
Para petinggi dari masing-masing wilayah itu masih berbicara. Lewat beberapa saat berikutnya, giliran Kaisar Jin yang ditanya oleh Kaisar Zhou.
"Kaisar Jin, bagaiamana? Apakah kau juga akan mengambil tindakan yang sama seperti kami? Atau tetep meneruskan persoalan ini?"
"Karena kalian sudah menyatakan menyerah secara sukarela, maka aku pun akan mengambil langkah yang sama," jawab Kaisar Jin sambil tersenyum.
Terhadap pembicaraan yang telah berlangsung di ruangan tersebut, sedikit banyaknya dia telah mengetahui sesuatu tersembunyi.
Namun Kaisar Jin tidak ingin mengungkapkan sekarang. Jadi karena itulah dia tidak banyak bicara.
"Bagus. Itu artinya, persoalan rumit ini sudah selesai. Aku memberikan selamat untuk Kaisar Song," Kaisar Zhou bangkit berdiri. Dia segera memberikan hormat kepadanya.
Dua orang Kaisar yang lain tidak ketinggalan. Mereka pun turut melakukan hal yang sama.
Sementara itu, karena dirasa tidak ada lagi hal yang perlu disampaikan, maka Kaisar Zhou pun meminta izin untuk undur diri.
"Kaisar Song, karena tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, maka sekarang juga aku ingin pamit," katanya sangat sopan.
"Mengapa harus terburu-buru? Bukankah kita bisa membicarakan hal-hal lainnya?"
"Ah, itu persoalan gampang. Di lain hari kita pasti bisa berkumpul lagi," jawab Kaisar Zhou sambil tersenyum.
Tiga orang Kaisar itu akhirnya keluar dari ruangan tersebut. Mereka segera menuju ke tempat di mana orang-orangnya berada.
Sementara Kaisar Song, cukup lama ia berada di dalam ruangannya. Cukup lama pula ia melamun sambil memikirkan semua ucapan tadi.
Beberapa saat kemudian, ia segera menyuruh seorang petugas untuk memanggilkan beberapa orang Penasihat Kekaisaran.
###
Dua hari sudah berlalu kembali. Semua masalah yang sebelumnya terjadi di Kekaisaran Song, kini telah berhasil diselesaikan.
Ketika Kaisar Song mengumumkan bahwa Pertarungan Empat Kekaisaran tidak bisa dilanjut, pada saat itu ada banyak orang yang merasa kecewa.
Bahkan rata-rata, orang-orang itu merasa marah dan tidak terima dengan keputusan tersebut.
Tetapi setelah Kaisar Song memberikan penjelasan, pada akhirnya toh mereka bisa memahami dan bahkan beberapa saat berikutnya, semua orang yang ada di halaman Istana Kekaisaran Song langsung bersorak-sorai karena merasa gembira.
Selama satu hari penuh, semua orang mengadakan pesta di sana. Pesta itu berjalan sangat meriah. Apalagi karena semua orang yang ada telah bersatu dalam satu kesatuan.
Keesokan harinya, rombongan tiga Kaisar sudah kembali lagi ke wilayahnya masing-masing. Tidak lupa juga, Kaisar Song memberikan cukup banyak hadiah sebagai tanda terimakasih dan persahabatan di antara mereka.
Bukan hanya orang-orang itu saja, bahkan Zhang Fei dan yang lainnya pun ikut pamit dari Istana Kekaisaran. Ia mengatakan bahwa di Gedung Ketua Dunia Persilatan masih ada banyak urusan yang harus ia selesaikan dengan segera.
Sekarang, keadaan di Kekaisaran Song telah kembali seperti sedia kala. Setelah kepergian orang-orang tersebut, Kaisar pun segera melakukan rapat rahasia bersama para petinggi di sana.
###
Tiga hari berikutnya, Zhang Fei bersama semua rombongan baru saja tiba di sebuah kota bernama Shanxi.
Kota Shanxi itu berdekatan langsung dengan Sungai Kuning. Sungai yang menjadi primadona sekaligus salah satu tempat wisata yang paling banyak diminati oleh para wisatawan.
Wisatawan mana pun yang datang ke daerah-daerah sekitar Kotaraja, pasti akan berkunjung ke Sungai Kuning. Rasanya tidak lengkap kalau belum berkunjung ke sana.
Pada saat Zhang Fei tiba di sana, kebetulan hari mulai masuk sore. Tinggal sebentar lagi, matahari akan segera lenyap dibalik bukit hijau.
"Tuan Kiang, bagaimana kalau kita menginap barang satu hari di kota ini?" tanyanya sambil tetap menjalankan kuda.
"Boleh, aku pun sudah lama tidak mencicipi arak khas Kota Shanxi ini," jawab Dewa Arak Tanpa Bayangan.
"Bagaimana dengan yang lain? Apakah setuju?" tanya Zhang Fei sambil menoleh kepada para tokoh yang lainnya.
"Baiklah, karena semua setuju, mari kita ke pusat kota,"
Zhang Fei kembali melarikan kudanya. Para tokoh yang lain pun segera mengikuti dari belakang.
Tidak lama kemudian, mereka sudah berhasil tiba di pusat kota. Karena kota itu sangat ramai, maka bukanlah perkara sulit untuk mencari penginapan.
Baik itu penginapan yang biasa, menengah, atau bahkan penginapan mewah sekali pun.
Setelah menemukan penginapan yang cocok, masing-masing segera memasuki kamarnya. Mereka baru berkumpul lagi setelah malam menyapa muka bumi.
Para tokoh tersebut langsung makan malam bersama dengan menu yang terhitung mewah.
Sehabis makan, maka mereka pun segera melakukan kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan.
Yaitu pesta arak!
Beberapa guci arak wangi mulai dibuka. Setiap cawan yang ada di atas meja segera diisi sampai penuh. Mereka bersulang arak seperti biasanya.
Canda tawa mulai terdengar meramaikan suasana. Para tokoh tersebut benar-benar girang. Seolah-olah mereka adalah sekumpulan manusia yang tidak mempunyai masalah apapun.
"Eh, ngomong-ngomong, apakah besok kita akan melanjutkan perjalan pagi-pagi?" tanya Yao Mei tiba-tiba.
"Menurutku lebih baik sore hari saja. Jadi, kita masih punya waktu setengah hari untuk menikmati keindahan Sungai Kuning," jawab Zhang Fei dengan cepat.
"Ya, setuju," seru Dewa Arak Tanpa Bayangan.
"Aku juga sama,"
Para tokoh angkatan tua itu sama-sama setuju. Meskipun usia mereka sudah tidak muda lagi, tapi orang-orang tersebut masih senang menikmati pemandangan yang disajikan langsung oleh alam.
###
Mereka bangun sejak pagi sekali. Setelah selesai melakukan sarapan pagi, mereka langsung pergi ke pusat kota dan menikmati segala keindahannya.
Di tengah sungai, terlihat ada cukup banyak perahu yang berlayar hilir-mudik sambil membawa pelanggannya masing-masing.
Suara orang-orang yang berbicara di setiap tempat, bercampur dengan suara-suara burung di tengah hutan sekitar.
Zhang Fei bersama yang lain menikmati semua itu dengan perasaan gembira. Tak jarang, mereka pun menjawab setiap kali ada orang yang menyapanya.
Perlu diketahui, peristiwa besar yang telah terjadi beberapa waktu lalu itu sudah diketahui oleh semua orang. Jadi tidak perlu heran kalau nama Zhang Fei dan para tokoh yang lain sudah dikenal luas.
Apalagi, sebelumnya mereka pun memang telah mempunyai nama besar, terutama sekali dalam dunia persilatan.
Selama seharian penuh, mereka terus berjalan-jalan di pusat Kota Shanxi. Setelah matahari berada di ufuk sebelah barat, para tokoh itu baru kembali ke penginapan dan berniat untuk melanjutkan perjalanan lagi.
Setelah semua persiapan selesai, tanpa berlama-lama lagi, mereka langsung melanjutkan perjalanannya. Dewa Arak Tanpa Bayangan menyarankan supaya mereka lewat jalan pintas.
Hal itu bertujuan supaya bisa mempersingkat waktu yang dibutuhkan.
"Tuan Kiang, kau tahu jalan pintas ini?" tanya Zhang Fei setelah mereka mulai memasuki jalanan di tengah hutan.
"Kau tenang saja, anak Fei. Aku bukan satu atau dua kali lewat ke sini. Aku bahkan sudah sering melewati jalan ini. Jadi jangan khawatir lagi," jawabnya seraya tertawa.
###
Maaf ya belakangan ini jarang up, biasa ... lagi ada kegiatan di dunia nyata. Hehehe ...