
"Ketua Fei, sebelumnya, apakah kau tahu kenapa aku hanya mengundang dua orang dari kalian untuk datang ke sini?" tanya Kaisar setelah beberapa saat kemudian.
"Tidak, Kaisar," jawab Zhang Fei sambil menggelengkan kepala. "Namun yang jelas, aku curiga bahwa hal ini masih berhubungan erat dengan keadaan di Kekaisaran Song saat ini,"
Terkait hal itu, jangankan Zhang Fei, bahkan Dewa Arak Tanpa Bayangan sendiri belum mengetahuinya secara pasti.
Mereka berdua hanya mampu menduga saja. Benar atau tidaknya, mereka masih tidak tahu sama sekali.
"Hemm ... benar, Ketua Fei. Aku memang ingin membicarakan hal-hal yang masih terkait dengan keadaan di Kekaisaran kita,"
"Oh, soal apa itu, Kaisar?"
Kaisar Song Kwi Bun tidak segera menjawab. Dia lebih dulu menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan bicaranya.
"Sebelum membahas lebih jauh, aku ingin bertanya dulu, bagaiamanakah keadaan di Kekaisaran Song saat ini?"
"Menurut laporan yang aku dapatkan dari anggota Organisasi Pedang Cahaya dan mata-mata, keadaan di tanah air kita saat ini masih terkendali," kata Zhang Fei menjawab pertanyaan dari Kaisar. "Hanya saja, serangan yang datang tidak pernah berhenti, Kaisar. Walaupun pihak kita selalu meraih kemenangan, tapi pihak musuh sendiri juga tidak pernah jera,"
Memang benar, serangan masih terus berdatangan setiap harinya. Berbagai macam titik yang sebelumnya sudah diperkirakan bakal menjadi tempat pertempuran, terus-menerus didatangi oleh musuh.
Hanya saja, musuh pun telah mengubah strateginya. Kalau di awal mereka berani bergerak secara terang-terangan, maka sekarang mereka bergerak secara diam-diam.
Kaisar sendiri sebenarnya sudah mengetahui akan hal ini. Apalagi dia selalu mendapat laporan setiap harinya.
Alasan kenapa dirinya bertanya kepada Zhang Fei adalah karena ia ingin tahu lebih pasti terkait semua laporan tersebut.
"Benar, Ketua Fei. Sampai sejauh ini, ternyata mereka belum menyerah juga. Aku sendiri tidak habis pikir, apakah segitu besarnya ambisi orang-orang itu untuk menguasai Kekaisaran Song kita?"
Kaisar Song Kwi Bun menggelengkan kepala sambil menghembuskan nafas berat.
Selama dia menjabat sebagai Kaisar, rasanya baru kali ini saja dia mendapat masalah yang tidak pernah berhenti.
Andai saja tidak ada orang-orang hebat yang selalu ada di sisi dan membantunya, mungkin sudah sejak dahulu kala dia menyerah akan keadaan.
"Jangan lupa, Kaisar, Kekaisaran Song ini adalah satu-satunya Kekaisaran yang paling subur. Sumber daya alam di tanah air kita sangat berlimpah. Jadi, wajar kalau Kekaisaran lain sangat berambisi untuk menguasainya," kata Dewa Arak Tanpa Bayangan ikut berbicara.
Di antara Empat Kekaisaran, memang hanya Kekaisaran Song saja yang memiliki kekayaan alam begitu banyak. Kehidupan rakyatnya terhitung makmur, mereka tidak pernah dilanda kemiskinan. Apalagi sekarang, Kekaisaran Song dipimpin oleh orang yang adil dan bijaksana.
Sayang sekali, rupanya semua hal tersebut telah mendatangkan perasaan iri dan ambisi yang besar dari Kekaisaran yang lain. Terutama sekali Kekaisaran Jin dan Kekaisaran Zhou.
Sebenarnya hal ini sudah berlangsung sejak dahulu kala. Bahkan sejak Empat Kekaisaran terpecah.
Namun masalah yang paling serius dihadapi adalah saat ini. Maka dari itu, tidak heran kalau Kaisar Song Kwi Bun benar-benar diperas otaknya untuk menangani berbagai masalah yang sangat serius tersebut.
"Kau benar, Tuan Kiang. Kalau terus seperti ini, maka masalah yang ada tidak akan pernah selesai. Justru semakin lama, malah akan semakin serius lagi," kata Kaisar Song Kwi Bun setuju dengan ucapan Dewa Arak Tanpa Bayangan. "Maka dari itu, alasanku mengundang kalian berdua adalah untuk merundingkan rencana yang telah aku siapkan,"
"Rencana apa, Kaisar?"
Kaisar Song Kwi Bun kemudian melirik ke arah pria tua yang berada di sebelah kanannya. Tanpa membuang waktu, pria tua itu segera berkata.
Mendengar penjelasan tersebut, sontak saja Zhang Fei dan Dewa Arak Tanpa Bayangan langsung dibuat terkejut. Bukan hanya mereka saja, bahkan Yao Mei yang pun terlihat kaget.
"Mempertemukan Empat Kaisar?" tanya Zhang Fei menegaskan.
"Benar, Ketua Fei," sahut pria tua itu.
"Tapi, untuk apa Empat Kaisar dipertemukan? Apa pula yang akan dirundingkan, Tuan Bao?"
Zhang Fei menatap pria tua yang bernama Xi Bao tersebut. Perlu diketahui, Xi Bao adalah salah satu dari dua penasihat Kekaisaran. Maka dari itu, tidak heran kalau Kaisar Song Kwi Bun juga menaruh rasa hormat kepadanya.
"Tentunya untuk mencari jalan keluar dari semua masalah ini, Ketua Fei," jawab penasihat satunya lagi yang diketahui bernama Yu Long. "Setelah kami amati lebih jauh, rasanya pertempuran ini akan berkepanjangan jika tidak segera diselesaikan. Korban yang tercipta dari pihak-pihak yang terlibat pun pasti akan bertambah banyak,"
"Masih mending kalau korban itu adalah para prajurit dan para pendekar yang berhubungan langsung. Tapi kalau korban itu adalah rakyat biasa yang tidak tahu apa-apa, bagaimana? Bukankah hal ini sangat merugikan sekali?"
Yu Long menatap ke arah Zhang Fei dan Dewa Arak Tanpa Bayangan secara bergantian. Sepertinya orang tua itu sedang menunggu tanggapan dari keduanya.
Kedua tokoh dunia persilatan tersebut terdiam cukup lama. Mereka sedang mencerna ucapan yang dilontarkan oleh Yu Long barusan.
Di sisinya, Yao Mei juga tidak banyak bicara. Sepertinya, saat ini dia pun sedang memikirkan hal yang sama.
"Hemm ... perang ini memang pasti berlanjut. Kalau terus dibiarkan, maka akan lebih banyak lagi orang-orang tak bersalah yang menjadi korbannya," kata Zhang Fei merasa setuju.
"Hal itulah yang paling aku takutkan, Ketua Fei. Makanya aku mengajak para penasihat dan kalian untuk mendiskusikan hal ini," ucap Kaisar.
"Aku rasa, rencana ini sangat bagus, Kaisar. Tapi, selanjutnya apa yang akan kita lakukan? Apakah akan mengambil jalur perdamaian?" tanya Dewa Arak Tanpa Bayangan.
"Tentu saja tidak, Tuan Kiang," jawab Kaisar dengan cepat.
"Lalu?"
"Nantinya, kita bakal memutuskan untuk mengadakan pertarungan saja,"
"Pertarungan apa? Dan siapa orang-orang yang akan terlibat dalam pertarungan itu?"
"Pertarungan untuk memperebutkan siapakah pemenangnya. Kami telah mengambil keputusan bahwa orang-orang yang akan terlibat itu, nantinya adalah perwakilan dari tokoh inti dalam dunia persilatan," ujar Yu Long memberikan jawaban dan menjelaskan rencana sedikit. "Khusus untuk Kekaisaran Song, rasanya hanya kalian berdua saja yang pantas untuk menjadi perwakilan,"
"Tunggu dulu!" Zhang Fei memberikan isyarat dengan tangan kanannya. "Apakah kau tidak salah bicara, Tuan Long?"
"Tentu tidak, Ketua Fei. Aku bicara serius,"
"Tapi, mengapa harus mengambil keputusan ini?"
"Karena menurut kami, hanya ini satu-satunya cara untuk keluar dari semua persoalan sekarang,"
"Hemm .."Zhang Fei menghembuskan nafasnya. "Benarkah tidak ada cara yang lain lagi?"