
Sebenarnya, pada saat itu Yin Yin pun merasakan kekaguman yang sama seperti Zhang Fei.
Ketika pertama kali melihat kedatangannya, ia hampir tidak percaya bahwa Zhang Fei yang sekarang, sangat jauh berbeda dengan Zhang Fei yang dulu.
Sekarang dia jadi lebih tampan. Tubuhnya sedikit lebih tinggi dan kekar. Kewibawaan dan kejantanannya bisa dirasakan dengan jelas oleh gadis itu.
'Aku tidak percaya, ternyata dia yang sekarang segagah dan setampan ini,' batin Yin Yin sambil sesekali memperhatikan Zhang Fei.
Keadaan hening itu berlangsung cukup lama. Dua orang pendekar muda tersebut sama-sama terdiam. Satu sama lain saling mengagumi secara diam-diam.
Sementara empat orang anggota Partai Pengemis yang bertugas mengawal Yin Yin, sejak awal pun mereka tidak berani berbicara.
Keempatnya tetap duduk dan diam seribu bahasa. Sesekali, sepasang mata mereka mengawasi keadaan di sekeliling.
"Nona Yin ..." setelah cukup lama saling diam, pada akhirnya Zhang Fei memutuskan untuk berkata lebih dulu. "Kalau boleh tahu, sebenarnya kenapa kau ingin bertemu denganku? Hal apakah yang telah membuatmu jauh-jauh datang kemari?" tanyanya lebih lanjut lagi.
Perlu diketahui, jarak antara kota di mana Partai Pengemis dan Gedung Ketua Dunia Persilatan berdiri itu terhitung jauh.
Mungkin membutuhkan waktu setidaknya lima hari perjalanan. Maka dari itu, rasanya cukup mustahil kalau Yin Yin hanya datang tanpa ada alasan yang kuat.
Ditanya demikian, Yin Yin langsung mengangkat wajahnya kembali. Kemudian dia menjawab, "Begini, Ketua Fei ..."
"Jangan panggil aku Ketua. Biasa saja, bukankah kita sudah kenal sejak lama?" Zhang Fei segera memotong ucapan Yin Yin.
Khusus untuk orang-orang yang memang mempunyai hubungan dekat dengannya, panggilan Ketua itu bagi Zhang Fei seperti kurang pas.
Ia malah merasa tercipta sebuah jarak yang tidak bisa dijelaskan.
Maka dari itu, khusus untuk orang-orang seperti mereka, dia lebih suka dipanggil nama daripada dipanggil Ketua.
"Tapi ... bukankah sekarang, kau telah menjabat sebagai Ketua Dunia Persilatan? Menurutku, rasanya wajar kalau aku memanggilmu seperti itu,"
"Ya, aku paham, Nona Yin. Tapi, sekarang kan tidak ada orang luar yang mendengarnya. Jadi, aku rasa cukup memanggilku dengan menyebut nama saja,"
"Oh, baiklah. Tapi, aku juga punya satu permintaan kepadamu," kata Yin Yin.
"Apa itu?"
"Jangan sebut aku Nona. Sebut saja Yin Yin,"
"Eh ..." Zhang Fei mengerutkan keningnya. Tetapi karena dia tidak ingin berdebat dengan wanita, pada akhirnya ia pun setuju. "Baiklah. Aku akan menyebut namamu,"
Yin Yin seketika tersenyum. Setelah itu, dia baru melanjutkan lagi ucapannya yang tadi sempat terhenti.
"Begini, sebenarnya kedatanganku kemari memang mempunyai tujuan dan alasan yang kuat. Kurang lebih sekitar tiga minggu yang lalu, di kota berdiri markas pusat Partai Pengemis telah terjadi peperangan yang cukup besar,"
"Peperangan itu terjadi di daerah-daerah penting dan yang biasa menjadi tempat berkumpul banyak orang. Beberapa buah kelompok datang hampir secara bersamaan. Mereka kemudian membuat kekacauan yang merugikan banyak orang,"
"Untunglah pada saat itu, hampir semua tokoh Partai Pengemis sedang berkumpul di markas pusat. Sehingga mereka bisa langsung turun ke lapangan dan memberikan bantuan bagi para pendekar serta prajurit Kekaisaran,"
Zhang Fei mulai tertarik dengan cerita Yin Yin. Ia mendengarkan laporan gadis itu dengan seksama.
"Lalu, bagaimana saat ini? Apakah sekarang masih terjadi peperangan?"
"Sekarang semua peperangan itu sudah selesai. Semenjak pihak kita meraih kemenangan yang cukup mutlak, tidak ada satu pun pihak musuh yang berani kembali dan melancarkan serangan susulan,"
Pada saat perang dimulai, memang di banyak kota besar dan penting selalu terjadi peperangan setiap harinya.
Khusus untuk di kota itu, setelah Partai Pengemis turun tangan dan keluar sebagai pemenang, keadaan mulai bisa dikembalikan lagi.
Suasana di kota kembali tenang. Berbagai macam gangguan itu sudah sirna. Sehingga para warga kota pun bisa hidup dengan damai.
Setelah berhenti beberapa saat, Yin Yin kembali melanjutkan ceritanya. "Hanya saja sekitar satu minggu yang lalu, sebuah peristiwa tiba-tiba terjadi lagi. Di kota mendadak muncul banyak pengemis yang mengenakan pakaian serba hitam. Mereka pun mempunyai wajah yang bersih dan terawat,"
"Kalau dibandingkan, rasanya orang-orang itu sangat jauh berbeda dengan anggota Partai Pengemis milikku,"
Seperti yang diketahui bersama, setiap anggota Partai Pengemis itu wajib berpenampilan seperti pengemis pada umumnya.
Mereka harus mengenakan pakaian kumal, compang-camping dan juga penuh tambalan. Tidak hanya itu saja, bahkan setiap anggotanya juga mempunyai wajah dan kulit yang dekil.
Hal-hal seperti ini sudah menjadi ciri khas. Sejak pertama kali Partai Pengemis berdiri dan sampai sekarang, ciri khas itu tidak pernah berubah.
Maka dari itu, Yin Yin merasa heran ketika melihat banyaknya pengemis yang telah dijelaskan olehnya.
"Yang lebih parahnya lagi, pengemis-pengemis itu berani memaksa seseorang untuk memberikan derma kepadanya. Kalau orang itu tidak mau memberi, maka mereka tidak segan untuk melakukan tindakan kriminal,"
"Peristiwa ini telah berhasil membuat suasana di sana kembali kacau,"
"Lalu, mengapa Partai Pengemis kalian tidak berani mengambil tindakan? Bukankah jumlah anggota kalian jauh lebih banyak?" tanya Zhang Fei dengan cepat.
Menurut pemikiran Zhang Fei, seharusnya Partai Pengemis wajib mengambil tindakan cepat untuk mengembalikan kedamaian di kota tersebut.
Bukankah hal ini sudah menjadi kewajiban? Lalu, mengapa mereka tidak mau melakukannya?
"Justru di sinilah titik masalahnya," kata Yin Yin sambil menghembuskan nafas panjang. "Keadaan di internal kami sedang diterpa masalah. Beberapa orang petinggi tiba-tiba hilang tanpa jejak. Ada juga yang mendadak sakit atau malah keluar dari partai kami,"
Zhang Fei mengerutkan kening. Ia merasa aneh dengan laporan gadis cantik itu. "Benarkah demikian?"
"Tentu saja, aku serius,"
"Tapi, mengapa hal itu bisa terjadi?"
"Aku sendiri kurang tahu pasti. Tapi menurutku, para petinggi yang hilang itu pasti telah diculik oleh kelompok tertentu. Mereka yang sakit telah diracun secara diam-diam, dan para petinggi yang keluar, pastinya sudah termakan hasutan musuh," kata Yin Yin penuh percaya diri.
Ketua Dunia Persilatan menganggukkan kepalanya beberapa kali. Dia merasa setuju dengan jawaban Yin Yin.
"Bagaimana. Dengan Kakekmu, Yin Yin?"
"Kakek juga jatuh sakit. Seluruh tubuhnya lemas tak bertenaga. Setiap kali dia mencoba menyalurkan tenaga dalam dan hawa murni, Kakek akan langsung merasa kesakitan,"
Yin Yin menghembuskan nafas berat. Wajahnya terlihat sangat bingung. Kesedihan pun segera tergambar cukup jelas.
"Hemm ... jadi, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"
"Aku ... aku ingin meminta bantuanmu. Berapa pun biayanya, aku akan bersedia untuk membayar. Asalkan masalah ini benar-benar bisa selesai,"
Zhang Fei berpikir sebentar. Dia tidak langsung memberikan jawaban.
Selama menunggu jawaban tersebut, Yin Yin terus berdoa di dalam hatinya supaya Zhang Fei mau memberikan bantuan.
"Baiklah, aku akan membantumu," katanya setelah berpikir beberapa saat. "Masalah biaya seperti yang kau katakan barusan, aku tidak membutuhkannya,"