
Suasana di tengah arena pertarungan langsung tegang. Permisi orang yang ada di sana juga menahan nafas. Puluhan pasang mata memandang penuh perhatian ke arah depan.
Sementara Zhang Fei, setelah ia terdiam untuk beberapa waktu, akhirnya Ketua Dunia Persilatan itu segera berkata.
"Yang harusnya bertanya seperti itu justru adalah aku. Apa yang sebenarnya mereka lakukan? Kenapa mereka tidak berani menyerang sungguh-sungguh?" Zhang Fei balik bertanya sambil menunjuk ke arah Pendekar Pedang Hijau dan Pendekar Empat Pedang.
Ditanya demikian, baik Kaisar Zhou maupun Tang San tidak ada yang berani menjawab cepat. Kedua orang itu sama-sama terdiam.
Sepertinya mereka juga kebingungan harus menjawab pertanyaan tersebut.
"Mengapa kalian berdua tidak menjawab? Apakah kebingungan?" tanya Zhang Fei sambil memberikan senyuman mengejek.
"Tutup mulutmu!" Kaisar Zhou membentak keras. "Apa yang kau katakan itu tidak berdasar dan tidak ada buktinya. Kau hanya manusia rendahan yang bisanya cuma omong kosong saja,"
"Hahaha ... Kaisar Zhou yang terhormat," katanya sambil menarik muka. "Kau ini bicara apa? Bukankah aku sudah menjelaskan semuanya sejak awal? Walaupun semua orang tidak bisa melihat kenyataan dengan jelas, tapi aku tetap bisa menyaksikannya,"
"Tapi itu saja belum cukup," Tang San ikut berbicara. Secara tidak langsung, dia telah membantu Kaisar Zhou supaya tidak berada di posisi terdesak.
Sementara Zhang Fei, ia sempat berpikir untuk beberapa saat. Bukan bingung harus menjawab apa, bukan pula bingung karena tidak ada jawaban.
Melainkan karena pada saat itu Zhang Fei sedang menyusun kata-kata supaya jawabannya nanti bisa dipahami dengan mudah.
Lewat beberapa saat kemudian, ia baru berkata lagi. "Baik, kalau begitu, aku akan memberikan jawaban yang mudah dipahami oleh semua orang,"
Ia menarik nafas panjang, kemudian melanjutkan lagi bicaranya. "Begini, sebuah pertarungan yang melibatkan pendekar kelas atas, biasanya tidak memerlukan waktu yang lama. Kalau pun benar, itu artinya mereka yang terlibat mempunyai kemampuan seimbang. Sedangkan menurutku, semua orang di sini tahu bahwa antara dua orang yang terlibat tadi, pemenangnya adalah Pendekar Empat Pedang,"
"Meskipun Pendekar Pedang Hijau mempunyai kemampuan tinggi, tapi dia tetap berada di bawah Pendekar Empat Pedang. Jangan lupa, Pendekar Empat Pedang adalah Ketua Dunia Persilatan dari Kekaisaran Jin. Ilmu yang dia miliki tentunya sangat banyak. Baik itu ilmu pedang, maupun ilmu tangan kosong. Dengan semua bekal itu, benarkah Pendekar Pedang Hijau akan sanggup menghadapinya?"
"Tapi ... mengapa dalam waktu yang telah cukup lama, pertarungan mereka masih terlihat seimbang, sehingga belum ada yang terluka, atau tersedak sedikit pun. Dari sini saja, bukankah semua orang akan setuju bahwa pertarungan tersebut sedikit aneh?"
Zhang Fei bicara panjang lebar. Tapi meskipun perkataannya panjang, semua orang yang ada di halaman Istana Kekaisaran pun sama-sama menganggukkan kepala.
Mereka bisa mendengar setiap patah kayanya dengan jelas. Sebab pada saat itu, Zhang Fei juga berkata dengan nada keras.
Sedangkan di sisi lain, wajah Kaisar Zhou dan Tang San Dan juga langsung merah padam. Kedua tokoh itu benar-benar tidak bisa menjawab barang sedikit pun.
Sementara itu, Penasihat Mu dan beberapa petugas lain terlihat sudah ada di tengah-tengah arena. Sepertinya mereka ingin melerai adu mulut itu.
Namun niat tersebut segera tertahan, karena pada waktu bersamaan, tampak Kaisar Zhou telah memberikan isyarat supaya Penasihat Mu dan yang lainnya tetap diam dan tidak perlu ikut campur.
"Hemm ... seberapa tinggi kemampuanmu, Zhang Fei? Mengapa kau bisa bicara seperti itu? Benarkah kemampuanmu lebih tinggi dariku?" tanya Kaisar Zhou sambil tersenyum dingin.
"Aku bicara yang sebenarnya. Dan semua orang pun setuju," jawabnya dengan tenang. "Terkait kemampuan, aku tidak bisa menjawabnya. Sebab hal ini masih perlu pembuktian,"
Dia masih menampilkan sikap tenang. Walaupun orang-orang di hadapannya sudah mulai emosi, tapi ia tetap bersikap santai.
Dari depan sana, terlihat Pendekar Pedang Hijau dan Pendekar Empat Pedang sudah berjalan mendekat ke arah mereka.
Kondisi dua orang pendekar tersebut sepertinya sudah mulai pulih. Sehingga mereka bisa bangkit berdiri lagi.
"Zhang Fei! Pertarungan kita belum selesai. Kalau memang kau punya nyali, mari kita bertarung lagi," kata Pendekar Empat Pedang memberikan tantangan terbuka.
"Tantanganmu aku terima," jawab Zhang Fei dengan tegas. "Tapi aku tidak bisa melakukannya sekarang. Karena Pertarungan Empat Kekaisaran ini masih belum selesai,"
Wushh!!!
Pendekar Empat Pedang langsung menyerang menggunakan senjata andalannya. Terhadap orang-orang yang ada di sana, dia tidak menghiraukannya sama sekali.
Dia menyerang dengan ganas dan brutal. Pedang pusaka di tangan kanannya bergerak cepat dan mengincar setiap titik penting di tubuh manusia.
Awalnya Zhang Fei sendiri tidak ingin melayani. Tetapi semakin lama, dia pun tidak bisa diam saja. Sebab hal itu sama dengan menyerahkan nyawanya dengan percuma.
Maka dari itu, terpaksa dia harus melayani setiap serangan Pendekar Empat Pedang.
Zhang Fei melompat ke tengah arena. Dia melakukan hal itu supaya pertarungannya bisa berjalan lebih leluasa lagi.
Tapi belum lama mereka bertarung, tiba-tiba ada satu bayangan lain yang ikut masuk ke dalam pertarungan.
Bayangan tersebut bukan lain adalah Pendekar Pedang Hijau!
Ketiganya kembali terlibat dalam pertarungan sengit.
Para tokoh yang ada di tengah arena tidak ada yang berani bergerak. Mereka semua masih diam di tempatnya semula.
Masing-masing dari mereka tidak ada yang ingin mengambil resiko. Karenanya, para tokoh itu lebih baik diam sembari menunggu waktu yang tepat untuk mengambil tindakan.
Wushh!!! Wutt!!! Wutt!!!
Cahaya hijau terang memancar ke empat penjuru mata angin. Tebasan dan tusukan pedang yang datang bagaikan kabar dari Malaikat Maut.
Pendekar Pedang Hijau benar-benar marah. Saat itu dia telah mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimilikinya. Jadi, tidak heran kalau setiap serangan yang diberikan mampu mencabut nyawa manusia dalam waktu singkat.
Tidak hanya dia, Pendekar Empat Pedang tampaknya juga sudah mengambil langkah yang sama. Pedang di tangannya seolah-olah telah bertambah banyak.
Hawa pedang dari senjata masing-masing tokoh itu benar-benar pekat. Jangankan pendekar kelas dua, bahkan Datuk Dunia Persilatan pun pasti akan kesulitan jika menghadapi mereka sekaligus.
Lalu, bagaiamana dengan Zhang Fei? Apakah dia juga mengalami hal yang sama?
Kalau dilihat secara teliti, rasanya ia tidak terlihat benar-benar terdesak. Buktinya saja, pada saat itu dia masih bisa memberikan perlawanan berarti.
Dalam waktu yang bersamaan, Zhang Fei juga mampu bertahan dari dua serangan ganas itu secara sempurna.
Yang mana hal tersebut telah membuat kedua lawannya kesulitan untuk menembus benteng pertahanan Zhang Fei.
Wutt!!! Trangg!!! Trangg!!!
Suara dentingam nyaring terdengar keras. Percikan bunga api yang tercipta terlihat begitu memukau.
Sampai sejauh ini, ketiga tokoh tersebut setidaknya sudah bertarung selama kurang lebih empat puluhan jurus.
###
Novel baru author sudah di publish, jangan lupa baca ya ...
Judulnya Pendekar Pembawa Maut ...