
Siang hari sudah tiba. Keadaan di kota Luoyang semakin ramai. Apalagi, di sana adalah pusat kota. Sudah tentu, orang-orang yang berlalu-lalang pun tidak perlu dihitung lagi berapa banyak jumlahnya.
Di ruangan lantai dua di sebuah restoran yang mewah, di sana terlihat ada dua orang pendekar yang sedang duduk berhadapan. Mereka baru saja menyelesaikan makan siang. Sekarang, dua pendekar tersebut sedang minum arak sambil bercerita.
Orang yang sedang dimaksud itu bukan lain adalah Zhang Fei dan juga Pendekar Pedang Perpisahan.
"Ketua Fei, mengapa sejak tadi kau memandangiku dengan tatapan aneh? Apakah kau mempunyai prasangka lain kepadaku?" tanya Pendekar Pedang Perpisahan sambil menatap Zhang Fei dengan serius.
Sejak awal tiba di sana, sampai sekarang setelah selesai makan siang, Zhang Fei memang tidak terlalu banyak bicara.
Dia akan bicara kalah datuk sesat itu mengajaknya bicara. Jika tidak demikian, maka dirinya akan terus tenggelam bersama araknya.
Barusan, ia dikejutkan oleh pertanyaan seperti itu. Dengan cepat Zhang Fei memandangi Pendekar Pedang Perpisahan, satu helaan nafas kemudian dia baru berkata.
"Aku tidak mempunyai prasangka buruk apapun kepadaku, Tuan Wu. Jujur saja, sejak awal, aku hanya merasa heran," jawab Zhang Fei sambil tersenyum.
"Heran? Apa yang kau herankan, Ketua Fei?" orang tua itu mengerutkan kening. Dia sendiri bingung dengan jawaban Zhang Fei.
"Ya, aku heran kepadamu, Tuan Wu,"
"Kepadaku?" ia semakin bingung. "Apa yang kau herankan dariku?"
"Sampai sekarang, aku masih belum juga menemukan alasan yang tepat. Sebenarnya, kenapa kau membantuku?"
Sekarang giliran Zhang Fei yang menatap serius kepadanya. Dia ingin tahu jawaban macam apa yang akan diberikan oleh datuk sesat tersebut.
"Hahaha ..." Pendekar Pedang Perpisahan tertawa kaku. Ucapan Zhang Fei barusan, baginya itu sangat lucu. "Ketua Fei, apakah ada yang aneh jika aku membantumu? Apakah itu salah?"
"Tentu saja itu aneh. Apalagi, aku tahu manusia macam apa Tuan Wu ini sebenarnya. Tapi kalau dibilang salah, tentu saja tindakanmu tidak salah. Justru aku sangat berterimakasih kepadamu,"
Pendekar Pedang Perpisahan tiba-tiba menarik nafas dalam. Ia meneguk tiga cawan arak, setelah itu berkata lagi.
"Ya, jangankan dirimu, semua orang juga tahu manusia macam apa aku ini. Tetapi, itu dulu. Sekarang beda lagi,"
"Oh, apa bedanya?"
"Sekarang, aku tidak lagi seperti dahulu. Kalau dulu aku ingin mengacaukan dunia persilatan dan membasmi para pendekar alrian putih, maka saat ini ceritanya lain lagi. Aku justru sudah bertekad untuk membantu para pendekar dan pasukan pemerintahan dalam membasmi musuh-musuh yang ingin menghancurkan Kekaisaran kita,"
"Eh? Apakah aku tidak salah dengar?"
Zhang Fei sangat terkejut dengan jawaban barusan. Dia merasa dirinya sedang bermimpi.
Benarkah telinganya tidak salah dengar? Apakah Pendekar Pedang Perpisahan mengatakan yang sebenarnya?
"Tidak, Ketua Fei. Kau tidak salah dengar. Setelah duel pada saat itu, aku telah banyak belajar sesuatu darimu. Dalam kesendirian, aku menyadari semua hal yang telah dilakukan selama ini," katanya dengan setengah nada menyesal.
Zhang Fei terpaku cukup lama. Dia mendengar jelas semua perkataannya. Tapi dia tidak segera menjawab. Entah kenapa, mungkin karena pada saat itu, Zhang Fei sedang terkaget-kaget dengan perubahan yang terjadi pada diri Pendekar Pedang Perpisahan.
"Jadi, apakah Tuan Wu akan berpindah haluan? Apakah kau ingin menjadi salah satu tokoh besar dari aliran putih?" tanyanya setelah terdiam beberapa waktu.
"Aku rasa tidak," jawab orang tua itu dengan tegas. "Tapi untuk ke depannya, aku akan mengubah bagaimana caraku hidup dan memandang sesuatu,"
"Ah, syukurlah kalau begitu. Aku benar-benar senang mendengar kabar ini," kata Zhang Fei sambil tertawa.
Dia sangat gembira mendengarnya. Walaupun orang tua itu masih ingin menjadi Datuk Dunia Persilatan aliran sesat, tapi setidaknya ucapan barusan telah mengubah pandangan Zhang Fei kepada Pendekar Pedang Perpisahan.
Meskipun jawaban tersebut terhitung singkat, akan tetapi Zhang Fei sudah cukup mengerti apa maksudnya.
"Aku juga bersyukur karena bisa bertemu denganmu, Ketua Fei," ucapnya seraya melemparkan senyuman yang kaku.
"Tuan Wu, jadi mulai sekarang, kau akan membantu perjuangan kita untuk mengusir dan membasmi bangsa asing?" tanya Zhang Fei memastikan kembali.
"Ya, itu benar, Ketua Fei,"
"Ah, bagus. Bagus sekali. Ini adalah kabar yang sangat menggembirakan,"
Zhang Fei benar-benar merasa senang. Dengan jawaban pasti yang diberikan oleh Pendekar Pedang Perpisahan, setidaknya perjuangan pihaknya bisa sedikit lebih ringan lagi.
Seperti yang diketahui bersama, dia adalah salah satu Datuk Dunia Persilatan aliran sesat yang menempati urutan kedua setelah di Cakar Maut Yao Shi.
Bicara kemampuan dan pengalaman, siapa pun tidak akan ada yang meragukannya lagi.
Jadi, tidak perlu heran kalau Zhang Fei merasa gembira karenanya.
Mereka terus minum arak. Malah Pendekar Pedang Perpisahan memesan lagi tiga guci arak yang berukuran cukup besar.
"Ngomong-ngomong, mengapa Tuan Wu bisa mengetahui kalau ini aku?" tanya Zhang Fei kemudian.
Dia ingin menanyakan hal ini sejak tadi. Namun dirinya sempat lupa karena pembicaraan yang menggembirakan itu. Sekarang, setelah ingat, dia memutuskan untuk bertanya langsung.
"Mau kau menyamar bagaimanapun, aku akan tetap tahu," jawbanya seraya tertawa.
"Kenapa begitu?"
"Karena bagiku, kau mempunyai aura istimewa yang berbeda dari orang kebanyakan,"
Pendekar Pedang Perpisahan berkata dengan nada menekan. Seolah-olah dia sengaja supaya Zhang Fei bisa mendengarnya dengan jelas.
"Kau bisa saja, Tuan Wu,"
Orang tua itu tidak menjawab lagi. Setelah menghabiskan beberapa cawan arak, ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah menjadi lebih serius lagi.
"Ketua Fei, kapan kita akan menyelidiki informasi yang didapat dari orang-orang itu?" tanyanya.
"Setelah pergi dari sini. Kita akan mencari sebuah hutan,"
"Baik. Aku ikut apa katamu,"
Zhang Fei mengangguk. Kedua pendekar itu melanjutkan lagi kegiatannya. Sekitar tiga puluh menit kemudian, mereka memutuskan pergi dari restoran mewah tersebut.
Begitu selesai melakukan pembayaran, Zhang Fei dan Pendekar Pedang Perpisahan segera mencari hutan di sekitar pusat kota.
Setelah menemukannya, mereka langsung menuju ke sana dan mencari tempat yang aman.
Keduanya baru berhenti di halaman hutan yang cukup luas dan tersembunyi.
Zhang Fei kemudian meletakkan hasil penemuannya di pembukaan tanah. Begitu juga dengan Pendekar Pedang Perpisahan sendiri.
Mereka lalu mulai menyelidiki dan mencari-cari informasi dari semua temuan tersebut.
"Hemm ... Kekaisaran Zhou lagi. Rupanya mereka benar-benar mencari perkara. Aku jadi penasaran ingin menguji sampai di mana kemampuan tokoh-tokoh dunia persilatannya," kata Zhang Fei sambil menahan rasa kesal setelah mengetahui siapa orang-orang dari Kelompok Bintang Langit itu sebenarnya.
"Ketua Fei, sebenarnya aku sudah curiga bahwa mereka adalah orang-orang dari sana," ucap Pendekar Pedang Perpisahan.
"Oh, kenapa Tuan Wu bisa curiga seperti itu?"
"Karena kedatanganku kali ini, adalah untuk menyampaikan informasi yang penting kepadamu,"