Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Berkumpulnya Para Kaisar Ill


"Lalu, cara lain apa yang kau maksudkan itu?" tanya Kaisar Jin lebih lanjut lagi.


Kaisar Song menuangkan arak ke dalam cawannya. Setalah diminum sampai habis, dia baru menjawab.


"Begini, supaya bisa meminimalisir korban jiwa di semua pihak, bagaimana kalau kita sudahi saja peperangan besar ini? Selanjutnya, kita serahkan nasib kekalahan dan kemenangan kepada Ketua serta satu orang Datuk Dunia Persilatan di negeri masing-masing. Menurutku, cara ini jauh lebih efektif daripada perang yang entah kapan akan selesainya itu,"


"Dengan cara ini, walaupun memang harus ada korban, maka korban yang jatuh itu jumlahnya tak lebih dari dua orang saja. Bagaimana, apakah kalian setuju?" Kaisar Song Kwi Bun menatap tiga Kaisar di hadapannya secara bergantian.


Tiga orang Kaisar itu tidak langsung menjawab. Sepertinya mereka sedang memahami maksud dari Kaisar Song. Karenanya, keadaan di ruangan tersebut menjadi hening untuk beberapa waktu.


Dalam pada itu, diam-diam, Kaisar Song sangat berharap bahwa mereka akan menyetujui cara ini. Sebab kalau sampai di antara mereka ada yang tidak setuju, maka rencananya untuk meminimalisir korban jiwa akan gagal total.


Itu artinya, empat Kekaisaran yang ada harus siap untuk kehilangan banyak orang.


"Setelah dipikir beberapa waktu, aku rasa cara ini sangat tepat. Lagi pula, ini adalah jalan keluar yang terbaik," Kaisar Qin berbicara lebih dulu. Dia langsung menyatakan setuju terkait rencana Kaisar Song.


"Hemm ... kalau boleh tahu, kenapa kau memilih cara ini? Apakah karena Ketua dan Datuk Dunia Persilatan di negerimu sangat hebat dan mempunyai kemampuan tinggi?" tanya Kaisar Zhou sambil tersenyum dingin.


"Tidak juga," jawab Kaisar Song seraya menggelengkan kepala.


"Kalau memang harus memilih cara ini, mengapa yang mesti bertarung adalah Ketua dan Datuk Dunia Persilatan? Mengapa bukan kita saja?"


"Hahaha ..." Kaisar Song seketika tertawa lantang setelah mendengar ucapannya. "Apakah kau yakin dengan ucapan yang terakhir itu? Kalau memang itu maumu, dengan senang hati aku akan menyetujuinya,"


Selesai bicara, Kaisar Song langsung melepaskan hawa pembunuh dan tekanan tenaga sakti yang sangat pekat.


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu menjadi sesak. Mereka kesulitan bernafas. Seolah-olah oksigen di sana telah habis.


Kaisar Zhou seketika menelan ludah. Keringat dingin langsung membasahi punggungnya.


'Ternyata kemampuannya masih sehebat dulu. Bahkan dari hawa pembunuh dan tekanan tenaga sakti ini, aku merasa bahwa kemampuannya sudah jauh meningkat daripada dahulu kala,' batinnya berkata.


Ia tidak berani mengangkat kepala. Kaisar Zhou menundukkan wajahnya dalam-dalam.


"Mengapa kau malah menundukkan kepala? Apakah itu artinya, kau setuju dengan cara yang kedua?" tanya Kaisar Song seraya memandang lekat-lekat Kaisar Zhou.


"Ah, ti-tidak, tidak. Maksudku ... maksudku kalau memang harus Ketua dan Datuk Dunia Persilatan yang turun tangan, maka aku ikut saja. Aku setuju dengan cara yang kau ajukan ini," ia menjawab dengan terbata-bata.


Dari cara bicaranya, siapa pun pasti tahu bahwa pada saat itu mental Kaisar Zhou telah jatuh.


"Hemm ... bagus. Kalau memang kau setuju, terimakasih," ucap Kaisar Song tanpa banyak bicara. "Lalu, bagaimana denganmu, Kaisar Jin?"


"Aku ... aku setuju. Ya ... aku sangat setuju dengan cara ini. Betul yang dikatakan oleh Kaisar Qin, cara ini adalah yang terbaik," kata Kaisar Jin menjawab cepat.


Kaisar Song tersenyum sambil menganggukkan kepala beberapa kali. Kemudian dia berkata, "Baiklah, karena kalian semua sudah setuju, maka aku putuskan bahwa mulai saat ini, perang di antara empat Kekaisaran telah berakhir. Ke depannya, masing-masing dari kita harus menarik prajurit yang ada di lapangan,"


Tiga Kaisar itu kembali menganggukkan kepala tanpa banyak bicara lagi.


Lewat beberapa saat, setelah mentalnya kembali, Kaisar Zhou segera mengajukan pertanyaan kepada Kaisar Song.


"Tetapi dari pertarungan ini, apa yang akan kita dapatkan nantinya?"


"Maksudmu?" tanya Kaisar Jin belum mengerti sepenuhnya.


"Ya, nantinya, empat Kekaisaran akan dikuasai secara mutlak oleh pihak yang menang. Dengan demikian, jika pihakmu yang keluar sebagai pemenang, maka kau akan menjadi penguasa satu-satunya. Bagaiamana, bukankah hal ini sangat menarik?"


Kaisar Zhou dan Kaisar Jin seketika saling pandang. Mata mereka melotot besar. Tapi detik selanjutnya, masing-masing dari dua orang tersebut segera memperlihatkan sebuah senyuman yang mengandung banyak makna.


Walaupun keduanya tidak berbicara, tapi Kaisar Song sudah bisa mengetahui isi hati mereka.


Tentu saja Kaisar Zhou dan Kaisar Jin senang dengan keputusan tersebut. Karena itu artinya, kalau mereka menang, maka mereka bisa menjadi penguasa seluruh negeri tanpa harus bersusah payah.


"Setuju!"


"Ya, aku juga setuju,"


Wajah dua orang Kaisar itu langsung berubah cerah. Mereka tidak lagi terlihat kesal seperti sebelumnya.


"Tapi, Kaisar Song ... masih ada hal yang belum aku mengerti," ucap Kaisar Qin setelah suasana hening.


"Bagian mana yang belum dimengerti, Kaisar Qin?"


"Aku belum mengerti maksud perkataanmu yang mengatakan bisa menguasa empat Kekaisaran. Apakah artinya, empat Kekaisaran ini akan dilebur menjadi satu?"


"Ya, menurutku lebih baik bersatu. Sebab sejak dahulu pun hanya ada satu Kekaisaran. Bukan empat Kekaisaran seperti di zaman kita ini,"


Kaisar Qin menganggukkan kepalanya beberapa kali. Sekarang dia mengerti maksud dan tujuan Kaisar Song yang sebenarnya.


"Kau benar, Kaisar Song. Kalau mengingat hal tersebut, rasanya kita ini adalah para pemangku negeri yang tidak becus mengurus tanah air sendiri. Seharusnya kita malu kepada para leluhur. Sayang sekali, urat malu orang-orang di zaman ini seolah telah terputus. Sehingga mereka tidak merasa malu ataupun bersalah ketika melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan sebenarnya,"


Kaisar Qin menghembuskan nafas panjang. Dia segera menundukkan kepalanya dan merasa malu kepada diri sendiri.


Rapat antara empat Kaisar itu terus berlangsung untuk beberapa waktu ke depan. Selama itu, mereka terus membahas terkait rencana yang telah ditentukan tadi.


Pada akhirnya, pertarungan penentuan tersebut akan dilangsungkan tiga bulan kemudian. Tempatnya adalah di Istana Kekaisaran Song.


Rapat tersebut berakhir tepat setelah matahari bergeser ke sebelah barat. Satu-persatu dari Kaisar segera keluar dari ruang pertemuan bersama para pengawalnya masing-masing.


Yang paling terakhir keluar adalah Kaisar Qin, sebelum dia pergi, dirinya sempat berkata dulu kepada Kaisar Song.


"Kaisar Song, aku ingin bicara empat mata denganmu. Kira-kira, apakah kau bersedia?"


"Tentu, tentu saja aku bersedia. Kapan kau ingin berbicara denganku?"


"Itu terserah kepadamu saja," jawabnya sambil tersenyum hangat.


"Hemm ... bagaimana kalau tengah malam nanti? Saat itu keadaan di sini mulai sepi. Kau bisa langsung masuk ke kamar pribadiku supaya kita bisa bicara lebih leluasa,"


"Baiklah. Tengah malam nanti, aku akan menemuimu," kata Kaisar Qin menyatakan persetujuannya.