Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Pembentukan Aliansi II


Pendekar Elit Istana Kekaisaran!


Semua pendekar yang pada saat itu berdiri di tengah halaman tiba-tiba menahan nafasnya ketika melihat kedatangan orang tersebut.


Walaupun kemampuannya bukan yang tertinggi, meskipun dia bukan pendekar tanpa tanding, namun dengan adanya lambang di dada orang itu, siapa pun pasti akan merasa merinding.


Setiap pendekar yang hadir merasa tubuhnya sedikit tergetar. Begitu juga dengan hatinya.


Dengan kemunculan orang tersebut, dapat dipastikan bahwa di sekitar area Gedung Ketua Dunia Persilatan saat ini, pasti ada orang-orang pilihan dari Istana Kekaisaran.


Suasana tiba-tiba menjadi hening. Orang-orang yang tadi banyak berbisik bersama rekannya, sekarang sudah menutup mulut.


Mereka yang tidak percaya terhadap ucapan Ketua Dunia Persilatan, saat ini juga sudah diam.


Pendekar Elit Istana Kekaisaran itu kemudian memberikan hormat kepada Zhang Fei. Ketua Dunia Persilatan segera membalas hormat tersebut.


"Ketua, kedatanganku ini untuk memberikan sesuatu dari Kaisar," ujarnya penuh hormat.


"Oh, sesuatu apa itu?"


Ia lalu merogoh saku bajunya dan memberikan segulung surat.


Zhang Fei menerima gulungan surat itu. "Terimakasih," katanya sambil tersenyum.


Pendekar Elit Istana Kekaisaran mengangguk perlahan. Sedetik kemudian dia langsung pergi dari sana. Dalam waktu satu kedipan mata, bayangan tubuhnya sudah tidak terlihat lagi.


Di belakangnya, para Datuk Dunia Persilatan terlihat heran. Mereka sempat saling pandang satu sama lain. Seolah-olah para tokoh besar itu sedang mempertanyakan apa isi dari surat tersebut. Mereka merasa penasaran.


Padahal pada saat itu, yang penasaran bukan hanya mereka saja. Bahkan Zhang Fei sendiri juga merasakan hal serupa.


Maka dari itu, ia langsung membuka gulungan surat. Zhang Fei sempat membaca dalam hati sambil menganggukkan kepala.


Ia kemudian memanggil salah satu petugas. Zhang Fei menyuruhnya untuk membacakan surat dari Kaisar tersebut.


"Baca dengan suara lantang," katanya.


"Baik, Ketua," petugas itu mengangguk tanda mengerti.


Dia kemudian berjalan tiga langkah ke depan. Lalu segera membaca surat itu dengan suara lantang.


"Ketua Fei yang terhormat, sampaikanlah salamku ini kepada para pendekar yang sudah sudi memenuhi undangan. Beritahukan juga ke mereka, bahwa setiap orang yang masuk dalam aliansi nanti, maka segala keperluannya akan ditanggung oleh Kekaisaran. Bukan hanya kebutuhan mereka saja, bahkan bagi yang sudah menikah, maka pihak Kekaisaran juga akan memenuhi segala kebutuhan keluarganya,"


"Jika di antara pendekar ada yang rela meninggalkan beban lain, tinggal katakan saja. Kekaisaran juga pasti akan menanggungnya. Dan kalaupun nanti ada yang gugur di medan peperangan, maka pihak Kekaisaran pun akan memberikan tanggungjawab sepenuhnya,"


"Para pendekar tidak perlu mengkhawatirkan soal itu. Aku sudah memikirkan semuanya. Jika nanti kita berhasil meraih kemenangan, maka pihak Kekaisaran berjanji akan memberikan lima ratus keping emas kepada setiap pendekar tersebut,"


"Tertanda, Kaisar Song Kwi Bun."


Setelah selesai membaca surat itu, si petugas segera menggulungnya kembali dan memberikannya kepada Zhang Fei.


Sesaat berikutnya, Ketua Dunia Persilatan langsung maju ke depan, ia menatap kembali para pendekar di bawahnya.


"Apakah kalian semua sudah mendengar surat barusan?" tanyanya dengan suara lantang.


"Ya, kami semua mendengar, Ketua Fei," jawab para pendekar secara bersamaan.


"Bagus. Jadi, sekarang bagaimana? Apakah masih ada yang tidak percaya?"


"Tidak, Ketua Fei,"


Pendekar yang sebelumnya ngotot dan tidak percaya, sekarang mau tak mau mereka juga harus menerimanya.


Apa lagi yang harus tidak mereka percayai? Bukankah butiknya sudah ada? Bahkan bukti itu tidak bisa dibantah sama sekali.


Apalagi, sebelum menggulung surat, petugas tadi sempat memperlihatkan tanda langsung dari Kaisar kepada para pendekar itu.


Para Datuk Dunia Persilatan juga menganggukkan kepala sambil tersenyum puas. Sekarang mereka bisa bernafas lega setelah masalah pertama sudah berhasil dibereskan.


"Langit benar-benar berpihak kepada kita. Aku rasa, pembentukan aliansi ini hanya tinggal satu langkah lagi," kata Dewi Rambut Putih berbicara kepada yang lainnya.


"Kau benar, Nyonya Ling," sahut Dewa Arak Tanpa Bayangan. "Tapi, ini baru masalah pertama,"


"Eh, apakah masih ada masalah yang lainnya lagi?" Dewi Rambut Putih mengerutkan kening. Dia menatap pria tua itu dengan tatapan bingung.


"Sekarang belum ada. Tapi sebentar lagi akan ada," timpal Orang Tua Aneh Tionggoan.


Dewi Rambut Putih tidak berbicara lagi. Ia langsung memutar otaknya untuk menebak maksud dari perkataan mereka berdua.


"Ah, aku baru ingat," katanya berseru perlahan setelah ia bisa memahami ucapan Dewa Arak Tanpa Bayangan dan Orang Tua Aneh Tionggoan.


Sementara itu, tidak lama setelah Dewi Rambut Putih berseru barusan, tiba-tiba dari jajaran pendekar kembali terdengar suara seseorang yang berseru.


"Terkait persoalan itu, kami sudah percaya. Tapi, masih ada hal lain yang membuat hati kami merasa ragu,"


"Apa itu?" tanya Zhang Fei dengan cepat.


Dia kemudian mencari siapa orang yang berbicara barusan. Setelah menemukannya, ia langsung menatap lekat-lekat orang tersebut.


Ternyata, orang itu adalah pria berusia empat puluhan tahun. Wajahnya cukup berwibawa. Rambut yang hitam panjang itu digelung ke atas dan ditusuk oleh tusuk konde dari batu giok.


Ia mengenakan pakaian warna hijau muda. Di pinggang sebelah kanannya terselip sebuah kipas dengan ujung runcing yang terbuat dari baja murni.


"Sebelum mengatakan lebih lanjut, aku ingin memperkenalkan diri lebih dulu," kata pria terbaik.


"Silahkan, Tuan," sahut Zhang Fei sambil tersenyum hangat.


"Namaku adalah Yon Bi. Aku biasa disebut Pendekar Kipas Terbang,"


Suara orang itu terdengar lantang. Semua orang bisa mendengarnya secara jelas.


"Jadi, dia pun hadir di sini?" Pendekar Tombak Angin langsung terkejut. Dia tidak menyangka, ternyata Pendekar Kipas Terbang pun ada di tengah-tengah halaman luas itu.


"Hemm ..." Orang Tua Aneh Tionggoan mendengus pelan. Dia menatap wajah Yon Bi secara tajam.


Dalam dunia persilatan dewasa ini, rasanya hanya sedikit saja yang tidak mengetahui siapa itu Pendekar Kipas Terbang.


Perlu diketahui, orang itu merupakan pendekar yang berasal dari aliran tengah. Ia bukan berasal dari partai mana pun. Pendekar Kipas Terbang selalu berkelana seorang diri.


Selama ini, kebaikan yang sudah dia lakukan memang terhitung cukup banyak. Tapi hal itu terjadi dulu, beberapa tahun yang lalu. Belakangan, kabarnya ia lebih cenderung melakukan kejahatan daripada kebaikan.


Kabar tersebut sudah menyebar luas. Bahkan tidak sedikit dari pendekar aliran putih yang berniat untuk memberikan pelajaran kepadanya.


Sayang sekali, semua niat itu tidak bisa terwujud. Siapa pun yang ingin memberikan pelajaran kepada Pendekar Kipas Terbang, maka orang itu tidak akan bisa kembali pulang.


Semenjak kejadian tersebut, orang-orang telah sepakat bahwa Pendekar Kipas Terbang yang sekarang ini sudah berpindah haluan. Dia bukan lagi aliran tengah, melainkan aliran hitam!


Sementara itu, di atas mimbar, terdengar Zhang Fei segera berkata setelah mengetahui siapa namanya. "Baiklah, silahkan Tuan Bi katakan semuanya,"