


"Siapa aku tidaklah penting. Yang justru bertanya seperti itu adalah aku. Kalian ini siapa, dan berasal dari mana?"


Zhang Fei menatap mereka cukup selidik. Dari bentuk wajah, sepertinya mereka bukan berasal dari Kekaisaran Song.


"Kau juga tidak perlu tahu siapa kami. Yang jelas, kedatangan kami kemari adalah untuk membunuh para pendekar Kekaisaran Song,"


"Oh, benarkah?" Zhang Fei menyelidik lebih lanjut. Tanpa sengaja dia melihat lambang di bagian ikat kepala mereka.


Kalau ia tidak salah, itu adalah lambang dari Kekaisaran Jin!


"Hemm ... ternyata Kekaisaran Jin belum juga jera. Baiklah, tidak masalah. Aku akan membereskan kalian secepat mungkin,"


"Hahaha ... ternyata kau pintar juga. Kami memang berasal dari Kekaisaran Jin," ujar salah satu mengakui.


"Baiklah. Mari kita bereskan masalah ini. Aku tidak punya banyak waktu untuk melayani manusia seperti kalian berdua,"


"Bedebah! Rasakan ini!"


Wushh!!!


Orang itu langsung menerjang ke depan. Golok di tangan kanannya membacok dengan cepat. Rekannya tidak mau ketinggalan, dia pun turut menyerang Zhang Fei dengan mengandalkan kapak berukuran besar.


Wutt!!! Wutt!!!


Dua buah senjata tajam telah datang memberikan ancaman. Mereka berdua tidak main-main. Setiap serangannya mengandung ancaman yang cukup lumayan.


Hanya saja, semua ancaman itu tidak membawa pengaruh besar terhadap Zhang Fei. Meskipun jurus-jurus dan gerakan mereka cepat, tapi semua itu masih kalah dengan kecepatan Zhang Fei dalam menghindari serangan.


"Telapak Dewa Maut!"


Wutt!!! Blarr!!!


Serangan jarak menengah digelar. Jurus dan gerakan mereka langsung lenyap ketika mendapat serangan tersebut.


Keduanya sampai terdorong mundur sejauh dua langkah. Mereka terkejut. Ternyata anak muda itu bukan lawan yang mudah untuk dihadapi!


Dan dalam keterkejutan itulah, Zhang Fei kembali datang dengan jurus yang sama. Kali ini, dia melancarkan jurus Telapak Dewa Maut dari jarak dekat.


Serengan menggunakan telapak tangan terus berdatangan silih berhenti. Walaupun kedua lawanbya menggunakan senjata, tapi dia tidak merasa takut.


Zhang Fei terus menghindari setiap serangan balasan itu. Kakinya bergeser ke kanan kiri. Tubuhnya pun demikian.


Setiap gerakan menghindar itu dilakukan dengan cepat. Sehingga membuat kedua lawannya kebingungan sendiri.


Blamm!!!


Telapak tangan kanannya mengenai salah satu lawan. Ia langsung terlempar sejauh sepuluh langkah ke belakang.